Xiao Feng adalah Tuan Muda dari salah satu Keluarga Besar di sebuah Kota, Dia di anggap "sampah" karena tidak bisa berkultivasi tetapi memiliki sifat yang pantang menyerah dan harga diri tinggi yang tidak mau di kasihani.
Saksikanlah Perjalanan "Xiao Feng" dalam menjalani kehidupannya di dunia -Yang Kuat Memakan Yang Lemah-.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Rzaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 22 - Seleksi II
Di dalam arena
Kini sesudah Tetua Tang mengaktifkan tekanan di arena para peserta masih dapat menahannya pada menit-menit awal mengganggu kekuatan fisik dan Qi masing-masing, karena Ranah peserta semua nya berada di Pemurnian Qi.
2 jam berlalu dengan lancar tanpa ada nya peserta yang tumbang, tetapi hal yang penting baru mereka sadari adalah tekanan kubah ini semakin lama semakin bertambah dan itu tidak di beritahukan oleh para Tetua untuk sebagian ujian tersendiri.
3 jam...
4 jam...
Tepat 5 jam tekanan sebagian peserta sudah mulai menunjukkan raut wajah yang berbeda-beda.
"Hemm... Mereka semua adalah pilar Keluarga Xiao dan bisa bertahan di tekanan 5X lipat ini sudah cukup mengesankan dengan Ranah mereka saat ini "Kata tenang Xiao Rong mengamati generasi muda keluarga nya.
Mata nya pun melirik satu arah tertentu yaitu tempat di mana Xiao Feng berdiri diam seakan tidak menunjukkan adanya sesuatu tekanan pada diri nya 'Cucu ku semenjak kau kembali aku merasa kau semakin misterius, Sungguh keberuntungan apa yang kau dapat kan tapi itu tidak masalah selama kau masih menempatkan Keluarga di hati mu 'Batin nya.
Mendengar ujaran dari Leluhur mereka para Tetua kemudian menyetujui tentang pendapat Xiao Rong.
"Apa yang Ayah katakan memang benar, aku hanya berharap siapa pun yang mewakili keluarga bisa mendapatkan Posis ke dua saja sudah cukup "Kata Xiao Zhen tanpa memalingkan pandangan nya dari arena.
Para Tetua mengerti bahwa meraih posisi pertama memiliki kesulitan yang luar biasa karena pada Turnamen ini juga bersifat publik siapa pun bisa berpartisipasi selama berada di bawah umur 20 Tahun.
***
Di dalam arena
"Ugh... kenapa tekanan nya semakin lama semakin bertambah "Kata peserta anggota Xiao.
"B-benar kalau ini berlanjut lagi aku sudah mencapai batas ku "Sahut satu nya.
"Arrrggghh... aku harus menahan tekanan ini "Gertakan gigi mulai terdengar dari arena itu.
Dari semua peserta itu yang masih terlihat baik-baik saja dari tekanan itu adalah Xiao Yun, Xiao Ying dan yang tidak mereka semua duga Xiao Feng dengan ekspresi nya yang terlihat acuh seakan tidak menganggap tekanan itu.
Semua orang di sana tentu nya terkejut bukan main kecuali beberapa orang yang sudah tahu kekuatan yang Xiao Feng tunjukkan kepada nya.
"Tuan Muda begitu hebat bahkan pada tekanan ini, Tuan Muda Xiao Feng telah bangkit dan bertambah kuat "Entah siapa yang berucap kini para penonton mulai ricuh dan bahagia melihat Tuan Muda Keluarga mereka sudah bertambah kuat.
Para Tetua bahkan tak kalah terkejutnya melihat Xiao Feng yang masih santai nya.
"Patriak i-ini-....."
Melihat rau wajah para Tetua nya Xiao Zhen tidak bisa tidak terkekeh, dan berkata "Benar Feng 'er mendapatkan pertolongan dari seorang Master saat berpetualang dan dengan bantuan nya itu lah kini Feng 'er bisa berkultivasi "
"T-tapi Patriak kenapa aku tidak bisa melihat fluktuasi energi atau pun Ranah Tuan Muda ?"Ujar Tetua Po.
Kali ini bukan Xiao Zhen yang menjawab nya karena di selah oleh Tetua Agung, Xiao Gong "Feng 'er memakai Teknik tertentu hanya mereka yang jauh melampaui Ranah Feng 'er yang bisa melihat pencapaian nya atau Feng 'er sendiri lah yang memperlihatkan nya "Ucap nya dengan bangga seakan-akan diri nya lah yang dia bicarakan.
Tetua yang mendengarnya semakin kagum dengan Xiao Feng.
1 jam berlalu lagi dan kini di atas arena hanya tersisa 5 orang saja, 4 Pria dan 1 Wanita para anggota Keluarga Xiao yang lain nya sudah menyerah akan kekuatan tekanan itu.
"Ayo semangat lah "
"Benarr... lampaui lah batas kalian "
"Kyaahh~.. Tuan Muda Feng sangat tampan "
Mereka semua menyemangati idola masing-masing yang masih tersisa di arena.
Mendengar semua itu Xiao Feng kemudian berkata "Hey kalian tidak kah mendengar ucapan mereka yang begitu mengharapkan sesuatu yang lebih pada kalian?....maka dari itu tunjukkan dan keluarkan lah segala nya yang kalian miliki, tekanan ini tidak hanya untuk sekedar menekan saja tetapi juga berguna untuk menempa diri kalian sampai mana batas kalian "Kata Xiao Feng yang masih sempat-sempatnya memberikan masukan kepada anggota keluarganya yang kini mulai terlihat tertekan.
Mendengar ucapan Xiao Feng mereka pun mulai memikirkan nya 'Benar apa kata Xiao Feng tekanan bukan hanya untuk pemilihan saja tetapi berguna untuk menempa diri sendiri meski tidak bisa mengikuti Turnamen setidaknya mendapatkan manfaat dari tekanan ini 'Kata mereka masing-masing yang hampir serupa.
"Benar apa yang Adik Feng kata kan, siapa pun yang menjadi perwakilan tetap saja membawa nama keluarga, Maka dari itu pergunakan lah tekanan ini untuk melewati batasan masing-masing "Ujar Xiao Yun mengutarakan niat nya untuk memberikan arahan agar memanfaatkan tekanan ini.
Mereka pun mulai menutup mata masing-masing dan mengerakkan gigi mereka untuk menahan gaya tekanan tsb.
Kini mereka meninggalkan Xiao Feng yang mematung di tempat sendirian sedikit canggung di bawa tatapan banyak orang yang hanya diri nya lah yang masih bisa menahan tekanan tsb.
mau tidak mau diri nya hanya bisa berpura-pura tertekan mulai dari sekarang.
Setengah jam kemudian mulai terlihat adanya fluktuasi energi dari arena atau lebih tepatnya Xiao Yun yang kini sudah tidak mampu menahan lonjakan energi karena tekanan tersebut, tak berselang lama terdengar suara ledakan kecil.
BOOM
Whuzzh!
Semua penonton terkejut dengan terobosan itu karena mereka memanfaatkan tekanan itu untuk menerobos hambatan.
Beberapa menit kemudian kedua anggota lain nya memilih menyerah karena sudah tidak sanggup lagi menahan tekanan tsb. Meski begitu kedua orang itu masih mendapatkan manfaat dan meski tidak mendapatkan terobosan.
Xiao Yun dan Xiao Ying kini semakin bersemangat karena dengan tekanan itu mereka bisa meruntuhkan hambatan mereka dan melakukan terobosan ke Ranah Pemurnian Qi Lapis 4, usia Xiao Ying hanya terpaut 1 bulan lebih muda dari Xiao Yun.
"Adik Feng seberapa tinggi Kultivasi mu kenapa aku tidak bisa melihat nya? "Tanya Xiao Ying yang begitu penasaran karena masih belum melihat pencapaian Xiao Feng.
"Hehehe Kakak Ying hanya perlu tau Xiao Feng sekarang sudah melampaui mu "Tawa kecil Xiao Feng melihat raut wajah kesal Xiao Ying.
"Hmphh... kau menyebalkan Adik Feng "Katanya memalingkan wajah nya.
Xiao Yun hanya tersenyum melihat itu karena dia sudah di beritahukan malam itu oleh Xiao Feng untuk tidak mengungkapkan pencapaian nya, bukan hanya dia tetapi Ayahnya, Patriak, dan Hua Ling pun.
***
"Baik karena perwakilan yang akan membawa nama keluarga kita ke Turnamen Kota adalah Xiao Yun, Xiao Ying dan Xiao Feng. Kalian persiapan kan lah diri kalian untuk mengikuti Turnamen Kota dalam waktu 4 hari dari sekarang sebelum bubar untuk para peserta pergi lah ke Tetua Lu, kalian akan di berikan sedikit tambahan sumberdaya sebagai hadiah partisipasi ini "Kata Xiao Zhen dengan berwibawa.
"Saya sebagai Patriak Keluarga Xiao menyatakan bahwa pemilihan ini sudah selesai sampai di sini "Lanjut nya kemudain membubarkan diri dari sana di ikuti para Tetua.
Anggota keluarga lain nya pun mulai kembali ke tempat mereka masing-masing sambil membicarakan tentang seberapa kuat Xiao Feng yang masih belum di ketahui tentang pencapaian nya.
Setelah selesai pemilihan itu Xiao Feng memilih untuk langsung kembali ke Kediamannya. Dia sudah di ajak oleh Kakak nya dan generasi muda Keluarganya untuk merayakan terpilih nya perwakilan sekaligus kenaikan tingkat Xiao Yun dan Xiao Ying di sebuah rumah makan tetapi ia hanya menolak nya dengan cara halus.
Xiao Feng lebih memilih kembali ke rumah nya entah itu ingin beristirahat atau kah hanya ingin bermain dengan adik kecil nya. Entah sejak kapan apa bila Xiao Feng melihat Zi 'er ia tidak tahan untuk tidak memanjakan nya, Apakah ini rasanya seorang Kakak? 'Batin Xiao Feng.
...****************...
baca'a sdh serius ujung"a ga sampai tamat