"Gue mau nyari calon laki dah... Kalo kaya gini terus pacaran sama ini nggak boleh, sama itu juga nggak boleh.. Mamah tuh mau yang gimana sih?"
_MARSHA ADELIA_
"Seberapa jauh kamu pergi, aku bakal tetap milikin kamu, cantik".
_ALFAN WIJAYA_
Kisah mereka dimulai saat marsha sudah merasa lelah dengan kisah cintanya yang selalu nggak dapat restu dari mamanya. Sampai suatu kejadian mempertemukan marsha dan Alfan yang cuek tp ternyata sangat posesif.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Marmaningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jak vs Sita
Jak masih sulit menghubungi Sita sejak kejadian di taman kota malam itu. Telponnya ngga pernah di angkat, pesannya juga boro2 dibalas dibaca juga ngga.
Jak nampak frustasi dengan menjambak rambutnya sendiri.
"Aaaargh... Sial kenapa dia mesti balik saat gue udah lupa dan nemuin sosok lain! "teriaknya di kamarnya yang nampak berantakan. Jak mengingat kembali kejadian 2 tahun lalu bersama mantannya.
Rena nampak bergelayut manja pada lengan kekar seorang cowo yang tak lain adalah Jak pacarnya. Mereka berpacaran lumayan lama 2thn.Rena berparas cantik dengan body bak model terkenal. Jak sangat mencintai Rena sampai suatu hari Jak hendak melamar Rena ke rumahnya, namun saat Jak akan mengetuk pintu rumah Rena, Jak seolah tak percaya dengan apa yang dia lihat dari kaca jendela, nampak seorang wanita sedang bercumbu mesra dengan laki-laki berbadan tegap.
Jak merasa hancur saat ia dengar laki-laki iti menyebut nama kekasihnya.
"Oh.. Rena.! "desahnya yang terdengar menjijikan bagi Jak. Ia pun melempar bunga dan kotak cincin yang akan diberikan di teras rumah Rena.
Mulai saat itu Jak benci cewe sempurna layaknya seorang putri.
Sampai ia bertemu Sita cewe bawel berkacamata, cantik, berbadan mungil dan sederhana, dan yang paling Jak suka ia selalu tertawa dibuatnya.
Malam itu di taman kota Jak berencana nembak Sita, tapi sebelum mendapat jawaban ia malah bertemu dengan cewe yang dulu menghancurkan hatinya.
"Ngapain kamu kesini hah? "bentak Jak sambil melepaskan pelukan Rena, bahkan saat akan mengejar Sita pun ia kesulitan karena pelukan Rena begitu erat.
" Maafin aku, Jak, ternyata kamu yang terbaik, kamu mau kan balikan sama aku? "ucap nya tanpa rasa malu.
Jak tersenyum mengejek ke arah Rena.
" Kenapa sama cowo kamu hah? "ejeknya.
" Hubungan kita udah berakhir sejak kamu hianatin aku. "lanjutnya penuh penekanan dan berlalu pergi meninggalkan Rena yang terpaku.
" Maafin aku, Ta, jangan tinggalin aku! "gumam Jak sambil melajukan mobilnya dengan cepat menuju rumah Sita.
Namun saat sampai Sita ngga mau nemuin Jak dengan alasan tidur. Mamahnya Sita yang bilang.
" Maaf, nak Jak, Sita nya udah tidur"ucapnya. Akhirnya Jak pun pamit pulang.
Di kampus juga Sita ngga mau bertemu dia selalu menghindar.
Bahkan di kantin kampus pun Sita nampak murung dan terlihat lebih pendiam dari biasanya, bahkan teman-teman nya yang lain pun nampak keheranan dengan tingkah Sita.
Saat pulang kuliah nampak Sita terburu-buru pulang meninggalkan teman-temannya. Jak dengan langkah cepat mengikuti Sita dan menarik tangannya hingga Sita berada dipelukan Jak.
"Iiih.. Lepasin! "teriak Sita sambil berusaha melepaskan cengkraman di tangannya.
" Ngga, sebelum kamu dengerin aku! "ucap Jak sambil membawanya masuk ke mobilnya. Jak terus mendudukan Sita disamping kemudinya. Sita yang berontak ingin pergi terhalang saat Jak mengancamnya.
" Kalo kamu pergi juga, aku bakal cium kamu disini! "ancamnya sambil mendekatkan wajahnya ke arah Sita. Sita langsung terpundur saat Jak mendekatkan wajahnya.
" Dasar nyebeliiin!! "teriak Sita sambil pasrah duduk. Sementara Jak tersenyum jahil penuh kemenangan. Jak pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, namun Sita kaget saat arah mobil berlawanan ke arah rumahnya.
" Kamu mau bawa aku kemana, Kak? "tanyanya heran sambil mengerutkan keningnya.
Jak hanya tersenyum tanpa membalas jawaban Sita yang mulai panik.
" Aku mau pulaang! "teriaknya tiba-tiba saat Jak tak juga memberinya jawaban.
Jak akhirnya berhenti di lapanga hijau dekat danau, nampak sebuah meja dengan 2 buah kursi dihias dengan indah. Jak lalu mengajak Sita turun dan menggandeng Sita untuk duduk di kursi yang sudah tertata dengan rapi.
"Ngapain sih, aku mau pulang! "gerutu Sita sambil duduk juga. Jak hanya tersenyum dan duduk di hadapannya. Ia menatap gadis bawelnya dengan penuh cinta. Sita yang ditatap seperti itu mulai salah tingkah dan memalingkan wajahnya.
" Ta, maafin aku mungkin momen malam itu sedikit terganggu, tapi aku ganti dengan hari ini. Mau kah kamu jadi kekasih aku? "ucapnya panjang lebar smbil memegang tangan Sita.
Sita menatap sinis lalu menjawab
" Ck... Terus aku harus jadi orang ketiga diantara kalian, enak banget idup lo! "tukasnya kesal dengan sedikit bentakan.
" Dengerin aku dulu sayang! "ucap Jak sambil terus menggenggam tangan Sita yang hendak Sita lepaskan.
" Dia itu cuma mantan aku yang khianatin aku, "ucapnya lalu Jak pun menceritakan semua kejadiannya sampai ia akhirnya menemukan Sita.
Sita terdiam namun ada rasa bahagia di hatinya saat mendengar semua ucapan Jak. Ia mungkin salah faham, tapi ia masih sakit saat cewe itu meluk Jak dengan manja.
" Jangan bohong deh, Kak, ngga mungkin kakak milih aku, orang dia cantik, bodynya aza kaya model gitu, sementara aku biasa aza. "ucap Sita tiba-tiba.
Jak tersenyum dan mulai menggoda Sita.
" Emang sih, beda banget kamu sama dia, tapi aku sukanya kamu gimana dong? "ucapnya sambil tersenyum lebar,bahkan rona merah di pipi Sita mulai muncul.
" Gimana kamu mau kan jadi pacar aku? Milik aku, Sita? "tegasnya. Sita yang memang sudah menyukai Jak dari awal mengangguk malu.
" Yes... Yes... Makasih sayang! "ucap Jak meloncat girang. Sita hanya terkekeh melihat kekasihnya berlaku konyol seperti itu.
Akhirnya mereka pulang dengan hati yang berbunga-bunga. Jak selalu menggenggam tangan Sita di mobilnya. Saat sampai di rumah Sita,,Sita beranjak keluar tapi ditahan oleh Jak,
"Tunggu, sayang biar aku bukain pintunya, "ucapnya sambil keluar dari mobil. Sita hanya tertunduk malu mendapat perlakuan kekasihnya yang romantis.
Cowo konyol ternyata bisa romantis juga ya, eh cewe bawel juga ternyata bisa diem..
Akhirnya cowo konyol sama cewe bawel bersatu.
Bersambung....