NovelToon NovelToon
Sang Penggoda Dari Desa

Sang Penggoda Dari Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Duda / Cintapertama / Berbaikan
Popularitas:68.9k
Nilai: 5
Nama Author: Anny Djumadi

Karena keadaan keluarganya, Arimbi ingin membawa ibu dan neneknya pindah ke tempat baru yang di mana tidak ada orang yang tahu asal mereka. Tentu semua itu membutuhkan biaya yang cukup besar. Sampai suatu saat tawaran datang dari seorang gadis kaya yang menjanjikan uang yang menggiurkan, membuat Arimbi pergi ke kota dan nekat menerima tawaran itu. Apa yang selanjutnya terjadi dengan Arimbi gadis cantik dan polos yang berasal dari desa itu?
Hati-hati ya, ceritanya bikin sakit perut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anny Djumadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku suka kamu

Untungnya setelah itu acara makan keluarga Fernandez tidak diisi dengan pembicaraan lagi.Harus diakui masakan koki di keluarga itu memang enak, semua yang di meja tampak menikmati makanannya masing-masing. Hanya Clara yang makannya sedikit dan tidak nafsu makan, karena Clara khawatir kalau Arimbi kelepasan bicara, sehingga Hugo tahu kalau biang kerok nya adalah dia.

Arimbi sendiri dari tadi melirik ke arah Bastian terus, Arimbi berniat untuk meminta Bastian merahasiakan percakapan dia dengan Hugo.

Huh! Dasar gadis centil! Begitu lihat cowok, matanya gak bisa berkedip! gerutu Hugo yang berkali-kali tanpa sengaja melihat Arimbi yang menatap ke arah Bastian. Dan benar saja begitu Bastian selesai dan pamitan keluar untuk melihat sekitarnya, tidak berapa lama kemudian terlihat Arimbi yang terburu-buru menyelesaikan makannya dan pamitan juga, beralasan ke toilet.

"Ayo aku antar Bi!" ujar Clara yang juga ikut bangun.

"Kau makan saja Ra, biar Hugo saja yang antar," ujar Fernandez.

"Tapi aku masih belum selesai makan pa, biarkan saja Clara yang antar!" tolak Hugo langsung. Tentu Clara tersenyum senang mendengar tolakan Hugo. Clara sudah tidak sabar ingin berbicara dengan Arimbi, sayang baru saja mau bangun kembali dari duduknya, Bastian yang berjalan belum terlalu jauh menghentikan langkahnya.

"Biar sekalian saya saja, pa! Ayo ikut aku Arimbi!" panggil Bastian akrab.

"Kau memang tahu di mana toiletnya?" tanya Clara yang semakin tidak suka dengan Bastian.

"Tahu, kak Clara tidak usah repot-repot," sahut Bastian.

"Ya sudah Ra, kau lanjutkan saja makan mu! Biar Arimbi sama Bastian saja," putus Fernandez.

Wah kebetulan, pikir Arimbi yang dengan semangat langsung mengikuti langkah Bastian keluar.

Tahu gitu, tadi aku yang antar saja. Kok cewek genit itu malah kesenangan? Aku sebel banget lihat dia kesenangan, seakan-akan dia tertawa di atas penderitaan ku! sesal Hugo dalam hati dengan pikiran negatifnya. Sedangkan Clara menatap kesal ke arah Bastian yang dia anggap suka sok mengatur itu.

**********

"Maaf kak Bastian, aku sebenarnya bukan ingin ke toilet. Aku ingin bicara dengan kakak," ujar Arimbi begitu mereka sudah keluar dari ruang makan itu dan sudah agak jauh dari ruangan itu.

"Ya sudah, ayo kita ke halaman depan sambil jalan. Aku ingin menghirup udara segar, jadi kau bisa sekalian temani aku dan katakan hal yang ingin kau katakan pada ku," ajak Bastian.

"Tidak perlu kak, singkat saja. Aku minta kakak merahasiakan pertengkaran kami dari ayah dan ibu Hugo, dan rahasiakan apa yang aku katakan tadi. Lagipula tadi aku sedang emosi, jadi aku berkata-kata tanpa berpikir terlebih dahulu, bukan serius," ujar Arimbi.

"Kalau soal itu kau jangan khawatir, aku tidak akan mengurus masalah mu dengan kak Hugo. Tapi kalau kau butuh bantuan ku suatu saat katakan saja, aku pasti akan membantu mu!" ujar Bastian.

"Mengapa kak Bastian begitu baik pada ku? Padahal kita baru pertama kali bertemu?" tanya Arimbi yang tidak suka basa basi itu.

"Karena aku suka pada mu!" sahut Bastian mengeluarkan senyum mautnya.

"Aku sudah mau menikah!" sahut Arimbi dengan cepat dan salah tingkah.

Andai kak Hugo seperti kak Bastian, betapa bahagianya aku! pikir Arimbi menyayangkan.

"Ha-ha-ha, suka itu kan maksudnya aku suka berteman dengan mu. Kau lucu dan polos. Aku suka berteman dengan orang yang apa adanya dan tidak bermuka dua," ujar Bastian yang sudah lupa kalau dia saja bermuka dua.

Arimbi terdiam dan menatap tidak percaya ke arah Bastian, Arimbi tidak menyangka saat dia di Kota, akhirnya dia bisa bertemu dengan orang normal yang mau berteman dengannya, tidak seperti Dodi yang over PeDe itu! Pertama Clara, setelah itu Bastian.

*********.

"Mengapa ke toilet saja begitu lama?" tanya Hugo yang tiba-tiba muncul. Arimbi akhirnya memalingkan pandangannya dari Bastian dan menatap ke arah Hugo.

"Namanya juga perempuan, kalau ke toilet pasti lama!" alasan Arimbi, setelah sempat bingung mau menjawab apa.

"Cepat ikut aku, papa ingin bicara dengan mu!" ujar Hugo yang tiba-tiba menghampiri Arimbi dan menarik pergelangan tangan Arimbi untuk mengikutinya.

"Terimakasih kak Bastian! Kita bicara lagi lain waktu," teriak Arimbi sebelum menjauh. Bastian hanya tersenyum pada Arimbi, tapi begitu kedua orang itu sudah menjauh, senyum di bibir Bastian pun lenyap.

**********

"Apakah setiap bertemu dengan seorang pria, kau bisa secepat itu akrab?" tanya Hugo yang masih menarik pergelangan tangan Arimbi.

"Lepaskan tangan ku! Aku bisa jalan sendiri!" ujar Arimbi sambil menghempaskan tangan Hugo hingga terlepas.

"Kau tidak perlu marah. Aku mengatakan apa yang ku lihat dengan jujur! Aku merasa kau itu sikapnya seperti perempuan penggoda! Dengan pria baru kenal pun sudah menempel terus!" ujar Hugo.

"Terserah apa kata mu! Aku tidak mau membela diri lagi, hanya bikin capek saja. Aku memang sudah negatif di mata mu, biarkan saja. Terserah apa kata mu, aku sudah tidak perduli!" ujar Arimbi marah dan segera berjalan cepat meninggalkan Hugo. Tapi sebentar saja Hugo sudah kembali mengejar Arimbi dan menarik pergelangan tangan Arimbi lagi.

"Apa lagi? Nanti bilang aku yang menggoda mu lagi! Nanti bilang aku yang menarik mu!" ujar Arimbi kesal berusaha menarik tangannya agar terlepas dari cekalan tangan Hugo, tapi kali ini Arimbi kesulitan melepaskan tangannya.

"Memang kau mau ke mana?" tanya Hugo.

"Mau bertemu papa mu!"

"Kau salah jalan!" ujar Hugo berusaha menahan tawanya.

"Dasar bodoh!" sambung Hugo lagi.

Arimbi hanya terdiam dan tidak berusaha menentang Hugo lagi. Kali ini mau tidak mau Arimbi mengekor di belakang Hugo.

Kenapa juga mansion nya sebesar ini? Aku memang kelihatan bodoh di depan dia. Hu-hu-hu sungguh memalukan

*********

"Keluarga mu di mana Arimbi?" tanya Fernandez ketika mereka sudah duduk di ruang keluarga, kali ini Bastian tidak kelihatan.

"Arimbi tinggal di desa sama neneknya. Katanya sudah terbiasa tinggal di desa, nanti mendekati hari pernikahan, nenek Arimbi baru datang ke kota, pa!" sahut Clara mewakili Arimbi, Clara takut Arimbi akan salah menjawab.

Fernandez hanya mengangguk dan tidak bertanya lagi setelah itu Arimbi dan Clara menarik nafas lega. Arimbi juga merasa senang karena Fernandez sepertinya tidak mempermasalahkan asalnya.

"Nanti Arimbi mau kau ajak tinggal di mana Hugo? Apakah kau akan kembali tinggal di mansion bersama Arimbi? Kalau kau sudah berkeluarga, sebaiknya jangan tinggal di apartemen lagi! ujar Fernandez yang kini beralih ke Hugo.

"Kau tentu tidak masalah tinggal di mansion bersama kami bukan?" tanya Fernandez lagi. Arimbi langsung mengangguk senang.

Asyik, gak harus berdua saja dengan pria galak itu, setidaknya di sini ada Clara! pikir Arimbi senang, tapi sayang rasa senang itu hanya sebentar saja.

"Aku yang keberatan tinggal di Mansion kembali pa," sahut Hugo menolak.

Bersambung.............

1
aNDiaNa
Ku menunggumu Arimbi 💝
Erna Risky: lama gak up
total 4 replies
Fitriani Wijaya
trus ceritanya ga di lanjutin lagi donk thor /Cry/
anny: iya kak, gak bisa masuk ke akun nulisnya😭, ini lagi coba urus. maaf ya kak 🙏🏻
total 1 replies
Maya Fardon
thor, kok lama
anny: maaf kak gak bisa masuk akun nulisnya lagi😭
total 1 replies
Yolanda Herfes
intip terus, kok belum up ya?
anny: gak bisa masuk akun nulis kak, maaf🙏🏻🥺
total 1 replies
Mita Mita
kok belum up kak, ditunggu
anny: maaf ya author gak bisa masuk ke akun penulis gara2 ganti hp, jadi gak bisa lanjut up🙏
total 1 replies
ian machmud
sekian lama aku mampir lagi thor terakhir baca benih yg tak di akui 😊
Fitriani Wijaya
ko udh lama ga up sih thor
anny: iya, gara-gara reboot hapenya, gak bisa masuk akun nulis lagi kak😭
total 3 replies
Hira Yanira
lanjut kak, double
Josya Kikil
ihh gemes sama si fani
Fifi Nirmala
niat jahatnya gak kesampaian deh🤣
Rabiatul Addawiyah
Lanjut thor
Mita Mita
niatnya jelek sih🤣🤣, lanjut
😘Si imut anaknya bapak 🥸☺️
wkwkwk niatmu udah jelek Dan mana di restui oleh yang di atas. lu sih jahat kali, tapi sepanjang sejarah orang jahat tipe Fani ini hanya ku lihat di novel ini,

aduh othor sayang, ku candu dengan cerita mu, sehat sehat biar up teratur 🫰❤️
Sishrye: Mpok haloo
total 1 replies
liangyi
rekomendasi banget ceritanya🥰😍
lian
👍👍👍👍
White Rose
double up donk thorr, ceritamu menarik thor
😘Si imut anaknya bapak 🥸☺️
ahhh Hugo doyan 🤣🤣🤣 bohong tuh Clara. mana ada begitu si Hugo...
semangat othor kesayangan
laverette
suka ceritanya
Yolanda Herfes
semoga saja kenangan saat Hugo lupa ingatan bisa merubah Hugo, lanjut hthor
lasda Umas
cerita yg sangat menarik, rekom banget deh,❤️❤️❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!