ini karya pertamaku
jadi mohon untuk bimbingan yang baik ya 😊
seorang wanita cantik bernama Nameera Adinda harus menjalani pernikahan untuk membayar hutang ibu tirinya, ibu tirinya adalah orang yang serakah tak peduli akan nasib nameera, yang jelas semua hutangnya di anggap lunas setelah menikahkan satu putrinya,
tuan narendra sebastian adalah pria tua yang datang ke rumah nameera dan meminta langsung pada ibu tirinya untuk menikahkan salah satu Putrinya,
tak ada pilihan lain ibu tiri nameera langsung menunjuk dirinya saat tuan narendra sudah pulang,, tak ada pilihan nameera tak mau menerima dan mencoba untuk kabur dari ruman namun usahanya nihil, ia ketahuan ingin kabur dan tanpa aba² ibu tirinya langsung menampar pipi mulushnya
apakah kehidupan nameera akan bahagia setelah menikah atau malah sebaliknya
penasaran dengan kisahnya,, yuk pantengin terus ya ceritanya hanya di novel aku
cekkidott 👉👉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ftria oktvn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bdrs 21
Hari ini ashila dan ibunya berniat pergi ke rumah nameera dan zayn,, ya tentu saja mereka sudah merencanakan sesuatu,,
"Ma,, ayo cepat sedikit," ucap ashila yang sudah menunggu ibunya di ruang tengah,,
"iya sebentar," ibu ashila sudah keluar dari kamarnya ia terlihat cantik dan tentu saja sudah terlihat sangat elegan,, tak kalah juga ashila berdandan sangat cantik dengan make up tebal yang sudah menjadi kebiasaan wajahnya,,,
bertepatan hari ini hari minggu di mana kegitan semua orang telah di liburkan untuk hari ini,,
hari ini nameera tidak masuk kuliah,, terutama tuan zayn yang tidak masuk ke kantor tapi belum tentu ia tak mengerjakan urusan kantor,
terlihat zayn sangat sibuk di ruang kerjanya, ia berkutat di depan meja kerjanya melihat setumpuk berkas² yang ia periksa yang akan di bubuhi tanda tangan,,,
sedangkan nameera masih terlihat sedang membersihkan semua halaman rumah, memasak untuk sarapan, dan mencuci semua pakaian kotor,, walaupun di sini banyak sekali para maidnya zayn, namun nameera seolah di jadikan lebih² dari pembantu,,
namun nameera tak pernah mengeluh ataupun bergeming dengan kehidupannya selama di rumah zayn,, karena banginya pekerjaan ini sudah biasa ia lakukan di rumah ayahnya sendiri, ya walaupun di rumah zayn terlihat lebih berat dari kehidupannya dulu saat di rumah ayahnya,
sesekali zayn melirik nameera yang sudah berada di dapur untuk menyiapkan sarapan pagi,, hati zayn tiba² bergetar dan berdenyut sangat keras,,
"Deg,, deg,, "zayn memegang dadanya yang terdengar berdenyut sangat keras,,
"ada apa denganku,, kenapa dadaku tiba² berdebar seperti ini,"ucap zayn seraya masih memegang dadanya,,
"tok,,.
"tok,,
salah satu maid berlari untuk membuka pintu mansion karena mendengar ketukan dari luar,,
"ceklek,, pintu terbuka dan terlihat dua wajah yang berbeda,,
"mau cari siapa nyonya,"ucap maid dengan sopan,,
"oh iya,, saya ibu nameera dan kesini ingin menemui putriku yang sudah lama tak mengunjungiku,"ucap ibu tiri nameera dengan sopan dan memperlihatkan senyum manisnya,, ya senyum manis yang sungguh palsu,,
"silahkan masuk nyonya,"maid itu mempersilahkan mereka berdua masuk ke dalam mansion,,
ashila tak berhenti takjub saat memasuki mansion ia melongo melihat keindahan rumah zayn,,
"aku jadi menyesal ma,"ashila terlihat manyun ,,
"silahkan duduk dulu nyonya, "saya ambilkan minum dan memanggilkan nyonya muda dulu,, ucap maid yang berlalu pergi,
mereka berdua duduk di sofa ruang tamu,, dan mengobrol seraya melihat takjub sofa yang sedang mereka duduki,,
"bahkan sofa ini terasa nyaman ya ma,, lebih nyaman dari yang kita punya dirumah,"
"ada apa kalian kesini,"ucap nameera yang baru saja menghampiri keluarga tirinya itu,,
"nameera sayang kanapa kamu berkata begitu kepada mama nak,"ucap ibu tiri nameera dengan sangat lembut,,
ini kali pertama nameera mendengar ibu tirinya itu berkata halus dan lembut kepada dirinya,, jantung nameera seakan berhenti berdenyut karena merasakan sentuhan ibu tirinya,, ibu tiri nameera menghamburkan pelukannya ke nameera,,
"jangan macam² jika kamu ingin tetap hidup,, ikuti saja alurku," bisik ibu tiri nameera tepat di telinganya,,...
zayn menyunggingkan senyum devilnya ia berjalan keluar dari ruang kerjanya dan menghampiri keluarga nameera
"sayang kenapa kau tidak memberitahuku kalau mama akan mengunjungi kita hari ini,"zayn merangkul pundak nameera,,
"deg,, jantung nameera seakan meronta² karena ini kali pertama zayn merangkul pundaknya dan berkata sayang di telinganya,,
,mohon dukungannya ya readers,, 😘😘
mohon komentar yang baik ya agar aku bisa terinspirasi,, 😊
biar asik ...
Author kan belum kasih bumbu rahasia "Bucin"🤣🤣🤣
jawabannya
Bagi orang yang punya hati dan perasaan. takkan mudah melepaskan sesuatu yang bernilai historis terhadap orang yang disayanginya. apalagi rumah tersebut satu satunya peninggalan dan orang yang disayangi semua telah tiada..
cobalah untuk menghargai karya orang lain. kalau tak suka skip atau tinggalkan. tak perlu komentar buruk apalagi menjatuhkan orang lain dengan memberikan bintang satu.
sikap seseorang mencerminkan daya pikirnya sendiri