NovelToon NovelToon
Menikahi Om Tampan

Menikahi Om Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Perjodohan / Nikahmuda / Nikahkontrak
Popularitas:35.2k
Nilai: 5
Nama Author: viannakim

Aleta Quenby Elvina gadis berusia 21 tahun. yang terpaksa harus menikah dengan CEO tampan kaya raya, Ia dijodohkan oleh orang tua nya karena alasan orang tua nya lelah dengan sikap Aleta yang tidak bisa diatur, jadi orang tua Aleta memilih menikahkan Aleta dengan teman kolega papa nya. dengan harapan Aleta dapat berubah menjadi seseorang yang lebih baik lagi.

Namun, ternyata hal itu tidak membuat Aleta berubah malah ia semakin menjadi jadi, dan tidak terkontrol. karna menurut nya dengan ia menikah ia akan menjadi lebih bebas. dan terlepas dari aturan orang tua nya.

akankah pernikahan mereka akan berjalan dengan lancar? ataukah sebaliknya? apakah Aleta akan merasakan bahagia dengan pernikahannya?






selamat membaca ya, dan mohon dukungan nya teman teman☺️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon viannakim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 22 - pertengkaran

3 bulan kemudian

sudah 3 bulan berjalan pernikahan mereka dan Aleta kembali ke rutinitas semula sebelum menikah, sering keluar malam bahkan pernah sekali Aleta tidak pulang ke rumah. dan apakah Tama tidak tahu jelas saja Tama tahu, Tama tahu semua yang Aleta lakukan selama ini, Aleta yang melanggar janji nya. tetapi Tama hanya diam saja untuk saat ini dia akan terus memantau Aleta dan jika Aleta terus seperti ini mungkin dia akan menegur nya.

Tama membuka pintu, dan pemandangan yang pertama kali ia lihat adalah rumah yang sepi dan gelap. keadaan yang sama sewaktu dulu sebelum dia menikah tidak pernah ada yang menyambut nya, padahal ia ingin sekali jika ia pulang kerja ada yang menyambut nya di depan pintu dan menyiapkan makanan untuk nya, tapi ternyata sesudah menikah pun dia tetap merasa sepi dan melakukan apapun sendiri

Tama menghela nafas nya lelah, entah sampai kapan keadaan seperti ini akan terus berlanjut. yang jelas dia tidak akan menuntut Aleta untuk mengikuti apa kemauan nya karena dia tahu Aleta menikah dengan dirinya karena paksaan dari orang tua nya.

melangkah kan kaki menuju ke kamar nya, Tama akan membersihkan dirinya terlebih dahulu sebelum memasak makan malam. dan itu sudah menjadi rutinitas nya setiap hari. karena Aleta yang sekarang ini jarang berada di rumah.

setelah selesai membersihkan tubuh nya Tama pun menuju ke dapur untuk memasak makan malam untuk dirinya, Tama bukan tipe orang yang mengandalkan orang lain, jadi jika dia merasa lapar dan tidak ada makan satu pun, maka ia akan membuat nya sendiri.

...\=\=\=\=\=\=\=\=\=...

suara pintu dari depan terdengar terbuka, membuktikan ada seseorang yang masuk ke dalam, Tama tak perlu mengecek untuk tahu siapa yang baru saja memasuki rumah nya karena dia sudah sangat bisa menebak bahwa yang baru saja masuk itu adalah Aleta. dan terbukti dengan Aleta yang muncul di hadapan nya.

Tama melirik jam dinding yang menunjukkan pukul 12 malam, saat ini Tama berada di ruang tengah dan ia memang sengaja untuk menunggu Aleta pulang. karena ia sudah sangat heran dengan kelakuan Aleta yang semakin menjadi.

"jam segini baru pulang?" ucap Tama dengan nada rendah

Aleta yang baru saja ingin menuju ke kamar nya seketika berhenti dan berbalik menghadap tama, dengan wajah lesu ia menjawab Tama "baru jam 12, ini udah termasuk jam awal gue pulang kali om, biasa nya juga gue balik jam 1 atau jam 2 santai aja om"

"Aleta? apa kamu lupa kalau kamu ini sudah menikah?" Tama masih mempertahan nya nada rendah nya saat bertanya dengan Aleta

"enggak mungkin gue lupa kalau ini cincin masih pake, ya walaupun sekarang gue jadiin bandul kalung sih"

"Aleta saya sudah berjanji kepada orang tua kamu untuk menjaga kamu dan menjadikan kamu menjadi pribadi yang lebih baik, dan jika mereka tahu bahwa kamu masih seperti ini apa yang akan saya katakan kepada mereka" Tama tetap mencoba bersikap tenang walau sebenernya dia sudah ingin meluapkan segala emosinya

"ya om kasih tahu aja ke mereka kalau om kasih izin gue yang suka keluar malam gini kan beres" jawab Aleta enteng, dan di detik itu juga Tama sudah tidak bisa lagi menahan emosi nya sampai-sampai ia membentak Aleta

"ALETAAA!!!!" teriak Tama dengan kencang

Aleta yang mendapatkan teriakan kencang, membuat nya sedikit takut apalagi ini pertama kali bagi nya melihat seorang Tama yang pendiam dan tidak banyak omong meneriaki nya seperti ini, tapi ia tetap bersikap biasa saja dan tidak menunjukkan rasa takut nya, ia malah menghadapi Tama dengan berani

"apa? om pikir dengan om berteriak seperti itu gue bakal takut sama om" ucap Aleta berani "enggak om, yang ada gue makin berani sama om" Tama yang mendapatkan jawaban berani dari Aleta makin mengepalkan tangan nya dengan keras ia mencoba meredakan emosi nya

"selama saya sudah sangat sabar dengan sikap kamu Aleta, tapi kamu makin didiamkan makin menjadi seperti ini" Tama menghela nafas nya sebentar untuk meredakan emosi nya "ingat Aleta kamu ini sudah menikah, kamu itu sudah menjadi tanggung jawab saya dan jika ada apa apa dengan diri kamu maka saya yang akan menanggung nya, saya tidak menuntut kamu untuk menjadi seorang istri yang baik untuk saya setidaknya hargai saya sebagai suami kamu"

mendengar itu Aleta sedikit merenung, benar selama ini Tama tidak menuntut nya untuk menjadi istri yang baik untuk Tama, bahkan di pagi hari pun Aleta tidak pernah sekalipun menyiapkan sarapan untuk Tama dan itu berlaku juga untuk makan malam, Tama membiarkan nya yang sering keluar bersama teman teman nya hingga larut malam, tapi Aleta tentu saja tidak langsung meminta maaf untuk itu, ia masih tetap pada sikap nya yang sangat tidak sopan pada Tama bahkan ia menyalahkan Tama atas pernikahan ini.

"bukan nya selama ini om tau kalau gue gak terima pernikahan ini terjadi, bahkan selama ini pun gue gak pernah anggap om itu suami gue, dan apa om udah lupa soal perjanjian kita sebelum nikah? bahwa kita gak boleh mencampuri urusan masing masing"

Tama berpikir apakah ia salah menikahi Aleta? apakah ia salah menjadikan Aleta sebagai wanita yang tepat untuk diri nya? karena selama ini pun Tama sudah merasa gagal dalam mendidik Aleta

"saya ingat dan apa kamu juga lupa bahwa kamu sudah melanggar perjanjian kita? perjanjian yang saya memperbolehkan kamu untuk keluar malam hanya sampai batas jam 11 malam? apa kamu lupa soal itu Aleta?"

seketika Aleta teringat point dalam perjanjian yang mereka, dan memang benar jika dia telah melanggar perjanjian yang sudah mereka buat, dan tentu saja Aleta tidak merasa bersalah soal itu ia mencoba mencari pembelaan untuk dirinya

"lalu om pikir, keluar malam dan pulang jam 11 itu udah puas buat main main, bahkan jam segitu aja club baru buka, kaya om gak pernah ke club aja gak tau jam berapa club buka"

Tama sudah tidak mengerti lagi dengan Aleta, dan sekarang ia pun bingung dengan pikirannya harus bersikap bagaimana lagi untuk menghadapi seorang Aleta yang sangat keras kepala ini. dengan tarikan yang dalam Tama menghembuskan nafas nya. dan itu ketahui oleh Aleta dan ia pun menjadi berpikir bahwa Tama sudah lelah dengan sikap nya dan mungkin saja akan membiarkan nya saja, namun ternyata dugaan nya salah setelah mendengar ucapan Tama yang menyatakan bahwa untuk sementara ini Aleta akan dilarang untuk keluar malam bahkan semua fasilitas nya akan disita. tentu saja Aleta protes akan hal itu, namun baru saja mulut nya akan mengucap Tama sudah pergi meninggalkan nya

"arggghhh sialan tuh si om apaan dah kek anak kecil aja main nya sita sita, dan apaan banget coba ngelarang gue buat gak keluar malem? gak jelas banget" dumel Aleta

...\=\=\=\=\=\=\=\=\=...

Tama memijat kepalanya yang pening, berdebat dengan Aleta sangat menguras energi nya saat ini, dia tahu bahkan sangat tahu kalau Aleta adalah orang yang sangat keras kepala namun ia tidak menyangka berdebat dengan Aleta akan sangat melelahkan seperti ini. setelah perdebatan mereka yang sangat panjang tadi Tama memutuskan untuk berdiam diri di ruang kerja nya, sekedar untuk menenangkan dirinya yang masih terbawa emosi. otak nya kembali mengingat apa yang dahulu ia bicarakan bersama ayah Aleta, sebelum mereka menikah.

"saya percayakan Aleta kepada kamu Tama, saya yakin bahwa kamu dapat merubah Aleta menjadi lebih baik lagi" ujar ayah Aleta sembari memberikan tepukan kecil pada pundak Tama

"iya om, saya pastikan Aleta akan menjadi seseorang yang lebih baik lagi untuk ke depan ya" dan di detik itu juga Tama berjanji kepada dirinya sendiri dan juga kepada ayah Aleta bahwa ia akan membuat Aleta menjadi seseorang yang lebih baik lagi.

tapi setelah beberapa bulan mereka menikah, sikap Aleta semakin menjadi-jadi. selama ini Tama diam bukan berarti Tama membiarkan kelakuan Aleta yang seperti itu hanya saja ia mencoba membiarkan Aleta sebentar untuk ia lihat akan sampai Aleta seperti ini, tapi ternyata sikap diam yang ia lakukan salah, itu malah semakin membuat Aleta semena-mena dan seenaknya saja. hingga hari ini ia sudah tidak bisa lagi menahan nya dan membuat ia harus bersikap lebih tegas lagi kepada Aleta.

__________________

1
M Amin Amin
lanjut thor
chachacha
cerita nya bagus,
CandycaneMissy
sukses selalu authorr 、歴洟 aku selalu mendukung mu
anna park: makasih ya☺️
total 1 replies
isntit darling
Udah berapa kali aku ngulang-ngulang bacanya, karena seseru itu!
anna park: aaaa makasih ya udah baca terus🤗
total 1 replies
with_mercii
Thor, aku nungguin crazy up karena ceritamu sudah drive me crazy‾
anna park: nanti ya, lagi kena writer block parah soalnya😢 jadi belum bisa crazy up
total 1 replies
TwilightQueenbee
thooorr.he authorrr up lge dong thorr. yg bnyakk昨沽 smangattt thorrr
Garang Anggriawan
Fix ceritanya bikin aku kecanduan buat terus baca huah
anna park: makasih ya🤗
total 1 replies
moon struck traveller
Lanjuting dong thor, seru!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!