NovelToon NovelToon
Kaya Mendadak

Kaya Mendadak

Status: tamat
Genre:Komedi / Misteri / Spiritual / Cintamanis / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:377k
Nilai: 5
Nama Author: cilamici

Asep seorang pemuda biasa saja, yang selalu tersisih dari kancah dunia percintaan, ditolak ciwi-ciwi karena selalu tongpes, bokek dan misquin.

Tiba-tiba suatu hari Asep ketiban Durian runtuh sepohon-pohonnya. Walhasil Asep dalam sekejap jadi OKB.

Yuk kita intip, apa yang membuat Asep bisa memperbaiki nasibnya... Hihihi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cilamici, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22. Pagi Yang Sibuk

"Lho, barusan itu ada cewek kok Bu Lisa."

Kata Bu Resti menunjuk ke pintu.

Plak!

Emak nabok lengan Bu Resti.

"Aduh Bu Resti ini, jangan mengadi-ngadi Bu, beneran saya di rumah sendirian sejak kemarin, kan si Asep di rumah Bibiknya karena Bibiknya lagi tinggal di Salatiga nemenin si SaNi itu yang baru beli rumah baru."

Bu Resti jadi mengerutkan kening.

"Hayuk kalau tidak percaya, saya kasih lihat rumah saya kosong."

Kata Emak sambil meraih tangan Bu Resti dan bersiap menariknya, tapi Bu Resti tidak mau.

"Lah gimana Bu Resti ini, kok tidak mau, hayuk biar kita buktikan sama-sama tidak ada siapa-siapa di rumah."

Ujar Emak.

"Aduh Bu Lisa, saya mau bikin sarapan, sudah ya, anggap saja saya salah lihat."

Kata Bu Resti.

Haduh, Bu Resti ini, sudah menakuti sekarang malah mau pergi, tidak tanggungjawab. Batin Emak.

Di tengah kehebohan di antara Emak dan Bu Resti, Bu Putri Marfuah yang sepertinya akan beli nasi uduk lewat.

"Ada apa nih?"

Dan jelas pasti, jiwa keponya pun langsung meronta.

"Eh, ya sudah ya Bu Lisa, Bu Putri, saya duluan."

Kata Bu Resti pamit lalu segera ngacir pergi, ia sempat melihat ke arah pintu rumah Emaknya Asep lagi dengan bergidik.

Emak melihat Bu Resti ngacir macam ketakutan jadi menghela nafas.

"Ada apa Bu Lisa?"

Bu Putri Marfuah kembali bertanya.

"Ooh Bu Putri, itu Bu, tadi Bu Resti tanya apa saya lagi kedatangan keponakan, saya bilang saya di rumah dari kemarin sendirian, eh dia bilang katanya wong lihat cewek cantik di rumah, saya mau ajak masuk biar membuktikan sama-sama, malah Bu Resti tidak mau."

Bu Putri yang kepo jadi celingak-celinguk ke arah rumah Emak.

"Cewek cantik, Bu Resti lihat di mana?"

Tanya Bu Putri.

"Ya katanya di rumah, itu di rumah saya."

Ujar Emak.

Bu Putri Marfuah terlihat bergidik.

"Duh ngeri amat sih Bu Lisa, masa iya ada hantunya Bu di rumah Bu Lisa."

Kata Bu Putri lagi.

Plak!!

Tentu saja Emak menabok Bu Putri.

"Tega sekali Bu Putri mah, saya kan sekarang sendirian, malah ditakuti."

Kata Emak.

Bu Putri tersenyum.

"Tidak usah takut Bu, kan sudah siang."

Kata Bu Putri.

"Lah nanti kan juga ketemu malam."

Emak tepuk jidat.

"Oh iya juga ya, hihihi..."

Bu Putri malah cekikikan.

"Eh iya, saya mau beli nasi uduk malah lupa, duluan ya Bu, babay..."

Bu Putri melambaikan tangan.

Emak kembali menghela nafas.

Emak terlihat luntap-luntup melihat ke rumahnya sendiri.

Ah yang benar saja, masa iya dia harus takut sama hantu di rumahnya sendiri, nanti apa kata semut merah?

Emak akhirnya memberanikan diri masuk ke dalam rumah.

"Jangan ganggu ya, Emak ini kan hanya ibu yang polos dan tidak alay, jadi jangan diganggu ya..."

Kata Emak komat-kamit sendirian sambil masuk ke dalam rumah.

Sepi.

Kosong.

Aman.

Tak ada apa-apa.

Emakpun menghela nafas lega.

Ah pasti Bu Resti hanya salah lihat, ya kan?

Batin Emak menghibur diri.

**----------**

Jam enam pagi lebih lima belas menit, saat akhirnya Bu Iswanto menyelesaikan semua masukannya.

Masak sarapan terniat sepanjang ia jadi Ibu-ibu.

Bihun kecap pedas, Martabak telor, Gorengan tahu, Kerupuk udang dan tumis kacang panjang yang dicampur irisan tempe.

"Nasinya dibungkus pakai kertas minyak saja Kais, bungkusin lima sekalian biar banyakan."

Kata Bu Iswanto sambil memisahkan lauk yang untuk suaminya dan baru setelah itu memasukkan sisanya ke rantang-rantang yang di susun rapi.

"Bu nanti martabaknya sisain dua buat Kais makan di rumah."

Kata Kais.

"Kamu ngga makan di tempat Asep sekalian?"

Tanya Emak.

"Enggak ah Bu, nanti nganterin aja terus pulang."

Ujar Kais.

"Oh ya sudah."

Bu Iswanto akhirnya menyisakan tiga martabak untuk Kais makan di rumah.

"Kais telfon Depy dulu Bu."

Ujar Kais sambil menuju kamarnya.

Bu Iswanto yang sudah selesai menata rantang berisi lauk kembali ke dapur untuk menyiapkan wedang teh untuk sang suami sarapan.

Tuuut...

Sambungan telfon Kais ke Depy terhubung, dan tak perlu menunggu lama, Depy sudah mengangkat panggilannya.

"Ya Kais, ada apa ya?"

Terdengar suara Depy bertanya.

"Anterin aku kirim sarapan yuk ke tempat..."

"Yuk."

Sahut Depy tanpa perlu menunggu Kais menyelesaikan kalimatnya.

Eh buset, cepet amat jawabannya.

Ini kalau di lomba cerdas cermat pasti pulang bawa piala nih. Batin Kais.

"Kapan? Sekarang? Oke, tunggu."

Kata Depy pula.

Lah, belum juga ngobrol.

Kais geleng-geleng kepala.

Lalu tuuuuut...

Sambungan telfon putus.

Depy rupanya langsung capcus bersiap agar bisa otewe menuju rumah Kais.

Kais membawa hp nya ke ruang makan lagi, tampak sisa gorengan tahu lumayan banyak, jadi Kais ambil satu untuk nyemil.

Perutnya kruyak-kruyuk, tapi sudah tidak mungkin jika Kais sarapan dulu, sedangkan Depy pasti sebentar lagi sudah sampai.

"Pulangnya mampir beli kue pukis Gombong ya Kais."

Kata Pak Iswanto yang terlihat baru pulang dari jalan-jalan.

Pak Iswanto biasanya memang sehabis dari mushola langsung jalan-jalan sekitar rumah lalu ke sawah untuk sekalian menengok kebun miliknya.

Jika ada kelapa yang jatuh, atau buah yang sepertinya sudah masak, biasanya ia akan membawanya pulang sekalian.

Pak Iswanto memberikan selembar yang lima puluh ribuan kepada Kais.

"Beli lima puluh ribu Pak?"

Tanya Kais.

"Belinya sepuluh ribu saja, sisanya buat kamu beli pulsa."

Kata Pak Iswanto.

Tentu saja Kais langsung senang.

"Oke deh Pak, siap pokokya."

Kata Kais semangat.

"Ssstt, jangan keras-keras, nanti Ibumu marah."

Ujar Pak Iswanto.

Ya biasalah, Emak-emak kan disiplin soal keuangan, beda sama Bapak-bapak yang kalau lagi ada uang ya santai saja kasih uang lebih untuk anak.

(Anak sendiri ya Bapak-bapak, jangan anak orang lalu dipacarin, ingat umuuur, udah tua, jadilah pengayom generasi muda, jangan malah merusak dengan jadi sugar daddy.

Ngasih anak orang nggak apa, kalau anak itu anak yatim dan niatnya sedekah, atau kasih beasiswa. Menjijikan sekali sudah tua menggunakan uang untuk merusak anak-anak. Sangat tidak bermartabat.)

"Kerupuknya masukkan ke plastik Kais."

Kata Ibu yang baru nongol dari dapur.

Bu Iswanto terlihat membawa segelas teh panas kebul-kebul untuk suaminya yang sudah duduk di ruang makan.

"Sudah pulang Pak?"

Bu Iswanto meletakkan wedang teh nya di meja depan Pak Iswanto.

Kais sibuk mengambil plastik di rak, lalu kembali ke meja makan membuka toples dan memasukkan kerupuk udang.

Di luar terdengar motor Depy mendekat lalu berhenti di depan rumah.

"Depy tuh Bu."

Kata Kais.

"Mau anterin kamu?"

Tanya Bu Iswanto.

"Bukan mau lagi, gercep."

Sahut Kais sambil kemudian cekikikan.

**----------------**

[Sori ya, kemarin aslinya mau up lumayan banyak nih buat Asep, dan mau up satu lagi buat Zizi, tapi berhubung ada penampakan kepala buntung di kamar Othor, walhasil tak jadi up lagi, karena Othor akhirnya memilih berdiam diri lalu tiduran. hihihi...]

1
Fida
Luar biasa
zevs
Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatu
Bismillahirrahmanirrahim
izin maraton thor . . . .
snow Dzero
Luar biasa
Ken Keenan
Keren.. ringan gaya bahasa asyik, sangat menghibur, rekomen untuk dibaca. Te O Pe..
novita setya
bani di skip aja..bw pengaruh buruk ke asep. tar kl asep kesandung yg ketawa paling keras si bani,yg kabur duluan juga si bani dasar teman rasa penghianat
novita setya
keluarga besar asep rukun ga saling julid..bener2 hal mewah dijaman skrg
novita setya
mikimos pesen etalase..etdah mo buka warung keknya
novita setya
oala msh tetanggaan sm depy & ela
Naida Iko
waduh
Daddy Ghani
Dasar hantu nenek matre🤣🤣
Guz Pur
novel Lou TeOpe bgt thoirr gue suka gaya Lou
nisa
ok kk critanya mksih
Cila Mici: hehehe makasih juga ya
total 1 replies
Angel Poerba
keren abiss
Romi Tama
bagus ceritanya
Cila Mici: hehehe makasih makasih
total 1 replies
abdan syakura
Assalamu'alaikum kak Cila..
Aq mampir nih...
Cila Mici: waalaikumsalam... okay ka... 🥰
total 1 replies
Tama!
Halo kakak Author izin buat dubbing novelnya ya kak 😊
Cila Mici: monggo hehehe
total 1 replies
Okta Via
ceritanya sederhana.menghibur dan banyak yg bisa kita pelajari dr cerita ini
sukses buat penulisnya karya yg bagus
Cila Mici: wkwkwk asep suresep yg baunya kayak kecoak,

makasih makasih ya udah mampir
total 1 replies
adriana nadirah 🐻💜
rasanya asep jomblo sampai skrg mesti angkara melati...🤭🤭🤭
Cila Mici: hahhaahhaa...
total 1 replies
adriana nadirah 🐻💜
trm ksh thor...br nak tanya😘😘😘
Cila Mici: kembali kasih donhs
total 1 replies
Azaidane Azaidane
padahal karya author cila bagus bgt semua y.. tp jempol y dikit.. bayak yg baca tp pelit ngasih jempol.. semangat d sukses y tor...
Cila Mici: wkwkkwk gpp, mgkin lupa ngelike aja,
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!