Kumpulan cerita horror yang tak pernah dialami oleh orang awam.
Cover by Mpuk
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon V a L L, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cafe berhantu 2
Dan tak disangka bosnya pun berdiri dibelakang mereka. Husnan dan Ina pun terkejut, "eh bos hehehe..." mereka pun tertawa dengan garing. Pak Hendra pun menatap mereka dengan pandangan tidak suka.
"Sedang apa kalian di sini?"
"nggak, pak..." jawab mereka berdua secara bersamaan.
"kenapa kalian belum pulang?" tanya Pak Hendra lagi.
"iya, pak... belum tadi ada yang ketinggalan, pak di dalam jadi kami permisi dulu ya pak. selamat malam, Pak..." jelas mereka dan pamit secara bersamaan.
"ya udah. pulang dan hati-hati" ucap Pak Hendra ketus.
"baik, pak..." ucap Husnan dan Ina secara bersamaan dan bergegas meninggalkan tempat itu.
Ina pun mengelus dadanya, "astaghfirullahaladzim... kok kaget banget tadi, Hus... serius deh itu tiba-tiba si bos di belakang kita berdiri ngapain apa jangan-jangan dia udah tahu kalau kita melihat sesuatu yang ganjil di sana?"
"gue juga curiga nih kita lihat aja yuk besok gimana jangan-jangan kita dijadikan tumbal lagi sama bapak bos itu bahaya nih gue pengen resign aja deh kayaknya," ucap Husnan yang agak takut dan curiga terhadap bosnya sendiri.
"Gus, kamu jangan kayak gitu nanti aku jadi takut sendiri kalau seandainya lu kabur maksudnya lu keluar dari kafe itu jadi tinggal kita bertiga dong," ucap Ina.
"kan bisa cari lagi..." ucap Husnan sembari berjalan menuju halaman parkir depan bersama dengan Ina.
kebetulan Husnan dan Ina adalah tangga sebelah rumah dan mereka satu arah jadi Husna dan Ina pun pulang bersama malam itu tak terjadi apapun saat di perjalanan.
"Husnan makasih ya udah nganterin"
"iya sama-sama gue pamit ya..," ucap Husnan mengundurkan diri dari hadapan Ina.
Di perjalanan yang tak lebih dari 3 blok dari rumah Ina Husnan terbayang apa yang sebenarnya yang akan dilakukan oleh bos-nya itu saat bosnya ada di sana. tetapi Husnan melihat bosnya menenteng sesuatu entah apalah itu
ah sudahlah biarkan saja semoga saja kami bertiga baik-baik saja maksudku kami berempat baik-baik saja tak ada tumbal tak ada nyawa yang melayang. pikir Husnan.
"assalamualaikum, Bu, Pak..."
"waalaikumsalam. cepet masuk bersihkan dirimu ada makanan dimeja makan makan gih," ucap sang ibu
"Bu, bapak mana?" tanya Husnan
"bapak lagi di kamar lagi nggak enak badan," jawab ibunya
"oh ya udah semoga baik-baik aja," ucap Husnan
sang ibu pun hanya ber-hmmm ria.
Husnan pun berpikir, ia ingin menanyakan hal itu terhadap sang ayah tetapi ayahnya sedang tidak enak badan. Bagaimana ini? Husnan pun mengurungkan niatnya untuk bertanya kepada sang bapak.
Sementara di cafe itu, Sang Bos sedang memberikan sajen untuk pengikut-pengikut setianya.
"Cepat, cepat. habiskan semua sajen ini. Kalian bekerja sungguh giat hari ini. kalau begini terus aku akan cepat kaya raya di kampung ini dan dijuluki JURAGAN TERKAYA Pak Hendra! Ahahaha" dengan suara tawa yang menggelegar. Pengikutnya pun yang tak kasat mata hanya terheran menatap tuannya yang senang bukan main. Pak Hendra melihat jam yanng ada ditangannya, memastikan untuk jadwal satpam kampling melakukan tugas mereka masing-masing. Pak Hendra pun bergegas untuk pergi dari tempat itu, sebelum satpam warga mengitari permukiman warga desa demi keamanan setempat. Sebelum ia beranjak pergi, ia membereskan perkakas sesajen yang diberikan untuk pengikutnya agar tidak menimbulkan kecurigaan karyawan terhadap Bosnya itu.
...****************...
like, komen, vote, gift apapun itu.
thank you very much.
maaf, dikit dulu, dan maaf tulisan acak Adut, malse ngedit gengs...-
vall