NovelToon NovelToon
Tumbal Tujuh Perawan

Tumbal Tujuh Perawan

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Iblis / Tumbal
Popularitas:49.5k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Setiap tahun selalu saja para pembantu yang masih perawan akan meninggal dunia, namun mereka tidak ada yang sadar dengan hal itu

Hingga akhir nya Dila datang ke rumah itu untuk mencari tahu tentang keberadaan sang adik yang hilang entah ke mana, dan tempat terakhir dia kerja adalah rumah keluarga Susanto.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4. Tumbal lagi

''Tuan, ini kopi nya.'' Lisa meletakkan secangkir kopi di hadapan Susanto yang sedang bersantai membaca koran di halaman belakang.

''Terima kasih.'' Susanto tersenyum dengan sangat manis agar bisa bisa melihat senyuman Dia.

''Sama sama, Tuan.'' Lisa juga terlihat salah tingkah setelah mendapat begitu banyak perhatian dari juragan.

''Kamu sedang tidak ada pekerjaan yang mendesak bukan?'' Susanto kembali menatap Lisa sehingga membuat Lisa semakin berdebar tidak karuan.

''Untuk pekerjaan lain Saya sudah menyelesaikan jadi saat ini saya bisa bersantai.'' Lisa mengangguk dan senyum itu tidak pernah pudar dari bibir seksi dia.

''Em karena kamu sedang tidak ada pekerjaan seperti ini maka saya ingin kamu menemani saya ke sebuah tempat.'' Susanto segera bangkit berdiri.

Lisa yang Mendengar hal itu tentu saja merasa semakin senang karena dia merasa bahwa mungkin Susanto akan mengajak dia di sebuah kamar untuk melakukan persetubuhan seperti yang sudah terlintas di dalam benak gadis ini, bila itu sampai terjadi maka Lisa jelas akan menjadi simpanan.

Memang itu yang sangat Lisa tunggu agar dia bisa segera naik derajat menjadi Nyonya rumah dalam gedung besar ini, meski dia tidak menjadi seorang Nyonya namun setidaknya Lisa akan mendapat hidup yang jauh lebih enak ketika Susanto telah menaruh hati seperti ini kepada dia di sini.

Terlebih sekarang dirinya mulai merasa nyaman dan ingin hidup bersama dengan pria yang belum memiliki anak itu, dalam pikiran Lisa tentu saja dia mengatakan bahwa yang tidak bisa memberikan keturunan adalah Dina. jadi dia memang berniat untuk merebut sang juragan sehingga dia nanti bisa mendapatkan banyak fasilitas mewah dalam rumah tersebut.

Tidak tahu saja bahwa di dalam rumah itu sudah terlalu banyak misteri yang tidak bisa dia pecahkan karena dalam waktu setahun Susanto bisa mengembalikan semua yang telah hilang, tidak ada yang curiga dengan fakta itu karena mereka tinggal di kota sehingga bisa di katakan orang nyinyir agak berkurang.

''Ini tempat apa, Tuan?'' Lisa bertanya pelan ketika Susanto mengajak dia ke dalam sebuah rumah kaca.

''Nanti kamu akan tahu kalau sudah masuk ke dalam sana dan Menikmati keindahan yang telah tersedia.'' Susanto menggandeng tangan Lisa agar gadis ini mau masuk ke dalam.

'Em ah Tuan.'' Lisa merasa salah tingkah namun dia malah mempererat genggaman tangan itu.

Kedua ini segera masuk ke dalam ruangan kaca itu untuk melihat pemandangan yang ada di sana, setidaknya itu yang telah Lisa pikirkan karena dia tadi mendengar ucapan Susanto bahwa di dalam rumah kaca itu terdapat kemewahan yang tidak bisa dikatakan dengan kata-kata.

Padahal sekali masuk dalam ruangan itu maka tidak akan pernah bisa keluar lagi dengan selamat, yang ada di dalam pikiran dia saat ini hanyalah Ambisi untuk menjadi orang kaya dan menikmati fasilitas Rumah yang begitu mewah dengan kelengkapan tiada Tara, langsung saja mereka masuk ke dalam tanpa basa-basi kembali.

''Kamu tunggu dulu ya.'' Susanto tersenyum karena dia meninggalkan Lisa untuk duduk sendirian di atas ranjang berbunga.

''Iya.'' Lisa mengangguk sambil tersenyum malu karena sudah membayangkan apa yang akan terjadi.

''Rileks saja.'' Susanto berbisik di telinga Gadis itu sembari memberi jilatan lembut sehingga membuat Lisa semakin tidak karuan karena merinding.

Suara alunan musik mengiringi dalam ruangan ini sehingga suasana terasa begitu Syahdu dan juga suara rintik hujan di luar mulai terdengar, Lisa berusaha untuk tetap tenang karena dia tahu ini semua akan menjadi malam yang begitu panjang untuk dirinya dan juga Susanto karena Lisa adalah gadis perawan yang belum pernah memberikan kesucian ini kepada pria lain.

''Tidak sia sia aku menjaga diri selama ini karena Akhirnya bisa mendapatkan pria kaya seperti dia.'' Lisa tersenyum sendirian.

''Ah akhirnya aku tidak perlu menyikat WC setiap hari dan tidak perlu menjadi budak wanita mandul itu!'' gumam Lisa Karena dia sudah sangat yakin dengan pencapaian ini.

''Sayang.'' sebuah suara muncul dan mata Lisa tertutup rapat karena tangan Susanto memberikan kain berwarna hitam.

''Ah Kenapa harus menutup mata seperti ini?'' Lisa bertanya penasaran dan dia juga agak takut.

''Pokok nya kamu tenang saja dan nikmati semua aksi yang akan aku lakukan ini.'' Susanto berkata dengan suara berat.

Lisa tidak lagi melawan karena menurut dia ini memang menjadi salah satu kegiatan tersendiri dan mungkin akan menjadi Malam yang begitu indah, tangan Susanto meraba ke sana kemari sehingga membuat Lisa merasa geli dan mulai terangsang dengan apa yang telah dilakukan oleh pria itu kepada dirinya sekarang.

Namun semakin lama belaian lembut itu berubah menjadi sangat menyakitkan untuk Lisa ketika dia sudah merasakan pada bagian leher seperti tersayat oleh sesuatu, sebilah pisau kecil telah membuat luka pada bagian leher sehingga darah mengucur deras dari sana dan Susanto segera menghisap darah tersebut agar jangan sampai tumpah ke mana-mana.

''A.. ap?'' Lisa ingin melawan Namun ternyata tubuh dia terasa begitu kaku sehingga hanya bisa pasrah merasakan sakit ini.

''Gadis miskin tidak tahu diri, Nikmati saja rasa sakit ini atas hawa nafsu yang ada di dalam dirimu!'' Susanto berkata sembari menyeringai dan mulut dia penuh dengan darah.

Sleruuuup.

Sleeeruuup.

''Aaaghhhkk!'' Lisa menjerit karena merasakan sakit tidak terhingga pada bagian leher.

''Hahaaaaaaaaa, bukankah kau sangat ingin bersama dengan aku tadi?'' Susanto memainkan pisau itu dengan begitu lihai.

''Tuan, tolong ampuni aku dan jangan bunuh aku seperti ini.'' Lisa memohon dan berusaha untuk membuka tutup mata dia.

''Kalau aku tidak membunuh dirimu maka aku tidak bisa mendapat kekayaan lagi.'' Susanto segera mengambil tempat yang paling mudah sekali untuk dia beset.

Sreeet.

Sreeett.

Lisa sebenarnya ingin menjerit kembali karena seluruh kulit yang ada pada bagian tangan telah diseset habis oleh Susanto, namun seperti ada sesuatu yang membungkam mulut dia sehingga untuk mengeluarkan suara sudah tidak bisa walau hanya sedikit saja.

Sleruuupp.

''Aaah segar sekali darah anak perawan seperti ini.'' Susanto tersenyum dan dia sangat menikmati aroma darah serta rasa yang begitu manis.

''Tolong aku, siapa saja tolong bantu aku lepas dari sini.'' Lisa menangis di dalam hati karena dia memang sangat ketakutan dan juga kesakitan.

Penyiksaan ini tentu saja terasa begitu panjang untuk dia karena tak kunjung habis dan Susanto akan terus menguliti tubuh dari ujung kepala hingga ujung kaki, bahkan sambil menguliti dia sambil menjilati darah yang keluar juga agar tidak ada yang bisa menghentikan perbuatan tersebut karena ada bantuan iblis yang membungkam mulut Lisa saat ini.

Selamat malam para pembaca autor Novita, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita kali ini ya.

1
putri wahyu
pagi menjelang siang Bess..
knp Bu Yuni asal tuduh aja padahal ga ada bukti😒 jln satu2nya datangkan purnama sang ratu ular👍
putri wahyu
segitu banyaknya orang ga ada yg kepikiran buat cari di hutan😒
Raffaza Direzky87
jadi kasian sama rudi, gak tau apa² malah kena tuduh, Sania juga ngapain ikut² an ngomong ikut campur sama perdebatan orangtua
Raffaza Direzky87
eehh takutnya malah rudi yg di jadikan tersangka sama bu yuni nanti
Apriyanti
andai saja mayat nya ana purnamayg menemukan pasti purnama tau tangan siapa yg telah membunuh ana
Sri Devi
kasihan Ana baru muncul langsung jadi tumbal
Ayuk Witanto
jadi saling tuduh
FiaNasa
malah gak karuan
Heni Mulyani
lanjut
Eli Rahma
ihhh malah pada saling tuduh..ruwettt...
Heni Mulyani
lanjut author
ismi
bu yuni bakal nyesel karena tlah menuduh rudi,padahal ana mati karena dibuat tumbal oleh susanto dan dina
vania larasati
lanjut kak
Noona Han
hais malah pdaribut menuduh rudi
Kristiana Subekti
Sania malah bikin suasana jadi makin runyam aja😤😤
Kristiana Subekti
waduh si Rudi jd tersangka nih,,,,, padahal dia g tau apa-apa
Yeyet Rohaeti
kasihan rudi di jadikan kambing hitam,klu ana udah di ketemu kan meninggal.
Apriyanti
lanjut thor 🙏
Apriyanti
ko bisa nak Tini bicara SM kursi kosong ,,apadina Uda JD setan ya
Ayuk Witanto
Bu Yuni jadi negatif thinking ya karna memang sekarang banyak kasus seperti itu ...di kotaku juga beberapa hari lalu viral kasus pembunuhan dan yang membunuh adalah pacarnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!