NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Tunangan Kakakku

Terpaksa Menikahi Tunangan Kakakku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti
Popularitas:336.8k
Nilai: 5
Nama Author: 💞💋😘M!$$ Y0U😘💋💞

Dibuang ibu kandungku, disiksa keluarga tiriku. Tapi itu belum cukup...

Saat Lania beranjak dewasa, ia justru harus menggantikan kakak tirinya untuk menjadi tunangan pria yang tidak dikenalnya.

Penyiksaan itu terus berlanjut sampai Lania benar-benar menikahi pria itu. Karena sebuah kesalahpahaman, suaminya terus menyiksanya karena kebencian yang tidak seharusnya ia terima.

Sabar... sabar... sabar... hanya satu kata itu yang bisa menguatkan Lania dalam menjalani kehidupannya yang sangat keras.

Akankah kehidupan Lania menjadi lebih baik?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 💞💋😘M!$$ Y0U😘💋💞, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hanya Pura-pura

Daley berada di sebuah ruangan yang sebelumnya adalah kantor kakeknya. Setelah acara serah terima jabatan itu selesai, Daley pun menempati ruangan itu sebagai Presdir baru PT. Jamiko Elektronik. Sedangkan Malik pergi mengantarkan Aston keluar dari perusahaan karena keluarga Furhet sedang menunggu di rumah besar Jamiko.

Daley menatap keluar jendela kantor tersebut, menatap beberapa gedung tinggi di kota Velos yang terlihat dari perusahaannya. Sudah cukup lama ia meninggalkan negaranya hingga ia menyadari banyak perubahan di kota asalnya.

"Papi... mami... aku pulang. Aku akan memberi keadilan atas kematian kalian. Aku sekarang sudah dewasa dan sangat sehat, kalian tenanglah di sisi Tuhan. Aku juga telah mengambil alih perusahaan, menggantikan kakek untuk meneruskan perusahaan ini. Aku tidak akan membiarkan siapapun mengganggu keluarga Jamiko lagi. Berkahi aku untuk mencari kebenaran atas kecelakaan itu," pikir Daley.

Wajah Daley terlihat sangat sedih saat mengingat mendiang orang tuanya. Ia bahkan masih sering bermimpi buruk tentang kecelakaan 7 tahun yang lalu itu. Bagaimana ayah dan ibunya meninggal di depan matanya, bagaimana ia menyaksikan mereka kesakitan saat terbakar di dalam mobil itu.

Tok...

Tok...

Tok...

Suara pintu kantornya diketuk, Daley memutar kursi rodanya menatap ke arah pintu. Ia menghela nafas panjang.

"Masuk..." ucap Daley.

Malik masuk ke dalam dan langsung mengunci pintu kantornya.

"Selamat atas jabatan baru anda tuan muda, kini perusahaan sudah berada di tangan anda," ucap Malik.

"Terima kasih pak, tapi aku masih tidak bisa tenang," jawab Daley.

"Tuan muda tidak perlu khawatir, kita akan lebih mudah mendapatkan bukti kebenaran atas meninggalnya orang tua anda setelah masuk ke perusahaan."

Daley menganggukkan kepalanya, "kakek sudah pulang?" tanyanya.

Malik menganggukkan kepalanya, "ia sudah meninggalkan perusahaan diantarkan sopir."

Daley melihat sekeliling ruangan dan pintu kantornya.

"Sudah aman tuan muda," ucap Malik karena mengerti apa yang ingin Daley lakukan.

Daley tersenyum lebar, ia menggerakkan kakinya, kedua kaki tersebut turun dari step kursi roda lalu ia pun berdiri dengan tegap layaknya pria normal pada umumnya. Pria itu melangkahkan kakinya menuju meja kerjanya dengan langkah yang tegas.

Daley menghela nafas panjang seraya menghempaskan tubuhnya ke kursi, "apa bapak memperhatikan ekspresi wajah semua pemegang saham perusahaan saat serah terima jabatan tadi?"

Malik menganggukkan kepalanya, "seperti dugaan kita selama ini, mereka lah orangnya. Mereka terlihat sangat tidak menyukai keputusan pak Aston karena menyerahkan perusahaan kepada anda."

Daley mengepalkan tangannya dengan erat, "aku sudah tidak sabar menunggu lagi pak, sudah 7 tahun kita membiarkan mereka hidup dengan bebas seperti ini. Sudah ada beberapa bukti yang kuat untuk menjebloskan mereka ke dalam penjara."

"Anda harus sabar sebentar lagi tuan muda. Satu-satunya kunci yang akan memberatkan mereka adalah sopir itu."

Mata Daley berkilat penuh amarah, "apa kalian masih tidak bisa menemukan jejaknya?"

"Maaf atas ketidakmampuanku tuan muda."

Daley beranjak dari tempat duduknya, ia mendekati Malik seraya menepuk pundaknya.

"Ini bukan kesalahan bapak. Tapi mereka terlalu pintar merencanakan semuanya. Aku yakin suatu saat Tuhan akan membantu kita untuk bisa menangkapnya. Masih ada waktu 3 tahun lagi sebelum kasus ini ditutup. Aku akan menyewa lebih banyak detektif untuk membantu kalian," kata Daley.

"Aku akan berusaha lebih keras lagi untuk menangkap sopir itu. Tapi tuan muda, sepertinya pak Aston sangat sedih dan kecewa atas keputusan anda ini," ujar Malik.

Kali ini Daley duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut.

"Duduklah pak," pinta Daley.

Malik menganggukkan kepalanya seraya duduk tepat di depan Daley.

"Hanya dengan cara berpura-pura lumpuh, aku lebih mudah membuka topeng di wajah mereka. Aku tahu kakek sangat sedih dan kecewa, tapi aku harus tetap melakukan ini sampai masalah selesai pak," ujar Daley.

Malik menghela nafas panjang, "sebenarnya pak Aston berharap anda tidak lagi memikirkan dendam lama ini hingga harus mengorbankan diri. Ia sangat mengkhawatirkan anda tuan muda."

"Aku tahu, tapi aku bukan Daley yang masih berusia 18 tahun lagi, aku sudah 25 tahun sekarang. Aku tidak takut pada siapapun selama kakek dan pak Malik terus mendukungku."

"Tuan muda tenang saja, aku akan terus berada di sisi keluarga Jamiko. Membantu dan mendukung anda."

Daley tersenyum lebar, "aku benar-benar tenang karena pak Malik tetap mau bekerja denganku setelah kakek pensiun. Oh ya pak, bagaimana menurut bapak tentang Lisa?"

"Soal nona Lisa kali ini benar-benar membuatku sedikit bingung tuan muda. Hari ini aku bisa melihat ketulusan pada dirinya saat menyambut kedatanganmu. Entah karena ia benar-benar semakin pintar berakting atau memang berubah. Yang jelas, ia berbeda dengan Lisa yang sering aku lihat sebelumnya," jawab Malik.

Daley memejamkan matanya sejenak, "jantungku masih berdegup kencang saat bertemu dengannya. Aku sulit melupakan wanita serakah itu. Apa yang harus aku lakukan pak?"

"Anda tidak perlu melakukan apapun, ikuti saja permainan keluarga Furhet. Bagaimanapun ia akan menjadi bagian dari keluarga Jamiko. Anda bisa menilainya sendiri saat nona Lisa sudah sah menjadi istri anda."

"Aku tidak menginginkan wanita itu menjadi istriku, tapi hatiku berkata lain. Aku ingin menolak perjodohan ini tapi hatiku menginginkannya. Aku benci melihat wajahnya saat mengingat dua syarat yang diajukan keluarga Furhet, tapi hatiku ingin memilikinya. Aku benci pada diriku yang terus bergulat tiada henti pak. Aku bahkan terus mengikuti perjalanan karirnya saat aku berada di Amerika. Aku senang saat melihatnya senang, aku juga sedih saat melihatnya sedih. Rasanya aku ingin memaki diriku sendiri yang terus bersikap bodoh."

"Jatuh cinta bukan suatu kebodohan tuan muda. Itu perasaan yang timbul dari dalam hati. Anda boleh terus mencintai nona Lisa, namun jangan sampai lengah dengan perilakunya. Aku masih ingat ketika ia menandatangani kontrak perjanjian pernikahan itu, wajah nona Lisa dan ibunya benar-benar penuh keserakahan."

"Aku tidak bisa dibodohi karena jatuh cinta. Sampai kapanpun aku akan tetap waspada dengan wanita itu. Jika ia benar-benar macam-macam, maka cintaku bisa berubah menjadi kebencian," jawab Daley sambil menggertakkan giginya, "rasanya aku tidak ingin pulang sekarang pak," imbuhnya.

"Jangan mengecewakan pak Aston lagi tuan muda, anda harus tetap menemui keluarga Furhet."

Daley memijat pelipisnya sendiri lalu membuka matanya, "baiklah, kita pulang sekarang."

Malik menganggukkan kepalanya, ia beranjak dari tempat duduknya seraya mengambil kursi roda yang ditinggalkan Daley di depan jendela kantornya. Malik mendekatkan kursi roda tersebut pada Daley, seketika Daley duduk kembali di sana dan berubah menjadi pria lumpuh lagi.

Malik langsung mendorong kursi tersebut menuju pintu keluar ruangan. Ia membuka kuncinya lalu kembali mendorong kursi roda Daley keluar.

Sepanjang perjalanan di dalam perusahaan, semua mata karyawan tertuju pada Daley. Mereka semua menyapa Presdir baru dengan ramah, namun di belakang terdengar suara-suara yang mencibir dan mengasihani kelumpuhan Daley.

"Sayang sekali Presdir baru kita tampan tapi lumpuh."

"Ya Tuhan, kenapa Presdir baru kita harus pria yang cacat."

"Kasihan sekali selama bertahun-tahun berobat di Amerika, tapi tetap tidak bisa sembuh."

"Wanita mana yang mau dengan pria sepertinya. Kasihan sekali... kaya, tampan tapi tidak bisa apa-apa, apa gunanya?"

Kurang lebih seperti itulah suara-suara yang terdengar di belakang Daley dan Malik. Walaupun saling berbisik, namun mereka masih bisa mendengarnya sekilas. Malik tak bisa menahan emosinya lagi, pria itu sontak menghentikan langkahnya lalu menatap mereka satu per satu.

"Apa yang sedang kalian lihat? apa kalian ingin dipecat...???" teriak Malik.

Sontak semua karyawan itu pergi kesana kemari dan melanjutkan pekerjaan mereka. Sedangkan Daley hanya bisa tersenyum menahan tawanya.

"Anda kurang sabar pak Malik," celetuk Daley.

"Aku tidak tahan lagi tuan muda," jawab Malik seraya mendorong kursi roda Daley lagi menuju pintu lift pribadi.

"Aku akan menahannya, aku sama sekali tidak terganggu dengan cibiran mereka."

"Tapi aku yang merasa terganggu."

Sontak Daley terkekeh geli, "kenapa masih belum menikah?"

Pertanyaan Daley yang tiba-tiba membuat Malik terbelalak lebar, namun Malik tidak memberi jawaban sampai mereka masuk ke dalam lift.

...****************...

Happy Reading All...

1
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
nah loh kelojotan sendiri akhirnya ini mah, yang memuaskan siapa 🤪🤭🤣
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
Luka yang sama pernah dialami Lania dn masih harus bekerja di rumah Furhet, sekarang Lisa merasakan hal yang sama
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
lania pasti nggak bakalan mau mereka berdua di penjara, lania terlalu baik 😌 meskipun udah di siksa sama mereka
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
butuh air 🥵
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
olahraga sore 😂
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
demi anak sama mantu apapun di lakukan papa Juan
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
Mereka yang bucin aku yang gila 🤣 ketawa sendiri 🤧
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
nggak di kasih syarat itu , ley juga bakalan ngasih cicit yang banyak koq kek 😁
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
banyak bekas gigitan nyamuk kepala item ya lania 🤣
ngenes banget kamu Lisss nggak ada yang muasin 😄
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
kapan² kalau di kunci di gudang request kasih ular juga ya mbak Yun 😄
harusnya minuminnya sekalian sama botol²nya tuh 😂
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
kapan masalah mu selesai ley ? kasihan mau ketemu ayang aja harus ngendap² begitu 🤭
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
baca lania aja belum kelar² , udah ada karya baru ya Miss 🤧
🏡s⃝ᴿ ༄⃞⃟⚡🅰️𝖓𝖓𝖞𝕸y💞
wah bisa viral dia kalo diseret namanya oleh Tomy
🏡s⃝ᴿ ༄⃞⃟⚡🅰️𝖓𝖓𝖞𝕸y💞
siksa terooozz
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
malam pertama nya ley sama lania lancar jaya, eh Lisa di gudang di temenin tikus² 🤭
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
akhirnya ley ..
kasihan Lisa nungguin sampe karatan , eh yang di unboxing malah lania 🤣🤣🤣
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
semangat ley jangan sedih² lagi , semua sudah di atur sama Miss jalan hidup mu 🤭
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
dih ngarep banget kamu Lisa bakal di sentuh ley , liat aja nggak sudi apa lagi nyentuh 🥱
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
jangan sampe ley masuk jebakan Lisa
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
pak Kurdi dah membayar semua perbuatannya ley, jadi sekarang fokus aja nyiksa Lisa. dan kumpul lagi sama lania. nggak kangen kah jauh²an terus 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!