NovelToon NovelToon
Bila Tak Jodoh

Bila Tak Jodoh

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Cintapertama / Badboy / Cintamanis / Patahhati / Contest / Tamat
Popularitas:16.6k
Nilai: 5
Nama Author: Marya Juliani Jawak

Menceritakan tentang hubungan kasih antar remaja hingga dewasa yg sudah berjalan lama. Tak terasa, hubungan bertahun - tahun membuat perasaan mereka menjadi tak menentu. Ada rasa jenuh sehingga ingin melepas.

Bersama dengan orang yg baru membuat diri kita akan bahagia, tanpa kita sadari bahwa ada hati lain yg bisa saja terluka.

Ditengah kebimbangan dan rasa jenuh yg melanda, mampukah kita mempertahankan hubungan lama yg dimulai dari awal atau melepaskannya begitu saja guna kebahagiaan yg kita dapatkan dari orang baru?

Simak terus yu bg/kk... Novel ketiga aku. Semoga suka ya 🤗.

Jangan lupa tinggalkan jejak (Rate, Favorite, Like, Komen ya). Salam sehat selalu 🤗🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marya Juliani Jawak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mawar Merah

Terkejutnya diri, bisa saja membuat tubuh kita menjadi mematung bahkan pingsan akibat stok oksigen yg tidak berjalan normal. Begitu juga dengan Karlina, ia begitu shock dengan keadaan yg menimpah dirinya.

Dalam sebuah ruangan bercat putih, ia belum sadarkan diri. Jarum infus sudah terpasang di tangan kanannya, luka kakinya juga sudah di bersihkan.

Jangan lupakan beberapa mawar merah di letakkan di sisi ranjangnya. "Bangunlah, jaga diri kamu baik - baik. Love you." Beberapa kalimat yg terucap dalam hati sebelum meninggalkan ruangan tersebut.

"Kamu sudah sadar?" Tanya Fajar yg melihat Karlina baru membuka matanya.

Karlina masih diam melihat sekeliling. Pandangannya jatuh pada infus yg menetes mengikuti selangnya. Tangan kanannya di angkat dan ia melihat Fajar.

"Sudah berapa lama aku tidur?" Tanyanya dengan suara serak.

"Tiga malam"

"Apa?" Tanya Karlina terkejut. Rasa sadarnya kini bertambah 80% sehingga menjadi 100%.

Fajar yg melihat keterkejutan Karlina hanya bisa tertawa. "Hahaha, tidak usah kaget. Kamu hanya pingsan 3 jam."

"Nyebelin" Cemberut Karlina membuang tatapannya ke arah kiri. Dilihatnya bunga mawar dan diraihnya. Senyumnya terbit sedikit.

(*Manis*) Batin Fajar saat melihat senyum Karlina tadi.

"Maaf, kemarin aku tidak bermaksud berkata kasar sama kamu." Sesal Fajar

"Tidak apa - apa, seharusnya aku yg minta maaf sama kamu. Aku marah tanpa mengetahui kebenarannya. Ternyata Gemilang yg aku obati adalah bandar narkoba di desa ini." Sesal Karlina menundukkan kepala.

\#***Flash\_Back***

*Fajar yg hendak pulang tak sengaja melihat Gemilang menggunakan obat terlarang. Dia dan sekelompok kawannya juga minum minuman keras. Awalnya Fajar tidak menanggapi, tapi niat awalnya berubah karena mendengar jeritan seorang perempuan*.

*Fajar datang dengan amarah yg sudah memuncak. Dia tidak akan terima jika seorang perempuan diperlakukan kasar oleh seorang laki - laki yg tidak bertanggungjawab. Perempuan tersebut adalah istri pemilik warung yg di hajar oleh salah satu pemuda yg mabuk. Ia marah karena perempuan tersebut mengusir mereka dari warungnya*.

*Tanpa melihat siapa orangnya, Fajar langsung mengajar mereka secara brutal. Empat lawan satu tidak sebanding karena keadaan mereka yg mabuk. Pemilik warung tersebut mencoba menghalangi Fajar, sedangkan anak sulungnya memanggil warga agar melerai mereka*.

*Perkelahian dilerai dengan bogem mentah yg banyak pada lawan. Mereka hampir saya meregang nyawa jika warga datang sedikit saja. Keempatnya di obati di pengobatan yg ditangani langsung oleh Karlina. Sedangkan Fajar pulang dan diobati oleh Tomi*.

*Fajar yg sebelumnya merekam aksi Gemilang sebelum mengajar mereka, segera mengirim bukti kejahatannya ke salah satu teman polisinya. Polisi yg memakai penutup wajah kemarin adalah teman dekat Fajar. Ia sudah dapat info jika warga sini tidak berani melaporkan mereka. Mereka sering di ancam dan diperlakukan kasar oleh Gemilang. Sehingga warga hanya mampu menutup mata untuk semua perbuatan mereka*.

~

"Jangan menyesal, karena kamu tidak salah. Oke." Senyum Fajar meyakinkan Karlina. Karlina menganggukkan kepalanya sebagai respon jawabannya.

"Baiklah, makasih juga kamu udah nolongin aku kemarin. Buat bunganya, aku suka." Ucap Karlina tulus. Ia menghirup aroma mawar tersebut sebelum meletakkannya kembali di tempat sebelumnya.

"Kamu yakin jika yg menolong kamu itu aku?"

"Tentu saja, di dekat aku kemarin ada kamu, Gemilang dan Polisi kemarin. Itu sudah pasti kamu kan." Tanya Karlina yg beranggapan jika Fajar lah yg menolong dia, seperti kejadian pisau yg hampir menyentuh kulit lehernya kemarin.

"Aku gak bisa berenang Kar."

"Aku tidak yakin, mana mungkin kamu tidak bisa berenang."

"Aku serius Kar. Dulu aku memiliki kembaran perempuan. Orangtua kami selalu sibuk sehingga tidak bisa menjaga kami. Dia tidak sengaja terjatuh dan tenggelam di kolam renang rumah. Aku ingin menolong dia, tapi aku takut ketinggian kolam tersebut. Aku berteriak minta tolong tapi tidak ada yg dengar. Aku berlari ke ruang kerja orangtuaku. Awalnya mereka tidak mau mengikuti aku yg sedang menangis. Sampai akhirnya aku baru bisa berbicara setelah rasa takut itu menghilang. Aku mengatakan bahwa Fajarin tenggelam, dan orangtuaku segera berlari ke kolam renang. Naas, semuanya berlalu begitu menyakitkan."

Cerita Fajar tentang traumanya. Ia menangis mengingat kenangan pahit keluarganya.

(*Kasihan Fajar, mungkin ini salah satu yg membuat karakternya keras. Ia begitu kecewa dengan keadaan yg terjadi*) Batin Karlina mencoba memberi ketenangan pada Fajar.

~ Sejak insiden tersebut, Fajar dan Karlina mulai berteman baik. Mereka tidak lagi aduh argumen mengenai tugas lapangan. Mereka sudah saling terbuka dan menghargai pendapat satu dengan yg lainnya.

Mengenai bunga mawar merah kemarin, itu menjadi salah satu yg mengganggu pikiran Karlina. Bunga mawar yg mempunyai aroma sama seperti bunga mawar yg ada di kontrakannya.

Karlina sudah menanyakan hal itu pada rekannya yg lain, tapi mereka tidak ada yg mengetahui asal bunga mawar tersebut.

"*Tiba - tiba aja bunganya sudah ada di situ*." Begitulah jawaban mereka.

Mengenai Polisi yg menyelamatkannya, mereka juga tidak ada yg tau. Setelah membawa dirinya ke tepi sungai, ia langsung memberikan pertolongan pertama pada Karlina. Setelah ada respon, ia menyerahkan Karlina pada Fajar untuk pemeriksaan selanjutnya.

"Setelah aku periksa kamu, aku langsung membawa kamu pergi ke pengobatan. Polisi tadi juga sudah menghilang, mungkin dia segera kembali ke markasnya." Terang Fajar memberitahukan apa yg terjadi setelah dia berhasil diselamatkan dari arus sungai.

Tentu saja semua ceritanya bohong, kawannya minta tolong pada Fajar agar tidak memberitahukan tentang dirinya. Fajar menurut saja.

(*Lalu darimana asal bunga ini? Aku yakin, yg memberi bunga ini adalah orang yg sama. Tapi siapa? Apa aku memang benar dibuntuti ya seperti kata Dewi kemarin*?)

Mengingat perkataan Dewi kemarin membuat Karlina merinding. Ia segera menepiskan pikiran buruk yg bisa saja membuat dia takut.

(*Tapi tunggu dulu deh, aku merasa tidak ada yg mengikuti aku. Apa ini hanya perasaan ku saja ya? Bisa saja aku masih penasaran dengan sosok yg kemarin dan menghubungkan yg sekarang dengan dulu*.) Batinnya kembali sebelum masuk ke dalam rumah.

Bunga mawar kemarin sudah di tanam Karlina di halaman belakang rumah yg di tempati mereka. Ia tidak ingin bunga tersebut layu begitu saja sehingga di buang percuma. Ia masih merasa sayang jika bunga - bunga tersebut mati tanpa memberi keindahan dulu terhadang yg lainnya.

Sesampainya di rumah, ia segera mengerjakan tugas kelompok mereka agar tidak menumpuk, sebelum mereka kembali pulang ke kota. Mereka berusaha mengerjakannya dengan baik, guna mendapatkan nilai yg memuaskan.

Ternyata bukan nilai bagus yg membuat seseorang itu merasa puas. Tapi kebersamaan dan kenyamanan yg menjadi nilai plus bagi tugas ini. Mereka sadar jika mereka tidak mampu bekerja sendiri, mereka membutuhkan orang lain untuk melengkapi kehidupan mereka.

***Happy Reading Say..... Semoga kalian suka. Jangan lupa 💟, ⭐, 👍 serta 💬 ya say***.... 🤗😇

1
rikosembiring
Ditunggu lanjutannya y thor
Marya Juliani Jawak: Siap... Di pantengin terus ya 🙏😇
total 1 replies
Marya Juliani Jawak
Makasih kk.... Sukses buat kita semua 🤗
TK
first
semangat
sukses
TK
next
TK
first coment 👍
Nicco
Sabrina nya kapan nikah ya kak,novelnya terlalu greget pengen tau endingnya nih😁
Marya Juliani Jawak: Hahaha, sabar bang, semua ada waktunya. Indah pada masanya. hrhehe
total 1 replies
TK
semangat Thor 👍
Marya Juliani Jawak: Makasih kk....
total 1 replies
TK
like
TK
first 👍
TK
Anne dan Anna hadir 👍
TK
first
TK
next Thor 👍
TK
lelaki Berkacamata 🤗🙏
Marya Juliani Jawak
Makasih kk.... Semangat selalu 💪
TK
Anne dan Anna hadir 👍
Darah Biru (Bangsawan)
next up 💕😘😘😘😘
Darah Biru (Bangsawan)
😘😘😘
Darah Biru (Bangsawan)
semangat selalu 💕
Darah Biru (Bangsawan)
💕💕💕
Darah Biru (Bangsawan)
💕💕💕💕💕
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!