Ketika Perbedaan status menjadi penghalang hubungan.
"Ethan, bisakah kita hanya akan menjadi Anna & Ethan, tanpa harus nama keluarga mengikuti kita?" tanya Anna berkca-kaca, dia merasa terancam akan kehilangan Ethan setiap saat.
Ethan menyadarkan dagunya, dan memeluk Anna, "aku akan berusaha untuk itu, hanya ada Anna & Ethan...."
"Tetapi Ruan darah dagingmu...."Anna terisak.
"Tetapi kau adalah Jantungku, Anna!"
"...."
Anna Su sadar, kehidupan miskinnya hanyalah debu kotor untuk sepatu Tuan muda Ruan, apalagi kepercayaan Anna Su terhadap cinta Ethan, sangat di uji, berkali-kali Anna dan Ethan harus mengalami tarik ulur kasih sayang.
Ketika, mereka sepakat menjalin hubungan, kembali keluarga besar Ruan, dengan berbagai cara mengakhiri hubungan Anna dan Ethan.
Sanggupkah hubungan perbedaan status ini, tetap berakhir bahagia?
***
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eouny Jeje, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku tidak akan menciumu lagi
Mata Ethan menyipit menangkap maksud kalimat Anna-- jangan melakukan hal itu. Memasang wajah angkuh, Ethan sekadar berniat menakuti, "kita hanya melakukan itu sekali-kali."
Anna tercekat, tangannya naik terlihat mencekik Ethan, bibirnya bergetar marah, "lepaskan aku, atau aku akan membunuhmu."
"Coba saja, kalau bisa," sahut Ethan dengan sorot wajah berani, tepat membuat Anna lebih takut.
Anna pergi mencekik batang leher Ethan yang terlihat keras, tangannya kecil dan halus, tenaganya tidak ada, hal ini membuat Ethan malah geli, dan hormon prianya makin naik, "jangan lakukan itu, kau merangsang!"
Teguran Ethan, membuat Anna menurunkan tangannya, matanya membulat, dan bibirnya mengutuk, "kau masih sekolah, kau begitu mesum, bagaimana jika kau dewasa?"
Ethan hanya menaikkan alisnya, seakan mempertimbangkan, apa yang akan dia lakukan pada Anna, jika telah dewasa.
Selesai kalimat itu, Anna memukul terus memukul.
Ethan terlihat tidak peduli, cengkraman atau pukulan tangan Anna bukanlah sesuatu yang menyakitkan dirinya, bagi Ethan, dia telah terbiasa dengan latihan untuk perlindungan diri, jadi dia hanya meluruskan lehernya, dan mencengkram sekuat mungkin, agar Anna tetap dalam pelukannya.
Anna mulai berisik, dan terlihat berusaha menjatuhkan diri ke tanah, "lepaskan aku, dasar setan nakal."
Ethan bersikap acuh tidak acuh, pura-pura memiliki telinga yang telah tuli, memasuki koridor pertama setelah lobby, dia berteriak meminta, "buka kamar!"
manajer yang mendapatkan perintah, terlihat bingung ketika Ethan datang membawa kembali teman manisnya di dalam tangannya, tetapi kamar di lantai pertama, bukanlah kelas kondominium yang biasa diperuntukan untuk keluarga Ruan, ragu dia segera bertanya, "Apa tidak di atas, Tuan, ini kamar biasa."
Anna mendesis marah pada Ethan lagi, menolak dipindahkan ke kamar, "turunkan aku, jangan bermacam-macam, aku bisa membunuhmu."
Ethan mengabaikan, dan hanya menjulurkan kepalanya kepada manajer, dan mengerjai Anna lagi dalam kalimatnya, "bukakan di sini saja, Tuan muda ini sudah tidak sabar."
manajer mengeryitkan hidungnya sebentar, tidak berani bertanya hubungan hal ini. Untuk pertama kalinya, Simon Yu berkenal dengan Tuan muda Ruan, siapa sangka pertemuan pertama mereka, Tuan muda Ruan terlihat bertingkai dengan teman manisnya, bahkan menghancurkan guci simbolisme hotel, kali ini akan berbuat hal tercela atau tidak, hal ini hanya bisa menuntut Simon tutup mata.
Simon membuka kamar dengan akses kartu di tangannya.
Ethan masuk, dan melemparkan Anna ke atas kasur, dia tidak berbalik, dan hanya berkata pada Simon, "silakan keluar."
Anna bangun, menginjak ke lantai, sekali lagi Ethan mendorong Anna jatuh ke kasur.
Simon hanya menelan ludah, sambil menutup pintu dengan cepat, dan rapat. Tuan muda Ruan terlihat akan memaksakan sesuatu. dia hanya bisa menutup mata, Tuan kecil penuh uang ini, memiliki kekuasaan dalam mulutnya dan dalam satu telunjuknya. dia tidak berani menegur atapun melarang.
Blam!
Suara pintu tertutup. Mendengar itu, Anna terlihat suram dalam satu wajah.
Anna bangkit duduk tepat di tepi ranjang, melipat tangan di dadanya, menyilangkan kakinya terlihat bertumpuk erat, dia terlihat telah ancang-ancang menjaga area sensitif, isi mulutnya melontarkan ancaman, "Ethan, jika kau melakukan itu, aku akan memastikan, mengadu pada ibuku. Ibuku bisa membunuhmu."
Ethan tersenyum, karena setiap Anna memanggil namanya saja, dia merasa sangat begitu dekat, walau Anna hanya akan memanggil nama, ketika dia tengah penuh amarah, selanjutnya dia akan berlakon memanggil--Tuan muda Ruan.
Ethan mengambil satu kotak P3K dari almari di sebelah ranjang besar, mendekati Anna, duduk di sisi ranjang, terlihat berlutut di depan kaki Anna yang menyilang, Anna ingin melakukan serangan menendang, namun tangan Ethan lebih cepat , begitu mudahnya mematahkan serangan, dan bibirnya juga mengancam, "aku juga akan mengatakan pada ayah, ibu, kakek, nenekku, jika Anna Su telah mencelakai kening Tuan muda Ruan, kemudian, menghancurkan guci beharga leluhur. Kau bisa mati, setelah itu."
Saliva Anna terlihat turun ke bawah, dia hanya kembali menyalahkan, coba saja ciuman penuh gairah itu, tidak terjadi, Anna tidak akan ketakutan. Anna berkata ketus, "kau juga lebih dulu, kau menyentuhku--"
"Itu hanya ciuman, di kota S******, tempat asalku, hal itu biasa," tikas Ethan yang terlihat berusaha berbicara banyak hal, ciuman muda-mudi, trend umum.
"Bagiku itu bukan hal biasa," ucap Anna sengit, dan mendorong bahu Ethan. Tentu saja, bagi Ethan hal ini umum, umum dilakukan untuk sebagai mainan.
"Karena kau baru pertama, tentu saja kau tak biasa." Ethan terkekeh kemudian, membuat wajah Anna makin tertekuk, dan tanpa sadar malah mendesis terdengar cemburu, "apa kau sudah sering seperti itu, dengan gadis lain? Kamu bukan hanya melakukan hal itu--"
Ethan menatap lurus, mata Anna terlihat berkaca-kaca lagi, sirat kecewa pada mata gadis itu.
Ethan meyentuh ujung mata Anna, seakan menghapus air mata yang terlihat akan jatuh,, satu tangannya erat memegang tangan Anna, bertumpu di atas paha Anna, wajah merah Ethan terlihat sedikit merona merah , karena harus mengakui hal ini, sedikit malu, akhirnya bibir tipis terbuka, "kau yang pertama, untukku. Aku tidak pernah menyentuh gadis lain."
Anna tertegun. tetapi menolak percaya, "kau pembohong, kau sangat menginginkan hal itu, kau membawaku kembali, untuk itu kan. Kita masih sekolah Ethan."
Ethan hampir menggigit lidahnya, ironis mendengar isi pikiran Anna, "melakukan hal itu? Tenang saja, aku belum tertarik dengan yang terlihat belum tumbuh maksimal."
Mata Ethan jatuh pada dada Anna. Anna segera menyilangkan tangan di dadanya, "Ethan, jauhkan matamu."
Ethan segera berpaling, ujung lidahnya berbelok-belok, seakan berpikir sesuatu yang nakal, dan menyinggung hal itu lagi, "tetapi jika kau menginginkannya, aku siap melayan--"
"Ethan!" Anna memotong sengit.
"Apa, sayang?" sahut Ethan berseloroh.
Mendengar sebutan sayang, Anna menjadi kehilangan kata-kata, tanpa sadar wajah putihnya terlihat menyembulkan rona yang terlihat sangat merah naik menembus kulit wajahnya. Hal itu terlihat sangat cantik, tetapi Ethan tidak ingin bertengkar lagi. dia hanya menekan hasrat, membuang dorongan ingin mencium Anna, "aku tidak akan melakukan itu, karena kau masih anak-anak! aku tidak akan menciumu lagi."
Anna menatap Ethan, dan seakan yakin Ethan tidak akan melakukan hal yang jahat, dia mengutarakan isi hatinya, "Ethan, berjanjilah untuk tidak melakukan hubungan pria-wanita yang lakukan, aku--"
Anna tidak bisa menyelesaikan kalimatnya, Ethan hanya mendesah sebentar, "karena kau belum menyukaiku?"
Anna tanpa sadar memberi anggukan.tetapi sebenarnya, dia juga tidak yakin akan hal ini. Apa dia tidak menyukai Ethan? sepertinya, tidak suka.
Ethan hanya menghela napas, tangannya kembali mengambil tangan Anna, dan saling bertautan dalam satu genggaman, terpaksa dia mengeluarkan janji, "a,aaku barzanj, tidak akan melakukan hubungan pria wanita, ataupun memaksa menciummu lagi, sampai kau bersedia."
...
Catatan Author.
Anna Ethan akan di update setiap hari 1 part. baca terus yah.