Kepulangan dua gadis kembar kesayangan Daddy Bastian dan Mommy Fallen ada dua alasan nya.
Sakit nya dua Oma kesayangan nya menjadi alasan pertama kedua gadis kembar itu pulang.
Alasan keduanya adalah perjalanan mencari cinta.
Syakila yang tidak menyukai pria yang mencintai nya.
Dan Syakira yang ingin belajar melupakan cintanya untuk pria dingin yang menyukai kakak nya.
Penasaran akhir cinta Triplets S? yuk ikutin cerita nya🤗
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nilam nuraeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tangis Daddy.
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
"Jangan marah, Daddy mu tidak akan ma__" ucap Uncle Toni terhenti karena dia mendengar suara pintu yang di tendang seseorang.
Brugkkk !!
"Kau apakan putri ku hah!!"
Dad Bastian tiba-tiba datang dengan wajah yang tidak bisa di artikan, membuat Syakila dan uncle Toni langsung kaget, lain dengan Uncle Alex yang masih santai.
"Sayang kau tidak apa? mana yang sakit." Dad Bastian berjalan melewati uncle Toni dan Uncle Alex, lalu berjongkok tepat di depan sang putri.
"Tidak apa Dad, hanya saja kaki ku yang sakit." balas Syakila.
Tadi dia mendapatkan kabar buruk yang menimpa putri nya, hati seorang ayah mana yang bisa diam saja mendengar putri nya hampir saja di lecehkan seorang pria bejat?.
Dia takut, dia sedih.. apalagi saat melihat penampilan putri nya yang sangat kacau itu, sungguh hati nya benar-benar sangat sakit sekali.
Syakila menatap Daddy nya yang wajah nya berubah menjadi sedih itu, tangan nya terulur untuk memegang tangan sang Daddy.
"Tidak apa Dad, jangan sedih." Syakila berbohong jika dia baik-baik saja, seperti biasnya dia tidak suka memperlihatkan sisi lemah nya, terkecuali dengan Uncle Alex.
"Mana orang yang membuat putri ku terluka! pertemukan aku dengan pria sialan itu!" Dad Bastian menatap tajam uncle Alex dan uncle Dani.
"Dia sudah di kirim ke kantor polisi." uncle Alex menjawab.
Membuat tatapan Dad Bastian semakin tajam pada uncle Alex.
"Kenapa menatap ku begitu?" uncle Alex risih di tatap tajam terus.
"Kau tidak membantu putri ku? kemana saja kau! dia keponakan mu kenapa kau tidak perhatian pada nya." Dad Bastian terlihat marah.
"Aku sibuk, tentu saja pekerjaan ku banyak lagi pula aku tidak ingat kalau aku punya keponakan." jawaban yang berhasil membuat Dad Bastian bertambah kesal.
"Dad, uncle yang membantu ku, dia membuat pria itu tersungkur dan pingsan." tidak mau Uncle kesayangan nya di salahkan, Syakira mengatakan kebenaran nya.
Kebenaran jika uncle Alex adalah penolong nya, dan tentu karena dia tidak mau nama uncle nya menjadi jelek di mata Daddy nya.
"Halah sama saja, seharusnya dia tidak terlambat membantu mu sayang, lihat kaki mu terluka, dan juga.." ucap Dad Bastian tidak bisa melanjutkan ucapan nya.
Tak kuasa menahan air mata nya, Dad Bastian memeluk sang putri nya lama agar dia bisa menahan kesedihannya.
Syakila yang di peluk itu merasakan nyaman, dan perlahan Ketakutan nya pun menghilang saat di pelukan Daddy nya.
"Jangan menjadi model lagi oke, Daddy tidak mau hal seperti ini terjadi lagi." Dad Bastian masih memeluk Syakila.
"Dad, aku ingin menjadi model." Syakila sudah tau jika pada akhirnya Daddy akan melarang nya.
"Tidak ada penolakan, Daddy menyayangimu." Dad Bastian melepaskan pelukannya.
Dan Setelah itu Syakila di bawa pulang oleh Daddy nya, meninggalkan Uncle Alex dan uncle Toni yang duduk di sopa.
"Kau masih tidak mengenali ku?" tanya Uncle Toni.
"Tentu saja, bahkan memori mu tidak pernah hadir di dalam mimpi ku." balas Uncle Alex.
"Memang nya memori siapa yang selalu masuk ke dalam mimpi mu?" tanya Uncle Toni penasaran.
Uncle Alex terdiam, dia kembali membayangkan seorang gadis berseragam yang sedang tersenyum manis ke arah nya, rambut nya yang lucu saat di ikat asal.. semuanya nampak terasa begitu dekat.
"Woy Lex, malah bengong di tanya juga." uncle Toni menimpuk uncle Alex dengan bantal.
"Kau!" uncle Alex ingin membalas.
Tapi tidak jadi karena dia kembali teringat akan sosok gadis yang ada di dalam mimpi nya.
"Dia seorang gadis, wajahnya cantik dan juga _" ucap Uncle Alex terhenti karena mendengar suara pintu terbuka.
Dan terlihat lah Uncle Dani yang datang dengan dua kantung kresek makanan yang ada di masing-masing tangan nya.
Uncle Toni melirik teman nya itu, tentu dia tau siapa yang di maksud teman nya, seorang gadis cantik yang selalu mengisi keseharian masa muda mereka.
"Kila mana?" tanya Uncle Dani.
"Dia sudah pulang, bang Bastian ke sini dan merusak pintu nya." balas Uncle Toni.
"Siapa yang memberi tahu?" tanya Uncle Dani.
Dan uncle Alex langsung menunjuk uncle Toni, yang mana hal itu membuat uncle Dani menatap tajam teman nya itu.
Dari dulu uncle Toni memang selalu lemes dan tidak bisa di andalkan, kalau begini caranya bisa gagal uncle Dani ingin membuat teman nya kembali mengingat semuanya, dan dia juga tidak bisa membayangkan jika teman nya itu tau semuanya nanti.
"Ayo makan, aku lapar.. itu nasi padang pake rendang kan?" uncle Toni tanpa malu malah mengambil kresek yang di tangan Uncle Dani.
"Seperti nya aku tidak memiliki teman seperti mu, tidak punya kesopanan." uncle Alex menatap sinis uncle Toni.
"Tidak apa, jika kau sudah mengingat ku kau akan tau jika aku Toni, adalah sahabat terbaik mu." balas Uncle Toni tidak perduli dengan ucapan uncle Alex yang secara tidak langsung telah menyinggung nya.
"Sudahlah, ayo kita makan.. dan satu lagi aku lupa nanti akhir bulan kita harus ke kota B, ada seseorang yang harus kita temui." kata uncle Dani.
Membuat uncle Alex melirik asisten nya itu.
"Aku Bos mu, kenapa di sini kau yang mengatur!" tidak terima.
"Tidak ikut tidak apa, lagi pula aku takut kau baper karena mantan gebetan mu sudah punya anak empat." balas Uncle Dani ikut makan bersama uncle Toni.
"Siapa?" tanya Uncle Alex.
Yang mana membuat uncle Dani yang akan makan itu melirik Bos sekaligus teman nya itu.
"Siapa lagi kalau bukan Tara!" sahut nya santai.
Uhukk !!
Uncle Toni terbatuk-batuk di buatnya.
Membuat uncle Dani langsung memberikan nya minum.
"Kau tidak apa? kebiasaan makan mu selalu rusuh."
Uncle Toni tidak menjawab, dia diam dan memilih kembali makan lagi.
Uncle Alex nampak diam, dia melirik dua sahabatnya nya itu, dan dia penasaran dengan dua sahabatnya lagi karena uncle Dani bilang jika mereka itu adalah lima bersahabat.
Sedangkan di tempat lain Syakila yang baru sampai di rumah di sambut dengan tangis, ralat bukan di sambut tapi di bawa oleh pria yang kini sedang terisak menangisi nya.
Daddy Bastian yang sudah menahan tangisnya kini tidak bisa membendung kesedihan nya lagi, dia merasa gagal dan menjadi ayah yang buruk karena tidak bisa membantu putrinya.
"Daddy, hiks sudah." Syakila yang tidak mau menangis pun ikut menangis.
"Daddy minta maaf tidak bisa menjaga mu, Daddy merasa gagal." masih dalam keadaan menangis.
Melihat anak dan suami nya menangis Mom Fallen hanya bisa menghela nafasnya.
dia juga sebenarnya sedih mendengar kabar itu, tapi jika dia ikut menangis dia rasa itu hanya akan membuat putri nya semakin sedih.
Apalagi dia sempat di posisi putri nya, hanya saja perbedaan nya Syakila tidak sampai sejauh apa yang telah di alami nya.
"Kila mau makan nggak?" tawar Mom Fallen.
Syakila mengusap air mata nya, dan mengangguk kecil.
"Mau nasi Padang Mom." balas Syakila.
"Mom pesankan pada adik mu, kebetulan Kira lagi di luar." Mom Fallen berjalan keluar kamar untuk menelpon putri bungsu nya.
Kini tinggallah Syakila dan Dad Bastian, keduanya masih berbagi kesedihan.
"Dad, jangan nangis terus dong, aku jadi sedih aku.." Syakila menangis.
"Daddy juga mau berhenti nangis nya, tapi gimana hiks.. ini susah berhenti." semakin sesegukan.
"Hiks, sama Dad, aku juga nggak bisa berhenti, kaya gatel gitu hiks.. kalau berhenti." balas Syakila, dengan wajah yang masih berderai air mata.
"Coba tarik nafasnya, hiks.. Dad juga nggak bisa berhenti, hiks." menjawab lagi dengan tangis nya.
Dan pada akhirnya keduanya mencoba berhenti, tapi mulutnya tidak berhenti mengeluarkan suara isakan, yang membuat keduanya membutuhkan beberapa menit untuk menghentikan tangis nya.
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏