Karena sebuah kesalahan satu malam, Ayaneru terjebak bersama seorang pria asing yang membuatnya hamil.
Namun Ayaneru yang sebenarnya sudah dijodohkan dengan seorang pria terhormat, memutuskan untuk pergi ke luar negeri karena merasa kotor dan tak pantas. Hingga dia ingin menggagalkan perjodohan itu dan malah berniat untuk merawat bayinya seorang diri.
Namun, 5 tahun kemudian Ayaneru kembali ke Tokyo dengan membawa kedua buah hatinya yang sangat jenius.
Apakah takdir akan mempertemukan mereka dengan sang ayah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anezaki Igarashi Ricky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
No Choice
"Beberapa hari yang lalu beberapa karyawan dipecat begitu saja oleh pria arogan itu. Dan kini dia tiba-tiba saja memanggilku ke ruang kerjanya. Apa yang akan dia lakukan? Mengapa perasaanku menjadi tidak enak? Jangan-jangan kini dia juga akan memecatku? Aduh ... bagaimana ini? Padahal aku baru saja mengambil sebuah sepeda motor dengan cara kredit. Aduh ... bagaimana ini ya?"
Ayaneru yang masih berjalan menyusuri sebuah koridor di lantai 3 untuk menuju ke ruangan Reo, terlihat begitu cemas dan khawatir karena memikirkan semua hal itu.
"Akhir-akhir ini tuan Reo seperti orang yang sedang kerasukan. Auranya selalu saja terlihat begitu menakutkan sekali. Jika kita salah berbicara maka bisa-bisa kita juga akan bernasib sama dengan Hiro, Yoshi, dan Renji. Ughh ... padahal mencari pekerjaan adalah sangat sulit saat ini. Dan bulan depan istriku juga akan segera melahirkan." seorang karyawan pria terlihat sedang berbincang pelan bersama karyawan lainnya lagi.
"Hhm, kau benar. Sebaiknya jangan membuat masalah untuk beberapa waktu ini dulu. Kalau bisa jangan berurusan dengan tuan Reo dulu. Temperamennya sangat tidak baik, dan itu sangat merygikan kita yang hanya rakyat jelat yang lemah ini." sahut karyawan lainnya lagi berbisik.
Meskipun mereka hanya saling berbisik, namun perbincangan dari kedua pria itu terdengar oleh Ayaneru yang kebetulan sedang berpapasan dengan mereka berdua.
Ayaneru menghentikan langkah kakinya selama beberapa saat dan sedikit mendengarkan perbincangan dari kedua karyawan laki-laki itu. Namun akhirnya Ayaneru mulai melenggang kembali untuk segera mendatangi ruangan Reo karena halusinasi tentang Reo tiba-tiba saja mulai terlintas.
"Neru!! Darimana saja kamu?! Mengapa datang ke ruanganku saja begitu lama?! Apa kamu sudah bosan bekerja padaku?! Apa kamu juga ingin aku berhentikan dari pekerjaanmu?!! Hah??!!"
Seperti itulah bayangan Reo yang tetlintas di bemak Ayaneru saat ini, hingga akhirnya Ayaneru segera melenggang kembali dengan langkah yang sedikit dia percepat.
Setelah beberapa saat akhirnya Ayaneru mulai berhenti di depan sebuah ruangan. Wanita cantik itu kini terlihat mulai mengambil nafas panjanglalu mengeluarkannya perlahan. Perlahan Ayaneru mulai memberanitan diri untuk mengetuk ruangan itu.
Tok ... tok ... tok ...
Tak butuh waktu lama untuk menunggu, kini sang pemilik ruangan mulai mempersilakannya untuk masuk.
"Masuk!!"
Ayaneru mulai mengatur kembali nafasnya dan mulai meraih handle pintu itu dan mulai membukanya.
CEKLEK ...
Langkah kaki Ayaneru terasa begitu berat untuk memasuki ruangan itu, namun gadis itu tetap memaksakan tubuhnya agar bergerak sesuai otaknya.
"Tuan Reo memanggilku?" tanya Ayaneru dengan nada bicara yang begitu rendah.
Pria dengan setelan jas super mewah dan necis itu mulai menutup laptopnya dan beralih menatap wanita dengan pakaian formal yang begitu rapi dan menjadikannya terlihat dewasa itu.
"Hhm. Duduklah, Neru!" Reo menyauti dan sedikit membenarkan posisi duduknya dengan lebih santai.
Tanpa melawan akhirnya Ayaneru segera duduk di hadapan Reo. Meskipun wajah cantik itu bisa di-cover dengan begitu baik, namun sebenarnya Ayaneru masih merasa gugup karena khawatir jika tiba-tiba saja Reo juga akan memecatnya negitu saja.
"Neru! Aku ingin menanyakan beberapa hal kepadamu. Aku harap kamu menjawabnya dengan baik dan jujur." ucap Reo menatap Ayaneru dengan sepasang mata yang memicing.
Beberapa pertanyaan? Pertanyaan apa itu? Apa ini adalah salah satu bagian dari ujuan pemecatan? Semoga saja aku bisa menjawab dan melewati ujian ini! Ayo semangat, Neru!! Kamu pasti bisa!! Ini semua demi Leon dan Leona!!
Batin Ayaneru menyemangati dirinya sendiri.
"Tentu saja, Tuan. Aku akan menjawabnya dengan baik dan benar jika memang aku tau, Tuan." jawab Ayaneru masih dengan nada yang begitu remdah.
"Hhm ... aku ingin menanyakan sesuatu padamu ... apakah kamu adalah gadis yang pernah dijodohkan oleh presdir utama dari Fukushi Group 5 tahun yang lalu?" tanya Reo tiba-tiba.
Pertanyaan dari Reo tentu saja membuat Ayaneru terkejut bukan main dan membuat Ayaneru mulai bertanya-tanya ... darimana Reo mengetahui hal itu? Padahal saat itu berita perjodohan itu hanya diketahui oleh orang-orang terdekat mereka saja.
Darimana pria ini mengetahui semua ini? Padahal kejadian itu sudah cukup lama dan hanya diketahui oleh orang-orang terdekat kami saja. Apakah ini merupakan bagian dari ujian pemecatan? Sekarang aku harus menjawab apa?
Batin Ayaneru kebingungan harus menjawab apa.
"Mengapa kamu tidak menjawabnya, Neru? Ayo jawab! Bosmu sedang menanyakan sesuatu kepadamu, namun kamu malah diam saja seperti ini!" ucap Reo.
"Mungkin tuan Reo salah orang. Aku hanya gadis biasa saja. Mana mungkin aku bertunangan atau dijodohkan dengan seorang presdir utama dari Fukushi Group yang begitu hebat, dan populer di dunia bisnis itu." Ayaneru berkilah dan nyengir kecil.
"Kau bodoh atau bagaimana? Kamu mau mencoba membohongiku dan membodohiku?! Berita apapun yang aku dapatkan akan selalu akurat! Dan keakuratannya adalah 99,99 % ! Jadi kamu tak akan bisa mengelak lagi, Neru!!" ucap Reo menaikkan salah satu alisnya dan menatap Ayaneru tajam.
Dasar pria iblis dingin dan tak berperasaan ini!! Jika memang dia sudah tau semuanya, lalu mengapa dia masih saja menanyakan hal itu padaku?!! Apa dia memiliki rencana buruk padaku? Apa dia sedang ingin memerasku dan menindasku karena mengetahui rahasiaku? Atau dia benar-benar ingin memecatku?
Batin Ayaneru mulai meremas rok spannya sendiri dan masih menatap dingin Reo.
Sementara Reo malah mulai menarik sudut-sudut bibirnya hingga membentuk sebuat senyuman licik nan menawan.
"Aku sudah berkata dengan jujur. Terserah tuan jika memang tuan tidak mempercayaiku. Jika sudah tidak ada yang ingin tuan bicarakan denganku, maka aku akan segera kembali bekerja. Permisi, Tuan." ucap Ayaneru tanpa mengurangi rasa hormat dan sopannya.
Wanita cantik dan anggun itu kini mulai berdiri dan sedikit membungkukkan badannya. Setelah itu Ayaneru mulai bergegas untuk meninggalkan ruangan Reo. Namun tiba-tiba saja Reo mulai menahannya dengan ucapannya.
"Aku sangat mengenal dekat presdir utama dari Fukushi Group. Hhmm ... kira-kira apa yang akan dia lakukan jika mengetahui wanita yang pernah meninggalkannya 5 tahun yang lalu dan membuat namanya tercoreng kini sudah kembali lagi ya?" ucap Reo dengan manis namun memiliki unsur ancaman tingkat tinggi.
Mendengar ucapan dari Reo seketika membuat Ayaneru mulai menghentikan langkah kakinya. Sepasang mata indahnya juga mulai membulat sempurna. Hingga akhirnya Ayaneru mulai berbalik kembali menghadap Reo.
"Tolong jangan lakukan itu, Tuan!" pinta Ayaneru merasa begitu terpaksa.
Karena ucapannya ini berarti secara tidak langsung Ayaneru sudah mengiyakan jika dia adalah memang wanita yang pernah dijodohkan oleh presdir utama dari Fukushi Group 5 tahun yang lalu.