NovelToon NovelToon
My Handsome Rich Husband

My Handsome Rich Husband

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:81.9k
Nilai: 5
Nama Author: PiEl

🍁Sequel dari SEMESTA RAI.🍁

Ranu Wais Prianggoro.
Tampan, terlahir dari keluarga kaya. Sejak lahir, seolah seluruh perhatian dunia berpusat padanya. Pesonanya sebagai konten kreator nomor 1 di indonesia, membuatnya tidak pernah luput dari perhatian dari semua orang.
Sampai suatu ketika ia bertemu dengan Miara Tisha, gadis yang sama sekali tidak peduli dengan ketenaran yang disandang Ranu. Gadis yang sama sekali mengabaikannya padahal orang-orang di sekitarnya sibuk menginginkan perhatian Ranu.
Dan sejak saat itu, hati Ranu seperti tertarik ke dunia Mia.
Bagaimana perjalaan kisah Ranu demi menarik perhatian Mia?
Yukk,, cuuussss...➡️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PiEl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22. Tak Ada Jalan Berjodoh.

Dua hari kemudian.

Selesai sholat ashar, Mia sedang mengaji di ruang mushola. Suranya yang serak namun lirih, membuat suasana menjadi tenang. Namun tepukan di pundaknya membuatnya menghentikan kegiatan mengajinya. Ia menoleh kepada Rolif  yang berdiri di sampingnya.

“Kenapa, Dek?”

“Kakak di cariin Bang Fandra.” Jawab Rolif.

Mia mengernyit. Lukanya kembali terbuka setelah ia berusaha mati-matian untuk menutupnya. Bahkan mendengar nama Fandra di sebut saja sudah membuatnya terkoyak.

“Dimana dia?”

“Itu, di depan.”

“Iya, makasih ya, Dek.” Ujar Mia. Ia melepas mukenanya kemudian melipat dan menyampirkannya ke tempatnya. Merapikan hijab sebelum siap menemui Fandra yang sedang menunggu di ruang tamu.

Mia berjalan ke ruang tamu. Fandra yang melihat kedatangan Mia langsung melemparkan senyum khasnya. Sementara Mia langsung duduk di sofa di depan Fandra.

“Maaf ganggu ngajinya ya, Mia.” Ujar Fandra membuka percakapan.

Mia mengangguk. Bibirnya berusaha untuk tersenyum walaupun sulit. “Iya, gak apa-apa, Mas. Ada apa kemari?”

Fandra terdiam sesaat. Ia menatapi Mia lama. Netranya pias menunjukkan betapa ia sedang merasa sedih. Pun rindu.

“Aku minta maaf ya, Mia.” Lirih Fandra kemudian.

“Minta maaf buat apa, Mas?”

“Karna aku sudah menyakitimu. Karna ibuku tidak bisa ikhlas menerimamu. Dan karna membuatmu bersedih seperti ini.”

Mia menghela nafas dalam. Ia sedang menata perasaannya agar tidak menangis. Hatinya sakit. Sungguh sakit.

“Gak ada yang bisa kita lakukan, Mas. Mungkin memang kita gak berjodoh. Kita bisa apa? Mungkin karna aku memang tidak pantas buatmu.” Lirih Mia. Suaranya berat karna ia sedang menahan tangis.

“Kamu lebih dari pantas buat aku, Mia. Tapi memang tidak ada jalan jodoh untuk kita.”

Mia mengangguk. “Aku berterimakasih sama kamu, Mas. Karna kamu masih menghormati wanita yang melahirkanmu, di bandingkan aku yang bukan siapa-siapamu. Itu sikap yang tepat. Jadi aku harap gak akan ada penyesalan ataupun kesedihan di antara kita.”

“Kamu memang keren, Mia. Aku bangga sama kamu.”

Bangga? Atas apa? Atas rasa sakit dan penghinaan yang dirasakan oleh Mia? Walaupun Fandra memang sama sekali tidak bermaksud untuk merendahkan dirinya. Tapi mendapat penolakan seperti ini, membuat Mia merasa rendah serendah-rendahnya. Entah, apakah akan ada pria yang mampu mengangkat harga dirinya kembali.

“Aku mau sekalian pamit.”

Ucapan Fandra itu membuat Mia mengernyit penuh tanya. “Pamit?”

Fandra mengangguk. “Malam ini, aku balik ke Jogja.”

Mia semakin mengernyitkan keningnya. Ia mere mas ujung hijabnya dengan kuat. Menatap pias kepada Fandra. Itu adalah sebuah kabar mengejutkan bagi Mia.

“Bukannya mas Fandra masih lama ya pulangnya?”

“Sebenernya iya. Tapi bahan buat penelitianku udah cukup banyak. Jadi aku memutuskan buat pulang lebih cepat dari jadwalnya.”

Mia menghela nafas dalam. “Apa gara-gara hubungan kita yang jadi seperti ini, membuat Mas Fandra memajukan jadwal kepulangan Mas Fandra?” Tebak Mia.

“Itu salah satunya. Aku gak bisa ngelihat kamu bersedih, Mia. Aku sangat sadar kalau kamu sangat kecewa kepadaku dan keluargaku.”

“Padahal Mas Fandra gak perlu sampai begini...”

“Gak apa. Aku akan selalu berdoa semoga kamu mendapatkan yang terbaik di semua keinginan dan harapanmu, Mia.”

“Makasih, Mas. Aku juga akan mendoakan kebahagiaanmu. Semoga Allah memberikan jodoh yang terbaik buat kamu.”

“Aminn. Kalau gitu aku pamit ya, Mia. Tolong sampaikan maafku sama Bapak dan Ibu. Maaf kalau aku gak sempat pamit sama mereka. Dan bilang sama Bang Fuan juga.” Pesan Fandra.

Mia mengangguk. “Iya, Mas. Nanti aku sampaikan.” Janji Mia.

Mia mengantarkan Fandra sampai ke depan pintu. Ia terus menatapi punggung pria yang sedang membawa hatinya pergi itu dengan hati yang sedang tercabik-cabik. Namun entah kenapa airmatanya tak kunjung keluar. Padahal tadi rasanya ia ingin menangis meraung-raung. Mengikhlaskan dan melepaskan perasaan untuk dibawa pria itu kembali ke tempatnya berada.

Di dalam kamar, Ranu yang sedang fokus dengan ponselnya ikut merasakan kesedihan hati Mia. Matanya memang fokus ke layar ponsel, namun telinganya fokus kepada suara mengobrol yang terdengar di ruang tamu.

“Mas...” Bisik Haris. Membuat Ranu menoleh padanya.

“Kenapa mereka putus?”

Ranu hanya mengangkat kedua bahunya sebagai jawabannya. Ia kembali mengalihkan pandangannya ke ponsel dan berusaha untuk kembali fokus pada pekerjaannya. Ia dan Haris keluar kamar setelah mendengar suara mobil Fuan yang baru kembali dari kantor.

Selesai sholat maghrib, Fuan mengajak Ranu untuk keluar membeli mie goreng aceh. Karna di rumah tidak ada makanan. Mia tangannya cidera dan Yayuk masih berada di Kilang bersama dengan Pak Zul. Jadi tidak ada yang memasak untuk mereka. Padahal tadi sore Zizah sudah mengantar sayur kepada mereka dari rumah neneknya.

“Bang Fuan sama Bang Ranu mau kemana?” Tanya Zizah yang sedang menonton TV bersama dengan Mia dan Rolif, juga Haris dan Arnav. Ia melihat kedua pria itu sudah siap dengan jaket mereka.

“Mau beli mie bentar. Kenapa? Pada mau ikut?”

“Aku ikut!” Teriak Rolif seketika. Sementara Zizah dan Mia menggelengkan kepala mereka.

“Aku gak ikut deh, Mas. Dingin.” Ujar Haris.

“Aku juga di rumah aja. Kalian aja yang pergi.” Timpal Arnav. Ia mengeratkan selimut tebal yang membungkus tubuhnya.

“Ya udah. Pada mau nitip apa?” Tawar Ranu. “Mia mau nitip sesuatu?”

Mie menggeleng. Membuat Ranu memanyunkan bibirnya kemudian keluar bersama dengan Fuan.

Di perjalanan, Ranu terus teringat dengan pembicaraan antara Fandra dan Mia tadi sore. Apalagi saat Zizah datang dan memberitahu kalau pria itu baru saja berangkat, membuat hati Ranu pias memikirkannya. Ia menghela nafas berat hingga membuat Fuan menoleh padanya.

“Lagi mikirin apa sih? Kayaknya berat banget.” Tanya Fuan setelah kembali fokus ke kemudi.

“Lagi kefikiran sama Mia, Mas.” Jawab Ranu jujur. Membuat Fuan terkejut dan langsung menoleh padanya sekilas.

“Mia? Kenapa kefikiran sama Mia?”

“Kasihan. Padahal dia kayak berharap banget sama Fandra.”

“Dia gak begitu berharap. Cuma yang namanya keinginan, ya siapa sih yang gak kecewa kalau gagal? Tapi kenapa kamu yang jadi kefikrian sama Mia?”

“Karna aku suka sama Mia, Mas. Boleh kan kalau aku suka sama adekmu, Mas?”

Seketika Fuan langsung ternganga tidak percaya atas kejujuran Ranu padanya. Ia sama sekali tidak menyangka kalau ternyata Ranu mempunyai perasaan seperti itu.

“Hahahahahaha. Ya terserah kamu, Ranu. Kan kamu yang ngerasain. Bilang sama orangnya langsung. Masak bilangnya sama aku, sih.”

“Kalau sama orangnya langsung belum berani, Mas. Takut di tolak mentah-mentah.”

“Hahahahaha. Rupanya kamu cemen juga ya kalau masalah cewek.”

“Hehehehehe.” Ranu hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Coba aja bilang langsung sama Mia.”

“Tapi nanti lalau di tolak gimana, Mas?”

“Masak seorang Ranu udah nyerah sebelum berjuang sih? Semangat ya Ranu. Selamat berjuang. Hahahahahahaha”

Dan Ranu pun hanya bisa ikut terkekeh. Merasa konyol sendiri karna pengakuannya kepada Fuan.

1
Ayu Galih
😂😂😂😂 kasihan terabaikan Ranu
Ayu Galih
Aqu sdh mampir meraoat ke jaryamu kak..maaff baru baca , pas baca sinopsisnya aqu suka lgsg tertarik...🤗🤗😘😘😘😘
Fina Fitriani
cerita menarik. walaupun tidak sepanjang cerita orang tua Ranu.. tapi ceritanya to the point gak bertele2... lanjut ah.,,.....
Dwi ratna
pk mentri ada d aceh ya pk zul
Dwi ratna
certany ranu dlu y bru ren, aq bcny kebalik deh
💕febhy ajah💕
ehhh ranu emak bapak mu nga se narsis itu kaliiii 😁😁😁😁
💕febhy ajah💕
mampir setelah sekian lama difavoritkan emak bapaknya dah lama dibaca
walaupun bukan otor/novel populer dan masih sedikit yg mengenal tp aku suka ceritanya
Pucuk Labu🍁: makasih banyak kak feby.... 🥰
total 1 replies
Mbah Edhok
Nu ... lebay ... miara itu sama sepertiku, nggak mudah histeris ... eh ... maaf. Lagi menyimak cerita, nggak boleh berisik.
qiqi
bagus cerita y,,,, 🥀🥀🥀🥀
Agnes LAMTIAR
tidak bertele tele, bab nya sedikit tetapi saya puas, cerita nya seru, thank you sudah menghibur hehehe
Pucuk Labu🍁: terimakasih kak agnes. jangan lupa mampir di novelku yang lain...
total 1 replies
울산소주
💃💃💃💃
🤣🤣🤣🤣
tina hans
bagus ceritanya. nggak bertele-tele. dan konfliknya biasa ngga seperti di sinetron yang terkesan dipanjangkan sebab tidak mau cepat habis ceritanya
Pia
kata kata legend nih... menarik🤔🤔🤔
Pia
hadeuh Bang Ranu🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
Pia
gercep nih Bang Ranu, langsung dikenalin ke mama👍
Pia
🥺🥺🥺😥😥😥
Pia
maksud lo.....
Pia
👍👍👍👍
Pia
hadeuh... wes angel iki obatane 🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
Pia
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!