NovelToon NovelToon
Perjodohan

Perjodohan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Teen School/College
Popularitas:100k
Nilai: 5
Nama Author: Adelianns_

Nayyara yang biasa dipanggil Naya adalah anak pertama dari Nayra Luis dan Adhit Hafieez. Ia baru saja lulus SMA dan kuliah di bidang kedokteran. Sekarang ia berusia 17 tahun. Ia memiliki seorang adik bernama Nurhikma Hafeeza yang biasa dipanggil Hikma. Sama dengan Putra, Nayya pun berasal dari keluarga kaya raya. Keluarganya memiliki usaha yang diberi nama Feeza Group. Ia sangat suka dengan belajar. Harta kekayaan milik keluarganya baginya bukan miliknya, namun milik ayahnya. Dia memiliki ambisi untuk menjadi sukses dengan usahanya sendiri, olehnya itu dia begitu rajin belajar. Predikat juara umum sudah dipegangnya dari sekolah dasar, sampai lulus SMA Pun, Nayya memegang predikat sebagai lulusan terbaik se indonesia. Masalah kekasih, Nayya sudah beberapa kali pacaran, namun tdk ada yang langgeng. Baginya, sampai saat ini belum ada satu pria pun yang mampu mencuri hatinya. Entah mengapa, ia pun bingung, padahal setiap pria yang mendekatinya memiliki kepribadian yang baik dan berasal dari keluarga terpandang. Namun hal itu belum cukup membuat hati Nayya jatuh. Nayya wanita dengan tinggi 160cm, berkulit putih bersih, mata yang cantik, bibir yang merah, dan bentuk badan yang proposional sebagai wanita. Cerdas, cantik, manis namun begitu dingin. Itulah Nayya, senyumnya mengembang dalam seharipun bisa terhitung jari.

Kisah mereka dimulai saat hari pertama OSPEK di Bachtera University. Nayya menjadi mahasiswa baru dan Putra menjadi seniornya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adelianns_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjodohan2-Bingung

Hari-hari pernikahan mereka jalani seperti biasa. Hari-hari yang dipenuhi dengan pertengkaran kecil yang menjadikan rumah mereka selalu ramai dengan teriakan satu sama lain. Sejak tau alasan Putra suka makan di rumah, Nayya pun tidak pernah protes lagi dan selalu membuatkan sarapan dan makan malam untuk Putra, walaupun tidak jarang, sebelum makan mereka bertengkar dulu.

Pembantu yang bekerja pada mereka tidak ada yang betah dengan kelakuan Putra. Akan ada hal yang membuat pembantu sewaan itu melarikan diri atau minta untuk diberhentikan. Sampai pada pembantu ke tiga yang disewa Nayya.

Bibi : "Nyonya, saya sudah tidak tahan lagi. Saya minta berhenti aja nyonya."

Nayya : "Tapi kenapa ibu mau berhenti? Gajinya kurang? Nanti saya tambahin deh."

Bibi : "Gak nyonya, tuan suka marah-marah. Sepertinya dia tidak suka dengan pekerjaan saya. Saya minta maaf nyonya, sepertinya saya harus segera pergi, permisi!"

Nayya : "sebentar bu, tunggu disini!"-sambil berjalan menuju kamarnya lalu keluar dengan membawa sebuah amplop.

Nayya : "Terimakasih mau bertahan cukup lama disini. Selama sebulan ini saya merasa terbantu dengan keberadaan ibu. Saya mohon maaf kalau suami saya suka merepotkan ibu. Ini ada sedikit uang sebagi pesangon ibu dan juga sebagai rasa terimakasih saya."

Bibi : "Terimakasih nyonya, saya permisi dulu!"

Nayya : "Putra!! Mau lo apasih sebenernya_-"-dengan menahan emosi.

-----------------------------------------------------------------------------------------

Dikantornya Putra sedang menata mejanya agar kembali rapi. Ia membawa pulang beberapa berkas yang belum terselesaikan olehnya.

Putra : "Huseiiin!"-panggilnya kepada sekertarisnya.

Husein : "Iya pak"

Putra : "Besok jadwal saya apa aja?"-tanyanya dengan mimik dinginnya.

Husein : "Besok tidak ada meeting, tidak ada jadwal apapun sampai hari kamis depan pak. Hari kamis nanti baru ada pertemuan di singapura pak. Tiket sudah saya pesan seperti arahan bapak."

Putra : "Oke, siapkan beberapa berkas yang akan kita bawa ke singapura. Senin saya akan periksa, jangan ada kesalahan!"

Husein : "Baik pak"

Putra berjalan menuju tempat parkir motornya. Ia jarang membawa mobil. Ia lebih sering memakai motor untuk ke kantor. Saat diparkiran ia bertemu dengan Tiara yang ternyata sedari tadi menunggunya.

Tiara : "Hei Put, akhirnya kita bisa ketemu juga."

Putra hanya menatap Tiara tanpa sepatah kata pun.

Tiara : "Kalau kamu gak mau ikut aku hari ini, lebih baik jangan pernah ketemu aku untuk selamanya."

Putra menarik nafasnya, ia terlihat seperti berpikir.

Tiara : "Oke, kalau emang kamu gak mau, aku pergi Put!"-sambil membuka pintu mobilnya.

Putra : "Kita mau kemana?"-ucapnya yang membuat Tiara tersenyum.

Mereka pun pergi ke sebuah restoran milik sahabat mereka dengan menaiki mobil Tiara. Tiara yang menyetir, karena Putra menolak menyetir untuk saat ini.

Tiara : "Kamu kenapa sombong gitu Put? Mentang-mentang udah nikah, aku dilupain."

Masih tidak ada jawaban dari Putra. Ia hanya memandang kosong lewat jendela mobil. Sesampainya di restoran, mereka memilih duduk ditempat yang begitu indah, pemandangan kota dimalam hari menjadi salah satu daya pikat dari restoran tersebut.

Koky : "Hey bro, mau makan apa?"

Tiara : "Seperti biasa. Steak filet mignon buat Putra dan sirloin buat aku. Minumannya seperti biasa."

Koky : "Pesanan diterima, tunggu sebentar. Oh iya Put, selamat atas pernikahan lo yah, sorry gue gak bisa dateng. Soalnya waktu itu gue lagi ada di Italia buat belajar resep baru. Awalnya gue pikir lo nikah ama Tiara, ternyata sama cewek lain. Habisnya kalian selalu terlihat serasi kalau datang kemari."

Putra hanya membalasnya dengan senyuman.

Sambil menunggu makanan mereka datang, Putra meminum minuman yang mereka pesan tadi, Putra masih terlihat dingin. Setelah makanan mereka tiba, Putra masih juga tidak peduli pada Tiara, ia hanya memakan makanannya.

Tiara : "Putra, kamu masih mau seperti ini sama aku. Hmm yaudah deh aku gak mau makan!"

Putra yang tau Tiara tidak mau makan pun menjadi luluh.

Putra : "Ayo makan!"-sambil memotong kan daging milik Tiara.

Tiara : "Aku mau nanya sama kamu. Siapa yang lebih berarti, aku atau Nayya?"

Pertanyaan Tiara itu seketika membuat Putra kaget. Ia mengunyah steak nya tapi enggan untuk menelannya.

Tiara : "Siapa?"

Putra : "Kamu"

Tiara : "Kalau dia dan aku akan jatuh ke jurang, siapa yang akan kamu selamatkan?"

Putra : "Kamu"

Tiara : "Kamu mencintaiku?"

Putra : "Apa gunanya bertanya sekarang."

Tiara : "Karena aku tahu kamu tidak mencintai Nayya. Kamu mencintaiku kan!"

Putra : "Tapi dia istriku."

Tiara : "Tapi tidak ada cinta didalamnya."

Putra : "Perasaanku padamu pun sudah kamu buang ke tempat sampah. Tidak ada gunanya bicara seperti itu sekarang."

Tiara : "Bagaimana kalau aku mulai mencintaimu?"

Ucapan Tiara membuat Putra kaget. Ia menatap lekat kearah Tiara. Tiara mulai berkaca-kaca mengeluarkan aur matanya.

Tiara : "Maafkan aku. Aku mulai menyadarinya semenjak kamu menikah. Aku merasa kehilanganmu. Aku rindu Putra yang selalu ada untukku. Dimana Putra yang dulu itu!"

Putra terlihat bingung apakah dia harus senang dengan pengakuan Tiara atau sedih. Ia sendiri bingung dengan perasaannya.

Putra : "Aku butuh waktu untuk memikirkannya."

Tiara : "Kamu sudah menungguku untuk waktu yang lama, tidak ada masalah bagiku untuk menunggumu memberikan aku sebuah jawaban."

Putra berlalu meninggalkan Tiara. Ia pulang dengan menggunakan taxi. Di dalam taxi dia memikirkan pengakuan dan perkataan Tiara.

-----------------------------------------------------------------------------------------

Dirumah, Nayya sudah memasak untuk Putra dan menunggu Putra pulang hingga tertidur di sofa depan tv. Saat ia mendengar ada suara mobil di depan rumah, Nayya terbangun. Ia melihat Putra turun dari taxi.

Nayya : "Mana motornya, kenapa dia naik taxi?"-gumamnya mengintip di balik jendela.

Putra berjalan memasuki rumah dengan wajah yang muram tanpa semangat sama sekali.

Nayya : "Kenapa baru pulang jam segini, emang ada lembur? Kenapa lo naik taxi? Mana motor lo?"

Putra : "Abis jalan ama temen, motor disimpan dikantor."-sambil berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.

Nayya : "Lo udah makan?"

Putra : "Udah"

Nayya : "Seharusnya lo bilang, biar gue gak masak!"-teriaknya.

Namun Putra terus naik kekamarnya. Ia masih memikirkan perkataan Tiara. Ia bingung harus berbuat apa. Ia sudah menjadi suami Nayya, tapi pernikahannya hanya sementara, lalu bagaimana dengan cintanya? •

Putra merebahkan dirinya dikasur. Berusaha melupakan semua yang telah terjadi.

Nayya : "Kenapa sih tuh anak. Aneh banget. Gimana dengan masakan ini? Kan sayang. Arggh! Kenapa dia suka banget buat gue emosi sih!!"-ucapnya kesal dan bingung melihat tingkah laku Putra.

-----------------------------------------------------------------------------------------

Keesokan paginya. Hari sabtu, Putra tidak kekantor begitupun dengan Nayya. Hari sabtu dan minggu ia libur, karena posisinya sebagai direktur.

Pagi pagi sekali ia sudah bangun membuat sarapan. Putra baru turun pukul 07.30 WIB

Udah lama banget gak next,Agak lupa lupa alur ceritanya😁

1
Dhevie Tri
dikasih visual.nya ndonk torr..biar tmbh semngat baca.nya😂
Amira Adzkia
bagus thor ceritanya
Rachma Tamam
kecewa saya ngegantung
Cut Mutiara
bodoh banget jadi naya.pilihan orang tua akan sellu baik untuk anaknya.klo aku sih ngikutin orang tua.aja ngk da orng tua yg jerumsin anak nya dlam hal berbhya
Fatan Fatin
lanjut dong,ceritax bagus👏👏
Fatan Fatin
syuka ceritax 👏👏👏
😎😎
perut aku tegang guys 🤣😂😂😂🤣😂😂🤣
acenggg
lanjut thorrr pleaseeee kau gantung diriku dengan penasaran yang amat dalammm
lafirr
lanjuttt dong thorr
lafirr
Thor aku nungguin up nya ternyata aku lupa kalo udha tamat:)
Hakimah Nst
nyambung kok kk mlh suru bangat lanjut ya kk pliss
Maya Sumaya
padahal suka,,

penasaran tiara
Han xiao
semangat thor
Elvi Anggun
semoga ada season 2 ya Thor. semangat
Maya Sumaya: setuju
total 1 replies
Daffa Muhammad
g jelas ujung nya
Nona Yohana
segini aja?
lafirr
kenapa haruss tamatt thorr ini bagus seka😭😭ii
Debora Tobing
lanjut thorr.. seru ko
Debora Tobing
thorr... jgn terlalu sedikitw banget🙄😣
Desti Putri
kok gitu sih thorr😢😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!