NovelToon NovelToon
TAKDIR

TAKDIR

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Cintamanis / Perjodohan / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:184.8k
Nilai: 5
Nama Author: Haryani

REVISI BERJALAN

Jika memang ini takdir yang dipilihkan Tuhan untukku, maka aku menerimanya dengan ikhlas.

Sejak kecil aku sudah terbiasa sendiri, bahkan disaat aku kesepian aku hanya bisa berdoa padamu.

Kini engkau hadirkan ujian baru dalam hidupku, ujian yang bahkan aku tak memintanya, tapi jika memang ini terbaik untukku, maka aku ikhlas.

Tuhan, ijinkan aku bahagia meskipun itu tidak mungkin terjadi. Ijinkan aku untuk bisa bernafas lebih lama lagi, agar aku bisa membagiakannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ZARA KEMBALI NGEDROP

...⚜⚜⚜...

...Pagi harinya di Mansion Lily....

Setelah semalaman Zara beristirahat, kini keadaannya sedikit membaik. Ia pun menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Tiga puluh menit kemudian ia telah selesai melakukan ritualnya. Kini ia pun sedang berada di walk in closet untuk berganti pakaian.

Memang pagi itu Zara memakai kemeja cream dengan aksen plipit di kedua sisi bagian depan, yang di padukan dengan celana plisket warna hitam. Lipstik warna peach ia oleskan untuk menutup warna pucat pada bibirnya.

Di kedua pipinya pun sengaja ia oleskan sedikit blush on dengan warna yang senada dengan lipstiknya.

"Perfect, setidaknya aku tidak terlalu pucat hari ini."

Ia pun membolak-balikkan tubuhnya di depan cermin.

Rambut pirangnya sengaja dikuncir kuda. Meskipun begitu Zara terlihat fresh dengan paduan outfit hari ini.

Sesudah merasa siap dan rapi, ia pun menenteng buku-buku dan tas kuliahnya. Lalu segera turun ke lantai bawah.

"Pagi ne-nek ..." sapa Zara.

"Pagi sayang, kamu cantik sekali," ucapnya.

"Terimakasih nenek."

"Sama-sama sayang, ayo sarapan dulu baru sesudahnya kamu minum obat kamu!" titah nenek pada Zara.

"Hhmmm... " Zara mendengus kesal.

Sebab ia tidak suka minum obat, dan sialnya pagi ini nenek menyuruhnya untuk meminum obatnya di depannya pula.

"Kenapa Zara?"

"Eh, tidak apa-apa nek, iya sebentar lagi aku minum obatnya."

Lalu mereka berdua segera menyelesaikan ritual sarapan paginya. Tak ada suara lain yang terdengar kecuali suara dari sendok dan garpu yang saling beradu satu sama lain.

"Oh ya nanti jadi diantar Andrew kan?"

"Iya nek, nanti uncle yang akan mengantarkan Zara chek up."

"Semoga hasilnya baik sayang."

"Terimakasih nek."

Tint

Tint

Tint

Dari luar rumah sudah terdengar panggilan dari klakson mobil milik Andrew.

"Dasar anak muda gak ada aturan," gerutu nenek.

Zara hanya terdiam sembari menahan tawanya.

"Kaya nenek ga' pernah muda aja," batinnya.

"Zara pamit dulu ya nek," pamit Zara pada neneknya.

"Minum dulu obatnya sayang."

Zara yang sudah berdiri terpaksa harus duduk kembali dan meminum obat itu. Dengan menahan nafasnya ia memasukkan obat itu satu persatu ke dalam mulutnya lalu meneguk segelas air putih hingga tandas.

Zara sempat memejamkan matanya untuk sesaat. Lalu membukanya kembali. Sungguh ia sama sekali tidak berselera untuk meminum obat tersebut. Tetapi agar neneknya tidak curiga ia pun dengan terpaksa meminum obatnya itu.

Lalu sesudah tragedi itu, ia pamit pada neneknya.

"Nenek, Zara pamit dulu ya."

"Hati-hati sayang."

Zara pun mencium punggung tangan neneknya lalu nenek mengusap kepala Zara sembari menciumnya.

Zara segera berlalu untuk menemui unclenya di halaman rumah.

Andrew sudah menyambut di depan pintu mobilnya dan membuka pintu depan untuk Zara.

"Makasih uncle."

"Sama-sama."

Setelah masuk mobil keduanya segera keluar dari mansion menuju kampus Zara.

.

.

...⚜⚜⚜...

...Kampus Zara...

Setelah mengantar Zara, Andrew langsung menuju kantor. Ia harus menyelesaikan pekerjaan hari ini agar nanti siang ia bisa mengantarkan Zara ke rumah sakit.

Sementara itu di kampus.

"Pagi sayangku ..."

Suara cempreng Rini sudah menyambut kedatangan Zara. Dari kejauhan ia sudah bisa melihat sahabatnya itu datang.

Zara hanya menanggapinya dengan senyuman.

"Cantik banget sih, sehari ga' ketemu aja udah makin cantik," candanya.

"Bisa aja loe."

"Bisa dong, apa sih yang enggak buat loe..."

"Hmm ... kuy masuk kelas, udah mau mulai nih!"

Lalu kedua gadis itu masuk ke ruang kelasnya. Mata kuliah hari tidak terlalu padat, sehingga ia pun bisa mengambil waktu chek up hari ini.

Tiga jam mata kuliah mereka ahirnya selesai juga. Zara lantas permisi pada Rini karena ia harus segera pergi chek up.

Rini yang paham akan maksud Zara, tak bisa menahan sahabatnya itu pergi dan ia pun hanya mendoakan agar sahabatnya itu segera sembuh.

"Semoga segera sembuh Zara... Aamiin."

Doa yang tulus pun Rini panjatkan untuk sahabatnya itu. Rini melambaikan tangannya ke arah Zara yang sudah masuk mobil pamannya. Zara pun membalas lambaian tangan Rini kemudian berlalu dari kampus.

Mobil yang dikendarai Andrew melaju kencang membelah jalanan ibu kota siang itu.

"Bagaimana kelasmu hari ini Zara?"

"Alhamdulillah berjalan lancar uncle."

"Alhamdulillah kalau begitu."

"Kamu makin cantik Zara," batin Andrew sambil meliriknya dari arah spion disampingnya.

Sesekali ia pun mencuri pandang pada keponakannya itu. Andai tidak ada jurang pembatas diantara mereka, sudah pasti Andrew akan memperistri Zara. Sayangnya mereka masih terlibat pertalian darah sebagai saudara sepupu.

Mungkin jika ini terjadi di luar negeri mungkin tidak akan menjadi masalah tetapi sayangnya ini masih di Indonesia, hal ini amat tabu untuk adat timur.

Meskipun Andrew berdarah campuran tetapi sedikitnya ia tau adat istiadat ketimuran. Ia berbeda dengan kakaknya yang gila bisnis sampai lupa wanita.

Ia juga tidak mau kehilangan waktu bersama Zahra, belum juga lain kali ia memiliki kesempatan yang sama bukan?

Saat di dalam perjalanan, entah kenapa Zara merasakan kepalanya sedikit pusing. Rasa yang sama seperti yang ia rasakan kemarin.

Berdenyut terlalu kencang akibatnya perutnya terasa mual kembali. Andrew yang menyadari perubahan wajah pada Zahra sedikit curiga.

"Are you okey Zara?"

"Yes, i'm fine uncle."

.

.

Tetapi kecurigaan Andrew cukup beralasan karena melihat keringat dingin yang tiba-tiba mengucur dari kening Zara. Ia pun menyerahkan beberapa lembar tissue pada Zara.

"Terimakasih uncle."

"Sama-sama."

Tanpa menunggu aba-aba dari Zara ia menambah kecepatan mobilnya agar cepat sampai di rumah sakit. Sayangnya Zara tidak bisa menahan rasa sakitnya kali ini hingga ia kembali pingsan.

Andrew sedikit panik, untungnya ia segera sampai di rumah sakit itu.

Ia pun segera minta pertolongan dari tenaga medis yang berada disana untuk melarikan Zara ke ruang IGD.

Dengan secepat kilat ia mendapatkan ruang untuk perawatan Zara, sedangkan ia sedang di periksa di dalam sana.

Tak lupa Andrew menunjukkan kartu riwayat berobat milik Zara. Untungnya ia menemukan kartu itu di dalam tas kuliah Zara.

Tak sengaja ia pun menemukan kalau obat yang biasa ia konsumsi masih banyak isinya.

"Bukankah harusnya obat ini harus habis?"

"Apa Zara tidak meminumnya sama sekali?"

Andrew pun bermonolog sendiri dalam pemikirannya. Tetapi ia tidak mau berburuk sangka. Hanya dokter yang bisa mengetahui hal itu nantinya.

Ia pun hanya mondar-mandir di depan ruang IGD untuk beberapa saat, sampai ahirnya pintu ruang IGD tersebut terbuka.

Muncullah seorang dokter dari dalam sana dan meminta Andrew untuk mengikutinya. Andrew yang mengerti maksud sang dokter pun segera mengikutinya sampai di ruang kerjanya.

"Silahkan duduk Pak."

"Terimakasih dokter!"

"Jadi begini, pasien dengan atas nama ..."

.

.

.

Apakah yang sebenarnya terjadi pada Zara?

.

.

Jangan lupa untuk terus mengikuti kisahnya dengan cara Like, Komen dan Favorit , GIFT/VOTE-nya kak. Terimakasih.

1
Shifa Burhan
sad ending bukan berarti ceritanya tidak bagus tapi bagi aku cerita sad ending bisa buat galau berbulan2 karena itu aku sangat menghindari novel2 sad ending
Darah Biru (Bangsawan)
⭐⭐⭐⭐⭐
Darah Biru (Bangsawan)
fav and rate🥰 keren sayang🥰
Darah Biru (Bangsawan)
jangan bahas kata menikah 😄
🦊⃫⃟⃤Haryani_hiatGC𝕸y💞🎯™: mampir di karya terbaru dong kak🤭
total 1 replies
Anonim
kecewa sudah pasti sama author....
Fransiska Siba
kenapa harus meninggal
mama Al: mampir kak ke istri kesayangan Rangga
total 1 replies
Risky Titi sarlinda
kalau bisa si satukanlah mereka
Risky Titi sarlinda
Semoga udah liat wajah anak nya dia jadi luluh dan mereka bahagia ya
EuRo
halo kak aku mampir ... semangat terus. Salam buat Zara dari Langit Jingga.
✪⃟𝔄ʀ sⷡεͬɴͦɢͫᴏͦᴛ ʰᶦᵃᵗ🦈
bintang 5 buat takdir ,,selalu senyum y kak
Luki Lintang
lanjut kan jangan kelamaan nunggu
Risky Titi sarlinda
ia KK semoga ada keajaiban KK selalu sehat dan selalu bahagia
Luki Lintang
lanjut
Risky Titi sarlinda
wah ini juga alamat cinta akan kandas 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Risky Titi sarlinda: KK serius ini cerita KK sendiri
total 2 replies
Ardi mrongos
semua terjadi dgn adanya sahabat dan cinta, semua bs indah tp terluka jg jk tdk bijak menyikapi
Ardi mrongos
bnr itu anugerah terindah hny bs dinimati bahagia brsm org trkasih
Ardi mrongos
sehat selalu thor, biar bs up segera
💋ShasaVinta💋
get well very soon othor 🙏
Ryan cha
semangat terus upnya👍keren ceritanya
🦊⃫⃟⃤Haryani_hiatGC𝕸y💞🎯™: terima kasih kak, smoga suka🙏😊
total 1 replies
⸙ᵍᵏ 𝓓𝓲𝓲 𝓮𝓲𝓶𝓾𝓽
semoga othor cpt sembuh dan sehat kembali.. ttp semangat ya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!