Follow Ig : Mommy_Ar29
Karena sebuah kesalahpahaman, membuat Rasya memiliki seorang putri tanpa adanya sebuah ikatan pernikahan.
Cacian dan makian dari nenek putrinya, membuat Rasya memiliki dendam yang begitu dalam.
Segala upaya ia lakukan untuk melindungi putrinya agar tidak bertemu atau mengenal keluarga dari ibu kandungnya. Karena Rasya tidak ingin putrinya mendapatkan perlakuan buruk dari neneknya.
Akankah Rasya berhasil menyembunyikan status Arshyla?
Apa jawaban yang tepat untuk menjawab pertanyaan- pertanyaan Arshyla tentang dimana ibunya?
Bagaimanakah kisah Rasya dan Arshyla selanjutnya? siapakah wanita yang pantas mendapatkan hati Rasya juga Arshyla?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Serba salah
‘Sudah sampai rumah?”
“Sudah tidur kah?”
“Anna—"
Berulang kali Rasya mengetik sebuah chat pada layar ponsel nya, namun berulang kali pula dia menghapus nya. Ingin menyapa, namun begitu sulit untuk di lakukan, ingin bertanya namun merasa tak pantas. Hingga pada akhirnya, dirinya merasa sesak dan harus menghela napas nya dengan kasar secara berulang.
Rasya tidak memiliki penyakit apapun, namun, setiap kali dirinya mengingat bagaimana sahabat nya menggandeng tangan Anna, entah mengapa membuat jantung nya berdetak semakin cepat. Rasanya begitu sesak, dan ia sangat ingin melarang nya, menahan agar sahabat nya tak mengulangi nya lagi, tapi dirinya juga sadar bahwa dia bukan lah siapa siapa. Dia tidak memiliki hak akan hal itu.
“Astagaaa!” jerit Rasya begitu frustasi.
****
Pagi harinya, Rasya seperti biasa ia mengantarkan Chila untuk ke sekolah. Sudah tiga hari berturut turut, Anna selalu menyusul atau mencegat nya saat di sekolah Chila. Tiga hari itu juga, Anna memberikan nya dan Chila bekal makanan. Dan kini, entah mengapa hingga saat Chila hendak masuk, Anna tak juga muncul.
“Sayang, nanti ayah akan ada meeting, kamu di jemput sama Mama, oke.’” Kata Rasya yang sedang duduk berjongkok di hadapan Chila untuk menyamakan tinggi nya.
“Sama Mama? Sama, tante Forzen juga gak?” tanya Chila begitu antusias.
“Emmt,, Ayah tidak tahu. Nanti coba tanya sama Mama yah, Chila gak boleh nakal.Sore, ayah akan menjemput Chila di rumah mama, oke.”
“Kok rumah mama? Bukan rumah tante Forzen?’ tanya Chila lagi sambil memiringkan kepala nya.
“Sayang, Chila sama mama, bukan sama tante Frozen.” Kata Rasya dengan tegas,membuat Chila langsung memanyunkan bibir nya.
“Ya sudah,” jawab Anna sedikit cemberut, lalu ia segera mencium tangan Rasya dan segera masuk ke dalam kelas nya.
Melihat langkah kaki Chila yang begitu gontai, membuat Rasya menghela napas nya dengan berat. Dia baru sadar, sepertinya memang Chila sudah sangat dekat dengan Anna, ah mereka sangat cepat dekat hanya dalam kurun waktu kurang dari satu bulan. Sejak kepergian Michele dan Aldi berbulan madu saat itu, Anna dan Chila menjadi semakin dekat dan lengket bak perangko dan kertas.
****
“Selamat siang Pak,” sapa Dianra saat memasuki ruangan Rasya setelah mengetuk pintu beberapa kali dan tidak di buka.
“Hem, ada apa?” tanya Rasya tanpa mengalihkan perhatian nya pada laptop.
“Anda ada meeting siang ini, dan jarak lokasi dari kantor lumayan, apakah tidak sebaiknya kita berangkat sekarang?” tanya Dianra sedikit pelan.
“Hemm, baiklah,” jawab Rasya lagi, namun dirinya tak juga segera beranjak melepaskan pandangan nya dari layar monitor. Dianra tidak tau apa yang di lihat oleh atasan nya hingga tumben sampai mengabaikan pekerjaan seperti ini. Namun satu hal yang Dianra yakin, Rasya menatap layar monitor bukan karena pekerjaan. Dianra yakin itu, karena sejak tadi Rasya begitu serius dan tak jarang pula Rasya tersenyum dan terkekeh sendiri seolah ada yang lucu yang dia lihat.
“Pak Rasya,” panggil Dianra lagi untuk yang ke sekian kalinya, hingga barulah Rasya tersadar dan segera mematikan layar monitor nya. Ia segera mengambil jas nya dan memakainya, lalu ia berjalan keluar menuju restauran tempat ia dan klien akan membicarakan kerja sama sambil makan siang.