NovelToon NovelToon
Takhta Yang Di Curi

Takhta Yang Di Curi

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Crazy Rich/Konglomerat / Action
Popularitas:66.3k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

Dunia Doni runtuh saat istri tercintanya meninggal dunia sesaat setelah melahirkan putri mereka, Maudi. Di masa rentan itu, masuklah Seina, seorang wanita licik yang ambisius. Demi menguasai harta Doni, Seina melakukan aksi nekat,ia menukar Maudi dengan putri kandungnya sendiri, Eliza.
Sejak saat itu, nasib kedua bocah tersebut berubah 180 derajat. Eliza tumbuh sebagai gadis yang sangat dimanja dan bergelimang kemewahan. Sebaliknya, Maudi yang merupakan anak kandung Doni, justru dianggap sebagai pembawa sial oleh Seina. Selama tujuh tahun, Maudi kecil hidup dalam penderitaan, disiksa secara fisik dan mental oleh Seina tanpa sepengetahuan Doni.

Penderitaan Maudi berakhir ketika sebuah insiden membuatnya terbuang dan akhirnya tumbuh di lingkungan pesantren. Di sinilah mutiara yang terpendam itu mulai bersinar. Maudi ternyata adalah seorang anak yang sangat jenius.




Assalamualaikum...
yuk, ikuti kelanjutan kisahnya ....
semoga suka.... jangan lupa dukungannya ya🥰🥰🙏🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

Malam itu, hujan turun seolah langit ikut menangis di atas RS Medika. Di lantai VIP, Doni berdiri dengan tubuh gemetar di depan ruang ICU. Pria yang kini menjadi pemimpin tunggal imperium bisnis mendiang mertuanya itu kehilangan seluruh kekuatannya. Ia baru saja mendapatkan kabar bahwa Ambar, istri yang sangat dicintainya, mengalami pendarahan hebat setelah melahirkan putri pertama mereka.

"Maafkan kami, Pak Doni. Nyawa Ibu Ambar tidak tertolong," ucap dokter dengan suara rendah.

Doni ambruk. Di saat ia berada di puncak kesuksesan, ia justru kehilangan napas hidupnya. Ia bahkan belum sanggup melihat bayi perempuannya yang masih berada di ruang inkubator. Baginya, dunia mendadak gelap gulita.

Di bangsal kelas tiga rumah sakit yang sama, Seina meringis kesakitan seorang diri. Tidak ada karpet merah, tidak ada dokter spesialis. Hanya ada kegetiran.

Baru dua tahun yang lalu ia merasa menjadi wanita paling beruntung karena meninggalkan Doni yang miskin demi Brama. Namun, takdir bercanda padanya. Brama meninggal dalam kecelakaan tragis saat Seina tengah hamil besar, meninggalkan hutang yang menumpuk. Perusahaan besar tempat Brama bekerja dulu, yang ternyata adalah milik Doni, bahkan tidak memberikan pesangon besar karena posisi Brama yang bermasalah sebelum meninggal.

Seina melahirkan seorang bayi perempuan di malam yang sama dengan wafatnya Ambar. Saat ia menggendong bayinya, ia melihat berita di televisi rumah sakit: “Kabar Duka, Istri CEO Muda Doni Daneswara Meninggal Dunia Usai Melahirkan Putri Pewaris Tunggal.”

Lantai VIP rumah sakit itu terasa mencekam. Doni hanya terduduk diam di pojok ruangan, menatap kosong ke arah jendela. Pikirannya hancur. Istrinya, Ambar, telah pergi selamanya. Di dalam boks bayi mewah, seorang bayi perempuan yang baru lahir menggeliat. Di pergelangan tangannya melingkar gelang identitas bertuliskan, Eliza Daneswara.

"Maafkan Papa, Eliza... Papa belum sanggup melihatmu," bisik Doni pelan, suaranya serak karena tangis yang sudah mengering.

___

Dendam dan rasa iri membakar hati Seina. Ia menatap putranya yang masih kecil, Saka, dan bayi perempuannya yang baru lahir. Ia membayangkan hidupnya yang akan hancur dalam kemiskinan, sementara anak Doni akan hidup bergelimang harta di atas penderitaannya.

Didalam hatinya terbesit ide licik yang akan merubah hidup putrinya agar tidak merasakan kesusahan seperti dirinya saat ini, dan perlahan,ia akan masuk lagi di kehidupan Doni yang sekarang menjadi seorang duda tajir.

Saat perawat sedang sibuk karena keadaan darurat di ruang ICU, Seina yang masih lemah memaksakan diri berjalan menuju ruang bayi. Ia melihat bayi perempuan Doni yang diberi gelang nama "Putri Ambar Doni yang bernama Eliza Daneswara".

"Dulu aku meninggalkanmu karena kamu miskin, Doni. Sekarang, aku tidak akan membiarkan anakku hidup melarat sepertiku," bisik Seina tajam.

Saat perawat sedang lengah karena pergantian shift malam, Seina menyelinap. Dengan jantung berdegup kencang, ia menukar bayi di pelukannya dengan bayi yang ada di boks bertuliskan nama Eliza ia melepaskan gelang nama di tangan mungil Eliza asli ,dan memakaikan nya pad putri mungilnya, serta aksesoris lain yang membuat curiga.

"Mulai sekarang, kau adalah putriku, Maudi," bisik Seina pada bayi asli Doni yang kini ada di pelukannya. "Dan anakku... kau akan hidup seperti ratu di sana."

Seina berjalan pergi,menemui putranya yang ia letakkan di samping toilet rumah sakit yang tidak jauh dari ruangan inkubator.

" Ayo Saka ,kita pulang " ajak seina lembut, meski sekarang ia tidak memiliki apa-apa, namun seina sangat menyayangi anak-anaknya,

Saka hanya mengangguk, usia Saka baru satu tahun setengah, jadi ia belum mengerti apa-apa.

Setelah melakukan administrasi, seina berjalan dengan tertatih keluar dari rumah sakit dengan membawa bayi Ambar, yang ia beri nama Maudi. Rasa nyeri di bagian bawah masih terasa,namun ia memaksakan diri untuk pulang ke kontrakannya, karena rumah dan semua aset yang ia miliki sudah di sita oleh Bank, jadi ia tidak bisa berlama-lama tinggal di rumah sakit.

"ma....lapal" ucap Saka dengan mulut cadelnya...

"iya sayang, sebentar lagi kita sampai" sahut Seina mengelus rambut putranya yang terlihat kurus...

Melahirkan anak kedua tanpa di temani siapapun membuat dirinya semakin kuat.

" sabar sayang, mama pastikan, kalian akan hidup dengan bergelimang harta" gumam Seina dalam hati.

Sedangkan, bayi Ambar yang kini bernama Maudi hanya bisa tertidur... seperti tidak ada rasa lapar sedikitpun,dan itu membuat Seina merasa cukup tenang, setidaknya bayi Doni tidak merepotkan.

___

Keesokan harinya, setelah pemakaman Ambar, barulah Doni menemui putrinya yang di bawa oleh perawat ke rumahnya, di ruangan yang besar dan ber cat pink itu suasananya begitu kacau... Eliza yang dari semalam tidak mau diam karena menangis ini membuat Doni ingin menggendongnya...

Dengan tangan bergetar, Doni mengambil Eliza dari tangan perawat nya...

oek....oek....oek....

"maafkan papa nak, dari kemarin papa mengabaikanmu, apa masih sakit karena mamamu meninggalkan papa..., mamamu tidak menepati janjinya, padahal mamamu sudah berjanji akan menemani papa sampai papa tua nanti" ucap Doni dengan terisak.

namun Eliza tetap saja menangis bahkan semakin kencang , seolah ia tahu, kalau yang menggendong itu bukan ayahnya...., sang perawat mencoba memberikan susu formula, namun Bayi itu menolak , bahkan perawat sudah mencobanya semua jenis susu formula, bahkan yang paling mahal sekalipun. Tubuhnya mulai melemah karena tidak mau menyusu.

"dari kemarin nona Eliza tidak mau minum susu formula Tuan, mungkin ia menginginkan ASI ibunya" ucap sang perawat dengan takut.

Doni panik. Ia tidak ingin kehilangan satu-satunya peninggalan Ambar. "Cari ibu susu! Cari siapa saja yang bisa memberikan ASI. Saya akan bayar berapa pun!" perintah Doni kepada asistennya dengan nada putus asa.

Para perawat yang masih berjaga di sudut kamar Eliza terkejut sekaligus takut melihat wajah gelap tuannya.

Kabar itu sampai ke telinga Seina yang saat itu sedang menyusui Maudi bayi asli Doni di kontrakan sempitnya. Sebuah ide gila muncul di kepalanya. Ini adalah kesempatan emas untuk masuk ke kehidupan Doni dan tetap bisa mengawasi putri kandungnya sendiri yang kini menjadi Eliza.

"Saka...., mama berjanji, ini untuk terakhir kalinya kita tinggal di sini, mama akan berusaha agar Saka hidup enak" ucap Seina dengan wajah sumringah...

"benalkah mama?" sahut Saka dengan senang.

Setelah Maudi tidur, Seina menyuapi Saka dengan bubur instan yang baru ia beli di warung...

"ma....tenapa papa Ndak pulang-pulang?" tanya saja yang membuat Seina tersentak, walaupun ia tidak begitu mencintai Brama namun Saka tetaplah putra Brama.

" Saka ingin Papa yang punya rumah besar lagi?" tanya Seina tersenyum licik.

Saka yang polos mengangguk " iya Mama, Saka mau" jawab Saka dengan girang.

1
Sri Supriatin
Ada2 aja lakimu Maudi🤭🤭
Xin
Ngidam nginep di pesantren ga ni🤭
stnk
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Xin
tetap semangat kak, jaga kesehatan di sana .
Sri Supriatin
tks upnya Thor n Selamat Hari Lahir Pancasila /Good//Pray//Pray//Heart//Heart/
Xin
Alhamdulillah , saling melengkapi 👍
@Mita🥰
tambah seru banget besok🤣🤣🤣🤣
Xin
semngt kak dan terimakasih 💪
Sri Supriatin
terimakasih Thor upnya yg penting thor sehat, thorku de best, bnjk Thor yg ber hari2 baru up 🤭😍😍🙏🙏
Xin
wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, ia kak , terimakasih 💪
@Mita🥰
iya Thor GPP thor
Cica Aretha
semangattt thor💪
@Mita🥰
😭😭😭😭😭
Sri Supriatin
blm up thor? sehat yah 🙏🙏🙏
🥰🥰m4r1n4.sg🙏🏻🙏🏻🙏🏻: masih sibuk🤭🤭🤭
total 1 replies
Sri Supriatin
🙏🙏🙏
Xin
Alhamdulillah , semoga habis ini bahagia , walaupun pasti ada badai kerikilnya sedikit🤭
Diana Dwiari
kadang kita lupa kebenaran tersebut,dan menolaknya,meski tidak akan mungkin
@Mita🥰
astaghfirullah .......semoga kita bertambah iman kita kepada Alloh
stnk
kata-katamu Mak jleb banget thor... Astaghfirullahal'dziim...
Xin
Taqobbal yaa Karim.
🤲
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!