NovelToon NovelToon
Menikahi Dokter Anti Romantic

Menikahi Dokter Anti Romantic

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Aliansi Pernikahan / Dokter
Popularitas:40.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rira Syaqila

Bagaimana bisa, Lucas yang memiliki fobia haphephobia bisa meniduri seorang wanita yang tidak dia kenal?

yuk simak kisahnya, seorang dokter yang memiliki fobia langka, di mana dia merasa takut untuk bersentuhan secara skin to skin dengan orang lain, tetapi dia adalah seorang dokter hebat dan juga pemimpin rumah sakit yang terkenal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rira Syaqila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22. Sarapan bersama

kedua belah pihak keluarga menoleh ke arah pengantin baru, yang baru saja masuk ke dalam ruang makan VIP, yang mana pastinya ruangan tersebut hanya di isi oleh keluarga inti saja.

"Waah, pengantin baru wajahnya segar banget, nih," goda Fatih.

"Ya seger lah, kan udah mandi. Berendam lagi," sahut Lucas dengan ketus.

"Ciee ... ciee ... Jadi berendamnya nih berdua apa sendiri? Pake susu gak?" tanya Fatih lagi dengan nada menggoda.

Lucas melirik tajam ke arah Fatih, membuat pria itu semakin terkekeh.

"Udah ... Udah, suka banget kamu godain Lucas," tegur Papa Fadil.

"Gimana ya, Pa, habisnya lucu. Siapa yang nyangka jika si kulkas ini bakal nikah," jawab Fatih.

"Namanya juga udah jodoh," sahut Papi Leo.

"Jodoh yang tak terduga." Fatih kembali terkekeh, hingga dia terdiam di saat mendengar deheman dari seseorang.

Ekhem ...

"Uppss," Fatih melirik pelan ke arah Devan dengan perasaan segan.

Devan pun tersenyum kecil, menggelengkan kepalanya pelan, melihat kelakuan sepupu-sepupu Lucas.

Memang, Devan sudah mendengar banyak tentang Lucas dan sahabat-sahabat yang merangkap sebagai saudaranya itu. Circle yang cukup aneh dan serasa sulit untuk terbuka dengan orang lain, tapi pada kenyataannya mereka sangat baik dan menerima kehadiran orang lain dengan hangat. Sungguh keluarga yang penuh dengan kasih sayang.

"Sebaiknya kalian segera sarapan, sebelum makanannya dingin," titah Papi Leo.

"Iya, Pi," jawab Lucas dan menarik kursi untuk Nia.

Nia mengernyitkan kening, karena merasa aneh dengan sikap pria yang saat ini sudah menjadi suaminya. Tapi, dia tetap mendapatkan bokongnya di kursi ayng di tarik oleh Lucas tadi.

"Ayo, Nia, jangan malu-malu. Kita ini semua keluarga besar," ujar Papi Leo, saat melihat Nia menatap satu persatu anggota keluarganya.

"eh, I-iya Om,' jawab Nia gugup.

"Kok om, sih? panggil papi dong," titah Papi Leo.

"Iya, Papi." Nia tersenyum manis, membuat wajah wanita itu semakin terlihat cantik.

"Duh, ternyata mantu Mami canting banget kalau senyum begitu ya," puji Mami Anggun.

"Eh ..." Nia merasa tersipu, saat di puji oleh sang ibu mertua.

Selama ini, Nia memang selalu mendapatkan pujian dari orang-orang yang ada di sekelilingnya. Tapi, dia merasa biasa saja, karena sadar kalau dirinya memang cantik. Tapi, pujian dari Mami Anggun membuat Nia merasa tersipu, karena dia melihat ketulusan dan kejujuran yang hangat dari tatapan dan suara mertuanya itu.

"Ayo, di makan," titah Mami Anggun mempersilahkan menantunya itu untuk menikmati sarapan yang telah tersaji.

"Iya, Mi." Nia pun mengambil beberapa buah untuk mengisi perutnya. Dia harus tetap menjaga bentuk tubuhnya, karena masih terikat kontrak dengan salah satu majalah.

Padahal, Nia sangat berselera sekali dengan menu yang tersaji di hadapannya saat ini. Menu yang benar-benar membuat dirinya tergoda, tapi Nia tetap harus sadar dan menahan dirinya.

"Kenapa cuma buah aja? Ayo dong di cicipi makanan yang lain," ujar Mama Anggun.

"Iya, Mi, ini aja sudah bikin Nia kenyang kok," tolak Nia halus.

"Namanya juga model, Mi, pasti harus tetap menjaga penampilannya," sahut Lucas yang mana membuat Nia menoleh cepat ke arah pria itu.

"Ah ya, kamu benar. Duh, maaf ya, Mami lupa kalau kamu itu model," ujar Mama Anggun sambil tersenyum manis.

"Iya, Mi, gak papa kok."

Nia pun kembali menikmati buah-buahan yang sudah dia letakkan ke atas piring, tapi tiba-tiba saja dia tersadar jika orang yang dia cari tidak berada di dalam ruangan tersebut.

"Apa Mark memang bukan anggota keluarga ini?" batin Nia.

"Ya, mungkin Mark hanya saudara jauh saja, makanya dia tidak berada di sini." Nia sedikit merasa lega, setidaknya dia tidak akan merasa canggung berada di dalam ruangan yang sama dengan Martin.

"Martin mana? Kok Papi gak lihat dia?" tanya Papi Leo kepada Fatih.

"Uhukk ... Uhukk ..."

Nia langsung tersedak buah yang dia makan, saat mendengar nama Martin. Baru saja wanita itu memikirkan Martin, eh sekarang kok malah di sebut-sebut namanya?

Fatih melirik ke arah Nia, memastikan jika hubungan yang diceritakan oleh Martin memang benar.

"Makannya hati-hati," ujar Lucas dan memberikan segelas air putih kepada Nia.

"Nih orang kok baik banget? perasaan tadi judesnya dan bikin kesalnya minta ampun," batin Nia sambil menerima uluran gelas yang diberikan oleh Lucas.

"Martin kayaknya lagi rapat dengan orang-orang di perusahaannya yang di London," bohong Fatih.

Mengingat bagaimana kondisi Martin tadi malam, pastinya akan sangat sulit bagi pria itu untuk berada di satu ruangan dengan Nia dan Lucas. Ya, setidaknya tidak untuk saat ini.

Sarapan pagi ini berjalan dengan hangat. Nia merasa jika dirinya seolah pulang ke rumah, karena ternyata keluarga Lucas, serta sepupu-sepupu yang merangkap sebagai sahabat pria itu menyambut dirinya dengan hangat dan baik.

"Semoga kamu betah ya jadi istrinya Lucas," goda Anggel.

Nia pun tersenyum, menanggapi perkataan Anggel.

"Kalau Lucas macem-macem sama kamu, bilang aja ke kita. Biar kita bantu kamu untuk kasih pelajaran ke dia," sambung Quin.

"Iya," jawab Nia ramah.

Percakapan antara Nia dan para sahabat-sahabat Lucas pun, berjalan dengan begitu hangat. Tapi, satu hal yang membuat Nia merasa aneh, yaitu sifat Lucas yang tiba-tiba perhatian kepada dirinya.

Apa pria itu sedang berakting saat ini?

"Haaahh ..."Nia merebahkan tubuhnya di sofa. Perutnya terasa masih lapar, karena dia hanya sarapan dengan buah-buahan saja, padahal banyak menu enak di atas meja.

Nia mengernyitkan kening, di saat melihat Lucas baru saja keluar dari kamar mandi, dengan penampilan yang terlihat sangat rapi sekali.

"Kamu mau ke mana?" tanya Nia penasaran.

Hari ini adalah hari pertama mereka menjadi suami istri. Biasanya, di hari pertama pengantin, pastinya akan sibuk merencanakan mau liburan ke mana 'kan?

Ya, walaupun pernikahan mereka terbilang terpaksa, tapi tetap saja, mereka harus tetap pergi liburan 'kan? Jadi, wajar saja jika Nia bertanya, mau ke mana Lucas yang sudah terlihat rapi.

"Rumah sakit," jawab Lucas tanpa menoleh ke arah Nia.

"Hah? Rumah sakit?"

Refleks, Nia pun menyentuh perutnya. Apa pria itu ingin melakukan pemeriksaan kehamilan? Tapi, kenapa secepat ini?

"Tidak, pokoknya aku harus mencari alasan agar tidak ikut pergi ke rumah sakit. Aku harus mencegah kehamilan ini, sebelum terlambat," batin Nia.

"U-untuk apa ke rumah sakit? Aku gak mau ke rumah sakit," tolak Nia ketus.

Lucas menoleh ke arah sang istri. Mengernyitkan kening, melihat perilaku sang istri yang terlihat aneh.

"Siapa yang mau ngajak kamu ke rumah sakit?" tanya Lucas.

Gantian Nia yang mengernyitkan keningnya, menatap wajah dingin suaminya itu.

"Tadi, kamu bilang mau ke rumah sakit," ujar Nia pelan. "Bukannya kamu mau mengajak aku melakukan pemeriksaan kehamilan?"

Lucas mendengus pelan. "Apa kamu bodoh? Jika aku membawa kamu ke rumah sakit, lalu melakukan pemeriksaan kandungan, bukankah itu akan membuat sebuah berita?"

"Ya juga sih," gumam Nia pelan.

"Dan juga, buat apa aku harus membawa kamu ke rumah sakit? Apa kamu lupa? Kalau aku ini adalah seorang dokter. Jadi, kapan saja aku bisa melakukan pemeriksaan terhadapmu."

1
Siti Sumarni
ka nunggu banget nih cerita lanjutan nya
NUR'AINI FITRI RAHMANIAH
kak semangat 😊💪... ceritanya seru banget dari awal sampai sini .... plis Kak cepat di tayang lain buat kelanjutan ceritanya ga sabar nih buat baca ya 😊🙏
Rira Syaqila: mksh 🤗🤗🤗🤗
total 1 replies
Anik Trisubekti
ternyata Luc yg datang
Rira Syaqila: iya 🤣🤣 dan dia ternoda
total 1 replies
Anik Trisubekti
kita lihat saja apa yang terjadi padamu selanjutnya Nia
Anik Trisubekti
pasti Luc yg datang
Rira Syaqila: yakinnn???
total 1 replies
Anik Trisubekti
senjata makan tuan ya Nia 😄😄😄
Rira Syaqila: 🤣🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Kuntyo Wantari Dewi
Koq ulang lg thorr
Anik Trisubekti
lanjut mak Rira
Anik Trisubekti
ohh ternyata Nia sudah hamil🤔
semakin seru, mak crazy up dong
Rira Syaqila: yakin udah hamil??? 🤭🤭🤭
total 1 replies
Anik Trisubekti
tugasmu membuat Nia jatuh cinta Luc,jangan sampai kedatangan Stella mengacaukan semuanya
Rira Syaqila: berat ini berat 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Kuntyo Wantari Dewi
Ulangan lagi ya bab nya
Kuntyo Wantari Dewi
Koq di ulang ulang thor
Anik Trisubekti
tiap hari begini ,up bab kemarin
Anik Trisubekti
😄😄😄
Anik Trisubekti
mak revisi mak
Anik Trisubekti
terima tantangannya Luc,Nia
Rira Syaqila: biar jatuh cinta beneran yaa 😁😁
total 1 replies
Anik Trisubekti
Lucas Nia 😄
Rira Syaqila: oh, bukan lengkuas yaa 🤣🤣
total 1 replies
muna aprilia
lnjut
Anik Trisubekti
revisi mak revisi
syafrina hunaini
ais, knp bab 35 di ulang lg sich... thor.
Rira Syaqila: udah revisi. maaf yaaa
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!