NovelToon NovelToon
The God Ashura

The God Ashura

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Balas Dendam / Kebangkitan pecundang
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: jazzy bold

Dianggap sampah karena kehancuran jiwa beladirinya, Keluarganya di asingkan dan bahkan hampir mati dengan tulang belakang yang hancur.

Namun tidak ada yang tahu…

Di dalam tubuhnya bangkit jiwa beladiri ganda legendaris yang belum pernah muncul di dunia ini.

Dengan kehidupan kedua di tangannya, dia hanya memiliki satu tujuan..

Menginjak semua orang yang pernah merendahkannya dan berdiri tak terkalahkan di bawah langit.

Tapi saat rahasianya perlahan terungkap, musuh yang datang untuk menghancurkannya semakin kuat…

Akankah dia menjadi penguasa tak terkalahkan, atau justru jatuh sebelum mencapai puncak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jazzy bold, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rubah Roh

Tak lama kemudian seorang gadis yang baru berusia 6 tahun berjalan masuk dengan wajah yang sedikit kesal.

"Sialan.. Aku benci.." Teriak gadis kecil itu dengan kesal sambil menghentakkan kaki.

Melihat hal ini, Zhang Tiangxia mengerutkan kening.

Su Wanyue bertanya pada Zhang Yuer, "Yuer, apa yang terjadi padamu, Kenapa wajahmu begitu kesal?"

"Ibu, itu Zhang Lei menghentikan pemberian pil bulanan pada keluarga kita. Katanya jika pil pil itu di berikan pada keluarga kita, itu hanya menghambur-hamburkan sumberdaya keluarga." Zhang Yuer kemudian menjelaskan apa yang terjadi di area bendahara keluarga dan kejadian dia di dorong oleh Zhang Lei saat memaksa meminta jatah pil bulanan untuk keluarga mereka.

Mendengar hal ini, meskipun ada kemarahan di hati Su Wanyue, dia juga merasa tak berdaya. "Yuer, sudahlah, tidak perlu memaksa mereka. Mari sini makan, kakakmu juga sudah sadar."

 Baru saat itulah gadis kecil itu mengalihkan pandangannya ke arah Zhang Tiangxia.

"Kakak, kamu sudah sadar.." Dia langsung berlari merangkul lengan kakaknya dan bersikap manja.

"Kak, kamu tahu tidak, semenjak kamu tak sadarkan diri, semua orang di keluarga Zhang mengatakan kamu sudah mati, dan Zhang Lei itu terus membully ku."

"Huh, mentang-mentang ayahnya adalah penanggung jawab bendahara keluarga, dia bisa berperilaku semena-mena ketika memberikan sumberdaya keluarga."

"Kak, nanti kamu harus membantuku memberi dia pelajaran okey?" Zhang Yuer menatap kakanya dengan mata besar sambil memohon.

Hal ini membuat Ibu mereka khawatir pun langsung berkata, "Nak, kakakmu baru saja siuman. Dan kamu juga tahu, jiwa beladiri kakakmu hancur ketika gelombang monster, jadi mustahil memberikan pelajaran pada Zhang Lei."

Seketika wajah Zhang Yuer yang tadinya bersemangat langsung menjadi lesu.

Melihat adiknya yang seperti ini, Zhang Tiangxia merasakan sakit di hatinya. Dari kedalaman matanya ada niat membunuh.

Namun itu dengan cepat hilang lalu di gantikan senyum ramah, sambil mengusap kepala kecil Zhang Yuer, Zhang Tiangxia berkata, "Tenang saja, nanti kakak akan membantumu membuat perhitungan dengan mereka."

"Benarkah?" Zhang Yuer menatap kakaknya dengan mata bulatnya.

"Tentu saja benar," Angguk Zhang Tiangxia, "Sejak kapan kakakmu ini berbohong."

Zhang Yuer merasakan manis di hatinya, "Ini baru Kakaku yang hebat."

Tak lama kemudian, makanan pun di sajikan lalu keluarga yang berisi empat orang makan dengan lahap.

Setelah makan malam, Zhang Tiangxia kembali ke kamarnya untuk berlatih.

Dia menjalankan Teknik Taixu.

Tak lama, gelombang Qi langit dan bumi bergolak dengan liar memasuki tubuhnya dengan gila-gilaan.

Setelah berlatih hingga dua jam, Zhang Tiangxia diam-diam berjalan keluar rumah lalu menuju gunung belakang.

Dia ingin melatih teknik bertarung, tapi rumah yang mereka tempati terlalu kecil, tidak ada halaman. Jadi dia harus melatih teknik dari kehidupan sebelumnya di tempat lain. Selain itu ini juga agar tidak di ketahui siapapun kalau dia bisa berlatih lagi.

Sesampainya di gunung Tuanling, Zhang Tiangxia memasang pose aneh di udara.

Tubuhnya condong kedepan seperti udang rebus, lututnya mengarah ke depan, sementara tangannya membuat gerakan tinju di udara.

Saat ini dia melatih teknik Tinju Segala Arah.

Tinju segala arah adalah teknik tinju kelas bumi tingkat tinggi di kehidupan sebelumnya, ini adalah teknik tinju yang memiliki beberapa gerakan dan di padukan dengan teknik tendangan.

Gerakannya bukan hanya mengacu pada tinju dan tendangan, tapi juga siku, kepala, dan apapun yang ada di tubuh adalah senjata. Inilah kenapa di sebut sebagai Tinju Segala arah.

Saat melatih Tinju Segala arah hingga putaran kesepuluh selesai, Zhang Tiangxia menurunkan tangannya perlahan, napasnya sedikit memburu namun terkontrol. Keringat mengalir di pelipisnya, jatuh satu per satu ke tanah berbatu di bawah kakinya.

Tubuh bocah ini memang jauh lebih lemah dari kehidupan sebelumnya. Sepuluh putaran Tinju Segala Arah saja sudah membuat ototnya sedikit gemetar. Tapi tidak apa-apa, fondasi dibangun selangkah demi selangkah.

Dia sedang hendak mengatur napas ketika sebuah suara melengking tajam memecah kesunyian hutan.

"Kyuuu!"

Zhang Tiangxia membalikkan badan dengan cepat, tangan kanannya refleks siap dalam posisi bertarung.

Di hadapannya berdiri seekor rubah.

Rubah ini sedikit berbeda dari rubah pada umumnya.

Tubuhnya diselimuti bulu ungu pekat yang berkilau samar di bawah sinar bulan. Di sekitar matanya, bulunya warna putih keemasan.

Sepasang matanya bisa terlihat jelas bahwa binatang ini sangat cerdas.

Di bagian ekornya juga berwarna ungu namun ada garis panjang berwarna putih keemasan.

Zhang Tiangxia mengernyit.

"Rubah Roh."

Dia mengenali makhluk ini. Di kehidupan sebelumnya dia pernah melihat beberapa ekor, ini binatang tingkat lima yang sudah memiliki kecerdasan sendiri. Bukan sekadar binatang buas yang bergerak berdasarkan naluri. Rubah Roh bisa berpikir, bisa memahami, dan dalam beberapa kasus, bisa berkomunikasi dengan caranya sendiri.

Rubah itu tidak menyerang. Tidak juga melarikan diri.

Ia hanya menatap Zhang Tiangxia dengan mata emasnya, lalu berbalik dan berjalan beberapa langkah ke arah kedalaman hutan. Kemudian berhenti. Menoleh. Memekik sekali lagi.

"Kyuuu..!"

Zhang Tiangxia memiringkan kepalanya.

"Kamu ingin aku mengikuti mu?" tanya Zhang Tiangxia dengan aneh.

Rubah itu memekik lagi seolah menjawab, lalu kembali berjalan mengisyaratkan Zhang Tiangxia untuk mengikutinya.

Zhang Tiangxia terdiam sejenak. Seekor Rubah Roh tidak akan mendekat ke manusia tanpa alasan, umumnya rubah sangat menjauhi manusia namun rubah ini membuat Zhang Tiangxia penasaran.

"Kyu.."

suara rubah itu kembali terdengar.

"Baiklah, aku akan ikut denganmu." Dia pun mengikuti rubah itu ke kedalaman hutan Tuanling.

Hutan Gunung Tuanling semakin rapat semakin dalam mereka masuk. Pohon-pohon di sini jauh lebih besar dari yang ada di area luar, batangnya sebesar tiga atau empat orang dewasa yang berpelukan, akarnya mencuat dari tanah seperti tulang-tulang raksasa yang membelit bumi.

Zhang Tiangxia melewati beberapa rumpun pohon besar yang menutup langit hingga malam yang sudah gelap pun semakin gelap.

Beruntung kali ini dia sudah mencapai tahap keempat pemurnian tubuh, jadi pandangan matanya jauh lebih jernih daripada orang biasa. Selain itu, bulan juga cukup terang jadi tetap ada sedikit sinar yang masuk.

Sebelum makan malam, dia sudah berada di puncak ke ketiga tahap pemurnian tubuh, jadi setelah berlatih selama dua jam, dia kembali melakukan terobosan tingkat dasar ke empat alam pemurnian tubuh.

Saat terus berjalan, di sela-sela akar pohon dan di atas batu-batu lumutan, berserakan tulang-tulang binatang buas. Beberapa masih besar dan utuh. Beberapa sudah hancur menjadi serpihan.

Rubah Roh itu terus berjalan tanpa ragu memimpin di depan, dan Zhang Tiangxia mengikutinya dengan waspada.

Tak lama kemudian, vegetasi hutan tiba-tiba terbuka.

Di hadapan mereka terbentang sebuah lembah yang cukup luas.

Zhang Tiangxia berhenti di tepian dan mengamati. Lembah itu cukup dalam, diapit dua dinding tebing yang menjulang. Udara di sini lebih lembab dan lebih dingin, dan ada aroma aneh yang samar-samar menggelitik hidungnya.

Aroma ini terasa tua, seolah tempat ini sudah ada jauh sebelum manusia pertama menginjakkan kaki di gunung ini.

Dan di depan pintu masuk lembah itu, terdapat beberapa tengkorak manusia.

Sudah sangat lama. Tulangnya menghitam, sebagian sudah ditumbuhi lumut hijau tua.

Zhang Tiangxia menatap tengkorak-tengkorak itu sebentar.

Rubah Roh berjalan masuk ke lembah tanpa sedikit pun ragu mengabaikan tengkorak di tanah.

Zhang Tiangxia mengikutinya.

Di dalam lembah, suara gemericik air terdengar cukup keras. Dan tak lama kemudian, di ujung lembah muncul sebuah air terjun.

Air terjun ini tidak terlalu tinggi, tapi arusnya deras, airnya jernih kehijauan seperti giok cair yang jatuh menghantam bebatuan di bawahnya.

Rubah Roh berhenti. Lalu mengangkat satu cakarnya, menunjuk ke arah tebing di samping air terjun sambil melompat-lompat dengan gembira.

Zhang Tiangxia mengikuti arah yang di tunjukan rubah itu.

Di celah tebing, di antara retakan batu yang basah oleh percikan air terjun, tumbuh beberapa batang tanaman dengan buah-buah kecil berwarna biru kemerahan. Ukurannya sebesar kepalan tangan seorang anak kecil, tapi aroma yang keluar darinya membuat Zhang Tiangxia merasa sangat nyaman.

"Buah Roh." Matanya menyipit.

Dia paham sekarang kenapa Rubah Roh itu membawanya ke sini.

Buah roh adalah buah langka yang tumbuh di wilayah yang di penuhi dengan energi roh langit dan bumi, jika di jual, satu buah roh itu bernilai puluhan ribu keping perak.

Rubah itu butuh bantuannya untuk memetik buah-buah itu, posisi tebingnya terlalu sempit dan licin untuk tubuh seekor rubah, tapi baginya ini tentu adalah hal yang mudah.

Zhang Tiangxia menatap buah-buah itu sejenak, disana terdapat sembilan buah. Lalu ia melirik Rubah Roh yang kini duduk menunggu dengan tenang.

"Binatang ini tidak bisa memanjat, lalu menyuruhku kesini agar menjadi babunya, benar-benar menarik." Gumamnya pelan.

1
syarif ibrahim
jauhnya dari siang sampai sore baru sampai.... 🤔🤔🤔
aldo
up lah author
Ibad Moulay
Gasss terus, jangan kasih kendor 🐎🐎🐎
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥🔥
aldo
lanjut author semangat terus🙏🙏🙏🙏
selenophile
min jiwa beladiri gk ke pake ya...
Ibad Moulay
Pemburu
Ibad Moulay
Kelompok
Ibad Moulay
Uraaa🐎🐎🐎
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
ammank firman
heran kenapa harus jual air roh kalo hanya untuk membeli pil kan koin emas banyak di cincin
Ibad Moulay
Gasss Terus,,,Jangan Kasih Kendor 🐎🐎🐎
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Gasss Terus,,,Jangan Kasih Kendor 🐎🐎🐎
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Teknik Bayangan Kematian
Ibad Moulay
Rubah Roh Ungu
Ibad Moulay
Token
Ibad Moulay
Cairan Spiritual
Ibad Moulay
Walikota
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!