Gadis cantik memiliki asal usul misterius tinggal dipinggir pantai, Bunga Crytal Violet dengan mata bulat besar yang berwarna Ungu serta Rambut berwarna perak.
Crystal adalah Putri dari seorang lelaki Nelayan ikan yang mempunyai Istri cantik bernama Jessica Lara yang berasal dari dunia lain, seiring berjalannya waktu mereka berdua saling mencintai hidup bahagia dan dikaruniai seorang Putri yang sangat cantik seperti gadis Anime yang wajahnya terlihat tidak nyata.
di tempat lain Pria tampan yang memiliki mata berwarna perak membutuhkan Gadis bermata Violet untuk mengikuti ramalan Mommy nya.
Pria bernama Alexander Paramal Asiantama itu mencintai seorang wanita yang memiliki mata ungu tanpa diduga wanita itu hanya memakai lensa mata demi masuk kehidupan Alex yang kaya raya dan pada akhirnya menghianati Alex.
bagaimana pertemuan mereka? bagaimana kisah cinta mereka? ikuti kisahnya ya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sucii Amidasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kembali
.
.
.
"siapa namamu? ". tanya Alex perlahan menarik tangan Crystal sampai gadis itu memijak bumi.
"namaku? Bunga Crystal Violet". jawab Crystal.
"kalau aku ingin melihatmu dan ingin memberimu hadiah karna sudah menyelamatkanku bagaimana caranya?". tanya Alex.
Crystal mengetuk dagu lancipnya dengan mata mengerjab lucu seperti sedang berpikir.
"apa kita bisa bertemu lagi? aku akan memberimu hadiah berupa uang yang banyak". Alex.
"uang? aku tidak butuh itu". jawab Crystal
Alex tertegun, "bukankah kamu tadi bilang ayahmu nelayan? apa kamu tidak butuh uang?".
"ooh.. kami hanya butuh makan, apa itu uang? ". tanya Crystal dengan polos.
Alex menggaruk kepalanya yang tak gatal, "lalu kamu mau apa? ".
"aah.. hewan lucu, berbulu tapi bukan monyet". jawab Crystal tersenyum lebar tanpa sadar memegang tangan Alex dan melompat-lompat.
"kenapa? ". tanya Crystal heran dengan tatapan tak percaya Alex.
"aah.. bukan.. kamu menyelamatkan nyawaku tapi balasannya hanya minta makanan atau hewan lucu, apa itu setimpal? ". tanya Alex baru tau ada manusia yang tidak butuh Uang melainkan makan saja.
"kalau mau bertemu disini saja panggil Aku, maka aku akan datang, aku hanya mengenali suaramu". jawab Crystal lalu hendak terbang lagi dan lagi-lagi Alex menahannya.
kini wajah ceria Crystal berubah masam, Ia menekuk wajah cantiknya dan menatap kesal Alex yang mengacaukan acara bermainnya.
"di dunia manusia ini kamu tidak boleh menggunakan kekuatanmu, mereka akan merekammu lalu tersebar di dunia dan hidupmu tidak akan tenang". kata Alex.
Crystal kaget, "i. itu kata-kata Ayahku, aku melupakannya lagi".
"benarkan? aku yakin kamu dan Ayahmu ingin hidup tenang bukan? ". tanya Alex tersenyum.
Crystal mengangguk, Ia mendengar cerita Ayahnya yang mengatakan manusia sangat kejam dan licik namun Ia tadi terlalu bahagia akan bertemu dengan manusia karna selama ini Crystal hidup sendirian tanpa teman hanya Ayah dan Ibundanya saja.
"bisa bantu aku ke pemukiman? aku ingin pulang lalu aku akan kembali kesini membawa hadiah yang kamu mau". pinta Alex.
Crystal melihat tubuh Alex, "aku sudah menyembuhkanmu, kenapa aku harus mengantarmu kesana? dasar manusia tidak pernah merasa cukup".
Alex ingin berbicara tapi Crystal sudah menghilang dari pandangannya, Alex membelalak.
"dia juga bisa menghilang? ". gumam Alex mengedarkan pandangannya.
.
Crystal menggunakan ilmu penutup raganya, Ia berjalan ditengah pemukiman.
"waahh? ". Crystal yang merasa bahagia melihat banyak manusia pun berlari kesana dan mengambil apa saja benda asing menurutnya.
"ha.. ha.. hantuuu?? ".
Crystal mengerjabkan matanya melihat semua orang yang ada dipemukiman ramai berlarian melihatnya merebut dan kini tengah memegang sebuah ponsel.
"aku bukan hantu". gumam Crystal mengedarkan pandangannya.
Crystal melihat lengannya lalu memukul kepalanya sendiri, "aku transparan sekarang pantas saja mereka tidak tau, melihat benda melayang tanpa ada yang megang tentu saja mereka bilang aku hantu, mereka tidak akan bisa melihatku".
seketika Crystal tersenyum nakal, Ia mengerjai semua penduduk yang ada di sana hingga ada yang terkencing dicelana, pingsan, Crystal juga menggoyang-goyang rumah salah satu pemukiman itu, tak sampai disitu Crystal bermain tapi mainannya itu membuat orang ketakutan dan berlari memasuki Rumah, Crystal benar-benar nakal sampai mengacaukan pemukiman itu tapi tidak membunuh.
Alex tiba di pemukiman dan menganga melihat tempat itu sangat berantakan, "kenapa begini? apa ada gempa? ". gumam Alex.
Alex membutuhkan bantuan salah satu warga untuk mengantarnya ke rumahnya, namun matanya seketika melihat seorang gadis yang tengah memencet-mencet sebuah ponsel namun gadis itu terlihat seperti bayangan, lebih tepatnya transparan alias tembus pandang.
"Crystal?". gumam Alex
Alex mendekati Crystal yang sibuk memainkan ponsel.
"uwaaahhh! kok ada suaranya? ". pekik Crystal melempar ponsel itu seketika saking kagetnya saat ponsel itu mengeluarkan suara, lebih tepatnya musik.
Alex mengambil ponsel yang jatuh didekatnya, Crystal melihat dari bawah keatas dan mengerjab ternyata Alex yang mengambil ponsel itu.
"sudah 3 jam Crystal, apa kamu lupa janjimu dengan Ayahmu? apa yang kamu lakukan disini? kamu mengacaukan tempat ini? itu perbuatan tidak baik". Alex mengotak-ngatik nomor di ponsel itu lalu menghubungi Mommynya.
Crystal melihat ke arah langit, "aku harus pulang". gumam Crystal lalu menghilang permanen dari pandangan Alex.
"apa gadis itu tarzan? kenapa dia tidak tau cara memperlakukan manusia dan bermain ponsel?". batin Alex lalu mengulas senyum melihat pemukiman berantakan dan tidak ada orang satupun karna takut ulah si gadis nakal mata Violet tadi.
Alex mendengar sendiri dari Crystal bahwa gadis itu manusia, jadi tidak takut lagi.
"Mommy? ini aku putra jahatmu". kata Alex dengan senyum tipisnya.
Dewi Par yang mendengar suara Putranya langsung menangis,
"mommy kenapa? apa Mommy mengira aku sudah mati? aku baik-baik saja Mommy, tunggu aku ya? jangan lupa makan". pinta Alex.
"dimana kamu nak? kenapa suaramu terdengar bahagia? apa kamu tidak sadar sudah membuat Mommy meregang nyawa sayang?". tanya Dewi Par dengan suara serak.
"maafkan aku Mom..! aku akan pulang". Alex mematikan panggilannya.
Dewi Par yang mendengar putranya akan pulang pun menangis keras, ia tadi berbaring lemah karna tidak mau makan berhari-hari, saat mengangkat panggilan jantungnya terasa ingin melompat senang mendengar suara putranya, Alex terlalu mengenal Dewi Par yang akan menyiksa diri karna Alex terlebih lagi Viola menghianatinya pasti mommynya merasa bersalah.
.
"Tuan? dimana hantu tadi? anda mengusirnya? ". tanya salah satu warga pemukiman itu mengintip dari jendela.
Alex terkekeh, "ya..! aku mengusirnya".
Alex terkejut saat para warga keluar dari Rumah mereka dan berlarian mengelilingi Alex sebagai penyelamat mereka,
"mereka tidak tau kalau aku juga sempat takut seperti mereka, Crystal apa dia jauh dari teknologi?". batin Alex.
Alex tadi melihat raut wajah serius Crystal memainkan ponsel yang kini dipegang olehnya, Crystal seperti tidak pernah memegang benda pipih itu, ekspresi terkejutnya tadi benar-benar lucu seperti bayi yang tidak tau apa-apa baru diberi ponsel.
.
Alex tinggal di desa itu selama beberapa hari sampai Ia bisa diantar ke desa melalui mobil pikap kayu ke kota.
"terimakasih pak..! ". ucap Alex merasa hidup dengan situasi sederhananya selama beberapa hari.
"sama-sama Tuan, jangan lupakan desa kami Tuan Terkenal". teriak pak supir.
Alex terkekeh lalu melambai, "aku tidak mungkin melupakan desa itu, aku harus menemui gadis itu untuk balas budi". batin Alex.
Alex menyetop taksi menuju Mansionnya, kini Ia memasuki mansion Asiantama, Ia meminta salah satu bodyguard membayar biaya taksinya.
bodyguard itu sempat sampai syok melihat Alex masih hidup, mereka yakin melihat darah di tempat kejadian begitu banyak sampai mereka berpikir mustahil untuk Alex selamat tapi tanpa diduga Alex kembali dalam keadaan baik-baik saja.
artinya itu bukan darah Alex padahal pas di tes DNA hasilnya sama, mereka menebak Alex punya kembaran supaya tidak gila memikirkan hal yang mustahil itu.
.
.
.