NovelToon NovelToon
Mak Comblang Cilik

Mak Comblang Cilik

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Anak Genius
Popularitas:9.7k
Nilai: 5
Nama Author: kikoaiko

Keisya Mahardika hanya punya satu keinginan sederhana, yaitu memiliki seorang mama.

Sayangnya, ayahnya, Arya Mahardika, adalah CEO dingin yang lebih mencintai pekerjaannya daripada urusan hati. Sampai suatu hari Keisya bertemu Alya di kantor ayahnya, wanita baik hati yang langsung ia pilih menjadi calon mamanya.

Sejak saat itu, dimulailah berbagai misi rahasia sang mak comblang cilik untuk mendekatkan mereka berdua.

Di balik rencana-rencana kecil yang lucu dan menggemaskan, perlahan dua hati yang sama-sama terluka mulai saling menemukan.

Tapi apakah cinta bisa benar-benar tumbuh dari ulah seorang anak kecil?Atau justru sang mak comblang cilik harus menerima bahwa tidak semua keinginan bisa menjadi kenyataan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikoaiko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20

Di dalam mobil yang melaju cukup kencang menuju klinik, Alya terus memegang ponselnya erat-erat. Jantungnya berdegup kencang, campuran antara khawatir dan kesal. Setelah beberapa kali panggilan tak diangkat, akhirnya layar ponsel bergetar dan nama Arya muncul.

Alya langsung menyambut panggilan itu dengan cepat.

"Halo," sapa Arya di ujung sana, suaranya terdengar biasa saja, masih dengan nada fokus pekerjaan.

"Kamu gimana sih, Ar?! Kenapa tidak memberitahuku kalau Keysa kecelakaan?!" seru Alya dengan nada tinggi dan penuh emosi. Suaranya nyaring memenuhi kabin mobil. 

Ia tidak peduli lagi bahwa Arya adalah atasannya sekaligus pria yang sedang mendekatinya. Saat ini, yang ada di pikirannya hanyalah Keysa yang sedang kesakitan.

Di ruang kerjanya yang mewah, Arya langsung mengerutkan kening. Ia meletakkan dokumen yang sedang dibacanya dan berdiri dari kursi eksekutif. "Apa maksudmu, Al? Pihak sekolah tidak ada yang memberitahuku tentang kecelakaan yang menimpa Keysa," jawabnya bingung, nada suaranya mulai berubah tegang.

Alya menghela napas kasar, tangannya yang bebas mengepal di pangkuan. "Aku baru saja jemput Keysa seperti yang kamu suruh. Tapi dia tidak ada di sekolah. Temanya bilang Keysa didorong teman-temannya sampai keningnya bocor dan berdarah banyak. Sekarang dia sudah dibawa ke rumah sakit dekat sekolah sama Gurunya! Kamu sebagai papanya kok tidak tahu apa-apa?!"

Sesaat hening di seberang sana. Arya merasa seperti disiram air dingin. Wajahnya memucat, rahangnya mengeras. "Apa?! Keningnya bocor? Ya Tuhan… Aku benar-benar tidak tahu, Al. Sekolah tidak menghubungiku sama sekali. Aku akan segera ke sana sekarang juga."

"Cepat kesini! Sekarang aku di rumah sakit. Keysa pasti takut dan kesakitan sendirian," tegas Alya, suaranya masih penuh kekhawatiran meski sedikit lega karena Arya sudah tahu.

"Tunggu aku, aku ke sana sekarang," ucap Arya tegas. Tanpa menunggu balasan lagi, ia langsung mematikan panggilan.

Di ruangannya, Arya buru-buru meraih jasnya yang tergantung di kursi, merapikan lengan kemeja dengan kasar, dan bergegas keluar dari ruangan CEO. Langkahnya lebar dan cepat menyusuri koridor kantor. Beberapa karyawan yang melihat bosnya berlari seperti itu saling pandang bingung. Arya bahkan hampir menabrak Tony di depan lift.

"Tony, batalkan semua jadwalku sore ini! Keysa kecelakaan di sekolah!" perintah Arya tanpa berhenti melangkah.

"Baik, Tuan!" jawab Tony terkejut, langsung berbalik untuk mengurusnya.

Arya masuk ke lift dan menekan tombol basement dengan tidak sabar. Di dalam lift yang turun, pikirannya dipenuhi kekhawatiran mendalam terhadap putrinya. 

"Keysa, Papa minta maaf, Nak. Papa terlalu sibuk tadi". Bayangan wajah polos Keysa dengan luka di keningnya membuat dada Arya terasa sesak. Ia juga merasa bersalah pada Alya. Perempuan itu sudah berusaha menjemput Keysa dengan baik, tapi malah dihadapkan pada situasi seperti ini.

Mobil Arya meluncur keluar dari gedung kantor dengan kecepatan tinggi. Sopir pribadinya hampir tak sempat bicara saat Arya sudah duduk di belakang dan memerintahnya, "Ke rumah sakit terdekat dari sekolah Harapan Bunda! Cepat!"

Sepanjang perjalanan, Arya terus memandang ke luar jendela dengan wajah tegang. Tangan besarnya mengepal di atas paha. 

Sementara itu di rumah sakit, Alya berjalan mondar-mandir di ruang tunggu yang bersih dan berbau obat. Ia sudah melihat Keysa sebentar tadi dari balik pintu ruang perawatan. Gadis kecil itu terbaring di ranjang, wajahnya pucat tak sadarkan diri. Hati Alya semakin teriris. Ia duduk di kursi tunggu, berdoa dalam hati agar Arya segera datang.

Alya berdiri tegap di depan dua orang guru yang membawa Keysa ke rumah sakit, wajahnya memerah karena menahan amarah.

"Kenapa pihak sekolah tidak memberitahu kami, keluarganya?" tanya Alya dengan nada tinggi penuh intimidasi, matanya menatap tajam kedua guru tersebut.

Salah satu guru, menunduk sebentar sebelum menjawab dengan suara gugup, "Maaf, Nyonya, Kami pikir hanya luka biasa saja. Jadi kami tidak perlu memberitahu orang tuanya. Anak-anak sering jatuh dan terluka saat bermain."

Alya mengepalkan tangannya kuat hingga buku jarinya memutih. Rasa marah membara di dadanya. Ia ingin sekali menampar wajah guru itu karena sikap acuh tak acuhnya, tapi ia menahan diri sekuat tenaga.

"Luka biasa? Sampai berdarah banyak dan tak sadarkan diri, kamu anggap luka biasa?!" bentak Alya dengan nada tinggi yang menggema di ruang tunggu. Beberapa orang yang duduk di kursi tunggu menoleh ke arah mereka.

Guru yang satunya mencoba membela, "Kami sudah memberikan pertolongan pertama dan langsung membawanya ke sini…"

"Kalau sampai terjadi sesuatu yang buruk dengan Keysa, pihak sekolah harus bertanggung jawab penuh!" ancam Alya tegas, suaranya dingin namun penuh amarah.

Kedua guru itu langsung tersinggung. Wajah mereka memerah. "Kamu siapa bisa mengancam kami? Kamu bukan orang tuanya, tidak berhak menuntut kami seperti ini!" seru salah satunya dengan nada tinggi.

Alya mengangkat dagunya, tatapannya tidak gentar. "Saya memang bukan orang tuanya saat ini, tapi saya calon mamanya Keysa," ucapnya tegas dan penuh keyakinan.

Suasana semakin tegang. Kedua guru saling pandang, tidak tahu harus menjawab apa. Tepat pada saat itu, pintu ruang perawatan terbuka. 

Ceklek.....

Dokter keluar sambil melepas masker, hampir bersamaan dengan kedatangan Arya yang berlari tergopoh-gopoh dari pintu masuk rumah sakiy. Nafasnya ngos-ngosan, kemeja kusut, dan wajahnya pucat karena panik.

"Bagaimana kondisi putri saya, Dok?" tanya Arya langsung, suaranya parau karena kelelahan dan khawatir.

Alya menoleh cepat. Melihat kedatangan Arya membuat hatinya sedikit lega, tapi amarah dan kekecewaan masih membara. Ia mengalihkan pandangan kembali ke dokter, menunggu jawaban dengan dada berdegup kencang.

Dokter menghela napas berat sebelum menjawab, "Pasien kehilangan cukup banyak darah akibat luka di keningnya yang cukup dalam. Kami membutuhkan transfusi darah segera. Tapi sayangnya, persediaan darah Rh-null di rumah sakit ini tidak ada. Golongan darahnya sangat langka."

Arya mengepalkan tangannya kuat hingga urat-urat di lengan menonjol. Ia tahu betul masalah ini. "Darah saya golongan A, Dok," ucapnya lirih, suaranya penuh penyesalan.

Dokter mengangguk. "Darah ibunya mana? Kemungkinan salah satu dari orang tua kandungnya ada yang cocok."

Arya menggelengkan kepalanya pelan, tatapannya kosong menatap lantai rumah sakit. "Kedua orang tuanya sudah meninggal. Saya, bukan orang tua kandungnya."

Deg!

Seperti disambar petir di siang bolong. Alya terpaku di tempatnya. Matanya membelalak lebar, tubuhnya membeku. Pernyataan Arya itu bagaikan bom yang meledak tepat di depan wajahnya. Ia menatap Arya dengan campuran shock, tidak percaya, dan ribuan pertanyaan yang berputar di kepalanya.

Apa? Bukan orang tua kandung? Keysa, anak angkat?

Ruangan seolah hening total. Hanya terdengar suara alat monitor dari dalam ruang perawatan dan degup jantung Alya yang semakin kencang. Arya menunduk, tidak berani menatap mata Alya saat ini. Ia tahu rahasia besar ini akhirnya terbongkar di saat yang paling tidak tepat.

Dokter yang merasakan ketegangan di antara keduanya hanya diam sejenak sebelum berkata, "Kita harus cari donor darah Rh-null secepatnya. Waktu tidak banyak."

Alya masih terdiam, mencoba mencerna segalanya. Sementara Arya berdiri tegang, menunggu reaksi Alya dengan hati yang gelisah. Rahasia yang selama ini ia simpan rapat-rapat tentang asal-usul Keysa kini terbuka di depan perempuan yang mulai ia cintai.

Keysa, gadis kecil polos yang sedang terbaring lemah di dalam, menjadi pusat dari badai emosi yang kini melanda kedua orang dewasa itu.

"Ambil darah saya dok"

1
Ariany Sudjana
coba untuk jujur Alya, Arya itu ingin tahu apa kamu pantas untuk jadi ibu sambung Keysa
Ipunk Hantu
lanjut KK thorrr
Ariany Sudjana
nanti kalau Keysa pindah sekolah, berarti Zara juga pindah yah? supaya bisa tetap bersahabat baik
Ariany Sudjana
dasar orang tua yang ga tahu diri, sudah tahu anaknya salah, masih juga dibela... ternyata Arya donatur sekolah, sudahlah pindahkan saja Keysa ke sekolah lain
❥␠⃝ ͭ🍁MI-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ: betul klo masih dilanjutkan mentalnya akan berpengaruh
total 1 replies
Eliermswati
cpt sembh y ank cantik biar bs comblangin papa Arya lg😍smngt thor up nya
Indriani Kartini
mau donk pa arya🤭
Chi Hoong Yap
wah, Alya terima saja Arya.Arya juga tak kisah Alya janda.yang penting rahasia keysa tertutup tunggu keysa besar baru di beritahu.😍😍
Ivone
iklan nya banyaaak banget jarang up date
Iffanaya 😽
kok bisa guru nya pergi gtu aja gk ada minta maaf sama sekali ke pihak keluarga 😱 sekolah nya emang gk beres
Ariany Sudjana
ternyata keponakan Arya, masih dekat hubungannya berarti, dan sekolah harus dituntut, karena membiarkan perundungan terjadi dan tidak memberi tahu ke orang tua, ketika anak korban perundungan mengalami kecelakaan
Ariany Sudjana
ini sekolah bisa dituntut, murid kecelakaan kok tidak memberi tahu orang tuanya
Chi Hoong Yap
pasti Alya donor darah, mungkin keysa anak kakak Arya
❥␠⃝ ͭ🍁MI-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ: kemungkinan begitu dan darah Alya cocok sama Keysa pihak sekolah harusnya menghubungi Arya mau bagaimanapun keadaan nya jangan anggap remeh luka anak kecil
total 1 replies
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
eh kira² sapa td yg donorin darah buat keysa 🤔
Iffanaya 😽
next kk 🙌
Indriani Kartini
baru sadar pa Arya klau punya karyawan yg cantik dan bwt deg2an, knapa beru sekarang pa🤭🤭🤭
merry yuliana
💪💪💪🙏
merry yuliana
nah loh ayo tebak2an alya jawab apa 🤭....kasian keysa rindu kasih sayang seorang mama semoga kak thor cantik melancarkan jalan akya cepat jadi istri arya dan mama keysa😍💪💪💪🙏
❥␠⃝ ͭ🍁MI-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ
jawab aja Alya kalo mau jadi Mamanya Key asal Papa Key juga setuju klo Aunty Alya jadi istrinya Papa otomatis jadi Mamanya Key🥳
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
next kk 💪💪
merry yuliana
lanjut kak🙏💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!