NovelToon NovelToon
Joni Fighter

Joni Fighter

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Game
Popularitas:951
Nilai: 5
Nama Author: Bang Jigur

Dunia telah berubah sejak terbukanya Arcane Nexus—sebuah celah dimensi misterius yang menghubungkan bumi dengan dunia monster yang ganas. Demi bertahan hidup, umat manusia mendirikan tiga akademi elit untuk melatih para petarung faksi (Brawler, Swordsman, Archer, dan Shaman) agar mampu menyelaraskan getaran energi Ki mereka, yang dikenal sebagai sistem RAN (Resonance of Arcane Nexus).
​Joni, seorang mahasiswa baru faksi Brawler di Kampus Sacred Gate, awalnya hanya ingin fokus berlatih demi meneruskan jejak mendiang ayahnya. Namun, ia justru terseret ke dalam pusaran konspirasi gelap yang melibatkan kekuatan korporasi raksasa, militer kampus saingan, hingga ambisi berbahaya yang mengancam kestabilan dinding dimensi. Di tengah ancaman duel hidup-mati melawan rivalnya yang menggunakan kekuatan terlarang, Joni harus menjalani penempaan ekstrem di kedalaman wilayah tak bertuan untuk membangkitkan resonansi murni tubuhnya dan mengungkap kebusukan yang terstruktur di puncak kekuasaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang Jigur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Lapangan utama Kampus Sacred Gate siang itu jauh lebih terik dibanding kemarin. Pusaran cahaya biru keunguan di gerbang batu raksasa berputar lebih stabil setelah proses sterilisasi oleh para dosen. Berbeda dengan kemarin yang penuh kepanikan, kali ini para mahasiswa baru terlihat lebih tenang dan taktis.

Joni, Gondrong, dan Laras berdiri di barisan tengah. Penampilan Joni dengan rompi kulit badak tanah usang di atas seragam Brawler-nya berhasil menarik perhatian beberapa mahasiswa lain.

"Woy, Jon. Tebel amat rompi lo. Mau jadi samsak badak beneran?" seloroh salah satu mahasiswa Jurusan Swordman yang lewat.

Joni cuma nyengir kuda. "Iya dong. Biar kalau lo semua kewalahan, bisa ngumpet di balik punggung gue."

"Hehehe... bener tuh, jangan remehkan kekuatan pelindung dada bekas," timpal Gondrong sambil merapikan ikatan rambutnya. Pagi ini, dahi Gondrong kelihatan kinclong banget, siap digunakan untuk berbenturan dengan apa saja.

Di depan gerbang, Master Johan berdiri tegak sambil memegang kapak raksasa di pundaknya. "Dengerin semuanya! Sterilisasi tadi pagi cuma membersihkan monster level tinggi yang nyasar ke Zona Hijau. Tapi itu artinya, populasi monster Level 5 sampai 10 di dalam sana lagi padat-padatnya! Kelompok yang nggak kompak bakal pulang tinggal nama!"

Pandangan Master Johan sempat menyapu kerumunan dan berhenti sejenak pada Joni. Melihat rompi kulit badak tanah yang dipakai Joni, sudut bibir instrukturnya itu sedikit terangkat. "Bocah malas itu... insting bertahannya makin kelihatan", batin Master Johan puas.

"Portal dibuka! Masuk!"

Angin kencang kembali berembus saat pusaran portal membesar. Ratusan mahasiswa langsung merangsek maju. Joni, Gondrong, dan Laras saling bertatapan, mengangguk kompak, lalu melompat bersamaan ke dalam pusaran cahaya.

Begitu kaki mereka menginjak tanah berumput di Dimensi Monster, Joni langsung memasang kuda-kuda rendah. Kedua tangannya yang terbungkus Iron Gauntlet menyilang di depan dada, melindungi Laras yang berada tepat di belakang punggungnya.

Pemandangan hutan raksasa dengan dua matahari di langit kembali menyambut mereka. Namun kali ini, aroma tanahnya terasa lebih tajam.

"Gimana, Ras? Aman?" tanya Joni tanpa menoleh ke belakang, matanya waspada menyisir semak-semak.

"Aman, Kak Joni. Aliran energi Qigong di sekitar sini stabil," jawab Laras, melangkah mundur satu langkah untuk memberi ruang gerak bagi Joni.

"Hehehe... Jon, lihat jam status lo. Kita baru mendarat, tapi radar udah mendeteksi tanda merah," bisik Gondrong yang berdiri di sisi kanan Joni.

Joni melirik pergelangan tangan kirinya. Benar saja, jam tangannya bergetar pelan memperlihatkan tiga titik merah yang bergerak cepat dari arah jarum jam dua.

SREEEKK... SREEEKK...

Semak-semak setinggi pinggang di depan mereka tersibak kasar. Tiga ekor serigala berbulu kelabu dengan taring sepanjang kelingking orang dewasa melompat keluar. Mata mereka merah menyala, memancarkan rasa lapar yang pekat.

> [MONSTER: GREY WOLF (ELITE)]

> Level: 11

> Tingkat Ancaman: Rendah–Sedang

> Karakteristik: Bergerak dalam kelompok, memiliki kecepatan serangan yang tinggi.

"Buset, baru masuk udah dikasih yang Level 11, tipe Speed lagi," gumam Joni. Pikirannya langsung melayang ke ucapan Kak Tian di pasar tadi tentang serigala yang bisa menjebol rompi bekasnya. "Ndrong, lo tahan yang sebelah kanan. Yang tengah ama kiri biar gue yang urus!"

"siap! Kepala keluarga tidak akan mundur!" seru Gondrong bersemangat.

"Laras, tetep di belakang gue. Jangan lepas buff!" perintah Joni tegas.

"Siap, Kak! Qigong Art: Iron Body Veil!" Laras mengayunkan tongkatnya. Cahaya hijau keemasan lembut langsung mengalir dari ujung tongkat, menyelimuti tubuh Joni seperti lapisan pelindung transparan.

> [SISTEM: ANDA MENERIMA BUFF 'IRON BODY VEIL' DARI LARAS]**

> Atribut Defense meningkat sebesar +15% selama 5 menit.

Merasakan tubuhnya menjadi jauh lebih kokoh dan ringan, Joni menyeringai lebar. "Mantap! Maju lo semua, lalat gukguk!"

GROOOAARR!

Dua ekor serigala kelabu langsung melesat ke arah Joni. Serigala pertama melompat dengan cakar depan teracung incar tenggorokan Joni, sementara serigala kedua mencoba memutar untuk menggigit kaki Joni.

Joni tidak mundur selangkah pun. Dengan atribut Defense dasarnya yang sudah tinggi ditambah buff dari Laras dan rompi kulit badaknya, dia sengaja membiarkan serigala pertama menabrak dadanya.

BRAKKK!

Cakar tajam serigala itu menghantam rompi kulit badak tanah milik Joni. Suara gesekan yang ngilu terdengar, namun rompi tersebut berhasil menahan serangan sepenuhnya. Joni bahkan tidak bergeser satu senti pun.

"Kamprett?!" bentak Joni.

Tangan kirinya yang memakai iron Gauntlet langsung mencengkeram leher serigala yang masih menempel di dadanya, lalu menghempaskannya keras-keras ke tanah.

BUAGHH!

Di saat yang sama, serigala kedua berhasil menggigit pelindung kaki Joni. Namun karena kulit kakinya sudah diperkeras oleh energi Brawler tipe Defense, serigala itu justru mendengking kesakitan karena gigitannya serasa menghantam batu kali.

Melihat celah itu, Joni mengumpulkan energi di kepalan tangan kanannya. Aura keemasan pekat langsung menyelimuti Iron Gauntlet-nya.

"Heavy Punch!"

DUAAARRR!!

Pukulan jarak dekat itu menghantam telak kepala serigala yang sedang menggigit kakinya. Ledakan tekanan udara luar biasa melesat menjebol tubuh monster tersebut hingga terpental belasan meter, menabrak pohon raksasa sampai tumbang.

> SISTEM: MONSTER ELIMINATED

> EXP +120

> Monster Core diperoleh ×1

"gila, tebel banget badan lo sekarang, Jon!" teriak Gondrong dari sebelah kanan.

Gondrong sendiri sedang sibuk menahan serigala ketiga. Dengan lincah, dia menghindari terkamannya, menarik napas dalam-dalam, lalu menghantamkan dahinya yang sudah dilapisi aura biru ke hidung serigala tersebut.

Head Crush!

GEBBUAAKK!

Suara benturan keras terdengar. Serigala ketiga langsung tewas di tempat dengan hidung melesek ke dalam, sementara Gondrong cuma mengusap dahinya santai sambil cengiran. "Hehehe... renyah bener kepalanya."

Joni napasnya agak memburu, tapi dia tersenyum puas melihat hasil latihan dan perlengkapan barunya. Dia menoleh sedikit ke arah Laras yang menatapnya dengan mata berbinar kagum.

"Gimana, Ras? Punggung gue beneran bisa diandelin, kan?" goda Joni sambil menaikkan sebelah alisnya.

Laras sempat terpana melihat betapa tangguhnya Joni menahan serangan monster Level 11 tanpa luka sedikit pun. Namun begitu mendengar godaan Joni, wajahnya kembali merona merah. Dia memukul pelan pundak Joni menggunakan ujung tongkatnya yang empuk.

"Ih, Kak Joni! Masih sempat-sempatnya pamer! Tuh lihat di depan, gara-gara ledakan Heavy Punch Kakak tadi, rombongan serigala yang lain pada dateng!" tutur Laras panik sambil menunjuk ke arah kegelapan hutan.

Dari balik pepohonan, belasan pasang mata merah menyala mulai bermunculan satu per satu, diiringi suara lolongan yang membuat bulu kuduk meremang.

Joni melirik Gondrong, lalu beralih ke Laras. Bukannya takut, Joni malah mempererat kepalan tangannya. "Ndrong, Laras... siap-siap. Hari ini kita panen raya!"

1
Semoli Ginon
eh asa bruise jr. 👍
Semoli Ginon
wkwkwkw keluarga koplak🤣
Semoli Ginon
wahahah. ngenes amat nasib lo jon😄
Semoli Ginon
oke seru juga lanjut👍
Semoli Ginon
uhuyy 😄
Semoli Ginon
ini kan faksi2 di game ran online jadul ya?
Semoli Ginon
🤭🤭🤭
Semoli Ginon
adub baru mulai udah mirip gua 🤭
Boqin Changing
jelek. masa MC nya namnya , joni
👁Zigur👁: lah ya suka2 ku lah..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!