BACALAH BAGIAN "BAB 1 TERBARU" PALING BAWAH, JANGAN BACA YANG "1" KARENA CERITA TENGAH DI REVIEW.
Cerita ini mengisahkan tentang Synus Yang berusaha mendatangi dan membebaskan Yusuf yang terpenjara di penjara abadinya. Tidak mudah memang, Synus pun melewati negeri-negeri yang misterius, berbahaya, mencengangkan, menakjubkan dan mampu merenggut nyawa. Namun itu semua dilakukan untuk Yusuf yang bukan kekasih nya dan hanya sekedar teman. Aryan kekasih Synus, ia tinggalkan demi Yusuf yang hanya sekedar teman.
LALU, APA YANG SEBENARNYA TERJADI DIBALIK SEMUA INI ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon I Firmo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22
Perjalanan sudah ditempuh jauh oleh Aryan dan Yusuf. Hingga pada suatu ketika, mereka berdua berhasil keluar dari hutan belantara.
Jalan setapak berbata putih indah, masih terlihat hingga sejauh mata memandang.
Sekarang, sebuah hamparan lumpur cokelat terhalang menjadi dua bagian. Karena adanya sebuah jalan setapak berbata putih indah di tengah-tengah nya.
Aryan menjelikan pandangan nya jauh kedepan,
"Seperti nya tak ada jalan yang menanjak didepan sana. Tetapi, siapa yang membuat jalan setapak ini ? sungguh ada niat juga..."
Sedangkan Yusuf yang berdiri di sisi Aryan, terlihat tidak tenang. Karena ia tahu, jalan setapak putih ini adalah jejak Unicorn yang membawa Synus ke pegunungan Pelangi.
Lalu Yusuf berkata di dalam hati nya,
°... Bisa gawat kalau Aryan terus menerus kan perjalanan nya. Tidak lama dari sini, pasti Pegunungan Pelangi akan terlihat pancaran indah nya. Tapi, aku tidak bisa begitu saja membunuh nya...°
Sahutan Aryan pada Yusuf, membuat Yusuf berhenti berkata didalam hati nya,
"... Yusuf, bagaimana menurut mu ?"
Ujungnya Yusuf hanya pura-pura tidak dengar, "Ehm, apa...? apa kau bilang ?"
"Bagaimana menurut mu ?"
Kemudian, jari telunjuk Aryan diarahkan jauh ke depan,
"Kalau kita mengikuti jalan setapak ini, apakah akan sampai ke Pegunungan Pelangi, atau tidak akan pernah sampai ?"
Perkataan Aryan, Yusuf resapi. Ia kembali berkata di dalam hati nya.
°DI puncak pegunungan Pelangi, ada Singa terbang. Apakah Singa itu jahat ? atau sebalik nya ? Tetapi, aku pernah dengar dari seseorang bahwa Singa terbang dapat menaklukkan Pemuda, ia sangat benci Pemuda, pasti nya begitu. Hmmm...°
Telapak tangan Aryan, digerak-gerakkan di depan wajah Yusuf.
"Heiii...! apakah kau baik-baik saja ?"
Spontan, Yusuf sedikit terkejut. Dan akhir nya, ia tertawa garing.
"Ahahahahaha... kurasa kita lebih baik lanjutkan saja perjalanan ini. Kau bisa melihat sekeliling, bukan. Semua nya lumpur, lumpur yang mampu menghisap sampai mati"
Aryan pun menganggukkan kepalanya,
"Kamu benar juga. Baiklah, ayo kita lanjutkan. Sepertinya kita akan berpetualang"
Setelah berkata penuh antusias, Aryan berjalan lebih dulu dibanding Yusuf.
Sesaat Aryan berjalan lebih dulu dari nya, Yusuf menggeram kecil ke arah Aryan.
"Aku tahu diri mu, aku tahu diri mu...!"
Kemudian, Yusuf mengeluarkan kebahagiaan palsu nya dihadapan aryan.
"Aryan, tunggu akuuu"
Ungkap nya sambil berlari ke arah Aryan.
Lalu dari jauh, Aryan menyahut balik.
"Ayolah Yusuf, hari akan segera gelap..."
|
Di istana megah, di pusat kota kerajaan Yunani.
Terkurunglah, Icalius di ruang bawah tanah. Tempat nya, untuk penyiksaan.
Kedua tangan nya terikat disebuah tiang, kedua kaki nya terikat di sebuah tiang yang sama. Bibir Icalius tidak dibekam, tetap di biarkan terbukam.
Selama berjam-jam, Icalius terus berusaha berteriak meminta pertolongan. Sayang sejuta sayang, tak ada yang mendengar kan tangisan lemah sang putri Albania. Hingga akhirnya, Icalius menyerah. Dan ia hanya pasrah kepada Tuhan.
Air matanya mengalir begitu deras, rasa penyesalan telah mengenal Yusuf. Sekarang, hanyalah sebuah bayangan dendam.
"Heee, heee, heee... Seseorang tolong lah akuuu... Aku di kurung oleh Ratu Yusin dan Yusuf..."
Kemudian, bola matanya memperhatikan benda-benda untuk penyiksaan.
"Heee... apakah aku akan disiksa seberat yang aku pikirkan ? Heee...."
Tiba-tiba, dari pintu besi yang berat bila didorong. Masuk lah Ratu Yusin dengan wajah yang penuh kepuasaan.
Spontan, Icalius berkata-kata penuh kekesalan kehadapan Ratu Yusin yang berjalan mendekati nya.
"Akuu tahu kau, Yusin...!!! akuu tahu kau...! Kau dan Yusuf lah yang selama ini membunuh Sang Raja dan sang calon istri Raja. Kau dan Yusuf lah yang selama ini telah Berani-berani nya menjebak aku. Dan aku tahu tujuan mu, yaitu menguasai segala nya dari kerajaan Albania. Tetapi itu tidak akan pernah bisa...!!!"
Pecut panjang yang sudah dipegang erat oleh Ratu Yusin, di layangkan langsung ke tubuh Icalius.
BRAKSSSS..............!!!
Icalius menjerit kesakitan,
"Aaaahhhhh........! sakiittt..........! musnahlah kau dari muka bumi, Iblis...!"
Dagu nya, Ratu Yusin angkat dengan penuh kesombongan.
"Silahkan kamu hina ku sepuasnya, silahkan kamu marahi diri ku sepuasnya. Dan aku hanya akan berkata. Selamat, kematian anda yang mengerikan sudah didepan mata. Ahahahahahaha......... !"
Namun Icalius semakin menggeram hebat ke arah Ratu Yusin. Ia berkata,
"RAMALAN ITU !"
Pecut yang Ratu Yusin pegang, terjatuh begitu saja ke lantai.
"Jangan katakan, jangan ucapkan, dan jangan jelaskan isi ramalan itu..!!!!!!!"
Salah satu halis Icalius, ia angkat sedikit. Mimik wajah nya terlihat mempermainkan kegetiran Ratu Yusin, yang kini dirasakan nya.
"Memang tidak akan pernah ku ucapkan dan ku jelaskan isi nya. Namun, tetap kehancuran mu dan Yusuf tinggal menghitung jari. Aku akan mati dengan tenang, tapi diri mu akan mati dengan tidak tenang...!"
Amarah Ratu Yusin meledak hebat di kepalanya. Pecut yang terjauh dilantai, ia ambil lagi. Kemudian dinyalangkan langsung ke tubuh Icalius.
Tubuh Icalius yang mungil, di pecut selama berkali-kali oleh Ratu Yusin. Sambil memecut tubuh Icalius dengan penuh kekesalan, Ratu Yusin berkata.
"******** diri mu itu...!!!!!!! Kurang ajar diri mu itu..!!!! Aku pasti nya akan hidup abadi karena tidak akan lama lagi danau kehidupan akan segera dikuasai oleh ku di Antartika sana....! setelah kau ku bunuh,dan kerajaan kau, jatuh ke tangan kuuuuu....!!!!!!! Icaliuuuuus....!!!"
Icalius hanya bisa berteriak kesakitan, dan ia terus berusaha menahan rasa sakit yang luar biasa ini. Darah mengalir, dari tubuh Icalius karena pecutan tajam.
Setelah Ratu Yusin selesai memecut Icalius, nafasnya terengah-engah. Wajah nya penuh amarah pada Icalius.
Sedangkan Icalius, yang rambut nya sekarang menjadi acak-acakan. Berkata,
"....apa ? masih belum puas ? tetap, ramalan itu akan menjadi kenyataan...."
Akhirnya, Ratu Yusin menjerit keras.
"Aaaaahhhh.......!!!!!!!! kurang ajarnya diri mu itu, Icaliuuuuus......! Aku si penguasa Yunani......!!! berani-berani nya kauuu....!!!!"
Lalu, Ratu Yusin keluar dari ruangan bawah tanah ini. Hati nya menjadi terbakar hebat, akibat ucapan Icalius.
|
Disepanjang lorong bercahaya biru, dihasilkan dari kristal biru yang tertancap di dinding hitam.
Ratu Yusin berjalan ke sebuah tempat paling ujung yang berada di lantai paling atas nya Istana.
Tidak jauh dari pandangan Ratu Yusin, ada sebuah pintu hitam kayu yang besar. Kemudian Ratu Yusin membuka nya.
Lalu, dengan pintu yang tetap terbuka, Ratu Yusin menghampiri sebuah buku berdebu yang sangat kuno, buku itu tertaruh di meja tanpa kursi.
Ratu Yusin berdiri jauh membelakangi pintu yang tetap terbuka. Halaman dari buku ini, ia bolak-balik. Hingga akhirnya, halaman yang dituju, di temukan nya.
Jari telunjuk kanan Ratu yusin ditepuk-tepuk ke halaman buku. Wajah nya sedikit mengernyit.
Keringat dingin keluar dikepalanya, kedua bola matanya terus membaca dari awal hingga akhir.
Tiba-tiba, buku yang terbuka dengan lebar. Ratu Yusin pukul menggunakan kedua telapak tangan nya.
"Sialan...! Bagaimana caranya menghentikan ramalan iniii..."
Dari arah pintu yang terbuka, datanglah Ruru sembari mengetuk pintu.
"...Ratu, ada yang bisa saya bantu ?"
Tanpa menoleh ke Ruru, Ratu Yusin menyeru.
"Kemari..."
Tanpa jawaban pula dari Ruru. Diri nya langsung berdiri di belakang Ratu Yusin.
Kemudian Ratu Yusin memberikan sebuah kunci.
"Jaga kunci ini baik-baik, ini kunci menuju ruang bawah tengah. Tempat Icalius di kurung"
Kata Ratu Yusin, tanpa menoleh sedikit pun ke Ruru.
Spontan, Ruru terkejut. Dan sekarang ia tahu, Icalius dikurung dibawah tanah. Tanpa basa-basi, Ruru ambil kunci nya itu dari jari-jari Ratu Yusin.
"...Baiklah Ratu, akan aku jaga baik-baik"
Ratu Yusin kembali fokus dengan buku berdebu itu.
Karena penasaran, Ruru bertanya.
"Maaf Ratu, apa yang sedang Ratu baca...?"
"Afrillos... putra Mahkota yang hilang akan segera kembali..."
Hati Ruru seperti dikejutkan oleh sesuatu. Wajah nya pun menjadi penuh kebahagiaan. Tidak lama kemudian, Ruru pamit.
MY TROUBLE MAKER SECRET HUSBAND
Wahh 😱😱 cari Apel?? Enak dong, kalo bisa ketemu Apel saat hacking begitu
Muslihat berkuasa
Saat hati goyah
Maka terjerumus dalam nestapa
Yusuf pasti iri dan cemburu, melihat kebaikan dan kemesraan Firmo
Eh .......siapa cewek yang selalu mengikuti itu 🤔🤔
Itu goa tidak pernah di jamah, kupikir bukan Icallius saja yang takut. Bagaimana tidak 🤔🤔