NovelToon NovelToon
Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE

Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:3.2M
Nilai: 5
Nama Author: Adinasya mahila

Note :
JANGAN PLAGIAT ATAU TAMBAL SULAM!
INGAT AZAB
Carilah Rezeki yang halal dengan mencari ide sendiri.

_
_

Drama percintaan beda usia ✅
Novel yang nggak ada konfliknya ✅ (Tapi Bohong)


Hidup Marsha dan Jeremy berubah seratus delapan puluh derajat. Gara-gara sebuah pakaian berbentuk mirip kacamata alias kutang, mereka terjebak dalam sebuah pernikahan konyol yang sejatinya sudah direncanakan oleh nenek-nenek mereka.

Bagaimana bisa Jeremy seorang CEO tampan nan tajir harus menikahi gadis berumur sembilan belas tahun yang lebih pantas menjadi keponakannya?

"Nahasnya aku harus mengambil alih beban keluarga Tyaga" ~ Jeremy


cover by Tiadesign_

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adinasya mahila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 : Bukan Anak Ingusan

“Sibuk sekali sampai menjemput calon istrinya saja tidak bisa,” cemooh Marsha di saat kakinya baru menapak satu langkah dari bibir pintu. Ia menatap tajam ke arah Jeremy yang nampak mengenakan kacamata dan fokus dengan berkas di meja.

“Aku banyak pekerjaan, lagi pula sudah aku isikan e-money juga,” jawab Jeremy tanpa mengalihkan pandangan dari lembaran kertas yang harus dia periksa.

Peter yang merasa tugasnya sudah selesai pun memilih untuk menutup pintu tanpa banyak bicara, dia jelas tahu bagaimana hubungan sang atasan dan remaja berumur delapan belas tahun itu. Sebagai bawahan yang setia, Peter benar-benar bisa menjaga rahasia.

Marsha berdiri tepat di depan meja kerja Jeremy, dia amati wajah pria itu sebelum mengangsurkan pandangan ke kertas yang bisa membuat Jeremy tidak mau menatapnya. Ternyata tabel-tabel dan kurva. Ia juga tidak paham, pelajaran ekonomi dan matematika adalah pelajaran yang paling dia benci, Marsha lebih menyukai pelajaran biologi, maka dari itu wajar dia bisa menggambar penampang alat reproduksi laki-laki dengan sakit detail.

“Bicara saja, apa yang mau kamu bicarakan sampai harus bertemu,” ucap Jeremy masih dengan kepala menunduk.

“Om tidak punya sopan santun ‘kah? tidak boleh bicara tanpa menatap wajah lawan bicara. Itu pelajaranku saat TK, masa manusia sebesar Om tidak paham dengan hal semendasar itu,” cibir Marsha. Seharusnya sebelum ke sana dia membeli maklor dengan bubuk kebon cabe level tiga puluh agar semakin pedas ucapannya.

Mendengar sindirian yang setajam mulut tetangga itu, Jeremy pada akhirnya melepas kacamata dan meletakkan pulpen di tangannya. Ia melakukan apa yang menjadi keinginan Marsha, memandang wajah gadis itu saat berbicara.

“Sudah? sekarang bicaralah!” titah Jeremy.

“Akhir minggu ini ada peresmian gedung baru di rumah sakit Mami, Om diminta datang,” kata Marsha.

“Lalu apa ada masalah? tenang saja aku akan datang dan menjemputmu, jika sudah selesai bicara kamu bisa pulang, masih cukup ‘kan ongkosnya?”

Jeremy membuat gerakan mengusir dan hampir kembali memakai kacamatanya. Namun, tak dia duga Marsha mengejutkan dengan fakta yang sebenarnya sudah dia tahu dan sembunyikan.

Ya, gadis itu jauh-jauh datang dengan maksud yang lebih besar, kalau hanya mengajak Jeremy ke peresmian gedung baru rumah sakit sang mami, Marsha bisa melakukannya via pesan.

“Aku tahu kekasih Om bekerja di rumah sakit mami, apa dia tahu kalau pemilik rumah sakit tempatnya bekerja adalah calon mertua Om?” Marsha tersenyum iblis, Jeremy pun sampai menjatuhkan kacamata yang baru saja dia angkat.

“Dari mana bocah ini tahu? apa dia memata-matai atau mencari informasi tentangku dan Mia. Bahkan aku tidak memberitahu Mia bahwa gadis yang akan menikah denganku adalah putri pemilik rumah sakit di mana dia bekerja,” gumam Jeremy di dalam hati

“Dari mana kamu tahu?” tanyanya dengan sorot mata tajam, Marsha bahkan langsung kehilangan senyuman.

“Menyelidikinya lah, Om pikir aku anak ingusan bodoh?” Marsha menyeringai, gentar juga Jeremy melihat perubahan ekspresi wajah gadis itu.

“Setidaknya aku harus tahu siapa pacar Om karena Om Jerami juga tahu siapa pacarku, itu baru namanya adil. Bagaimana jika Om setelah kita menikah memberinya jatah money lebih banyak dari aku? Oh … tentu aku tidak akan terima.”

Jeremy kehabisan kata, dia tidak bisa menjawab ucapan bocah yang belasan tahun lebih muda darinya itu. Marsha dengan cerdiknya meminta Andro menyelidiki Jeremy beberapa hari ini. Ia membayar pacarnya untuk memata-matai calon suaminya. Sungguh pintar, apa lagi Andro sejatinya memang mata duitan, Marsha bahkan memberikan biaya operasional selama penyelidikan itu.

“Katakan padanya kalau calon istri Om adalah putri pemilik rumah sakit tempat dia bekerja, karena jika tidak aku takut pacar Om itu akan pingsan saat bertemu kita di acara itu. Karena jika sampai itu terjadi, aku jelas tidak akan membiarkan Om menggotongnya,” cerocos Marsha.

“Ya kali membongkar sandiwara sebelum lakon dimulai."

_

_

_

Scroll ke bawah 👇

1
Sweet Girl
Ho'o, apa Je...???
Sweet Girl
Terus gimana dengan Peter Sya...
Sweet Girl
Kasihlah Je... dikit dikit aja...🤪
Sweet Girl
Sekarang jangan sok kepedean kamu, NDroo
Sweet Girl
Banget...
Sweet Girl
Ada dong...
nanti tak pinjemin ke Orang tua ku....
Sweet Girl
mau dong... tapi mungkin jumlahnya juga 100rb Sya ...
Sweet Girl
Karepmu wes Jerami....
Sweet Girl
Kalo orangnya tekanan darah nya Normal, Rey...
Sweet Girl
Calon Kakak Iparmu...
Sweet Girl
Ya masak... mirip salah satu Geng Jojoba.
Sweet Girl
Marsha gitu lhoooo
Sweet Girl
What the Moncer moncer...???
Sweet Girl
jangan Sampek nolnya ngglinding.
Sweet Girl
Dalam kepalanya langsung keluar kalkulator
Sweet Girl
🤣🤣🤣🤣🤣🤧
Sweet Girl
Oooaaalah Oma... maksimal sekali usaha nya...
Sweet Girl
Gosip ae gae jooom Oma...
Sweet Girl
🤣🤣🤣🤣🤣🌞🌞🌞🌞
Sweet Girl
Mulai sekarang mending belajar, untuk menandingi Marsha.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!