Cerita ini masih belum di revisi
Bab awal-awal memang banyak typo. harap memaklumi..!
"Mama" ucap anak kecil itu tiba tiba memeluk lutut seorang Wanita
"Siapa yang kau panggil Mama? sayang aku bukan Mama mu" ujar Wanita tersebut, lalu ikut berjongkok mensejajarkan tubuh dengan anak kecil ini
Ini cerita baru Aku ya!..
Mengisahkan seorang Wanita yang sedang mencari pekerjaan , Lalu tiba tiba datang anak kecil dan memanggilnya dengan sebutan Mama? siapakah anak kecil itu
Yukk simak selengkapnya, jangan lupa kasih dukungan.. Thank you 😍😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aaswidia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 22
Terima kasih ya. yang sudah dukung author dan semoga kalian tetap Suka.!
🌴🌴
''Tapi Daddy Mama....'' Ucap Salsa dengan jarinya menunjuk pada tempat Airin pergi
''Salsa.. kamu harus nurut sama Daddy. kamu jangan membantah. Sudah ayo sekarang kita pulang..'' Kata Erik dengan menatap anaknya tajam
''Baik Daddy..' Ujar Salsa patuh sambil menundukkan kepalanya takut melihat tatapan Erik
''Ya sudah ayo.!'' Erik pun mengendong anaknya di punggung nya
Sebenarnya tidak ada Niatan Erik untuk marah pada anaknya.. Tapi harus seperti itu dulu agar Salsa mau menuruti padanya.!
''Maapkan Daddy . Daddy tidak bermaksud menyakiti mu atau membuat mu takut.. Tapi Salsa kan anak Daddy jadi Salsa harus menurut pada Daddyya..'' Ujar Erik pada Salsa
''IYA Daddy.'' Hanya itu yang keluar dari mulut Salsa
''Bagus anak pintar..'' Kata Erik
****
''Bu aku bingung deh.'' Ucap Airin pada ibu Ros
''Bingung kenapa memangnya?'' Tanya balik ibu Ros
''Begini Bu . tadi sore aku pergi ke tempat sunset ya seperti biasa Bu aku selalu ingin melihat sunset . . Tapi Bu aku tiba-tiba di kagetkan dengan datangnya anak kecil..'' Ujar Airin sengaja mengatakan setengah nya ingin tahu dulu tanggapan ibunya
''Lalu bingung kenapa.? ya mungkin juga anak itu sedang kesana melihat sunset juga seperti mu.'' Ujar ibu Ros
''Hahhh..' Airin menghela nafas panjang
''Tapi Bu, kenapa si anak itu memanggilku dengan sebutan Mama?. kan aneh Bu?'' Kata Airin dengan menoleh pada ibunya
''Bagaimana bisa?.. '' Ikut Bingung
''Entah lah Bu . bahkan sudah dua kali ini . Airin bertemu anak itu.'' Kata Airin
''Sudah dua kali?'' Tanya ibu
Airin mengangguk ''ya.' malah ya Bu anak perempuan itu dari pertama bertemu sama aku itu dia sudah memanggil ku Mama, kan aneh ya Bu..'' Ujar Airin
Gantian ibu yang mengangguk ''Aneh juga sih Rin. Tapi apa wajahnya mirip sama kamu Rin?'' Tanya ibu melihat ke arah Airin
Airin ikut menoleh, ''Ihh ya enggak lah Bu . Gak ada miripnya kok..'' Kata Airin lalu mengingat lagi wajah anak kecil itu . .
''Iya ah Bu. gak mirip'' Kekeh Airin setelah dirasanya memang tidak ada kemiripan.!
''Jangan jangan dulu kamu pernah....'' Kata ibu
Tapi langsung di sela oleh Airin. ''Pernah apa ah Bu bicara Jangan ngasal deh..'' Cetusnya Airin yang membantah pikiran sang ibu pura pura marah
''Hehe iya iya . tidak mungkin anak ibu seperti itu. Dan jangan sampai menutupi sesuatu pada ibu.''
''Tidak akan Bu. Airin selalu jujur pada ibu'' Ujar Airin langsung memeluk ibunya
****
Di lain tempat
Keluarga bahagia ini tengah berkumpul sambil menikmati camilan yang di buat sang nyonya rumah . .
''Sayang tadi sore sudah lihat sunset nya?'' Tanya ibu Laras membuka percakapan
Erik belum cerita Kepada ibunya.. Kejadian sore tadi.. Erik memang tertutup orang nya.!
Salsa menggeleng ''Tidak Nek.'' Jawabnya
''Loh tidak jadi kenapa?. Bukannya tadi kalian pulang sudah lewat Maghrib ya?'' Kata ibu Laras Bingung langsung menatap Erik
Erik yang ditatap selalu cuek cuek saja.! lebih fokus pada berita di televisi yang sedang ia tonton
Lalu ibu Laras beralih menatap pada cucunya..
''Iya nek kalena tadi Calca beltemu Mama Nek'' Ujar Salsa
Lagi ibu Laras melihat ekspresi anaknya.! masih lempeng
''Lihat Mama Dimana?'' Ibu Laras ingin memancing dengan terus membahas wanita yang Salsa sebut Mama..
''Di tempat sunset itu Nek.. Telnyata dicana juga ada Mama loh Nek'' Antusias Salsa bercerita pada ibu Laras neneknya.!
Tapi...'' ucap Salsa yang tiba tiba berhenti dan murung dan melihat ke arah Erik- Daddy nya