NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti Sang Raja Mafia

Pengantin Pengganti Sang Raja Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / CEO / Perjodohan
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Syahrul Mulia

Demi menyelamatkan ayahnya dari lilitan utang, Arunika Maheswari terpaksa menggantikan kakaknya menikah dengan Arsen Valentino, seorang CEO sekaligus Raja Mafia paling berkuasa. Pernikahan yang berawal dari keterpaksaan itu membawa Arunika masuk ke dunia penuh rahasia, pengkhianatan, dan perebutan kekuasaan yang mengancam nyawanya setiap saat.

Di tengah bahaya yang terus mengintai, hubungan mereka perlahan berubah menjadi cinta yang tak terduga. Namun, mampukah Arunika bertahan sebagai istri sang Raja Mafia, atau justru menjadi kelemahan terbesar yang akan menghancurkan Arsen?

Disclaimer : Novel ini dibuat semata-mata untuk hiburan. Seluruh isi cerita merupakan imajinasi penulis dan tidak untuk ditiru atau dipraktikkan dalam kehidupan nyata. Penulis tidak bertanggung jawab atas segala bentuk penyalahgunaan isi novel di luar tujuan sebagai bacaan hiburan.

Terima kasih dan selamat menikmati cerita. ❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahrul Mulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26: Simfoni Mutasi di Atas Kaca Zurich

Lobi Bank Internasional Zurich mendadak menjadi panggung paling sunyi di dunia. Suara rintik gerimis yang menghantam pecahan kaca di dinding gedung yang hancur terdengar begitu nyaring, berirama dengan detak jantung yang beradu di balik dinding dada masing-masing orang. Valeria Baskoro berdiri di tengah aula yang porak-poranda, memegang monitor medis portabel dengan jemari yang gemetar. Grafik detak jantung janin di layar itu bukan lagi berwarna biru, melainkan berubah menjadi pulsa warna ungu neon yang berdenyut tidak stabil, memancarkan frekuensi elektromagnetik yang membuat bulu kuduk Arsen Valentino meremang.

"Tiga puluh detik, Arsen," desis Valeria. Suaranya yang semula merdu kini berubah menjadi jeritan parau yang gila, didorong oleh ketakutan absolut akan kematian janin di dalam rahimnya. "Haryo telah mengunci sistem udara gedung ini dengan kode biometrik janin ini. Jika jantungnya berhenti berdetak, atau jika dia tidak segera mendapatkan stabilisator genetik dari tabung cairan amber yang kau pegang, virus mutasi Eclipse tahap akhir akan dilepaskan melalui ventilasi gedung. Zurich akan menjadi kuburan massal dalam hitungan menit!"

Arsen menatap layar monitor di tangan Valeria. Pria itu tidak menunjukkan rasa takut, melainkan kalkulasi dingin yang mematikan. Dia tahu persis bahwa Haryo Valentino tidak pernah benar-benar mencintai putrinya; dia hanya mencintai data. Dan saat ini, data yang paling berharga di dunia—kode genetik Eclipse Omega—sedang terancam musnah bersama Valeria dan janin mutannya.

"Kau pikir aku akan menyerahkannya padamu, Valeria?" suara Arsen terdengar berat, menantang maut dengan wibawa seorang penguasa tertinggi. "Janin itu bukan penyelamat. Itu adalah sebuah bom biologis yang kau bawa sendiri di dalam tubuhmu. Jika aku menyerahkan tabung amber ini, kau tidak akan melepaskan Zurich. Kau akan memicu ledakan mutasi itu untuk menutupi jejak pelarianmu."

Arunika palsu, yang sedari tadi bersandar di balik pilar granit dengan belati beracun di tangan kanannya, melangkah maju. Matanya yang porselen kini berkilat penuh dengan kedalaman emosi yang tak bisa didefinisikan—perpaduan antara kebencian, rasa kasihan, dan hasrat kehancuran yang murni.

"Biarkan aku yang menyelesaikannya, Arsen," ucap Arunika palsu. Suaranya luwes, datar, namun menggetarkan atmosfer aula. "Aku adalah wadah replika yang tidak pernah dia inginkan. Tubuhku sudah terkontaminasi oleh serum prototipe Haryo dua puluh dua tahun lalu. Mungkin inilah saatnya untuk menyatukan dua sisi mata uang yang sama."

Arunika palsu mulai berjalan melangkah ke tengah lobi, mengabaikan tatapan tajam Arsen yang mencoba menahannya. Dia melangkah menuju Valeria yang kini tampak seperti sosok yang benar-benar kehilangan akal sehatnya akibat teror mutasi yang dipicu oleh detak jantungnya sendiri.

"Kau mau apa, Salinan?" Valeria berteriak, mengarahkan pistol perak kecilnya tepat ke arah dada Arunika palsu. "Jangan mendekat atau aku akan menghabisi kita semua di sini!"

Arunika palsu tidak berhenti. Dia justru menyunggingkan senyuman tipis yang sangat mengerikan—senyuman yang memiliki ketulusan hampa dari seorang wanita yang sudah berkali-kali mati di dalam hidupnya.

> "Aku tidak butuh serum itu, Valeria. Aku tidak butuh warisan Haryo, dan aku tidak butuh takhta dinasti Valentino. Aku hanya ingin memastikan bahwa permainan sandiwara ini berakhir di tempat di mana semuanya dimulai."

>

Di tengah kemelut emosi yang naik turun, Arunika palsu melakukan gerakan yang sangat tidak terduga. Alih-alih menyerang Valeria, dia justru melemparkan belati beracunnya ke arah tabung amber yang dipegang erat oleh Valeria.

Sret!

Belati itu menghantam tabung amber tersebut hingga retak, menyebabkan cairan kuning pekat memancar keluar di udara dan membasahi wajah serta leher Valeria. Efeknya instan. Cairan mutasi yang seharusnya menjadi stabilisator genetik bagi sang bayi klonasi, justru bereaksi dengan kulit Valeria yang sudah terkontaminasi oleh virus Eclipse.

Jeritan memilukan memecah kesunyian lobi saat kulit di leher dan wajah Valeria mulai berubah menjadi jaringan biologis yang tidak stabil—tumbuh liar dengan tekstur yang mengerikan, berdenyut-denyut seperti jaringan saraf yang hidup di luar tubuh manusia. Itu bukan mutasi yang menyempurnakan; itu adalah degradasi genetik yang mengerikan akibat ketidaksinkronan antara tubuh Valeria yang palsu dengan serum murni dari Haryo.

"Arghhhhh! Apa yang kau lakukan padaku?!" Valeria jatuh terduduk, monitor medis di tangannya pecah berantakan di atas lantai marmer. Dia mencoba menggaruk wajahnya yang mulai berubah bentuk, namun kulitnya justru meluruh jatuh bagai lilin yang meleleh.

Arsen Valentino mengambil kesempatan itu. Dia melesat maju, merenggut tubuh Valeria yang kini sudah lumpuh akibat mutasi sel, dan dengan satu gerakan taktikal yang presisi, dia menyingkirkan wanita itu dari jangkauan sistem ventilasi udara utama.

"Marco, isolasi area lobi sekarang!" teriak Arsen. "Aktifkan sistem pembersihan kimia di seluruh lantai ini!"

Dalam hitungan detik, gas penetral berwarna biru pucat disemprotkan dari langit-langit lobi, menekan laju pertumbuhan mutasi biologis yang terjadi pada tubuh Valeria. Situasi di aula utama menjadi sangat kacau, namun ancaman pelepasan virus ke seluruh kota Zurich berhasil dihentikan.

Di sudut lobi yang lain, Arunika asli yang sedari tadi terkapar akibat hantaman Arsen, mulai merangkak bangkit. Wajahnya yang sangat identik dengan Arunika palsu kini tampak dipenuhi oleh dendam yang baru. Dia melihat kesempatan di tengah kekacauan untuk mengambil koper perak milik Haryo yang masih tergeletak di dekat meja resepsionis yang hancur.

Dengan kecepatan yang tak terduga, dia menerjang maju, meraih koper itu, lalu melesat pergi menuju pintu keluar darurat di sisi timur bangunan bank yang terhubung langsung dengan rel kereta bawah tanah Zurich.

"Arunika, berhenti!" teriak Arsen, namun pria itu tertahan oleh posisi Valeria yang masih harus diamankan agar tidak memicu sistem pertahanan biokimia gedung.

Arunika palsu menatap kembarannya yang berhasil melarikan diri, lalu menatap Arsen dengan pandangan kosong yang penuh dengan kelelahan yang amat sangat. "Dia membawa koper itu, Arsen. Dia membawa satu-satunya kunci untuk membongkar seluruh laboratorium Haryo di Rusia."

Arsen tidak membuang waktu. Dia meraih bahu Arunika palsu, menatapnya dengan intensitas yang sanggup membakar sisa-sisa napasnya. "Kau akan ikut denganku. Kita tidak akan membiarkan replika itu membawa mahkota kita ke Rusia sendirian."

Mereka berdua berlari menembus kabut hujan gerimis di jalanan Zurich, mengejar bayangan Arunika asli yang sudah menghilang ke dalam terowongan kereta bawah tanah. Malam itu, di bawah gemerlap lampu kota mode yang kini tampak begitu dingin dan asing, pengejaran terakhir untuk mengakhiri silsilah darah dinasti Valentino pun dimulai.

Namun, di dalam terowongan kereta bawah tanah yang gelap, Arunika asli tidak melarikan diri. Dia justru berdiri tegak di tengah rel, memegang koper perak itu seolah-olah itu adalah bola kristal yang berisi masa depan dunia hitam.

Saat kereta ekspres yang melaju kencang dari arah Zurich pusat terlihat lampunya di kejauhan, Arunika asli mengeluarkan sebuah perangkat remote kecil dari balik gaunnya. Dia menatap ke arah terowongan tempat Arsen dan Arunika palsu akan muncul, lalu menempelkan perangkat itu ke atas rel kereta.

Arunika asli tersenyum dingin—sebuah senyuman yang menyiratkan bahwa dia telah merancang sebuah akhir di mana hanya satu dari mereka yang akan keluar hidup-hidup dari terowongan maut ini.

"Selamat datang ke dalam labirin terakhir, duplikat yang malang," bisik Arunika asli tepat saat kereta ekspres bergemuruh mendekat.

_____________________________

**Bersambung ke Bab 27...**

* Apakah Arunika asli benar-benar akan menabrakkan kereta ekspres tersebut untuk mengubur rahasia asal-usul darah Valentino di dalam terowongan bawah tanah Zurich?

* Rahasia mengerikan apa yang akan ditemukan oleh Arsen saat dia harus memilih antara menyelamatkan nyawa Arunika palsu atau merebut koper perak berisi kode genetik dari kembaran yang paling beracun?

* Dan bagaimanakah nasib dinasti mafia dunia hitam saat kebenaran tentang siapa yang sebenarnya layak memakai mahkota itu terungkap di tengah runtuhnya rel kereta api yang berdarah?

Tunggu kelanjutan kisahnya yang penuh dengan ledakan emosi dan pengkhianatan luar biasa di bab berikutnya!

1
lee eun ji
😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!