Apa jadinya jika seorang Ustadz mencintai gadis yang di anggap hanya gadis biasa tapi ternyata penuh dengan rahasia dan yang paling penting dia adalah seorang Mafia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nurusysyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22. Aisyah Ar-Rosyid
", Aisyah kamu kenapa, sejak pulang dari acara ustadz Rizal kamu selalu saja melamun" tanya Umi Laila
" nggak apa-apa Umi, " jawab Aisyah
" Umi nggak percaya sama kamu nak pasti ada yang kamu sembunyikan dari Umi dan Abi" tanya Umi penasaran
" iya Aisyah, bilang sama Abi, kamu kenapa kalau ada masalah cerita ke Abi mungkin Abi bisa bantu " ucap ustadz Rosyid
" nggak Abi " jawab Aisyah yang masih tak mau cerita
" Umi tau betul kamu Aisyah " ucap Umi Laila
" maaf Abi, apakah Aisyah berdosa jika Aisyah selalu kepikiran sama seorang pria " tanya Aisyah
" maksud kamu, " ucap Abi
" iya Abi sejak datang ke acara ustadz Rizal Aisyah selalu kepikiran sama ustadz Fahmi Abi " terang Aisyah
" apa kamu suka sama Fahmi nak" tanya Abi
" Aisyah nggak tau Abi, tapi Aisyah selalu kepikiran ustadz Fahmi Abi " jawab Aisyah
" ya nanti kita ke rumah ustadz Rizal, " ucap Abi
" buat apa Abi " tanya Aisyah
" ya Abi akan mencoba menjodohkan kalian mungkin saja ustadz Rizal bisa menerima nya, " apa salahnya kalau kita coba " ucap Abi
" tapi Abi, Aisyah malu Abi " jawab Aisyah
" udah nurut sama Abi " ucap Abi
" baik Abi" jawab Aisyah pelan
***
*****
" tante ,om pak Fahmi sepertinya Ana besok akan pulang, Ana merasa sudah terlalu lama ngerepotin kalian " ucap Tasya
" apa sih nak, kamu sudah seperti anak kami, kami nggak ngerasa di repotin sama Ana , iya kan Abi " ucap Umi
" iya nak, kamu nggak usah mikir macam-macam, kami senang kamu di sini, " ucap Abi
" tapi om, sepertinya Ana tak pantas terlalu lama di sini, lagian Ana bukan siapa-siapa, dan Ana nggak ingin sampai nama baik pesantren ini tercemar gara-gara Ana, " ucap Tasya sembari menundukkan wajahnya
" jangan berfikiran seperti itu nak" ucap Umi
" iya nak disini lah beberapa hari lagi, iyakan Fahmi " ucap Abi dan terus mengalihkan pandangannya ke arah Fahmi
" i... iya Abi..., di sinilah beberapa hari lagi Ana " ucap Fahmi
" baiklah, tapi mulai besok Ana akan kembali kuliah dan bekerja, bolehkan tante, Ana merasa nggak enak sama bos Ana karena sudah beberapa hari ini tidak berangkat kerja " ucap Tasya yang tengah mencari alasan agar bisa keluar pesantren
" boleh nak, tapi sebenarnya kamu kerja di mana " ? tanya Umi
"Ana bekerja di ANASTA GRUP tante" jawab Tasya
" benarkah..!!? kamu hebat bisa bekerja di sana, perusahaan nomor satu di kota ini perusahaan yang paling sukses dan paling berpengaruh di sini , dan katanya di sana gajinya juga besar" ucap Abi kagum
" kalau boleh tau siapa pemimpin ANASTA grup nak " sambung Abi
" iya Om , ya seenggaknya bisa buat makan dan bayar tempat tinggal sih om, dan untuk pemimpin nya Ana juga kurang tau tapi katanya seorang wanita muda"ucap Tasya berbohong
" maafkan Ana om, tante, pak Fahmi, Ana belum bisa berkata jujur pada kalian, tapi seandainya benar aku menikah dengan pak Fahmi sebelum hari pernikahan Ana akan katakan semuanya, siapa sebenarnya Ana " guman Tasya dalam hati
" kamu kenapa nak, kenapa kamu jadi ngelamun " tanya Umi
" nggak apa-apa ante, " jawab Tasya
" ya sudah, sekarang sana katanya mau keliling lihat-lihat pesantren biar Fahmi yang mengantarkan kamu " pinta Umi
" baik tante, Ana permisi, ucap Tasya
" Fahmi juga permisi Umi Abi' " ucap Fahmi dan segera mengantarkan Tasya
setelah kepergian Tasya dan Fahmi, ustadz Rosyid dan keluarga datang berkunjung, yang sebenarnya mempunyai tujuan untuk menjodohkan Aisyah dengan Fahmi
" assalamu'alaikum, ustadz Rizal " salam ustadz Rosyid
" Wa'alaikumsalam ustadz Rosyid, tumben berkenan berkunjung ke tempat kami" ucap Abi
" iya nih ustadz, sepertinya ada yang ingin saya sampaikan pada ustadz " ucap ustadz Rosyid
" ada apa ustadz sepertinya ada masalah serius " tanya Abi
" nggak begitu serius ustadz, hanya saja,....
begini ustadz bukankah anak-anak kita Sudah besar,, " ucap ustadz Rosyid
" iya memang benar terus " tanya Abi
" bagaimana kalau kita jodohkan mereka, bukankah mereka sangat serasi, dan mereka juga sejajar ilmunya, jadi mereka akan sangat cocok , bagaimana ustadz, apa ustadz setuju " ucap ustadz rosyid
"mereka memang serasi dan ilmu mereka juga sejajar, tapi kalau masalah itu saya nggak bisa memutuskan nya ustadz, biar Fahmi sendiri yang akan menjawabnya" jawab Abi
" baiklah " ucap ustadz rosyid
" Umi panggilkan Fahmi kesini Umi " pinta Abi
" baik Abi " jawab Umi
****
" gimana Ana apa kamu senang berada di sini " tanya Fahmi
" Ana sangat senang Pak, di sini Ana dapatkan sesuatu yang sudah lama tidak Ana dapatkan-" ucap Tasya
" apa itu "? tanya Fahmi
" kasih sayang dan perhatian dari kalian semua pak , " ucap Tasya
" Ana aku sudah bilang sama Abi bahwa aku akan segera menikahimu, bagaimana menurutmu " tanya Fahmi
" aku sudah memantapkan hati ku pak, kapan pun Ana akan bersedia, " jawab Tasya dan pandangannya ke arah lain
" apa kamu benar, kalau begitu bagaimana kalau satu bulan lain kita menikah " tanya Fahmi
" kalau itu terserah bapak, tapi pak setelah menikah aku belum tentu mau jadi ustadzah, apa bapak nggak keberatan " tanya Tasya
" hahaha.... lagian siapa yang memintamu untuk jadi ustadzah Ana, ? tanya Fahmi
" ya kan biasanya kalau menikah dengan seorang ustadz berarti harus jadi ustadzah juga kan" ucap Tasya
" siapa bilang Ana, aku nggak akan memaksamu untuk jadi ustadzah, yang terpenting kamu menjadi istriku, yang selalu ada untukku, itu sudah cukup untuk ku" jawab Fahmi
" bagaimana jika aku selalu sibuk bekerja di luar, apa bapak nggak keberatan " tanya Tasya
" meskipun kamu sudah menjadi istriku bukan berarti aku akan mengurungmu di rumah saja Ana, aku tau kamu pasti mempunyai sebuah mimpi dan aku akan mendukung kamu mencapai mimpimu itu " jawab Fahmi
" benarkah " tanya Tasya
" iya yang penting kamu tau batasannya, dan kamu nggak akan lalai akan tugasmu sebagai istri, " ucap Fahmi
" baiklah Ana akan berusaha untuk tidak mengecewakan bapak " jawab Tasya penuh keyakinan
" nak Fahmi. .... nak Fahmi di pangil Abi " ucap Umi di saat Fahmi dan Tasya akan kembali berkeliling
" ada apa Umi " tanya Fahmi
" itu ada ustadz Rosyid dan kamu di suruh kesana " ucap Umi memberi tau
" baik Umi , Fahmi akan kesana, jawab Fahmi " Ana aku ke tempat Abi dulu, kamu boleh lihat-lihat dulu nanti aku akan segera kembali ucap Fahmi
" iya Pak silahkan " jawab Tasya
setelah mendapat jawaban dari Tasya Fahmi pun segera pergi ke tempat Abi
" assalamu'alaikum Abi, ustadz, " salam Fahmi
" Wa'alaikumsalam nak sini duduk dekat Abi " pinta Abi Fahmi pun langsung duduk di samping Abi
" ada apa Abi, apa ada masalah " tanya Fahmi
" nggak ada Fahmi, hanya saja kedatangan ustadz rosyid kesini untuk menjodohkan Aisyah dengan kamu nak " ucap Abi
" gimana ustadz muda apa kamu setuju " tanya ustadz rosyid
" sebelumnya Fahmi minta maaf Ustadz , tapi sepertinya Fahmi nggak bisa " ucap Fahmi
" emang kenapa nak Fahmi " tanya ustadz rosyid, " apa kamu sudah punya pilihan lain " sambung ustadz rosyid
" nggak apa-apa ustadz, tapi apa yang ustadz katakan adalah benar Fahmi sudah memilih gadis yang akan menjadi pendamping Fahmi ustadz," Jawab Fahmi
" benarkah.... siapa dia " tanya ustadz rosyid
" dia adalah ....... ucapan Fahmi terhenti karena tiba-tiba Tasya datang dan memanggilnya
"Pak Fahmi ini ada kitab-kitab dari ustadz Farhan" ucap Tasya menundukkan wajahnya dan tak tau kalau sedang ada tamu
" ma... maaf saya nggak tau kalau lagi ada tamu... maaf saya permisi'" ucap Tasya dan hendak pergi namun di cegah oleh Fahmi
" sebentar Ana, sinilah aku akan kenalkan kamu pada ustadz rosyid'" ucap Fahmi Tasya pun maju dan duduk di samping Umi
" dia adalah Ana ustadz, dia adalah gadis yang saya pilih untuk menjadi pendamping Fahmi " ucap Fahmi tegas
seketika jantung Aisyah terasa ingin berhenti berdetak, tubuhnya gemetar nafasnya terasa sangat sulit, matanya berusaha menahan air matanya agar tidak terjatuh, Aisyah merasa malu dan patah hati sebelum dia memiliki sesuatu yang membuatnya patah hati
" bukankah dia yang menolong kamu kemarin Fahmi " tanya ustadz rosyid
" ustadz benar dan Fahmi sudah berhutang nyawa padanya, dan Fahmi juga sayang padanya ustadz " ucap Fahmi
" tapi bukankah dia gadis biasa " tanya ustadz rosyid
" benar ustadz, dia memang gadis biasa tapi tidak untuk Fahmi, dia adalah gadis yang sangat luar biasa " jawab Fahmi
"baiklah kalau begitu selamat ustadz muda, " ucap ustadz rosyid
" terimakasih ustadz" ucap Fahmi
karena tujuan mereka tak kesampaian akhirnya ustadz rosyid pun putuskan untuk segera pulang
" kenapa bapak bilang seperti itu pada ustadz rosyid " tanya Tasya
" iya Ana aku minta maaf, dan sekarang akan segera meminangmu, Ana di depan Abi dan Umi sebagai saksinya, apakah kamu mau menjadi pendamping ku melewati sisa umur mu bersamaku menjadikan aku sebagai imam untuk mu Ana " tanya Fahmi dengan memohon
mendengar apa yang di ucapkan Fahmi Tasya pun langsung melihat ke arah Umi dan Abi dan merekapun tersenyum dan menganggukkan kepalanya pertanda bahwa mereka menyetujuinya
" Ana..... Ana mau pak " jawab Tasya pelan
" Alhamdulilah.... ucap serentak Abi umi dan Fahmi
Umi pun langsung memeluk Tasya sedangkan Abi memeluk Fahmi
ORG YG HEBAT BELADIRINYA AKN MMPUNYAI INSTING YG KUAT JIKA ADA BAHAYA MNGANCAM, MSKI ITU SERANGN MNDADAK DARI BLAKANG, TPI TASYA SRING KCOLONGN. DARI VITO, JONES, DN TRAKHIR EVAN & RIDWAN.
AIRIN MMG HRS DILATIH KERAS AGAR JDI WANITA KUAT & TANGGUH, TPI LIAT JUDUL NOVEL CINTA UNTUK AIRIN, DITIAP BABNYA KYKNYA AIRIN MSH BLM TANGGUH, MSH KCOLONGN..