NovelToon NovelToon
Gio Adipati Mahendra

Gio Adipati Mahendra

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Mata-mata/Agen / Raja Tentara/Dewa Perang
Popularitas:31.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nabbhan

Kembalinya Gio Adipati Mahendra mengubah semua yang ada di kota A. Gio yang dulunya seorang pria yang lemah sekarang malah menjadi seorang pria yang tidak terkalahkan di kota A dan dinegara mereka.

Gio kembali setelah 5 tahun menghilang karena sesuatu hal tapi dia kembali bukan untuk balas dendam yang pertama dia ingin menemukan istri dan anaknya kira-kira sekitar 5 tahun sekarang dan juga istri cantiknya tidak lupa dia sangat merindukan mereka meski Gio baru pertama kali bertemu dengan Viona tapi dia sudah jatuh cinta denganya, tentu 5 tahun tampa seorang istri banyak godaannya mau bagaimana lagi takdir yang sudah memperlakukan mereka seperti ini.

Bagaimana bisa baru pertama kali, Sudah memiliki anak suatu pertanyaan besar bukan?

Simak cerita selanjutnya di next eps....

Ini Hanya fiksi kesamaan Nama tempat dan lain-lainnya murni ketidak sengajaan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nabbhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 21

Athurpun mengambil pisau buah yang dari tadi tergeletak di dekat buah-buahan lalu dengan cepatan Athur mengarahkan pisau tersebut ke arah Gio.

Zrak....

Dengan cepat Gio mengubah arah pisau hingga mengenai perut Athur. Semua orang tiba-tiba saja menjadi patung sesaat karena terkejut apa yang baru saja mereka lihat.

"AYAH... "

"AYAH... "

"SUAMIKU... "

"TUAN WINATA... "

Begitulah teriak dari mereka semua.

"Cepat panggil ambulan..."

"Iya... "

"Lebih baik kita bawa pakai mobil saja takutnya tidak sempat... "

Usulan dari anak-anak Athurpun terdengar, mereka begitu panik harus bagaimana saat ini.

"Hikss... hiks... bangun.... sayang.. " Anira begitu terpukul melihat suaminya ditusuk begitu saja.

"Aku akan membunuh Gio, Jika sampai terjadi sesuatu terhadap ayah aku tidak akan memaafkan Gio..."-Batin Region

" Siapa dia sebenarnya... "-Batin Bastian.

Region, Bastian dan beberapa tamu undangan membantu mengangkat Athur kedalam mobil. Mobilpun melaju dengan kecepatan yang tergolong tinggi.

Semua tamu undanganpun pergi dari rumah Winata, begitupula dengan Gio dan Elena. Mereka berdua pergi menuju mobil Jep yang saat ini ada Amanda dan Adipati didalamnya.

"Ada apa didalam nak?..." Adipati yang tidak tau apa-apa tentang keributan didalam pun membuka suara ketika Gio duduk jok mobil depan.

"Ada masalah sedikit.... " Jawab Gio dengan wajah polos seakan-akan dia memang tidak tau apa-apa.

"Kenapa lantainya ada darah ?... " Tidak sengaja Amanda melihat kearah luar jendela melihat darah menetes di keramik putih.

"Elena... kerumah keluarga Mahendra" Gio tidak menjawab pertanyaan dari Amanda dia lebih memilih membuka suara untuk menyuruh Elena.

Elenapun menjalankan mobil dengan kecepatan sedang meninggalkan rumah keluarga Winata. Amanda diabaikan memilih untuk diam saja duduk di kursi belakang mobil.

Semuanya kacau dalam sesaat. Pesta ulang tahun yang baru saja dilaksanakan kini keluarga Winata harus menyiapkan pesta kematian untuk Athur.

...***...

Mobil Jep memasuki perkarangan rumah Mahendra. Rumah tersebut terlihat sangat menyeramkan dimalam hari. Pintu utama terbuka, terlihatlah Elmira berada di tengah pintu.

Pintu mobil Jep tersebut terbuka satu persatu nampak lah Amanda, Adipati, Gio, dan wanita bermata hijau entah siapa dia Elmira tidak tau.

"Aku kira kalian berdua pulang hanya nama saja" Amanda dan Adipati hanya diam saja mendengar kata sambutan dari Elmira.

"Terimakasih sudah mengantar kami... "

"Tidak perlu berterimakasih sudah seharusnya dia membalas budi kita... "

"Kamu tidak ingin mampir dulu nak ?... " Adipati berucap dia sama sekali tidak terpengaruh kepada Istrinya itu.

"Kenapa juga menyuruh dia mampir yang ada dia akan membuat masalah kita bertambah"

"MASUK.... " Adipati yang sudah kesal dengan ucapan Elmira pun berteriak menyuruh Elmira masuk kedalam rumah.

"Menyebalkan lihat saja nanti... " Elmira berbalik lalu berjalan masuk dengan suasana hati kesal terhadap Gio.

"Maaf ayah aku harus pulang istriku menunggu... "

"Kau sudah menikah? "

"Sudah bahkan memiliki anak dia sangat lucu"

"Selamat... kapan-kapan bawa anak dan istrimu ke sini"

"Iya ayah... aku pamit dulu... "

...***...

Keesokan paginya berita tentang kematian kepala keluarga Winata menyebar dengan cepat. Keluarga Winata sudah berulang kali menelpon Clarissa namun tidak diangkat juga, hingga pagi ini mereka tidak bisa menghubungi Clarissa entah kegiatan apa yang Clarissa sedang lakukan hingga dia tidak bisa mengangkat telpon dari salah satu dari mereka.

"Aku akan pergi kerumah kakak... " usul Bastian, karena hanya Bastian lah yang dekat dengan Clarissa.

"Iya lebih baik begitu"

Untuk menyingkat ketikan. Kini Bastian sudah berada di rumah Clarissa.

"Kakak... tok... kakak... " Bastian mengantuk pintu sambil memanggil Kakaknya itu namun tidak ada jawaban dari dalam.

Cukup lama Bastian disana tidak ada tanda-tanda Clarissa ada disana. Tampa membuang waktu banyak Bastianpun memutuskan untuk pergi ke perusahaan Figra.

"Apa Clarissa ada di kantor?..." Tanya Bastian kepada Sekretaris Clarissa.

"Nona baru saja berangkat ke Amerika" Jawab Sang sekretaris, disini Bastian cukup terkejut bagaimana bisa Clarissa pergi begitu saja.

"Yang benar saja.... "

"Iya tuan lebih baik tuan sekarang pergi.."

"Punya hak apa kamu mengusir saya? perusahaan ini atas nama keluarga Winata... "

"Perusahaan ini sudah bukan milik keluarga Winata lagi tetapi miliki Clarissa" Jawab Sekretaris Clarissa.

"Bagaimana bisa... " Mendengar kenyataan pahit itu membuat dirinya sangat terkejut.

"Baca ini tuan.... " Sekretaris itupun menyerahkan dokumen berwarna biru kepada Bastian.

"Ini bagaimana bisa... agrrr.... " Setelah membaca isi dari dokumen tersebut membuat Bastian sangat kesal bagaimana bisa perusahaan Figra saat ini berubah hak milik menjadi Clarissa seutuhnya.

"Lebih baik tuan keluar sebelum saya panggil spam untuk mengusir anda"

"Tidak perlu saya bisa pergi dengan sendiri"

Bastianpun pergi dari perusahaan Figra menuju rumah sakit. Saat ini Keluarga Winata sudah tidak memiliki apapun bahkan sepeser uang.

"Dimana Clarissa?... " Anira yang melihat Anak ke ketiganya langsung bertanya.

"Dia ke Amerika... "

"Permisi... " Tiba-tiba saja suster datang menghampiri keluarga Winata.

"Iya suster... "

"Ini... " Suster tersebut menyerahkan total biaya rumah sakit.

"Pakai kartu bisa Sus?... " Bastian pun mengeluarkan kartu ATMnya

"Bisa mari... "

Bastian dan suster itupun pergi menuju kasir rumah sakit tersebut. Setelah sampai dimeja Kasir Bastian langsung menyerahkan Kartu tersebut kepada Suster yang menjaga Kasir.

"Maaf ada kartu lain?... atau cash saja? "

"Jangan berbohong... "

"Benar tuan... "

"Coba ini semua... " Bastianpun mengeluarkan semua Kartu yang dia punya.

"Tidak bisa tuan... "

Ting...

Suara pesan yang baru saja masuk

...Maaf tuan Kartu yang Anda pakai sudah di bekukan....

"Sial... " Karena malu Bastianpun langsung pergi dari sana.

Clarissa mengambil semuanya yang dimiliki Keluarga Winata perusahaan uang. Yang saat ini keluarga Winata miliki hanya hutang yang menumpuk.

...***...

Bastian yang saat ini tengah berjalan di pinggir jalan pun melihat Gio bersama dengan Elena, diapun berinisiatif untuk manggil Gio.

"Tuan Gio.... "Panggilnya.

Mendengar nama tuannya dipanggil Elenapun langsung memberhentikan mobil dipinggir jalan.

Melihat mobil tersebut behenti, Bastian langsung membukakan pintu dari sisi Gio.

"Tuan... "

"Ada apa?... "

"Bisakah kamu membantu biaya rumah sakit ayahku... "

"Untuk apa tuanku membayar rumah sakit Tuan Winata" Belum sempat Gio menjawab Elena sudah menyela perkataan Bastian.

"Karena dia yang melakukan itu... "

"Bukankah ayahmu yang ingin membunuh tuan Gio, Tuan Gio hanya ingin menyelamatkan dirinya"

"Itu benar... maafkan dia... " Saat ini hanya Gio lah yang bisa membantu dirinya, Clarissa sudah tidak bisa diandalkan lagi.

"Aku hanya anak yang baru kembali kenapa meminta bantuan aku " Gio yang dari tadi diampun membuka suaranya.

"Tapi tuan... bisa membantu kami" Entah apa yang Gio punya, dipikiran Bastian saat ini.

"Baiklah, aku akan membantu kalian asal, kalian menuruti semua perintahku"

"Iya aku Bastian Winata dan seluruh keluarga Winata akan tunduk kepada Gio Adipati Mahendra" Mungkin ini jalan yang terbaik untuk keluarga Winata.

"Jika Kalian berbohong bagaimana?... "

"Mungkin kami sekarang tidak memiliki apapun yang kami punya hanya nyawa jadi jika kami berbohong, kau boleh membunuh Aku dan keluarga Winata"

...***...

1
Glastor Roy
woyyy
Glastor Roy
up
Glastor Roy
lanjuttt
Glastor Roy
up
Eko Eko
lanjut kk
✨️Queenna~
Terimakasih Adipati sdh menyayangi Gio tak seperti Elmira
✨️Queenna~
yang bener tuh tidak berguna sama sekali, klo tau Gio lebih kaya nanti minta²
✨️Queenna~
Semoga, berdoalah
✨️Queenna~
berkat bantuan kakany tuh
✨️Queenna~
Yuk yuk, ada kabar apa nih
✨️Queenna~
Bisa ya,trus bagaimana cara mentidak peliharakan keb0doh@n?
✨️Queenna~
wah kasihan Fio salah nusuk org,sakit g tuh? sakit lah pastinya
✨️Queenna~
rasain tuh
✨️Queenna~
Jangan pernah meremehkan org lain, coba lihat dirimu sendiri apakah kmu lebih baik dari dia or sebalikny?
✨️Queenna~
wah sampai di lindungin negara segala
✨️Queenna~
nah,sekarang tau kan siapa Gio sebenarnya.
Jangan menilai org dari luar nya saja .
Karena bisa saja luarnya terlihat dingin ternyata dalamnya hangat
✨️Queenna~
🤣🤣 segitu nya sampai di kira gil4.
✨️Queenna~
Akhirnya Kaila bisa bermain bersama ayah seperti yg ia harapkan
✨️Queenna~
yg benar tidak akan memaafkan ayah lagi?
✨️Queenna~
kasihan Kaila butuh kasih sayang seorang ayah, Vio berilah Gio kesempatan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!