(Novel sedang dalam tahap perbaikan. Akan ada perbaikan kata dan perubahan bab. Maaf untuk Season 2 yang saya hapus)
Demi membalaskan dendam kematian kedua orang tuanya, Hanan Kourosh, Seorang Ceo pemilik perusahaan terkenal ibukota.
Rela menikahi seorang gadis yang tak ia cintai dan tak sesuai standarnya, Zara Altair. Seorang gadis yatim piatu, putri dari pembunuh kedua orang tuanya. Dengan rupanya yang jauh dari kata cantik dan memiliki tompel besar di pipinya.
Pernikahan tanpa cinta pun dijalani, tak terlihat sedikitpun bahwa pernikahan hanya didasari pada balas dendam
Akankah Zara mendapat kebahagiaannya, atau....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kleo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 22 (PINGSAN)
“Zara, kau benar-benar ingin memilih gaun itu?”
“Ya, menurutku ini sangat bagus Teyze. Aku sangat menginginkannya”
Untuk beberapa saat Helen terdiam, hingga pada akhirnya ia mengangguk setuju pada Zara untuk mengenakannya. Ia memanggil beberapa pelayan untuk membantu Zara. Sementara Zara mengganti pakaiannya, Helen menunggu di luar.
Hanan yang melihat Helen keluar, segera menghampirinya. “Di mana gadis.. Em, maksudku. Zara ada di mana Teyze?”
“Kau mencari istrimu? dia sedang bersiap, kau tunggu saja ketika ia keluar!”
“Tidak, Teyze. Aku hanya memastikan jika ia telah kemari. Karna ia tidak datang bersamaku tadinya!”
Selesainya pembicaraan, Hanan lalu pergi dan menemui para tamu lainnya. Meninggalkan Helen yang duduk di dekat ruang ganti.
Helen yang tengah duduk sendirian, terlihat menghela nafas panjang. Pikirannya teralih pada Zara. Kenapa gadis itu mau memilih gaun polos dan kuno? Sedangkan di ruangan itu banyak sekali gaun yang sangat indah dengan renda dan mutiara yang menghiasinya.
Bukan dirinya ingin menolak dan mengatakan itu tidak bagus. Hanya saja, Zara memilih gaun peninggalan dari Ceyda, ibu kandung Hanan. Entah bagaimana? Gaun itu bisa sampai di sana, padahal Helen telah menyimpannya di tempat aman yang tidak diketahui oleh banyak orang.
Helen ingat, ketika Zara tersenyum cerah memegangi gaun hitamnya, itu tampak persis seperti Ceyda. Entah itu cara bertingkah dan bicaranya, ia persis sama seperti ibu kandung Hanan.
Apalagi saat ketika Helen baru pertama kali melihat Zara, ia seperti melihat kakak iparnya itu hidup kembali di tubuh orang lain. Caranya berpakaian dan berbicara pada orang-orang, sangat mengingatkannya pada Ceyda
“Aku tidak tahu? Apa ia benar-benar ditakdirkan untuk Hanan?”
Beberapa saat menunggu, Zara bersama para pelayan pun keluar. Ia terlihat elegen dengan riasan tipis dan model rambut low updenya
“Kau benar-benar cantik Zara, aku jadi teringat akan seseorang karenamu”
Zara tersenyum “terima kasih, Teyze!”
Pesta lalu di lanjutkan kembali, para tamu terlihat menikmatinya, ada yang menari, dan ada pula yang menyantap hidangan yang telah tersaji. Termasuk Hanan yang terlihat duduk bersama para tamu pria, untuk membahas tentang bisnis dan semacamnya pada kesempatan ini. Sedangkan Helen, ia terlihat asyik mengobrol bersama tamu sebayanya. Meninggalkan Zara sendiri di tengah-tengah pesta.
Merasa tak nyaman, Zara lalu pergi ke taman belakang mencari udara segar, ia berjalan-jalan di sekitaran. Sampai ia menemukan sesuatu yang membuatnya mengingat kembali masa lalunya. Ia terduduk lesu, ia takut ketika peristiwa masa lalu yang menyakitkan kembali berputar di otaknya membentuk memori lama yang selama ini berusaha untuk di lupakan.
Semakin jelas ingatan dan suara yang didengarnya, semakin kuat pula sakit kepala yang di deritanya.
“Kumohon jangan kali ini!” Pekik Zara, sambil memegangi kepalanya yang semakin berdenyut.
Zara merasa tubuhnya melemah, jantungnya berdegup kencang, dan kepalanya semakin sakit. Ia berusaha untuk bangkit, mencoba mengendalikan tubuhnya sendiri, agar terlihat tetap tenang.
“Aku harus pulang sekarang, aku tidak sanggup jika harus seperti ini!”
Dengan terhuyung dan tubuh yang semakin melemah, Zara mencoba berjalan menghampiri Helen, yang tanpa di sengaja olehnya, ia menabrak seorang wanita dan membuat gelas yang di pegang wanita itu jatuh ke gaunnya sendiri.
“Ma, maaf. Nona!” Ucap Zara sambil hendak melanjutkan kembali langkahnya.
“Apa, kau bilang. Maaf! Apa kau tidak bisa melihat dengan benar, Hah? Di mana kau menaruh matamu itu, gaun ini sangat mahal kau mengerti, bahkan jika kau menjual rumahmu saja itu tak akan pernah cukup” Hardik wanita itu, yang membuat sedikit tamu melihat ke arah mereka.
“Aku benar-benar minta maaf, Nona!” Balas Zara.
“Hei, sudah kukatakan. Dengan maafmu itu saja tidak akan cukup mengganti gaunku, kau dengar tidak!”
Zara tak sanggup untuk menjawab, ia merasa tubuhnya sudah sangat lemah, pandangannya pun terlihat samar dan berputar. Bahkan untuk mendengar perkataan wanita itu saja tidak bisa.
Kesal melihat Zara yang diam, wanita itu mengambil segelas air dan langsung menyiramnya pada Zara. Zara terkejut, karna bersamaan dengan itu, abu di wajahnya luntur.
Zara mengusap wajahnya, hingga wajah aslinya pun terlihat, Perhatian semua orang yang tertuju pada keduanya pun terkesima ketika melihat wajah asli Zara.
Tapi setelah itu, Zara merasa penglihatannya semakin kabur, bahkan tidak lagi sanggup untuk menopang tubuhnya sendiri. Ia tak lagi sadar, dan hampir terjatuh karnanya, tetapi Hanan datang di saat yang tepat , ia menangkap tubuh Zara yang hampir terjatuh dan mendekapnya.
“Apa yang telah kau lakukan dengan istriku?” teriak Hanan dengan suara mendominasi dan sorot mata tajam seperti pisau mengarah pada wanita itu
.
.
.
.
keren ceritanya
semangat