NovelToon NovelToon
Harusnya Aku Yang Disana

Harusnya Aku Yang Disana

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Mengubah Takdir / Penyesalan Suami
Popularitas:19.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira ohyver

Dua tahun menjalani hubungan rahasia (backstreet) dengan Dimas—pria matang keturunan darah biru—Kirana rela mengambil keputusan terbesar dalam hidupnya. Ia melepaskan masa lalu, melawan restu keluarganya sendiri, hingga meruntuhkan tembok perbedaan besar demi menyamakan arah masa depan dan bersiap melangkah ke jalan yang sama dengan sang kekasih.
Namun, tepat di hari saat ia siap menyerahkan seluruh hidupnya, takdir menghempaskannya tanpa belas kasihan. Di sebuah gedung pesta yang megah, dunia Kirana seolah runtuh. Di atas pelaminan mewah, Dimas justru bersanding dengan wanita lain yang merupakan atasannya sendiri. Tanpa ada kata putus, tanpa perpisahan hangat. Kirana ditinggalkan begitu saja dalam kehampaan oleh pria yang berjanji menjadi kompas hidupnya.
Sanggupkah Kirana bertahan dan menemukan kembali jati dirinya setelah pengorbanan tulusnya diinjak-injak? Dan bagaimanakah takdir menjemput penyesalan terdalam sang lelaki darah biru tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira ohyver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tamparan Wibawa di Ambang Pintu Ruko

Hembusan angin sore terasa mendadak berhenti di sekitar gang ruko konveksi. Suara bising dari mesin jahit di dalam ruangan laksana meredup, tergantikan oleh ketegangan yang luar biasa pekat dan mencekam. Warga sekitar, mulai dari ibu-ibu yang sedang berbelanja di warung sebelah hingga para tukang ojek di persimpangan, menghentikan aktivitas mereka. Semua pasang mata tertuju pada sosok wanita paruh baya berpakaian setelan sutra mewah yang baru saja melangkah turun dari mobil Alphard hitam mengkilap itu.

Ibu Ratna berdiri dengan dagu yang terangkat angkuh. Sepasang matanya yang dilapisi riasan tebal menatap lurus ke dalam ruko, tepat ke arah Kirana yang sedang berdiri bergeming di dekat tumpukan kain busana ibadah seruni.

Melihat Kirana yang sekarang mengenakan gamis biru longgar dipadukan dengan kerudung panjang berwarna senada, ada sebuah letupan rasa cemburu yang begitu dahsyat membakar dada Ratna. Kirana terlihat sangat cantik, anggun, dan memancarkan aura kesucian yang tidak akan pernah bisa dibeli dengan uang miliaran rupiah milik Ratna. Kenyataan bahwa wanita di hadapannya ini telah memeluk keyakinan baru—menyamakan jalan spiritual dengan Dimas di masa lalu—benar-benar menjelma menjadi sebilah pisau yang merobek-robek ego Ratna seketika itu juga.

"Nyonya... apakah perlu saya temani ke dalam?" tanya sopir pribadinya dengan sangat takzim, bisa merasakan hawa kemarahan yang memancar dari tubuh majikannya.

"Tidak usah! Kamu tunggu saja di mobil!" seru Ibu Ratna dengan nada ketus.

Dengan langkah kaki yang dihentak-hentakkan di atas tanah, Ratna melangkah masuk melewati pagar ruko. Suara ketukan dari sepatu hak tinggi miliknya menggema nyaring, memecah keheningan sore itu.

Aisyah yang sadar akan kehadiran tamu tak diundang yang memancarkan energi negatif itu, langsung melangkah cepat ke depan, memasang badannya untuk melindungi Kirana. "Maaf, Ibu siap—"

"Minggir kamu! Urusan saya bukan dengan pembantu konveksi seperti kamu!" bentak Ibu Ratna dengan suara melengking, langsung mengibaskan tangannya dengan sangat kasar untuk mengusir Aisyah.

"Aisyah, tidak apa-apa. Biarkan beliau masuk," suara Kirana terdengar begitu tenang, jernih, dan tidak ada getaran ketakutan sedikit pun di dalamnya. Kirana melangkah maju dua tapak, berdiri kokoh berhadapan langsung dengan wanita yang beberapa bulan lalu telah merebut paksa masa depannya.

Ibu Ratna berkacak pinggang, menatap sekujur tubuh Kirana dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan pandangan yang teramat merendahkan. "Oh, jadi di sini tempat persembunyian kamu sekarang, Kirana? Di sebuah ruko kontrakan sempit dan berdebu ini? Bagus ya, setelah gagal mendapatkan rumah layak huni dan gagal menjadi istri siri suamiku, kamu beralih profesi menjadi tukang jahit murahan!"

Kirana hanya mengulas seulas senyuman tipis yang sangat berkelas, sebuah senyuman penuh maklum yang justru membuat keangkuhan Ratna mendadak terasa hambar. "Selamat datang di tempat usaha saya yang sederhana, Ibu Ratna. Jika Ibu datang jauh-jauh dari ibu kota menggunakan mobil mewah hanya untuk menghina mata pencaharian saya yang halal ini, maka saya menyayangkan waktu dan bahan bakar mobil Ibu yang terbuang sia-sia."

Wajah Ibu Ratna sempat menegang mendengar ketenangan Kirana. Dia mengira Kirana akan menangis atau ketakutan karena dilabrak oleh istri sah di depan publik.

"Jangan sok berwibawa kamu di depan saya, Kirana!" pekik Ibu Ratna kian histeris, suaranya sengaja dikeraskan agar didengar oleh para warga yang mulai berkerumun di luar pagar ruko. "Kamu itu perempuan gatel! Perempuan tidak tahu diri! Kamu sengaja kan memanfaatkan status keyakinan barumu itu untuk menarik simpati Dimas?! Gara-gara kamu... gara-gara pesan-pesan rayuan murahan yang kamu kirimkan diam-diam, Dimas tidak pernah pulang ke rumah selama dua hari ini! Dia mengabaikan saya karena pikirannya sudah kamu racuni, pelakor!"

Mendengar kata "pelakor" yang diteriakkan dengan lantang oleh Ratna, beberapa ibu-ibu di luar pagar ruko mulai berbisik-bisik riuh. Suasana kian memanas.

Aisyah sudah tidak bisa menahan kesabarannya lagi. "Heh, jaga mulut Ibu ya! Siapa yang Ibu sebut pelakor?! Kirana tidak pernah—"

"Aisyah, cukup," Kirana kembali memegang lembut lengan Aisyah, memberi kode agar sahabatnya itu tetap tenang.

Kirana menarik napas dalam-dalam, lalu melangkah maju tepat satu jengkal di depan wajah Ibu Ratna. Sepasang manik mata Kirana yang bening memancarkan kekuatan spiritual yang luar biasa kokoh, membuat Ratna entah kenapa sempat melangkah mundur satu tapak karena terintimidasi oleh wibawa mahal Kirana.

"Ibu Ratna... sebelum Ibu berteriak menuduh saya sebagai perusak rumah tangga orang lain di depan para tetangga saya, mari kita buka kembali lembaran sejarah masa lalu yang sengaja Ibu kubur dalam-dalam," ucap Kirana, suaranya tidak bernada tinggi, namun setiap patah kata yang keluar terdengar laksana hantaman godam yang menghancurkan seluruh harga diri Ratna.

Ratna terpaku, jantungnya mendadak berdegup kencang.

"Warga di sekitar sini mungkin tidak tahu siapa saya dan siapa Ibu. Tapi Ibu... Ibu tahu jelas di dalam hatimu yang paling dalam, siapa sebenarnya pelakor yang sesungguhnya di antara kita berdua," lanjut Kirana dengan senyuman dingin yang teramat mematikan. "Dua tahun penuh, saya mendampingi Dimas dalam suka dan duka. Ibu tahu jelas bahwa saya adalah kekasih sahnya. Ibu tahu betapa besarnya rasa cinta Dimas kepada saya. Namun, karena sifat Dimas yang sopan, supel, dan memikat hati saat itu, Ibu menaruh rasa ketertarikan yang egois. Ibu menggunakan kekuasaan harta, kasta, dan intervensi orang tua untuk merebut Dimas dari tangan saya!"

Bisik-bisik warga di luar pagar ruko seketika langsung berubah arah. Tatapan mata para warga yang tadinya menaruh curiga pada Kirana, kini berbalik menatap Ibu Ratna dengan pandangan penuh cibiran dan kejutan.

Wajah Ibu Ratna langsung berubah pucat legam laksana mayat. Seluruh tubuhnya gemetar hebat karena rahasia busuk masa lalunya dikuliti habis di depan umum. "Ka-kamu... kamu jangan memutarbalikkan fakta, Kirana!"

"Saya tidak pernah memutarbalikkan fakta, Ibu Ratna. Tuhan menjadi saksi atas apa yang saya ucapkan," tegas Kirana, suaranya kian berwibawa tinggi. "Ibu nekat memberikan izin poligami kemarin, bukan karena Ibu ikhlas, melainkan karena Ibu terpaksa mengalah demi mengikat kaki Dimas yang tidak pernah mencintai Ibu! Ibu menawarkan rumah layak huni untuk saya, berharap Dimas bisa membalas budi dan mencintai Ibu seperti dia mencintai saya! Tapi apa hasilnya? Ibu baru tersadar, kan, kalau harta melimpah milik Ibu tidak akan pernah bisa membeli sepotong hati milik seorang pria yang dipaksa menikah karena ancaman bunuh diri ayahnya?!"

Kalimat terakhir Kirana menjadi hantaman telak yang meruntuhkan seluruh pertahanan batin Ibu Ratna. Ratna melongo kaku, napasnya memburu sesak. Dia tidak menyangka Kirana mengetahui rahasia tentang ancaman bunuh diri mertuanya itu.

"Mengenai suami Ibu yang tidak pulang ke rumah... demi Tuhan, saya tidak pernah merayunya atau membalas satu pun pesan rindunya. Silakan Ibu periksa sendiri ponsel suamimu, karena bagi saya, nomor dan nama Dimas sudah resmi saya buang ke tempat sampah takdir!" Kirana menunjuk ke arah pintu keluar ruko dengan pergerakan tangan yang begitu anggun namun tegas. "Hati Ibu tidak akan pernah tenang sampai kapan pun, karena Ibu tahu betul bahwa istana megahmu dibangun di atas air mata wanita lain. Sekarang, tolong angkat kaki dari ruko saya, sebelum saya memanggil warga sekitar untuk mengusir seorang wanita perebut yang sedang ketakutan menerima karmanya sendiri!"

Ibu Ratna bungkam mati kutu. Lidahnya mendadak terasa kelu, seluruh tubuhnya menegang kaku, tidak mampu lagi memuntahkan satu kata cacian pun. Rasa malu yang sangat besar merayap di dadanya saat melihat ibu-ibu warga sekitar ruko kini terang-terangan mencemooh dirinya di luar pagar.

Tanpa berkata apa-apa lagi, dengan tubuh yang bergetar hebat menahan malu dan air mata kehancuran ego, Ibu Ratna langsung berbalik arah dan berlari tergesa-gesa masuk ke dalam mobil Alphard-nya. Pintu mobil ditutup dengan sangat keras, dan mobil mewah itu langsung tancap gas pergi meninggalkan gang ruko dengan menyisakan debu jalanan.

Di ambang pintu ruko, Kirana kembali mengembuskan napas perlahan, menatap kepergian mobil itu dengan pandangan kebebasan yang murni. Wibawanya telah memenangkan pertempuran mental sore itu tanpa perlu mengeluarkan satu pun kata-kata kotor. Kepasrahan murninya telah resmi menjadikannya seorang pemenang sejati di atas takdirnya sendiri.

1
falea sezi
🤣🤣 nenek tua gatel
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
iya ini keputusan yang besar,Kirana tidak cerita ke keluarga
pasti ada kekecewaan disitu ,wajar sih kalau mereka marah
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
ayahnya Dimas udah berjuang untuk membalas Ratna
malahan Ratna lebih peduli kehilangan Dimas,kalau ayahnya Dimas koid,Dimas bebas haha,dsar otak nya 😄
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
Dimas korban keegoisan keluarga tapi Kirana ga ada hubungannya malahan kena juga karena dimas
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
Dimas Dimas sadar Kirana udah bukan hak mu lagi weh
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
Dimas ga ada otak😄
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
keluarga kaya tapi minim adab😭
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
Ratna itu emang ga ada sadar dirinya
dia yang salah tapi tidak mau disalahkan
hasil merebut itu ga awet bu, inget umur
kamu wanita kaya ,mandiri knp harus merebut hak orang lain. percuma hartamu😄
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
Ratna ga sadar diri banget
udah merebut malahan dia merasa korban😄
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
itu hasil yang kalian tanam sndri
kan bisa dibicarakan baik" ,kalian sudah mendzolimi kirana
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
wkwkwk Ratna itu hasil kerja kerasmu itu merebut hak yang awalnya bukan milikmu
rasakan akibatnya sendiri
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
mau alasan kaya apa aja
setidaknya harus ada omongan, Ratna juga ksian hasil merampas itu ga akan tenang
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
Dimas ga tau masa lalu
kalau kamu itu seorang yang tau agama
tidak akua menawarkan nikah siri ,padahal baru 3hari
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
Kirana Tuhan tau kamu kuat makanya diksh cobaan ini
ayo tetap semangat
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
penyesalan emang diakhir kirana
tapi semoga ini bisa jadi pelajaran buat kamu iya
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
anjay Dimas lebih memilih menikah dengan Ratna secara diam diam
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
ceritanya bagus
cinta beda agama apakah mereka akan bahagia
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
Dimas udah banyak alasan ini
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
demi Dimas dia rela ninggalin agamanya iya😭
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
pst ada sesuatu sama Dimas itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!