NovelToon NovelToon
Pernikahan Tanpa Mempelai

Pernikahan Tanpa Mempelai

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / CEO / Percintaan Konglomerat / Persahabatan / Crazy Rich/Konglomerat / Balas Dendam
Popularitas:27.9k
Nilai: 5
Nama Author: Susanti 31

Spion Off "Tuan Muda Amnesia"

Di hari yang seharusnya menjadi momen terindah, kabar buruk menyergap kediaman Alexander. Calon mempelai putra sulung mereka menghilang, tanpa jejak, tanpa pesan.

Namun, upacara tetap disiapkan, tamu tetap berdatangan, akan tetapi kursi di samping Liam Alexander kosong. Liam bersikeras menunggu, meski semua orang mendesaknya untuk menerima kenyataan.

Semakin lama Liam bertahan, semakin jelas bahwa ada sesuatu yang tak beres, dan hilangnya calon istrinya bukanlah kejadian kebetulan

Follow instagram @Tantye untuk informasi seputar novel

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susanti 31, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Seaven kembali

"Mbak, ayo makan malam dulu," ajak Devina di ambang pintu kamar Arumi. Tetapi yang di panggil masih sibuk didepan laptop.

"Mbak Arumi!" Berjalan mendekat.

"Kenapa?"

"Loh jadi mbak nggak dengar aku tadi ngomong apa? Benar-benar super sibuk." Devina mengelengkan kepalanya, padahal pada kenyataanya Arumi bukan sibuk dengan pekerjaan. Tetapi pikirannya di penuhi oleh banyak pertanyaan dan terus mencari alasan masuk akal dibalik ucapan Liam di kantor.

"Mbak sibuk banget." Sudut bibirnya melengkung ke bawah.

"Tapi kata ibu harus makan mbak."

"Iya-iya."

Arumi pun menutup laptopnya dan mengikuti sang adik untuk makan malam bersama. Kali ini makan malam mereka lengkap sebab Davino kebetulan ada di rumah.

"Mbak makin cantik aja setelah pulang," celetuk Davino sembari memasukkan makanan ke mulutnya.

"Dan kamu makin sibuk sampai mbak baru melihat sekarang, padahal mbak sudah balik hampir 3 bulan," balas Arumi.

Ibu Alea dan Devina terkekeh mendengar balasan Arumi. Berbeda dengan ayah Rocky yang sesekali melirik putri sulungnya dan tentu Arumi menyadari hal itu.

Dan seperti perkiraan Arumi, setelah makan malam dia kembali duduk di taman depan rumah bersama ayah Rocky.

"Nangis karena apa mbak?"

"Mbak nggak nangis Yah."

"Oh ya?" Rocky melirik putrinya.

"Iya nangis dikit. Mbak sibuk banget di studio sampai nggak punya waktu sendiri apalagi sama mas Liam."

"Studio milik Mbak, dan yang ngatur pekerjaan ya mbak. Jangan terlalu menyiksa diri."

"Iya ayah." Arumi tersenyum. Meski ayahnya kaku, pria di sampingnya sangat peduli pada anak-anak dan istrinya. Ayah Rocky akan melakukan hal yang sama pada sikembar jika melihat ada yang aneh.

"Kapan kalian akan menikah?"

"Setelah mas Liam sembuh."

"Tapi tuan muda sudah sembuh. Besok ada perjalanan bisnis keluar kota untuk beberapa hari."

"Iya." Arumi menunduk. "Tapi benar-benar sembuh dan nggak sibuk lagi."

"Ayah percaya padamu."

Arumi mengangguk ketika merasakan elusan lembut di kepalanya. Ia berpamitan pada sang ayah ketika mendapatkan telepon dari sang kekasih.

"Sayang, pengen dipeluk."

"Mas sudah pulang?"

"Iya, ini baru selesai mandi."

"Ya udah sini."

Arumi melangkah menuju pagar rumahnya setelah sambungan terputus. Ia memaksakan senyumnya melihat sang kekasih dengan piyama tidur satin berwarna hitam, berjalan kearahnya secara terburu-buru.

"Bayi besarnya Arumi pasti lelah banget." Menepuk-nepuk punggung Liam yang kini sudah memeluknya erat.

"Dua minggu nggak ketemu Sayang."

"Iya dua minggu, aku tahu kok mas."

Arumi tertawa mendengar rengekan manja dan ungkapan cinta Liam. Tingkah pria itu seolah sangat mencintainya, tetapi kenapa perkataannya di kantor berbeda?

Saat Liam melerai pelukan, Arumi kembali tersenyum.

"Besok jadwal aku nggak padat-padat banget. Ayo ke rumah baru kita, aku pengen lihat."

"Nanti ya Sayang, mas masih sibuk banget dan besok harus berangkat ke luar kota."

"Berapa hari?"

"Belum pasti, tapi semoga cepat selesai."

Arumi mengangguk, setidaknya Liam masih menghargainya dengan berkata jujur akan keluar kota.

....

Tidak bisa bersama Liam, Arumi mengunjungi rumah mereka seorang diri. Memperhatikan isi rumah yang benar-benar seperti keinginannya. Ia melangkah memasuki kamar utama dan menemukan tangkai mawar merah yang telah mengering di meja rias.

Bahkan tempat sampah di sudut ruangan pun penuh akan tangkai bunga dan tidak sempat di buang oleh pemiliknya.

"Andai saja pernikahan kita hari itu belangsung mas, mungkin hubungan kita nggak seperti ini. Sama-sama menyimpan cerita dan rahasia yang membuat bingung satu sama lain," lirih Arumi.

Ia memandang sekeliling dan tidak menemukan apapun lagi selain tangkai bunga yang telah mengering.

Arumi tidak terlalu lama di rumah itu sebab mendapatkan telepon dari Sevia yang mengatakan ada tamu di studio.

Ia keluar dari kamar dan berjalan santai menuruni satu persatu anak tangga. Langkah kakinya berhenti di unjung tangga ketika melihat seorang pria baru saja melewati pintu.

Tubuhnya bergetar, keringat mulai memenuhi kening padahal suhu ruangan cukup rendah. Ia mundur tanpa sadar dan tersandung anak tangga.

Arumi terduduk dengan tatapan tidak lepas dari pria yang terus mendekatinya. Apalagi pria itu kini mengulurkan tangan padanya seolah tidak pernah terjadi sesuatu sebelumnya.

"Kenapa menatapku seolah ketakutan? Aku hanya ingin membantumu," ucap Seaven dengan kening mengerut.

"Sa-saya bisa sendiri!" Arumi berdiri tanpa meraih uluran tangan Seaven.

Orang yang pernah menjadi ancaman terbesarnya ada di depan mata, tentu dia sangat ketakukan. Mungkin saja Seaven kembali untuk membalas lebih tragis sebab Liam telah membakar pria itu hidup-hidup, sedangkan dirinya masih sehat tanpa cidera sedikit pun.

"Kenapa tatapanmu seperti itu Arumi?"

"Kamu masih bertanya setelah apa yang terjadi?"

"Memangnya apa yang terjadi?" Kening Seaven mengerut. Di beberapa bagian tubuh, luka bakar membekas tetapi sudah sembuh. "Di mana Liam?"

Arumi mengeleng, bahkan untuk mencari ponselnya di dalam tas ia kesulitan akibat tangan yang bergetar karena ketakutan.

"Bu Arumi!" panggil Arthur.

Arumi bernapas lega asisten kekasihnya yang muncul tepat waktu.

"Arthur," lirih Arumi.

Belum sempat Arthur meraih tubuh Arumi, wanita itu telah terjatuh ke lantai dengan kelopak mata tertutup.

Seaven yang menyaksikannya menatap bingung. Dia tidak melakukan apapun tetapi kenapa calon istri sahabatnya ketakutan?

"Arthur apa yang terjadi pada Arumi? Kenapa dia takut pada saya?" tanya Seaven terus mengikuti Arthur sampai di mobil. Akan tetapi asisten Liam tersebut tidak menyahut, melajukan mobil tanpa membiarkan Seaven ikut serta.

Setibanya di IGD, Arumi langsung di tangani oleh dokter dan satu persatu keluarga pun datang dengan ekspresi panik. Bagaimana tidak, Arumi pergi dari rumah dalam keadaan sehat dan tiba-tiba mereka mendapatkan kabar bahwa Arumi masuk IGD.

"Apa yang terjadi Arthur?" tanya ayah Rocky yang langsung datang bersama Alea.

"Bu Arumi tiba-tiba pingsan setelah bertemu tuan Seaven."

"Seaven?"

"Iya, tuan Seaven dan bu Arumi bertemu di rumah baru tuan Liam. Saya datang kesana sebab mendapatkan kabar dari tuan Liam bahwa Seaven sudah keluar dari rumah sakit. Tapi ada yang aneh Tuan."

Rocky semakin menatap intens Arthur, seolah menuntut penjelasan.

"Tuan Seaven seperti tidak tahu apa-apa tentang kejadian beberapa bulan lalu."

"Lupa ingatan maksudnya?" Kini Alea angkat bicara.

"Sepertinya Bu. Tuan Seaven terlihat bingung ketika Arumi pingsan dan takut kepadanya."

"Bagaimana sekarang Yah? Aku takut kalau putri kita dalam bahaya lagi karena Seaven," lirih ibu Alea dengan mata berkaca-kaca.

"Tidak akan selama ada ayah." Rocky mengenggam tangan istrinya yang tampak khawatir.

Membimbing wanita itu duduk di kursi tunggu depan IGD.

"Kembalilah ke kantor, kamu pasti banyak pekerjaan karena tuan muda sedang keluar kota," ujar Rocky pada Arthur.

....

1
Teh Yen
yah smoga saja seaven Tidka akan ingat memory terkahirnya yah
Teh Yen
jadi bingung yah kalau gt keadaannya knp engg saling jujur aj sih hadeuuh
Teh Yen
seaven kembali d benarkah dia lupa ingatan
Teh Yen
loh kok Liam ngomong gt yah ada apa ini apakah perasaannya ke Arumi sudah berubah pdhl waktu tau Arumi kembali Liam bukannya seneng banget yah
Dew666
💜💜💜💜💜
nuraeinieni
nah dengar tuh saran adikmu liam,belajar mengendalikan diri dgn ketakutan dan trauma,semoga dgn pernikahanmu dgn arumi,menyembuhkan trauma mu liam
ken darsihk
💪💪 Liam
Nena Anwar
tenangkan dirimu Liam, ikuti saran yg dikatakan Leon
Alea bijak banget sih jadi Ibu
nuraeinieni
ceritanya bagus,semoga liam dan arumi hidup bahagia dgn pernikahannya dan mempunyai anak yg lucu2.
nuraeinieni
harus dong thor,biarkan arumi dan liam bahagia,,,,dan traumanya liam sembuh dgn kebersamaan mereka
ken darsihk
Berharap nya demikian thor semua nya harus baik 2 sajah
Nena Anwar
semoga semuanya baik baik saja
nuraeinieni
pacaran lah sama anaknya om leo
ken darsihk
Liam pasti sembuh dari trauma nya pelan tapi pasti, kebahagiaan pasti datang
Nena Anwar
hey Leon kamu lagi ngapelin anaknya Om Eril ya 😂 jika benar ternyata cinta keturunan Alexander gk jauh dari ruang lingkup mereka sendiri
Bucinnya Nunu ☆•,•☆: Nggak kebayang keluarga seadem keluarga Eril diacak-acak Leon😭
total 1 replies
ken darsihk
Liam pencemburu akuttt 😂😂😂
Nena Anwar
siap2 Arumin Liam mode cdmburuh 😁
Nena Anwar
apa Liam 🤔
Maria Kibtiyah
siapa yg jd mata2
Ikaaa1605
Semangat up mba
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!