NovelToon NovelToon
My Chosen Wife

My Chosen Wife

Status: tamat
Genre:Tamat
Popularitas:11.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Putritritrii

Lanjutan Dari Novel Terpaksa Menikah. Sebelum membaca kisah dari Anak - Anak Raka dan Eva beserta sahabatnya. Mohon di baca untuk Season pertamanya.


Sebelum ke sini tolong baca dulu Terpaksa Menikah.

Memilih pasangan yang pas, seperti sang mama adalah keinginginan Rava Atmadja. Banyak keinginan yang ia dasari dari kisah cinta papa dan mamanya, yang bersatu karena sebuah kesalahan. Kesalahan yang menurut sang papa dan juga mamanya, adalah berkat dan kebahagiaan dengan hadirnya, Rava di kehidupan mereka.

.
Karena di Jodohkan oleh sang mama dengan anak sahabatnya, Rava mencoba untuk lari dari kenyataan. Dan berusaha untuk memilih yang terbaik antara pilihan sang mama dan juga pilihannya sendiri. Mari baca dan berikan dukungan kalian. Terima Kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putritritrii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TERUS MEMANTAU.

Pagi itu, Renata memilih untuk duluan bangun dan segera pulang ke Apartemennya. Karena ia, tidak mau membuat keributan, di antara abang beradik itu. Defan yang pertama kalinya menyadari, Renata sudah tidak di kamarnya. Saat melewati lorong kamar Renata, pintu tidak tertutup dengan rapat. Hingga membuat tanda tanya bagi Defan. Dan benar saja pikirnya, tidak ada Renata. Segera Defan yang histeris itu mendatangi kamar, Rava.

 

 

Ketiganya sudah berkumpul di meja makan, dalam keheningan, dan tidak seperti biasanya. Vara yang biasanya rewel pun, ikut terdiam saat sang kakak menyantap sarapannya dengan lahap.

 

"Vara, sama Defan aja ya. Kakak langsung ke kantor," ucap Rava memecah keheningan.

 

"Baik, Kak." ucap Vara tanpa protes.

 

Defan hanya menatap Rava, yang barusan menyeka sisa makanan dari mulutnya. Lalu beranjak, dan berjalan menuju garasi mobil. Saat pintu gerbang sudah terbuka, ia memundurkan mobilnya. Lalu tampak Alice, yang sedang mengantarkan Koran.

 

Alice menatap mobil Rava, dan kemudian Rava membuka kaca mobilnya.

"Nona... Berikan ke saya."  seru Rava pada Alice, dengan tangan terulur.

 

Dengan cepat Alice, mendekati mobil Rava dan memberikannya ke Rava.

 

"Terima kasih, kalau kau mau mampirlah ke dalam. Ada Defan dan juga Vara. Saya permisi." ucapnya sopan, tanpa menunggu jawaban Alice, Rava melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.

 

 

Alice menatap kepergian Rava, "Dingin banget, seperti Ice Cream." Alice tersenyum, lalu tak berapa lama.

"Alice...." seru Defan dengan senang di sambung dengan Vara yang tak kala senangnya.

"Defan, Vara. Kalian, tinggal di sini?" tanya Alice menyentuh tangan Vara.

 

Vara dan Defan mengangguk bersamaan.

 

"Iya... Kita tinggal di sini, karena kakakku yang memintanya." ucap Defan, girang.

 

"Iya Alice, sering-seringlah mampir di rumah kami." ucap Vara menawarkan.

 

"Iya, Vara. Ya udah... Aku duluan ya. Takut telat sampai di Cafe." ucap Alice dengan senang.

"Bareng kita aja." tawar Defan.

"Aku kan bawa sepeda, Fan." ucap Alice.

"Tinggalkan saja di sini, biar Defan yang mengantarkan kamu, Alice." sambung Vara.

"Ayolah... Alice." rengek Defan.

Alice berpikir sejenak, "Ya sudah, Ayo." jawab Alice senang.

 

 

"Yeee.... Gitu dong." ucap Defan dengan cepat mengambil sepeda Alice dan memasukkannya ke dalam garasi.

 

 

Ketiganya pun, menaiki Mobil Defan, melaju ke tujuan pertama, tempat Alice bekerja. Di dalam mobil, sepanjang jalan ketiganya bercerita dengan bersemangat, apa lagi si Defan, menambah semangatnya dalam menyambut pagi datang.

 

 

Mobil terhenti di depan Cafe&Cake NY, Alice bersiap untuk turun.

 

 

"Terima kasih, Fan, Vara. Semangat buat kalian berdua, semoga hari kalian menyenangkan." ucap Alice dengan senyum simpul.

 

"Kamu juga ya, Alice. Jika kau pulang nanti, Aku akan menjemputmu." ucap Defan.

"Bye Alice... Kamu yang semangat kerjanya." sambung Vara.

 

 

"Siap Vara, oh ya, Fan. Aku kan pulang jam delapan malam, sudah tidak usah menjemputku." ucap Alice.

"Tidak masalah... Aku akan menjemput kamu." ucap Defan memaksa.

 

"Baiklah....Ya sudah, Byeeee." Alice melambaikan tangannya.

"Bye... Sudah sana masuk," ucap Defan dengan senyum mekar.

 

Alice pun berjalan ke arah cafe dengan senyum yang melingkar di bibirnya. Sesampainya ia di Cafe, Endriko yang lebih awal datang, menyambut Alice dengan ekspresi wajah bingung.

 

"Alice... Kenapa kau tersenyum sendiri? Apa ada yang salah dengan dirimu? Apa kau sakit? " Endriko menempelkan tangannya ke kening Alice.

 

 

Senyuman Alice memudar seketika, dengan cepat ia menggelengkan kepalanya, seraya mejawab tidak.

 

 

“Terus? Kenapa kau sedari tadi , senyum-senyum sendiri?” tanya Endriko penasaran.

 

 

“Hahahah… enggak apa-apa kak, aku baik-baik saja. Sudah dulu, aku mau mengganti pakaianku.” balas Alice dan dengan cepat berlari ke arah ruangan khusus karyawan.

Endriko menatapi kepergian Alice, seraya menggelengkan kepalanya, pertanda dia bingung dengan perubahan Alice.

 

 

“Duh…syukur aja enggak ketahuan. Kalau kak endriko tahu, bisa berabeh urusannya.” Ucap Alice dengan menyentuh dadanya.

 

 

^

Sesampainya di gedung kantoran Atmadja Group, Rava sudah di sambut oleh Harsen, dengan elegan Rava yang di temani Harsen, memasuki loby perusahaan raksasa itu. Banyak staff, yang memberikan penghormatan kepada tuan muda Atmadja , yang berpapasan berjalan ke arah lift.

 

 

“Bagiamana, Sen?” tanya Rava di dalam lift.

 

 

“Hari ini, nona Renata, akan melakukan kerja sama founders agreements, Tuan. Dengan beberapa perusahaan, yang sudah di lirik oleh nona Renata. Detailnya, sudah saya kirim ke email anda,Tuan.” ujar Harsen.

 

 

Rava tersenyum kecil, pertanda dia bangga, Renata mampu menjalankan tugasnya sebagai pemimpin perusahaan.

 

 

“Terus… apa kau sudah melihat jadwalnya, selama di sini?” tanya Rava lagi.

 

 

“Sudah tuan, Sasa sudah mengirimkan seluruh, jadwal nona Renata, dan sudah saya kirim juga ke anda.”

 

 

Tinggggg… Lift terbuka.

 

 

“Baiklah… Terima kasih , Sen.”

 

 

Rava berjalan ke arah ruangannya, sedangkan Harsen hanya mengantarkannya sampai di depan pintu. Nadia menyapa sang atasan, sebelum masuk ke ruangannya. Harsen kemudian berjalan ke arah meja Nadia.

 

 

“Nona Nadia, apa sudah kamu jadwalkan kegiatan Expo yang akan di ikuti, Tuan Rava besok?” tanya Harsen dengan wajah seriusnya.

 

 

“Sudah Tuan, besok jam sepuluh pagi Expo pertama di mulai, jadwal Tuan Rava sudah saya kirim ke beliau.” Balas Nadia dengan ramah, gimana enggak ramah, baginya Harsen lebih menawan ketimbang Rava yang dingin dan terlihat angkuh.

 

 

“Lebih baik, Nona Nadia sampaikan, agar Tuan Rava, lebih memastikan. Jam berapa beliau akan datang, lalu tolong kabarkan ke saya, Nona.” ujar Harsen dengan senyuman kecil di bibirnya.

 

 

“Baiklah Tuan, akan saya laksanakan sesuai yang anda katakan.” jawab Nadia.

 

 

.” Oke… Terima kasih, selamat bekerja.”

 

 

Harsen meninggalkan meja Nadia, dan berjalan ke ruangannya. Sedangkan Nadia, langsung saja mengambil data, dan beberapa dokumen yang akan di berikan ke Rava. Berjalan ke ruangan Rava, mengetuk pintu ruangannya. Mendapat jawaban Rava, Nadia dengan cepat mendekati meja Rava, tampak Rava sedang serius menatap komputernya.

 

 

“Tuan… ini dokumen yang kemarin anda minta, dan untuk jadwal kegiatan Expo yang akan di adakan besok.” Seru Nadia dengan memberikan dokumen yang di bawanya.

 

 

Rava mengalihkan pandangannya ke Nadia, “Expo?” tanya Rava bingung.

 

 

“Iya Tuan, saya sudah mengirimkannya ke email anda.”balas Nadia.

 

 

“Agh.. baiklah Nadia, nanti akan saya lihat dan saya kabarkan ke kamu, tepatnya jam berapa.” Rava menjawab dengan ekpresi wajah datar.

 

 

“Baik Tuan, saya permisi.” Balas Nadia , lalu melangkah keluar ruangan Rava.

 

 

Rava melihat seluruh dokumen yang di antarkan Nadia kepadanya, lalu ia mencoba membuka data yang di kirimkan Harsen kepada dirinya, jadwal Renata selama di New York. Saat membuka email Harsen, ia membaca satu demi satu jadwal Renata dengan teliti.

 

 

“Hanya tiga hari, kenapa sangat singkat?” ucapnya Sendiri.

 

 

***

Seusai  melakukan kerja sama dengan salah satu perusahaan yang di lirik Renata sejak lama, Renata memilih untuk pulang ke Apartemennya, karena memang dia tidak tahu, akan ke mana. Renata merasa kesepian,  tanpa ada nya teman untuk berbincang. Dengan menaiki Taxy, Renata memberikan alamat Apartemennya.

 

 

Di dalam taxy, selama perjalanan Renata hanya menatap pada pemandangan kota itu, memandangi bangunan tinggi, dan juga melirik sekilas pada perusahaan Rava yang di lalui taxy itu, Renata hanya tersenyum, dan mengubah pandangannya ke lawan arah, dari kejauhan Renata melihat cafe di perempatan jalan. Dengan cepat ia meminta,opir taxy itu untuk menepi di cafe.

 

 

 

 

Saat terhenti, Renata berjalan dengan elegan, dan berjalan dengan lambat, seraya melihat-lihat ke sisi lainnya. Karena Renata ingin sejenak bersantai, sehabis melakukan kerja sama yang membuat perutnya lapar. Renata berniat, untuk makan siang di Cafe&Cake yang menyediakan makanan dan juga minuman.

 

 

 

 

“Selamat datang,Nona.” sapa Clairen dengan senyumannya, ketika Renata sudah di depan pintu kaca itu.

 

 

“Terima kasih,” jawabnya dengan ramah, lalu berjalan masuk. Di ikuti oleh Clairen.

“Untuk berapa orang, Nona?” tanya Clairen lagi.

“Saya sendiri,” jawabnya sopan.

 

 

“Baiklah… mari ikuti saya.” ajak Clairen.

Clairen membawa Renata, di bangku sudut menghadap jalanan kota New York. Tepatnya di  bagian dinding kaca putih itu.

 

 

“Silahkan duduk, Nona.” Clairen menarik satu bangku untuk Renata, dan meletakkan buku menu.

“Terima kasih,” ia tersenyum pada Clairen dengan sisi terlembutnya. Ia duduk dengan melihat seluruh arsitektur Cafe, Renata mengaguminya.

“Tidak perlu sungkan,Nona. Baiklah, kalau begitu saya permisi, teman saya akan  melayani anda, Nona.” Ucap Clairen kemudian berjalan meninggalkan Renata.

Renata tersenyum, menatapi jalanan yang sangat ramai itu, pejalan kaki, yang naik sepeda, bus seluruhnya berjalan dengan sebagaimana mestinya.

 

 

“Permisi Nona, Saya Alice, ada yang bisa saya bantu?” sapa Alice dengan ramah dengan pena dan kerta pesananya.

 

 

“Agh… Iya , saya mau pesan, blueberry new york cheesecake and whipped cream sama hot chocolate,” balas Renata menatap ramah pada Alice.

 

 

“Baik Nona, pesanan anda akan segerah di antar. Mohon ketersediaan anda untuk menunggu,” jawab Alice tak kala ramahnya.

 

 

“Baik, Terima kasih.” Balas Renata dengan senyuman.

 

 

Alice pun berjalan dengan sangat senang meninggalkan meja Renata, “Sangat ramah, sudah cantik dan anggun, tetapi nona itu sangat ramah.” Ucap Alice tersenyum senang, sambilan berjalan kembali ke tempatnya, dan memberikan pesanan Renata pada pekerja yang menyajikannya.

 

 

Renata kembali menatap jalanan yang menurutnya sangat indah, banyak pria bule berlalu lalang, yang membuat matanya terpesona, akan ketampanan para pria di sana. Terkadang ia tersenyum sendiri, menikmati pemandangan indah itu.

 

 

“Pindah! Ini tempat dudukku, Nona!” ketus seorang pria, yang tiba-tiba datang di hadapan Renata.

 

Bersambung

***

Jangan lupa tekan like&Vote, bantu Rava untuk masuk 10 besar. Terima Kasih :)

1
Fatim Ummu Ayes
ciri khas frans banget ni si defan....😁😁😁😁
Fatim Ummu Ayes
bebal bnget si vara nih... jadi pengen getok kepalanya....
Fatim Ummu Ayes
kok q brasa cosplay jadi renata ya thos... sakitnya nyesek bangetttttt.....
Fatim Ummu Ayes
apakah nanti si zyan yg bikin rava cemburu na dia suka renata...?
Fatim Ummu Ayes
q nyangkax di awal si alice yg bkaal jadi pembantu di rumah rava🤭🤭🤭
Fatim Ummu Ayes
kok aku bacanya kayak bakal ada sakit"nya ya thor... secara q tim renata yg tetep swtia cintanya ke rava.. meskipun rava dah pernah khianat ma vanesa... masak iya sekrang mo khianat ama alice lagi...
❦վαղղí❦
tiba2 kangen pengan baca lagi,,novel favorit aku,,padahal bukan pertama baca tapi ttp mewek..☺️
Ema Sham
good 👍👍👍
Mohammad Ryan Haisy
bagus
VEI
🤩
ㅤㅤㅤㅤㅤ😻Kᵝ⃟ᴸ⸙ᵍᵏ نَيْ ㊍㊍🍒⃞⃟🦅😻
numpang lesehan bentar kak 🙏🏻🤭
A⃟🍏 ⍣⃝Sɾყ✪ƚҽɾʂҽɳყυɱ🖋️🎗️🌼
kukira akan ada season berikutnya ternyata judul baru,,siap meluncur lah 😉😉
Entin Fatkurina
siap meluncur.
Putritritri IG: @_putritritrii: Makasih kk :)
total 1 replies
Wayan Raningsih
Hai Kak Put apa kabar? /
terima kasih krn masih mau menulis cerita untuk kami di sini 😍😍
Putritritri IG: @_putritritrii: Hehwehe puji Tuhan sehat kak. Mampir ya kak 🤗
total 1 replies
༄༅⃟𝐐✰͜͡w⃠🆃🅸🆃🅾ᵉᶜ✿☂⃝⃞⃟ᶜᶠ𓆊
waaoooo kayaknya kereeen
Putritritri IG: @_putritritrii: Mampir ya kak 🤗
total 1 replies
Jumriana
semangatt kakak 😍😍😍
Putritritri IG: @_putritritrii: Makasih kak. Mampir ya 🤗
total 1 replies
Diana Hartati Tampubolon
hadirrrrr
Putritritri IG: @_putritritrii: Wah masih ada yg baca. Mampir ya kak 😍
total 1 replies
Mamaya Mamafaren
ya
Pratiwi Mulyani
lho belum
sarah Nhk
novel terbaik yg aku baca d noveltoon..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!