NovelToon NovelToon
SISI LAIN SUAMIKU, DEAN GALANG WIJAYA

SISI LAIN SUAMIKU, DEAN GALANG WIJAYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Park ha

Sinta Aniswari (23) dulunya adalah mahasiswi kedokteran paling ceria dan cerewet se-FK.
Sampai ayahnya bangkrut dan satu-satunya cara menyelamatkan rumah sakit keluarga adalah dengan menikahi Dean Galang Wijaya (30).

Pengusaha muda, perfeksionis, kaku seperti robot, dan sedingin kulkas dua pintu.

Dua tahun menikah tanpa cinta. Sinta berubah menjadi Nyonya Wijaya yang anggun dan penurut. Dari luar, semua orang mengira ia adalah istri yang tidak disayang. Pernikahan yang kaku seperti dua orang asing yang tinggal di rumah yang sama.

Sampai mereka tau sisi lainnya.

Bahwa Dean yang kaku itu ternyata menjadwalkan segalanya. Bahkan untuk menyentuh istrinya. Satu bulan empat kali. Setiap tanggal 5, 12, 19, dan 26. Jam 21.00 tepat.
Dan selalu diawali dengan kalimat yang sama, dengan wajah datar yang sama:

"Apa mau main?"

Sinta pikir pernikahan ini hanya soal peran. Sampai Dean yang kaku itu mulai membuatnya bingung, berubah menjadi lebih aktip.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Park ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SISI LAIN SUAMIKU — DEAN GALANG WIJAYA BAB 22 — EKSEKUSI AMANDEMEN DARURAT

SISI LAIN SUAMIKU — DEAN GALANG WIJAYA

BAB 22 — EKSEKUSI AMANDEMEN DARURAT

Napas Sinta mendadak tercekat di tenggorokan. Sentuhan hangat dari telapak tangan Dean yang kini berpindah ke pinggangnya membuat seluruh otot tubuhnya menegang kaku, persis seolah dialiri arus listrik bertegangan tinggi. Kedua tangannya yang semula menahan dada bidang Dean perlahan gemetar, kehilangan kekuatan untuk mendorong mundur tubuh kekar suaminya.

Di bawah pendar lampu meja kerja yang temaram, Dean tidak memberikan toleransi waktu sedikit pun bagi Sinta untuk menegosiasikan kembali adendum kontrak mereka. Dengan satu gerakan metodis yang sangat halus namun sarat akan kekuatan mutlak, Dean mengangkat tubuh mungil Sinta dan mendudukkannya di tepi meja jati besar yang kokoh itu. Sinta terpekik lirih, refleks mencengkeram erat kerah kemeja flanel Dean saat merasakan dinginnya permukaan kayu jati bersentuhan dengan gaun tidur satin hijau zamrudnya.

"Pak Dean... berhenti. Ini meja kerja Anda... nanti kotor," cicit Sinta dengan sisa-sisa keberaniannya. Dia buru-buru menyembunyikan wajahnya yang sudah merah padam sempurna di dada bidang Dean, tidak sanggup menatap sepasang mata hitam suaminya dalam jarak sedekat ini.

Dean tidak mengubah posisi sedikit pun. Pria itu justru menundukkan kepalanya, membiarkan dagunya bersandar pelan di puncak kepala Sinta yang beraroma stroberi segar.

"Meja ini dibersihkan dengan cairan antiseptik setiap pukul enam pagi oleh tim sanitasi khusus," balas Dean lempeng tanpa dosa. Suaranya terdengar sangat berat, dalam, dan bergetar tepat di indra pendengaran Sinta yang sedang bersandar di dadanya. "Kalkulasi higienitas dinilai aman. Regulasi kebersihan tidak akan terganggu oleh aktivitas pemulihan data reputasi malam ini."

[POV Dean]

Objek Nona Sinta kini telah berhasil diposisikan pada koordinat target dengan elevasi yang sejajar dengan pusat gravitasi tubuh saya. Tindakannya menyembunyikan wajah di atas permukaan dada saya memicu lonjakan energi termal yang sangat pekat di dalam sistem pernapasan saya. Berdasarkan pengamatan visual dari sudut pandang atas, gaun satin hijau zamrudnya mengalami pergeseran vertikal, meningkatkan paparan kulit epidermisnya sebesar tiga puluh lima persen. Detak jantung saya sendiri telah melewati ambang batas normal, bergerak di angka seratus dua puluh denyut per menit. Ini adalah respons biologis intensitas tinggi yang dipicu oleh kombinasi antara luka ego maskulin akibat label 'membosankan' dan daya pikat visual istri saya yang teramat masif malam ini. Saya akan mengaplikasikan seluruh variabel stimulasi taktil pra-kontak yang telah saya pelajari dari delapan belas artikel psikologi pernikahan tadi demi membuktikan secara empiris bahwa kapasitas fungsional saya berada di atas standar rata-rata.

Tanpa peringatan lebih lanjut, tangan tegap Dean bergerak menyapu beberapa tumpukan berkas saham di atas meja hingga bergeser ke sudut terjauh, menciptakan ruang kosong yang lapang. Sinta menelan ludah dengan susah payah saat menyadari dokumen penting perusahaan disingkirkan begitu saja dari daftar prioritas suaminya. Namun sebelum dia sempat memikirkan kerugian apa pun, Dean sudah menangkup lembut kedua sisi rahangnya, memaksanya mendongak menatap sepasang mata hitam yang berkilat intens.

Bibir kokoh Dean menunduk, mengunci bibir manis Sinta dalam sebuah ciuman yang sangat berbeda dari malam Jumat lalu. Tidak ada lagi ketergesaan yang kaku. Dean mulai mempraktikkan teori yang dipelajarinya dengan luar biasa metodis: memperlambat ritme, memberikan sentuhan-sentuhan lembut di tengkuk dan sepanjang tulang selangka, serta memberi tekanan konstan yang penuh kehati-hatian. Pemanasan yang dilakukan si bapak robot malam ini terasa begitu halus, sabar, namun sangat memabukkan. Sentuhan telapak tangannya yang hangat di kulit Sinta membuat mahasiswi kedokteran itu perlahan kehilangan seluruh fungsi logikanya. Sinta melenguh lirih, tubuhnya melemas dan ikut terhanyut. Kedua tangannya yang gemetar merayap naik, meremas bahu kokoh Dean mencari tumpuan.

Di puncak di mana napas keduanya sudah memburu bersahutan, Dean mendadak berhenti sekilas. Jarak wajah mereka hanya tersisa satu sentimeter. Kedua daun telinganya merah pekat, mengekspos ketegangan yang luar biasa. Dengan wajah tetap lempeng namun tatapan mata yang luar biasa dalam, Dean berbisik parau tepat di depan bibir istrinya.

"Nona Sinta... istriku... mau lanjut atau berhenti?" tanya Dean — kata 'istriku' baru pertama kali keluar dari mulutnya, konfirmasi data sekaligus pengakuan yang tulus.

Sinta menatapnya dengan mata yang sayu, wajahnya merah padam sempurna. Dia tidak bisa membohongi tubuh dan hatinya sendiri.

"Lanjut..." gumamnya sangat lirih dengan suara serak, lalu menyembunyikan wajah yang terbakar malu di ceruk leher Dean.

Mendengar kata kunci validasi itu, rahang kokoh Dean mengeras — kepuasan maskulin seratus persen terpancar di matanya. Jemari kekarnya bergerak efisien membuka kancing kemejanya sendiri, melepaskan kain itu dari tubuh yang berotot tanpa cela. Status Eksekusi Mutlak diaktifkan malam itu, menghapus label pria membosankan dari dirinya.

KEESOKAN PAGI — PUKUL 06.00 WIB

Bias cahaya matahari pagi menerobos celah gorden. Sinta terbangun dengan tubuh yang terasa remuk dan lelah — dampak nyata dari aktivitas malam itu sebelum Dean menggendongnya kembali ke kamar. Namun saat membuka mata, dia terkejut: di sampingnya, Dean masih ada. Lengan kekarnya melingkar erat di pinggangnya, memeluknya dari belakang dengan posisi yang protektif dan nyaman. Pria yang biasanya bangun sebelum fajar demi mengejar jadwal bursa — pagi ini memilih tetap di sini.

Merasa pergerakan istrinya, Dean perlahan membuka mata. Alih-alih langsung bangun, dia justru mempererat pelukannya. Dengan suara berat khas bangun tidur — lebih rendah, serak, dan seksi — dia menyapa tanpa topeng kaku.

"Selamat pagi, istriku," bisiknya pelan tepat di dekat pelipis Sinta.

Deg! Sistem saraf Sinta mendadak mengalami error masif. Jantungnya melompat liar. Panggilan formal "Nona Sinta" yang selama tujuh minggu selalu diucapkan — kini diganti dengan panggilan yang begitu intim dan miliknya seorang. Sinta buru-buru menarik selimut hingga menutupi wajahnya yang merah padam sempurna, menyembunyikan senyum yang tak bisa ditahan di balik kain tebal itu.

1
falea sezi
🤣🤣malu yeee q kirim hadiah biar up makin banyak🤣
falea sezi: lah kenapa libur thor🤭
total 2 replies
mamah fitri
🤣🤣🤣🤣🤣
Park ha
🤭🤭🤭
falea sezi
lanjut q krim hadiah
falea sezi
🤣🤣 lempeng amat pakk dean🤭
falea sezi
nyimak bagus q kirim hadiah nih
Lea
Lanjut 🥳🥳🥳🥳🥳🥳🥳
mamah fitri
🤣🤣🤣🤣🤣
Park ha: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
mamah fitri
wkwkwkw... asli ngakak dengan karakter pak Dean.. lucu banget sih ya🤣🤣🤣🤣
Park ha: 🤭🤭🤭🤭🤭 jangan lupa like ya kak oh ya boleh kasih ulasan hehehe ... tar aku update sehari 1 bab dulu.. soalnya masih nulis yang Toxic and control juga...hehehe
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!