NovelToon NovelToon
Papa Merindukannya

Papa Merindukannya

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Keluarga & Kasih Sayang / Tamat
Popularitas:166.6k
Nilai: 5
Nama Author: Anggraeni.arp

Cerita karangan fiksi
Awal bab memang bertele-tele, para pembaca harus sabar dan terus membacanya agar faham okey?

Kisah sepasang suami istri yang terpaksa harus berisah karena kesalah fahaman di malam kekacauan itu. Perusahaan besar sekalipun ternyata dapat lengah.

Ilona, ia adalah istri sang CEO yaitu Arthur. Ilona, melarikan diri dalam keadaan hamil, dan ia belum sempat untuk memberitahukan kabar baik ini pada Arthur.

1 tahun kemudian, setelah melahirkan Ilona kembali ke rumah Arthur, namun hanya untuk memberikan anaknya pada Arthur, tujuannya agar ia tau bahwasanya dirinya sudah memiliki seorang anak.

Singkatnya 9 tahun kemudian. Sang putra kecil Arthur pun telah tumbuh menjadi anak yang sangat genius terutama di bidang bisnis, yaps ia mewarisi kemampuan dari papahnya. namun rasanya di ultah kali ini ia merasa ada yang kurang yaitu kehadiran sosok seorang Ibu.

Nama anak genius itu adalah Afmar.

Bagaimana cara Afmar menemukan bundanya kembali?

Dari pada kepo baca yu... (・ω-)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggraeni.arp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 Akan aku singkirkan keberadaannya

"Ilona, aku sangat membencimu! mungkin untuk sekarang kamu adalah istrinya, dan kamu sangat beruntung Arthur masih mencintaimu. Namun Ilona, kamu jangan senang dulu!." Gumam Susan yang benar-benar di buat kepanasan oleh Ilona.

Susan, yang tak kuasa menahan amarah nya lagi pun memilih untuk pergi meninggalkan tempat dimana ia menunggu Arthur, tepatnya di kursi tunggu yang berada di depan pintu ruangan pribadinya Arthur.

Susan memutuskan untuk menunggu di ruangan pribadinya sendiri.

"Sista!" Susan memanggil asistenya dengan nada tinggi.

"Ya, ada apa bu? apakah ada masalah besar?" Tanya Sista yang terkejut.

Susan berjalan ke arah meja kerjanya. Bukan nya mendapatkan ketenangan setelah duduk melainkan ia mendapatkan emosinya yang semakin membesar, matanya memancarkan kemarahan, dan raut wajah yang menunjukkan kebencian. "Si brengsek itu!"

"Kamu sepertinya sangat marah, apa yang terjadi?" tanya Sista.

"Wanita ****** itu! benar-benar membuatku kesal, dia bisa-bisanya mendekati Afmar dengan semudah itu, padahal Afmar di kenal sebagai anak yang paling sensitif jika Arthur di dekati oleh wanita, namun kenapa Ilona dapat semudah itu mendapatkan nya?"

"Emm... tapi Ilona adalah ibu kandungnya kan? aku pernah membaca sebuah kiasan isinya itu adalah sosok seorang ibu, dan anak itu biasanya memiliki ikatan batin yang sangat kuat, mungkin karena itu Afmar dapat lebih cepat menerimanya."

"Itu hanya kebetulan saja Sista! aku tidak akan membiarkan Ilona mendekati Afmar sekalipun ia itu adalah ibu kandungnya. Aku lebih pantas untuk menjadi ibunya, dan Ilona hanyalah wanita perantara untuk melahirkan Afmar saja. Arthur hanya bisa hidup dengan ku saja! tidak dengan Ilona." ucap Susan yang tetap mengukuhkan pendirian nya.

"Lalu, apa yang ibu ingin lakukan selanjutnya?"

"Sista sudah ku bilang jangan panggil ibu jika kita benar-benar hanya berdua, ingat kita adalah teman!. Aku belum memikirkan rencana apapun, bantu aku untuk memikirkan nya."

"Ini mungkin sangat bahaya, namun ini dapat menjadi sebuah skandal drama yang sangat bagus." ujar Sista dengan senyum liciknya.

"Apa itu? sebutkan sekarang! jangan buat aku menunggu, aku percaya rencanamu itu selalu bagus." Susan merasa terhibur dengan Sista yang memiliki sebuah rencana.

"Aku mempunyai sebuah rencana, namun hal ini mungkin akan membuatmu sedikit terluka. Rencananya adalah... jatuhkan dirimu sendiri ke tangga bersama Ilona..." tiba-tiba Susan menyela Sista berbicara.

"Kau gila!? kalau begitu bukan hanya Ilona yang mati, tetapi dengan ku juga!" seru Susan.

"Kau tenang saja Susan, aku punya caranya."

"Yasudah, sebutkan sekarang! aku akan melakukan."

"Baiklah, yang pertama kau harus berada tepat di belakang Ilona, buatlah seolah kakimu itu terkilir, setelah itu dorong Ilona sekuat tenaga dan jangan lupa jatuhkan juga dirimu untuk meyakinkan Arthur bahwa insiden yang telah terjadi adalah benar-benar kecelakaan bukanlah sebuah perencanaan, dengan begitu Ilona akan mendapatkan luka yang lebih parah di banding dirimu, karena kamu tepat di atas badan Ilona pada awalnya."

Prok... prok... prok...

"Good idea Sista." Susan bertepuk tangan untuk rencana yang di buat oleh Sista dengan waktu yang cukup singkat.

"Terimakasih, Susan." jawab Sista dengan senyuman liciknya lagi.

"Kalau begitu, sekarang aku akan kembali menunggu mereka beranjak dari ruangan pribadi Arthur, karena sebentar lagi adalah waktu untuk pergi ke proyek pembangunan." ujar Susan yang mulai tidak sabar.

Disisi lain ruangan, yaitu di dalam ruangan pribadi Arthur. Ilona sedang menemani anak dan teman-temannya bermain, Ilona adalah sosok wanita yang baik hati, lembut dan sangatlah ke ibuan, itulah yang membuat mereka semua nyaman ketika bersamanya.

Ilona menemani mereka bermain boneka, mobil, dan berbincang-bincang sebentar, namun sepertinya waktu telah menandakan kepergian Ilona ke kantor, ia harus pergi ke proyek pembangunan untuk bekerja.

"Nyonyo Sheng, ini sudah cukup lama kamu menemani mereka bermain." ucap Arthur yang mulai bosan.

"Iyah... iyah... sabar dong." jawab Ilona dengan santai.

"Sebaiknya kamu cepat Ilona, kalau tidak kita akan sangat terlambat." seru Arthur yang memperingatkan.

Ilona beranjak dari tempat duduknya dan mencubit pipi Arthur. "Tuan Sheng ini bawel sekali yah."

"Nyonya, kamu menantangku?" tanya Arthur.

"Menantang apa?" Ilona kembali bertanya kepada Arthur.

Arthur membisikan kata sesuatu, "Kau sudah mencubit pipiku di hadapan anak-anak, apa kau menantangku untuk mencium mu di depan anak-anak?"

"T... tidak! maksudnya bukan begitu, astaga Arthur!" seru Ilona dengan wajah yang mulai memerah.

"Hahaha, aku hanya bercanda Ilona, tenanglah."

"Emm... anak-anak, bunda pergi dulu kerja yah, kalian hati-hati di sini, ingat jangan keluar dari kantor!" Ilona memperingati Afmar dengan teman-teman nya.

"Iyah bunda, tenang saja Afmar bisa memegang kendali." jawab Afmar dengan percaya diri.

"Hahaha... baiklah, bunda sama papah pergi dulu yah, dah." Ilona dan Arthur segera beranjak meninggalkan ruangan pribadinya.

Susan sangat senang melihat Arthur telah keluar dari ruangan pribadinya bersama Ilona, karena itu adalah sebuah tanda bahwa rencana yang ia buat akan segera terwujud.

"Susan!" panggil Arthur.

"Akhirnya dia memanggilku." gumam Susan.

Arthur bersama Ilona keluar dari ruangan, namun saat Arthur akan berbicara pada Susan handphonenya tiba-tiba berbunyi.

Dring... dring...

"Eum... sebentar aku angkat telfon dulu." Arthur pergi ke sisi lain tempat untuk berbicara di telfon.

Susan berbicara dalam hati: 'Sangat bagus Arthur, kau memberiku beberapa waktu untuk mengobrol sebentar dengan Ilona untuk mengalihkan fikirannya.'

"Ilona, apa kamu sudah sarapan?" Susan yang berusaha untuk basa basi.

"Oh... kebetulan aku belum sarapan." jawab Ilona.

"Ouh, kebetulan sekali di mobilku ada beberapa macam lauk untuk sarapan, nanti kita sarapan bersama di proyek yah." Susan memberikan senyuman palsunya.

"Ah... Susan, kau memang tidak pernah berubah dari dulu."

"Ilona, jangan terlalu memujiku berlebihan seperti itu, aku jadi malu tau."

"Aku tidak berlebihan Susan, kau itu memang selalu memperlakukan ku dengan sangat baik."

"Yasudah... yasudah, terimakasih atas pujian nya."

"Sama-sama, Susan."

"Ilona, Susan, sebaiknya kita harus cepat pergi." seru Arthur.

Ilona berjalan terlebih dahulu di depan Susan. "Baiklah."

"Akhirnya, Ilona bersiap-siaplah!" gumam Susan.

Di saat mereka menuruni tangga bersama, Susan bergegas meluncurkan rencananya.

"Ini waktu yang tepat, kita hitung bersama, 1... 2... 3..." gumam Susan.

Susan mulai menjatuhkan badan nya ke depan. "Ah... !!!"

Ilona melirik ke belakang, namun sayang nya ia sudah tidak bisa menghidari tubuh Susan yang dengan cepat mulai menimpanya.

Saat Ilona melirik Susan ia berteriak, dan berusaha untuk memegang tangan Arthur, akan tetapi itu terjadi terlalu singkat "Susan!?... !!!"

Arthur berusaha untuk menggapai tangan Ilona, namun ia tidak berhasil untuk menggapainya, terpaksa ia hanya bisa melihat Ilona yang terseret oleh Susan sampai ke lantai 1.

"Ilona!!" Teriak Arthur dengan sangat keras.

🌻🌻🌻

...♥Bersambung..... lanjut baca Bab 23 yah!, makin kepo ga nih?, Jangan lupa untuk terus suport, dan selalu berikan dukungan terbaik Kalian.♥...

Jangan lupa buat vote + like yah!

Dan jangan lupa untuk memberi saran di kolom komentar yah! づ ̄ ³ ̄)づ

Jangan lupa mampir ke Novel baru Author yah❤

Judulnya : Cinta Dalam Balas Dendam

1
Indah Rohmiatun
bukti sudah ada ,itu namanya slingkuh arthur
Indah Rohmiatun
kelamaan thor
Windi
maless gmpang banget maafin , terserah lah cukup sampai disini aja baca'y
Muhibbah
lanjut tor 💪👍
Arp: Mampir yu kek Novel baru boleh liat di profil atau cari yang judulnya Cinta Dalam Balas Dendam🙏🖤
total 1 replies
Almahyra
Rp
re
Next
Dewi Yulianti
Lanjut thiur
~🌹eveliniq🌹~
nyicil baca lg ya support selalu
Arp: Mee to
total 1 replies
Yuli Yulianti
Novita si ulat bulu nggak tau malu emang
Arp: Suka banget sama kak Yuli ini. Selalu suport, terimakasih kak sudah membuat saya tambah semangat buat up
total 1 replies
Mystorios _ Writer
udah mampir kak, di tunggu jejaknya di Menikah dengan Tuan Ares☺
Saae
Masuk rak kak,, bacanya nyicil ya..

Salah dari malaikat tak bersayap..
Yuli Yulianti
Novita mau nya cepat dibasmi biar nggak gatal
Arp: Assiap... tunggu up bsk yah, soalnya author baru sembuh nih.
total 1 replies
Yanny Rinata
semangat thor
Arp: Makasihhh kakak
total 1 replies
Yuli Yulianti
jgn sampai keinginan Novita tercapai Thor ..Bima bodoh mau aj diperalat si ulat bulu coba tundukan novita dgn cara mu
Arp: Siap laksanakan
total 1 replies
Laila Nabilah
next ya kakak semngt
Arp: alhamdulillah, pasti kak
total 1 replies
~🌹eveliniq🌹~
hadir memberi support selalu
Arp: Terimakasih kak eveliniq...
total 1 replies
Arp
Novel ini semoga semakin besar, dan author dapat menciptakan karya lebih bagus lagi, dan noveltoon dapat menanggapinya dengan baik seperti penulis lain yang mendapatkan penghasilan begitu tinggi. aamiin
Ihsan.MIM
rumah sakit
Arp: Rumah Dari cinta kita
total 1 replies
Whya Fajria
masa gk ada fotonya mamanya dlm rumah kak
Arp: Gapapa kak, terimakasih.
Karna awalnya Arthur udah putus asa buat nyari keberadaan istrinya semenjak pertemuan kembali, Ilona bilang jangan kejar aku dengan alasannya, namun setelah pertemuan pertama kalinya lagi setelah 10 thn, Afmar berusaha untuk mempersatukan mereka kembali
total 3 replies
Whya Fajria
permisi kak aku mampir ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!