Alexa Kirania Narendra tumbuh menjadi remaja yang cantik dan juga pintar. Tapi sifat Alexa bertolak belakang dengan sang mommy.
Jika mommy-nya memiliki sifat yang feminim dan juga elegan. Maka Alexa memiliki sifat yang ceria dan sedikit bar-bar.
Axel Evan Narendra adik sekaligus saudara kembar Alexa. Axel tumbuh menjadi remaja yang tampan. Ia memiliki sifat seperti Daddy-nya. Dingin dan juga datar.
Axel dan Alexa juga seperti Tom and Jerry kalau sudah berdua. Tapi mereka saling menyayangi satu sama lain.
Mau tau keseruan cerita mereka. Yuk ke poin🤗🤗
Disarankan baca Mengejar Cinta Nona Muda dulu ya😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon feby_mb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Anak singa mulai menunjukkan taringnya
* Sebelum baca like dulu ya teman-teman.. Gomawo 🤗🤗
Rombongan SMA Harapan sudah sampai di kampung sumber alam resort. Salah satu tempat wisata yang populer juga di kota G. Semua siswa sangat antusias ingin segera masuk kedalam resort itu.
Ini kali pertamanya Alisha pergi ke tempat wisata air panas. Ia akan menceritakan pada neneknya setelah ia kembali nanti.
" Hei kismin! Lo nggak boleh satu kamar sama gue ya"
" Sorry, gue juga nggak minat satu kamar sama Lo. Dan lagi nama gue Alisha, bukan kismin"
Bella kaget melihat Alisha berani melawannya. Entah dapat keberanian darimana gadis itu, hingga bisa melawannya.
" Baiklah semuanya. Kakak akan bagi kalian menjadi beberapa kelompok. Jadi nanti satu bungalow diisi lima sampai enam orang. Kalian mengerti"
" Mengerti Kak"
Ketua OSIS pun mulai membagi juniornya menjadi tujuh kelompok. Dan sayangnya, Alisha harus satu kelompok dengan Bella dan juga Genk nya.
" Kak aku nggak mau satu kelompok dengan Alisha"
" Kenapa?"
" Ntar kamarnya jadi bau karena aroma tubuhnya"
" Bella, tidak boleh bicara seperti itu. Lagipula cuma kamu aja yang merasa kalau Alisha bau. Jadi suka nggak suka, kamu harus terima. Dan ketua tim kamu adalah Alisha"
Bella pun pasrah. Karena kalau dia membantah lagi, bisa-bisa ia akan di suruh pulang oleh ketua OSIS. Tapi nanti ia akan memberikan pelajaran pada gadis kampung itu.
Ketua OSIS pun memberikan kunci bungalow pada tiap-tiap ketua kelompok. Setelah itu, mereka langsung menuju bungalow mereka masing-masing.
" Baiklah, disini gue sebagai ketua kelompok akan membagi tugas " kata Alisha.
" What..! tugas?"
" Ya"
" Tugas apaan? dan lagi gue nggak mau di suruh-suruh sama Lo"
" Ya udah, kalau gitu Lo tidur di bawah kami berempat tidur di atas tempat tidur "
" No..! enak aja Lo. Gue itu nggak biasa tidur di bawah, bisa-bisa badan gue pegal-pegal "
" Kalau Lo nggak mau, Lo harus nurut sama gue"
Mau nggak mau akhirnya Bella menyetujui. Daripada dia disuruh tidur di lantai. Apalagi Ketos memilih Alisha sebagai ketua kelompok, jadi dia nggak bisa berbuat apa-apa.
" Karena tempat tidurnya cuma ada dua, maka bed yang besar gue kasih ke elo Bella. Dan bed yang kecil untuk gue sama Vani"
" Terus kita tidur dimana?" tanya Gina dan juga Amanda.
" Lo berdua tidur sama Bella"
" Nggak..! gue nggak mau! asal Lo tau ya, tempat tidur gue aja lebih besar dari ini. Dan itu gue pake sendiri. Nah ini, sudah tempat tidurnya kecil dipake untuk bertiga. Oh my God, Lo jangan bercanda"
" Gue nggak bercanda. Dan gue ingetin lagi sama elo ya Anabelle, ini itu bukan rumah Lo. Jadi jangan bertingkah"
" Apa Lo bilang tadi, Anabelle. Berani sekali lo mengganti nama gue" kata Bella sambil menarik rambut Alisha.
Alisha tidak tinggal diam, ia juga menarik rambut Bella. Dia tidak akan menahan diri lagi. Sudah cukup ia membiarkan Bella dari tadi menghinanya, dan kali ini dia tidak akan diam lagi.
Aaaawww..
" Gina, Manda tolongin gue dari cewek gila ini"
" Awas kalau kalian berdua berani maju, gue ikat di pohon toge"
Kedua sahabat Bella pun mundur. Mereka tidak ingin diamuk sama gadis gila itu. Sedangkan Vani susah payah menahan tawanya. Sahabatnya itu memang terkenal bar-bar dari SMP.
" Alisha, cepat lepasin rambut gue"
" Minta maaf dulu"
" Ok, gue akan minta maaf. Tapi lepasin dulu tangan Lo dari rambut gue"
" Nggak! ntar Lo bohong"
" Beneran, gue nggak bohong"
" Baiklah, kalau Lo bohong gue akan kasih pelajaran lebih dari yang ini"
Bella kaget melihat rambutnya banyak yang rontok. Ini semua gara-gara gadis gila itu. Ia tidak menyangka kalau Alisha akan se bar-bar itu.
" Kenapa diam, buruan minta maaf"
" Sorry "
" Minta maaf yang bener?"
" Gue minta maaf"
" Sama siapa Lo minta maafnya?"
" Alisha, gue minta maaf"
" Gue nggak denger "
" Alisha gue minta maaf!"
" Good girl. Gue maafin, tapi kalau Lo masih berani manggil gue kismin lagi. Habis Lo "
Bella dan kedua sahabatnya refleks memegang leher mereka. Lain kali mereka tidak akan menyinggung gadis gila itu lagi.
...***...
Rombongan Kevin akhirnya sampai di pondok salada. Tempat itu sangat bagus dan juga luas. Jadi mereka akan membuat tenda di sana. Dan malam nanti mereka akan mulai tidur di sana.
" Baiklah Semuanya, kita akan pake tenda biasa ya. Itulah gunanya kemarin kami menyuruh kalian untuk memasang tenda. Jadi disaat seperti ini kalian tidak pusing lagi gimana cara memasangnya"
" Kita akan bagi lima kelompok, tiap kelompok anggotanya 10 orang" kata Intan.
" Kami juga akan masuk kedalam kelompok kalian"
" Aku mau satu kelompok sama Axel " kata Diva.
" Kamu lelaki atau perempuan?" tanya Citra.
" Perempuan Kak"
" Terus kenapa kamu ingin satu kelompok sama Axel?"
" Aku cuma becanda Kak"
" Saya lagi tidak ingin bercanda" kata Intan.
" Sudah, sekarang kita mulai bagi kelompoknya, ntar keburu sore" kata Citra.
Kevin mulai membagi kelompok. Adele senang karena ia satu kelompok dengan Alexa. Begitu juga dengan Farel, ia satu kelompok dengan Axel.
" Gue masuk kelompok Axel " kata Rian.
" Jangan bilang Lo suka sama Axel?" tanya Citra.
" Ya nggak lha. Gue masih normal kali"
" Gue nggak setuju" kata Kevin.
" Kenapa?"
" Ntar Lo berantem sama Axel"
" Berantem? maksudnya apa nih?" tanya Intan.
" Lo nggak usah ikut campur. Ini masalah cowok" kata Rian.
" Tapi Lo itu senior di sini. Jadi harus kasih contoh yang baik untuk junior Lo" kata Citra.
" Sudah-sudah. Pokoknya, Lo nggak boleh satu kelompok sama Axel, dan keputusan gue udah final" kata Kevin.
Sialan si Kevin. Mentang-mentang dia Ketos di sini jadi dia berlagak jadi bos.
Rian menatap Axel dengan tajam. Ia memang tidak suka dengan Axel saat pertama kali melihat juniornya itu.
Axel tetap tenang, ia tidak terpengaruh. Kalau pun Wakil Ketos itu mengajaknya untuk berduel, ia tidak takut. Karena ia tidak akan mengusik kalau tidak di usik.
" Sepertinya Kak Rian benar-benar mengibarkan bendera perang sama lo?" bisik Farel.
" Gue nggak takut. Kalau dia emang ingin berperang sama gue"
" Wah anak singa udah mulai menunjukkan taringnya nih"
Axel hanya tersenyum tipis mendengar pujian dari sahabatnya itu.
" Jangan senyum kek gitu?"
" Kenapa?"
" Serem tau"
" Serem mana pada senyum Eca"
" Sama-sama nyeremin"
Alexa merasa kupingnya panas. Itu bertanda ada yang sedang ghibah-in dirinya. Dan pelakunya sudah pasti dua orang lelaki yang sedang berbisik-bisik itu.
" Lo kenapa?" tanya Adele.
" Noh liat, sepertinya mereka berdua nggak normal"
" Maksud Lo, Axel sama Farel belok?"
" Hhmm" gumam Alexa disertai anggukan kepala.
Adele menutup mulutnya. Ia merutuki jantungnya yang sempat berdegup kencang karena lelaki tampan itu.
To be continue.
Happy reading 😚😚