Rembulan sudah banyak mengalami kehilangan, dari kehilangan itu Rembulan belajar arti keikhlasan dan kesabaran. Tidak mudah saat melewatinya, namun karena keinginannya untuk bangkit, Rembulan bisa menopang tubuhnya sendiri. Babak belur di usia yang belia membuat Rembulan menjadi terbiasa.
Bertemu kembali dengan orang-orang di masa lalunya, sebenarnya Rembulan belum siap. Tapi Rembulan harus kembali, ada sesuatu yang harus ia lakukan. Ya, Rembulan kembali bukan tanpa alasan.
Akankah Rembulan bisa menyelesaikan masalahnya? atau malah terjebak ke dalam masa lalu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Detia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22
Benar saja, Anne langsung ke rumah Erna menemui sahabatnya itu, dia tidak sabar untuk memberitahukan perihal kemajuan hubungan kedua anak mereka. Mereka memang sepakat melakukan perjodohan, namun ingin membuat keduanya saling mencintai terlebih dahulu.
"Loh An, tumben, ada apa?" Tanya Erna setelah membuka pintu, sebelumnya Anne menggedor pintu rumah Erna dengan tidak sabar.
"Gue mau cerita tentang kemajuan anak kita" Ujar Anne yang antusias.
Erna langsung mengajak Anne untuk duduk di depan kolam ikan, kalau di dalam rumah ada Jupiter yang sedang menonton televisi, nanti mereka ketahuan sedang membicarakan lelaki itu.
"Ada apa nih?" Tanya Erna penasaran.
"Tadi gue kan abis dari Supermarket, eh pas pulang gue ngeliat mereka pelukan" Ujar Anne heboh.
"Seriusan lo?" Tanya Erna yang juga ikut heboh.
"Iya serius, pas kepergok mereka pada salting gitu, makanya anak lo buru-buru pulang" Ujar Anne.
"Pantesan wajahnya anak gue merah kayak kepiting rebus" Ujar Erna tertawa pelan.
"Wah ini sih kita harus gerak cepat tentang hubungan mereka" Ujar Erna melanjutkan.
"Ponakan gue mau ke Prancis, teman si Jupiter juga, nah si Raina mau ikut. Lebih baik si Jupiter juga ikut biar bisa Pdkt sama anak gue" Ujar Anne memberitahu.
Erna langsung berbinar, "Nanti gue suruh si Jupiter buat ikut"
"Oke, 3 hari lagi berangkatnya, jangan lupa"
Setelah selesai memberitahu sahabatnya, Anne kembali pulang ke rumahnya. Sedangkan Erna masuk kedalam rumah dengan riang, Jupiter yang melihat Ibunya menjadi heran.
"Ada apa Ma?" Tanya Jupiter.
Erna menggeleng seraya tersenyum penuh arti.
"Tadi siapa yang gedor pintu?" Tanya Jupiter saat tahu Ibunya lumayan lama berada di luar.
"Bundanya Raina"
"Raina katanya mau ke Prancis" Ujar Erna membuat Jupiter terkejut. Lelaki itu tidak tahu kalau Raina akan ke Prancis.
"Serius Ma?" Tanya Jupiter.
"Iya, mau nemenin saudaranya itu loh yang katanya teman kamu juga"
"Oh Rembulan?"
"Iya kali, kamu ikut ya sekalian jagain mereka" Ujar Erna.
Jupiter terdiam menimbang, dia sudah lama tidak liburan apalagi ke negara lain. Sepertinya akan seru jika ikut, Jupiter ingin jalan-jalan jauh seperti itu, apalagi ada Rembulan dan Raina yang pasti akan menjadi seru.
"Ya udah deh Ma, aku ikut"
...----------------...
1 hari sebelum keberangkatan ke Prancis, Rembulan membantu Raina untuk menyiapkan pakaian ke dalam koper, mereka akan berada di Prancis sekitar 1 minggu karena Rembulan harus mengurus butiknya yang di sana juga berpamitan kepada Zico. Rembulan sendiri tidak akan membawa pakaian karena nanti barang-barang yang di Prancis juga akan ia bawa ke Indonesia. Setelah berpikir panjang, Rembulan memilih tinggal di Indonesia dan menemani ayahnya sampai keluar dari Penjara.
Raina sangat bersemangat akan ke negara itu, dia sudah menyiapkan list tempat-tempat yang akan di kunjungi ketika nanti Rembulan sibuk menyelesaikan urusannya. Mereka belum tahu kalau Jupiter akan ikut karena baik Anne maupun Jupiter sengaja merahasiakannya.
Setelah menyelesaikan beres-beres, kedua gadis itu ke ruang makan karena Anne sudah memanggil untuk makan bersama.
"Sudah selesai beres-beresnya?" Tanya Anne ketika Raina dan Rembulan duduk. Tara masih berada di Kantornya karena ini masih siang hari, biasanya akan pulang sore atau malam jika ada lembur.
"Udah Bun" Jawab Raina.
"Barang-barang kamu di Prancis banyak?" Tanya Anne ke Rembulan.
"Lumayan Tan, aku cuma mau bawa pakaian sama barang-barang yang bisa di masukkan ke koper aja. Untuk perabotan lain ada Teman yang mau membelinya" Jawab Rembulan.
"Oh iya, Ngomong-ngomong Jupiter akan ikut ke Prancis" Ujar Anne tiba-tiba.
Raina tersedak makanan setelah mendengar ucapan Bundanya itu, Rembulan sigap memberinya air putih yang langsung di minum sampai habis. Dia terkejut mendengar ucapannya Anne.
"Pelan-pelan dong Ra" Ujar Anne menegur.
Mata Raina memerah karena tenggorokannya terasa sakit, "Bun, Bunda serius?"
"Iya, Jupiter akan menjaga kalian di sana. Lagi pula Rembulan kan akan sering menyelesaikan urusannya, jadi nanti kamu di temani Jupiter kalah mau ke tempat-tempat wisata. Kalau sendiri takutnya kamu kenapa-kenapa kan baru pertama kali kesana" Ujar Anne.
"Aku sih setuju Tan, biar Raina juga ada yang menjaga" Timpal Rembulan dengan senyum jahil membuat Raina melotot kesal, Rembulan malah ikut menjahilinya.
"Ih, enggak mau" Ujar Raina.
"Eh harus mau, Bunda udah bilang kemarin, Jupiter juga setuju buat ikut"
"Masa Jupiter harus selalu ikut kemana pun aku pergi sih Bun?" Tanya Raina sedikit kesal.
Dari kecil, jika Raina akan bepergian tanpa orang tuanya, Anne maupun Tara selalu menyuruh Jupiter untuk ikut, tidak pernah membiarkan Raina pergi sendiri jika dalam perjalanan yang jauh. Jupiter juga dengan senang hati akan selalu ikut kemana pun Raina pergi.
"Loh kan bagus ada yang menjaga kamu nanti, apa kamu masih canggung ketemu Jupiter?" Tanya Anne jahil.
Rembulan yang tidak tahu apa-apa menjadi penasaran, sedangkan Raina memperingati Bundanya untuk tidak memberitahu Rembulan. Dia bisa di ejek terus-menerus jika Rembulan tahu.
"Memangnya kenapa Tan?" Tanya Rembulan penasaran.
Anne menatap Raina dengan jahil, dia jelas tidak akan menjruti permintaan anaknya.
"Itu loh, Raina kepergok lagi pelukan sama Jupiter" Ujar Anne seraya tertawa kecil.
Raina melipat dadanya kesal, kenapa mereka selalu mengaitkannya dengan Jupiter? Dia dan Jupiter sudah berteman dari kecil, mana mungkin akan mencintai lelaki itu. Raina tahu baik buruknya Jupiter jadi tidak pernah mencintai lelaki itu, apalagi Jupiter tipe lelaki yang sangat menyebalkan.
"Masa sih Tan? Bukannya kalau ketemu suka berantem ya?" Tanya Rembulan heran.
"Nah mungkin aja di depan kita pada berantem, tapi pas di belakang kita pada romantis, seperti hubungan yang sengaja disembunyikan" Ujar Anne.
Rembulan tertawa renyah mendengar ucapan Anne. Dia juga senang menjahili Raina makanya menimpali ucapan Anne. Sangat lucu melihat wajah Raina yang memerah karena kesal.
"Wah ini sih harus segera di resmikan Tan, takutnya nanti pada kebablasan"
Mengetahui pembicaraan akan mengarah kemana, Raina buru-buru menyahut.
"Enak aja, aku sama Jupi enggak ada hubungan apa-apa. Cuma Teman, enggak lebih" Ujar Raina.
"Masa teman pelukan" Ujar Anne.
"Masa teman saling cemburu" Ujar Rembulan menimpali.
Anne dan Rembulan kompak menertawakan wajah Raina yang sudah memerah menahan kesal, kedua wanita beda usia itu ber-tos ria karena kompak menjahili Raina.
"Ih nyebelin banget" Ujar Raina kesal.
"Padahal cocok loh Rai" Ujar Rembulan yang langsung di setujui Anne.
"Ih cocok apa sih, engga ada cocoknya sama sekali"
Setelah puas menjahili Raina, Anne pamit ke warung depan, sedangkan Rembulan dan Raina mencuci piring bersama.