NovelToon NovelToon
Transmigrasi Si Jagoan Silat: Maaf Bos, Gue Bukan Mesin Pembuat Anak!

Transmigrasi Si Jagoan Silat: Maaf Bos, Gue Bukan Mesin Pembuat Anak!

Status: tamat
Genre:Transmigrasi / Action / Wanita perkasa / Fantasi Wanita / Balas Dendam / Komedi / Tamat
Popularitas:82k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Siti Alesia, anak jawara silat yang tewas konyol, terbangun di tubuh Permaisuri Alessia—wanita lemah yang dijadikan "mesin pembuat anak" dan ditindas hingga mati oleh selir licik.
​Tapi mereka salah sasaran. Alesia bukan wanita yang bisa menangis! Dengan mulut pedas dan jurus Golok Seliwa, ia mengobrak-abrik aturan kolot istana. Selir yang meracuninya? Dibanting sampai encok! Ibu Suri yang galak? Dibuat kicep lewat diplomasi sambal terasi!
​Raja Magnus yang sedingin es dan sekaku kanebo kering pun dibuat meleyot. Sang penguasa kini sadar; istrinya bukan lagi pajangan, melainkan macan betina yang siap membelah siapa pun yang berani menyentuh harga dirinya.
​"Bang Magnus, jangan kaku-kaku amat! Mending latihan silat sama gue, biar otot lu kaga karatan!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13: Badai Di Paviliun Mawar Dan Sikap Tegas Sang Raja

​Pagi hari setelah kekacauan di Aula Besar Nirwana, atmosfer Istana Orizon terasa seperti mendung tebal yang siap menumpahkan badai petir. Tidak ada suara burung berkicau di taman, para pelayan berjalan dengan kepala tertunduk dalam-dalam, bahkan tidak berani saling berbisik.

​Di dalam ruang kerja pribadi Raja Magnus, suasananya jauh lebih mencekam. Magnus berdiri membelakangi meja kerjanya yang luas, menatap keluar jendela kristal dengan kedua tangan terpaut di belakang punggung. Di atas meja kayu ek hitam miliknya, bertengger sebuah botol kecil berisi cairan kebiruan yang telah dipisahkan dari teko anggur semalam.

​TOK TOK.

​Jenderal Alaric melangkah masuk, diikuti oleh dua pengawal yang menjaga ketat Selir Rose. Rose hari ini tidak mengenakan gaun sutra mewahnya. Ia hanya memakai gaun putih polos sederhana, rambutnya terurai tanpa perhiasan, dan matanya bengkak karena menangis semalaman.

​Begitu pintu tertutup, Rose langsung menjatuhkan dirinya bersujud di atas lantai marmer yang dingin.

​"Yang Mulia Raja... hamba mohon ampun! Hamba benar-benar tidak tahu-menahu soal racun itu!" tangis Rose pecah, bahunya berguncang hebat. "Pelayan tua itu pasti bertindak sendiri atau... atau ada orang lain yang ingin memfitnah hamba dan Ibu Suri!"

​Magnus tidak langsung berbalik. Suara ketukan pelan sepatu botnya di lantai batu terdengar bagaikan lonceng kematian bagi Rose. Ketika Magnus akhirnya membalikkan badan, matanya sedingin es di puncak gunung terdalam.

​"Bertindak sendiri?" Magnus berjalan mendekati meja, mengambil botol berisi racun saraf tersebut. "Tanaman Akar Saraf hanya tumbuh di wilayah perbatasan selatan. Wilayah yang dijaga ketat oleh pasukan kakakmu, Jenderal Kael. Dan pelayan tua yang menuangkan anggur itu telah mengabdi di paviliunmu selama lima tahun, Rose. Kau ingin aku percaya semua ini hanya kebetulan?"

​Rose gemetaran hebat. Ia melirik ke arah pintu, berharap Ibu Suri Beatrice datang untuk menyelamatkannya. Namun, Ibu Suri sendiri saat ini sedang dikurung di paviliunnya dengan alasan "istirahat kesehatan" atas perintah langsung dari Magnus.

​Tiba-tiba, pintu samping ruang kerja itu terbuka. Alesia melangkah masuk dengan santai sambil mengunyah buah apel merah. Di tangannya yang terluka masih ada balutan perban putih bersih dari semalam.

​"Waduh, pagi-pagi udah ada drama air mata duyung nih," celetuk Alesia sambil mengambil posisi duduk di sofa kulit yang empuk, menyilangkan kakinya tanpa beban.

​Melihat kehadiran Alesia, Rose seolah melihat secercah harapan palsu. Ia merangkak mendekati sofa tempat Alesia duduk, mencoba menyentuh ujung gaun Alesia.

​"Yang Mulia Permaisuri... hamba mohon, tolong bicara pada Yang Mulia Raja," ratap Rose dengan nada memelas, beralih memanggil Alesia dengan gelar resminya demi mengetuk hati nuraninya. "Hamba tahu Anda memiliki hati yang mulia. Anda bahkan menyelamatkan hamba di tebing kemarin. Tolong... Yang Mulia Permaisuri, jangan biarkan fitnah keji ini menghancurkan hamba!"

​Alesia menarik sedikit ujung gaunnya agar tidak disentuh Rose. Ia mengunyah apelnya perlahan, lalu menatap Rose dengan pandangan menilai.

​"Mba Mawar... lu manggil gue 'Yang Mulia Permaisuri' sekarang? Sopan bener," ucap Alesia dengan senyum miring. "Kemarin-kemarin pas naruh dupa beracun di kamar gue, lu inget kaga kalau gue ini Permaisuri lu? Pas lu pura-pura jatuh di tebing biar gue dituduh jadi pembunuh, lu inget kaga sama gelar gue?"

​"Itu... itu semua kesalahpahaman, Yang Mulia Permaisuri!" sangkal Rose dengan wajah memelas. "Hamba selalu menghormati posisi Anda sebagai ibu dari kerajaan ini!"

​"Halah, pret!" Alesia mendengus kencang. "Muka lu boleh melas kayak kucing kecebur got, tapi otak lu licik bener kayak kancil kena tipu. Dengar ya, Rose. Di dunia asal gue, orang kayak lu ini udah gue piting kepalanya terus gue seret ke kantor polisi. Berhubung di sini kaga ada polisi, ya gue serahin aja ke laki gue."

​Alesia menunjuk Magnus dengan jempolnya. Magnus yang mendengar sebutan 'laki gue' hanya bisa berdehem kecil untuk menyembunyikan senyumnya yang hampir terbit.

​Magnus kembali menatap Rose dengan tatapan dingin. "Rose, kesabaranku sudah habis. Kau telah berulang kali mencoba mencelakai Permaisuri Orizon. Tindakanmu bukan lagi sekadar intrik harem, tapi pengkhianatan terhadap mahkota."

​"Yang Mulia Raja...!" Rose histeris.

​"Mulai hari ini, gelar Selir Agung-mu dicabut," umum Magnus dengan suara tegas yang tidak bisa diganggu gugat. "Kau akan dipindahkan ke Paviliun Dingin di ujung barat istana. Kau tidak diperbolehkan keluar dari sana, dan tidak akan ada pelayan yang menemanimu kecuali untuk mengantar makanan sederhana dua kali sehari."

​Rose terbelalak. Paviliun Dingin adalah tempat pengasingan bagi para selir yang terbuang—tempat yang kotor, dingin, dan tidak pernah disentuh oleh kemewahan. Bagi wanita yang terbiasa hidup mewah seperti Rose, itu adalah hukuman yang lebih kejam daripada hukuman mati.

​"Tidak... tidak mungkin! Kakakku... Jenderal Kael tidak akan tinggal diam!" ancam Rose dengan putus asa, mulai kehilangan akal sehatnya.

​"Kakakmu, Jenderal Kael, saat ini sedang dalam perjalanan kembali ke perbatasan selatan setelah aku mencabut hak komandonya atas Batalyon Hitam," sahut Magnus dingin. "Jika dia melakukan gerakan mencurigakan satu kali saja, kepalanya akan dipasang di gerbang kota."

​Rose lemas seketika. Tubuhnya ambruk ke lantai, menyadari bahwa ia telah kehilangan segalanya—gelarnya, kekuasaannya, dan pelindungnya.

​"Alaric, bawa dia pergi," perintah Magnus.

​Jenderal Alaric segera memberi isyarat kepada para pengawal untuk menyeret Rose yang menangis tanpa suara keluar dari ruangan.

​Setelah ruangan kembali sunyi, Alesia melemparkan sisa apelnya ke tempat sampah kayu, lalu meregangkan tubuhnya. "Gila, tegas juga lu ya, Bang. Gue kira lu bakal ragu-ragu karena dia bini simpanan kesayangan lu dulu."

​Magnus berjalan mendekati sofa tempat Alesia duduk. Ia membungkuk, menaruh kedua tangannya di sandaran sofa, mengunci tubuh Alesia di bawah tatapannya yang kini melembut hangat. "Dia bukan kesayangan, Alessia. Sudah kukatakan, aku menikahinya hanya karena politik. Dan sekarang, setelah dia mencoba meracunimu... aku tidak akan membiarkan ada duri yang tersisa di dekatmu."

​Alesia menatap mata biru Magnus yang begitu dekat. "Oh ya? Terus gimana sama Ibu Suri? Dia kan emak lu sendiri, Bang. Lu kaga bisa buang dia ke Paviliun Dingin juga kan?"

​Magnus menghela napas, tangannya naik untuk mengelus pipi Alesia dengan lembut. "Ibuku akan tetap berada di paviliunnya dengan penjagaan ketat. Kekuatan politiknya sudah kupangkas habis hari ini. Dia tidak akan bisa menyentuhmu lagi, aku berjanji."

​Alesia tersenyum tipis, merasakan ketulusan dari genggaman tangan Magnus yang melingkari tangannya yang dibalut perban. "Oke deh, Bang. Gue pegang janji lu. Tapi... kalau emak lu masih bandel, jangan salahin gue ya kalau ntar gue piting beneran."

​"Lakukan saja," jawab Magnus dengan kekehan pelan, lalu mendekatkan wajahnya hingga hidung mereka bersentuhan. "Sekarang, setelah semua pengganggu pergi... bukankah kau menjanjikan sesuatu tentang 'nasi goreng' semalam?"

​Wajah Alesia langsung memanas. "Buset, ingatan lu tajam bener kalau soal gituan! Sante dulu, Bang, tangan gue masih diperban nih!"

​"Aku bisa menyuapimu, Permaisuriku," bisik Magnus sebelum memberikan kecupan lembut di bibir Alesia yang membuat jantung sang mantan jawara Rawa Belong itu kembali berdetak kencang layaknya tabuhan genderang perang.

1
Zaskia 🐼
Ini ngobrolnya pakai bahas Indonesia ala betawi atau bahasa inggris?
Memyr 67
𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗄𝗎𝗇𝗈 𝗌𝗈𝗄 𝗍𝖺𝗎, 𝗆𝖾𝗋𝖾𝗄𝖺 𝗒𝗀 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗇𝗀𝖾𝗋𝗍𝗂, 𝗅𝖺𝗇𝗀𝗌𝗎𝗇𝗀 𝗇𝗎𝖽𝗎𝗁 𝗌𝖾𝖾𝗇𝖺𝗄𝗇𝗒𝖺
Memyr 67
𝗅𝖺? 𝗄𝖾𝗇𝖺𝗉𝖺 𝗃𝖺𝖽𝗂 𝗌𝗂𝗍𝗂 𝖿𝖺𝗍𝗂𝗆𝖺𝗁 𝗇𝖺𝗆𝖺𝗇𝗒𝖺? 🤣🤣🤣🤣
Memyr 67
𝗃𝖾𝗇𝖽𝗋𝖺𝗅 𝗄𝖺𝖾𝗅? 𝗂𝗍𝗎 𝗄𝖺𝗇 𝗄𝖺𝗄𝖺𝗄𝗇𝗒𝖺 𝗆𝖻𝖺𝗄 𝗋𝗈𝗌𝖾 𝗒𝗀 𝖽𝗂𝖺𝗌𝗂𝗇𝗀𝗄𝖺𝗇? 𝗄𝗈𝗄 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗃𝖺𝖽𝗂 𝖺𝗃𝗎𝖽𝖺𝗇 𝗄𝖾𝗉𝖾𝗋𝖼𝖺𝗒𝖺𝖺𝗇 𝗋𝖺𝗃𝖺?
Ariska Kamisa: sudah tobat kak, dan jadi mengabdi sama raja dan ratu
total 1 replies
Memyr 67
𝗇𝗒𝖾𝗌𝖾𝗄 𝗄𝖺𝗇, 𝗂𝖻𝗎 𝗍𝗂𝗋𝗂 𝖽𝖺𝗇 𝗌𝖾𝗅𝗂𝗋 𝗆𝖺𝗇𝗃𝖺? 𝖺𝗉𝖺 𝗂𝖻𝗎 𝗍𝗂𝗋𝗂 𝗆𝖺𝗀𝗇𝗎𝗌 𝗂𝗇𝗂 𝖺𝖽𝗂𝗄𝗇𝗒𝖺 𝖻𝖺𝗉𝖺𝗄 𝗌𝗂 𝗋𝗈𝗌𝖾?
Memyr 67
𝖺𝖽𝖺 𝖺𝗉𝖺 𝗂𝗇𝗂? 𝗂𝖻𝗎 𝗌𝗎𝗋𝗂 𝗌𝖺𝗆𝗉𝖺𝗂 𝗌𝖾𝗀𝗂𝗍𝗎 𝖻𝖾𝗇𝖼𝗂𝗇𝗒𝖺 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝖺𝗅𝖾𝗌𝗁𝗂𝖺 𝗌𝖺𝗆𝗉𝖺𝗂 𝖻𝖾𝗋𝖺𝗆𝖻𝗂𝗌𝗂 𝗎𝗇𝗍𝗎𝗄 𝗆𝖾𝗇𝗒𝗂𝗇𝗀𝗄𝗂𝗋𝗄𝖺𝗇 𝖺𝗅𝖾𝗌𝗁𝗂𝖺.
Memyr 67
𝖺𝗐𝖺𝗅 𝗒𝗀 𝗆𝖾𝗇𝖺𝗋𝗂𝗄. 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝗄𝖺𝗅𝖺𝗎 𝖻𝖾𝗋𝗂𝗄𝗎𝗍𝗇𝗒𝖺 𝗍𝗒𝗉𝗈 𝖻𝖾𝗍𝖾𝖻𝖺𝗋𝖺𝗇 𝗌𝖺𝗆𝗉𝖺𝗂 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗇𝗀𝗈𝗍𝖺𝗄, 𝖺𝗄𝗎 𝗅𝖺𝗇𝗀𝗌𝗎𝗇𝗀 𝖻𝖺𝖻𝖺𝗒.
Ariska Kamisa: terimakasih kak 🙏🙏🙏
total 1 replies
S.E.L.A.M
Nyanyian putri duyung ?
S.E.L.A.M
Lah kok ketemu org betawi lain 🤣
Ariska Kamisa: itu lah kejutannya kak 🤭🤣
total 1 replies
S.E.L.A.M
Kacian, jasa lily & mita dilupakan 🤭
S.E.L.A.M
Lalu ketemu sama si doel & mandra 🤣
S.E.L.A.M
Rempela / ampela maksudmu thor ?
Ariska Kamisa: eh... terimakasih kak atas kejelianmu, kayanya aku ngeblank saat itu🤭🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Neng Alifa
Et dahh 🤭
S.E.L.A.M
Lucu puolll
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak 🙏🙏🙏
total 1 replies
S.E.L.A.M
Siluman kuda lumping 🤭
S.E.L.A.M
Plesetan dari kameha meha ya 🤣
Ariska Kamisa: iya... 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
S.E.L.A.M
Krupuk kalo masuk angin mah melempem bkn kaku namanya 🤭
S.E.L.A.M
Untung namanya ga diganti jadi MAKNYUS 🤣
Kan jadi mantep puol 👍
Ariska Kamisa: waah... iya ya.. itu lucu parah ..🤣🤣🤣
total 1 replies
Erick Erx
ibu suri udah dong ,,, insyaf😄
Dede Bleher
mpok siti banyak tugas juga ya 🤣
Ariska Kamisa: memang kak, mpok siti pengen ngubah dunia disitu lebih modern 🤭🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!