"Bantu aku menghilangkan phobia sialan ini! Maka aku akan memberimu bayaran mahal!"
Beyza Ishik tidak pernah menyangka, saat majikannya Elder Gulbar memohon bantuan untuk menghilangkan Phobia anehnya.
Semua berawal ketika Elder pulang ke kediamannya dengan kondisi mabuk. Lalu tidak sengaja mencium Beyza, maid muda yang baru saja bekerja seminggu lalu.
Elder yang selama hidupnya tidak bisa berciuman karena Phobia, merasa ada kesempatan untuk menghilangkan Phobia anehnya. Terlebih lagi, orang tuanya menuntut dia untuk segera menikah.
Namun, masalah timbul ketika Beyza tidak bisa mengontrol perasaannya pada Elder, seorang majikan yang sudah memiliki kekasih.
Akankah cinta seorang Maid bisa terbalas?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KAY_21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lips Service ● Bab 22
Elder
Jangan sampai terjebak dalam suasana. Hal yang perlu aku pikirkan sekarang adalah mengatasi problem selanjutnya yang mungkin bisa terjadi.
Benar kata ibu, wanita lebih pintar berpura-pura tertindas dari pada menyembunyikan rasa jengkelnya. Dan itu, terlihat jelas di matanya ketika cincin murahan itu disematkan.
Setelah Elder menyematkan cincin ke tangan Diana, Diego langsung mengangkat gelas berisi wine. Mengajak beberapa orang yang disana untuk bersulang atas pertunangan sang putra.
Yah, meski pada akhirnya, mereka semua hanya menempelkan gelas di bibir dan tidak meneguk isinya. Seakan menunjukkan ketidaksukaan mereka pada Diana.
Gelas masih ada di tangan masing-masing, belum sempat di letakkan ke atas meja. Seorang maid terlihat berlari tergopoh-gopoh masuk ke dalam dari arah luar.
"Tuan Besar, Tuan Eraz sudah datang!" ucap salah seorang maid.
Mendengar informasi itu, dua sudut bibir Diego meninggi. Bahkan ia langsung meletakkan gelas wine dan berjalan keluar. Sedangkan Aishe menyusul di belakang setelah melirik pada Elder.
Seorang pria paruh baya bertubuh kekar, berjalan masuk bersama seorang gadis muda yang amat cantik. Tepat di belakang keduanya, Eraz dan dua orang pria, juga berjalan masuk mengikuti mereka.
"Welcome Mr. John, Miss Selena."
Ekspresi wajah Diego berubah dengan drastis ketika menyambut dua orang yang sudah sejak lama ia tunggu. Setiap kata sapaan yang keluar dari mulutnya, terdengar sangat ramah dan bersahabat.
Terlebih, mereka berdua sempat berjabat tangan dengan seulas senyum, menunjukkan betapa akrabnya mereka. Bahkan Aishe pun terlihat memeluk Selena, wanita muda yang baru berusia 20 tahun.
Suasana yang semula mencengkam, kini berubah setelah kedatangan John dan Selena. Perubahan drastis yang terjadi tentu saja membuat Diana terheran.
Status apa yang mereka miliki sampai mendapat perhatian dari Diego dan Aishe? Bahkan acara pertunangan anak mereka seakan tidak berarti.
Diana yang saat itu masih berdiri di tempatnya, tidak turut menyambut kedatangan John, lantas berbisik pada sang asisten.
"Cari tahu identitas mereka!" pinta Diana pada asistennya.
"Baik, nona."
Dua mata Diana memincing, dan hal itu sempat terlihat oleh Elder yang kebetulan menoleh ke arahnya. Takut jika gadis itu merencanakan sesuatu, Elder pun langsung menghampirinya.
"Jangan bertindak bodoh. Jika acara malam ini kacau, aku tidak segan-segan turun tangan."
Singkat, padat, dan penuh dengan aura menekan. Ancaman dari Elder rupanya berhasil membuat Diana merasa sedikit ketakutan. Bahkan ia langsung memberi kode pada sang asisten untuk tidak melanjutkan perintahnya.
Acara makan malam mereka berjalan lancar. John dan Selena terlihat menikmati hidangan yang dimasak langsung oleh koki andalan keluarga Gulbar.
Mereka juga memuji kudapan yang dibuat oleh Aishe. Tidak hanya itu, teh yang dipetik langsung oleh Aishe juga mendapat pujian.
Pujian demi pujian yang didapatkan Aishe, lagi-lagi berhasil membuat Diana jengkel. Kedua tangannya mengepal kuat, rahangnya mengetat, sorot matanya tajam menatap Aishe.
Dia yang seorang model internasional, juga memiliki darah kerajaan Inggris. Terlihat tidak berharga di hadapan mereka semua dan justru memberikan perhatian pada Aishe. Wanita dari kalangan orang biasa yang secara kebetulan menikahi keluarga Gulbar.
Apa hebatnya wanita tua itu? Cih!
Namun sejengkel-jengkelnya dia. Wanita yang sedang duduk sambil memegang gelas wine itu, hanya bisa menatap tak suka.
"Ayo, aku akan mengantarmu pulang," sahut Elder, tiba-tiba datang menghampiri Diana.
Raut wajah bahagia Diana terpancar dengan jelas. Setidaknya rasa jengkel setelah diabaikan oleh semua orang, terbayar dengan bentuk perhatian dari Elder.
Namun kenyataannya, itu semua hanyalah alibi. Itu semua dilakukan Elder agar Diana tidak membuat keributan ketika dia menyuruhnya pulang lebih dulu.
"Supir? Are you crazy?" teriak Diana setelah Elder memberi tahu jika dirinya akan diantar oleh supir.
"Kenapa? Kau ingin bunuh diri lagi?" ketus Elder. "Lakukan saja! Aku tidak akan peduli kali ini!"
Elder lantas pergi meninggalkan Diana bersama sang asisten. Kembali masuk ke dalam, tanpa melihat ekspresi wajah kesal tunangannya.
...☆TBC☆...
1 kata buat mbak Diana?
Utarakan di kolom komentar dengan bijak ye guys 🤭
Sajennya jangan lupa di tebar 😚😚
imajinasi othorr luarr biasa..
🫰👍
imajinasi mu luarrrr binasa...
😁👍
mudah mudahan menarik ya Thor.. nti tk kasi sesajen nya..😁
yeeaayy happy ending