NovelToon NovelToon
Queen Mafia Di Tubuh Pewaris Lemah

Queen Mafia Di Tubuh Pewaris Lemah

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Mafia
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Kasmawati

Chloe Weiss, pewaris tunggal di keluarga Weiss tapi nasibnya tidak seindah yang dibayangkan, Chloe dengan kondisinya yang sehat harus menelan pil pahit, saat ibu kandungnya meninggal dunia.

Ayah dan ibu tirinya bersekongkol memasukkannya ke rumah sakit jiwa, dan menguasai seluruh harta kekayaan yang di tinggalkan oleh ibunya.

Tapi setelah lima tahun kemudian, Chloe kembali dengan jiwa yang berbeda untuk merenggut apa yang menjadi miliknya.

Bukan hanya itu saja, Chloe juga mengambil calon suami saudara tirinya, dan apa yang di lakukannya itu membuat Ayah dan ibu tirinya sangat murka.?

Siapakah sosok jiwa yang berada di tubuh Chloe Weiss, gadis yang di kenal sangat lamah dan bodoh?

Apakah jiwa yang berada di tubuh Chloe Weiss itu juga mempunyai dendam dengan seseorang di kehidupan sebelumnya sehingga Alam dan semesta memberikannya kehidupan kedua.?

Yang penasaran, ikuti terus ceritanya sampai akhir 🤗🤗🥰.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kasmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perdebatan

Geneva

Kediaman Keluarga Weiss

Malam telah tiba, tapi keberadaan Chloe masih belum ditemukan.

Serena dan Alexander saat ini mondar-mandir di ruang tengah mansion besar keluarga Weiss.

"Anak buahmu sangat tidak becus!" bentak Serena. Gaun merahnya terseret di lantai marmer. "Berani sekali mereka mengatakan kalau gadis gila itu menghilang!"

Alexander menghentikan langkahnya. "Lalu kenapa kau membentakku?! Kau pikir aku tidak pusing, hah?! Aku juga sangat pusing, Serena!"

"OH, JADI INI SALAHKU?!" Serena melempar vas bunga di atas meja ke dinding.

PRANG!

"DIAM!" Alexander meraung. "Kalau bukan karena kau yang sok pintar menyewa dokter gadungan untuk menyiksanya selama lima tahun di rumah sakit jiwa, mungkin lima tahun yang lalu dia sudah menyusul ibunya ke alam baka!"

Serena menatap Alexander tajam. "Hati-hati dengan bicaramu, Alex. Tanpa ide dariku, kau tidak akan pernah duduk di kursi direktur Weiss Group!"

"Tanpa ide dariku?" Alexander tertawa sinis. "Tanpa aku yang menikah dengan Irina, mungkin saat ini kau dan kedua anakmu itu masih hidup miskin!"

Hening.

Serena mendesis. "Jaga mulutmu!"

"Atau apa?" Alexander melangkah maju. "Mau membunuhku juga, seperti kau membunuh Irina?!"

Serena mengepalkan kedua tangannya. Matanya memerah karena marah.

"STOP!" Levin melangkah menghampiri kedua orang tuanya untuk menghentikan perdebatan.

"Berisik! Kalian mau semua orang di mansion ini mendengar?! Kita sedang dalam masalah besar dan kalian malah bertengkar seperti anjing!"

"Masalah, kau bilang?!" Serena menoleh ke arah putranya itu. "Masalahnya adalah anak buah papamu yang tidak becus mencari gadis lemah, bodoh, dan gila seperti Chloe!"

Levin menghela napas kasar. "Aku baru saja dapat informasi dari anak buah Papa. Katanya, siang tadi Chloe tertangkap kamera CCTV. Dia berada di belakang pasar tua Geneva. Tapi setelah mereka memeriksanya, tidak ada tanda-tanda keberadaannya... Sepertinya ada seseorang yang membantunya."

Hening.

Alexander langsung menoleh. "Kenapa baru sekarang kau mengatakannya?"

"Aku juga baru dapat informasinya lima menit yang lalu, Pa!" jawab Levin.

Levin menyerahkan tablet di tangannya kepada Alexander. Di layar, rekaman CCTV buram.

Terlihat sosok wanita kurus, memakai masker, rambut panjang menutup wajah, sedang duduk di belakang tumpukan sampah.

"Perbesar," perintah Alexander.

Levin menekan layar. Gambarnya pecah, tapi... mata wanita itu. Mata itu tidak seperti tatapan mata Chloe yang dulu.

Tatapan itu dingin. Mata persis seorang pembunuh.

Serena merebut tablet itu. "Bodoh. Kalian semua bodoh! Lihat, dia sangat kurus. Bagaimana mungkin mereka kalah dengan gadis lemah seperti ini?" omel Serena, memandang remeh Chloe yang memang terlihat sangat kurus itu.

"Dokter gadungan kaulah yang bodoh," ucap Alexander.

Serena kembali menatap tajam suaminya. "Apa katamu?"

"Yang aku katakan," Alexander tersenyum tipis lalu duduk di atas sofa di ruang tengah.

"Berani sekali kau menyalahkanku?" Serena melempar tablet itu ke lantai.

BRAK!

"Layarnya pecah, datanya hilang. Puas?!"

"PUAS KEPALAMU!" Alexander meraung. "Justru kaulah yang bodoh, menghancurkan bukti keberadaannya!"

Serena melangkah ke arah Alexander dengan wajah memerah karena marah. Tapi dengan cepat Levin meraih lengan ibunya.

"Hentikan!" teriak Levin. "Bertengkar tidak akan mengembalikan Chloe! Dia masih berkeliaran di luar sana, dan aku sangat yakin cepat atau lambat dia akan datang ke sini untuk merenggut semuanya!"

"TIDAK!" teriak Serena. Ia menepis tangan putranya dengan kasar. Wanita paruh baya itu menoleh ke arah Levin dan menatapnya tajam.

"Aku tidak akan membiarkan dia masuk ke dalam mansion ini selangkah pun. Harta dan seluruh kekayaan keluarga Weiss hanya milik kita, bukan milik wanita gila itu!" ucap Serena.

Vivian yang berdiri di tengah tangga memijat pelipisnya mendengar perdebatan keluarganya.

"HENTIKAN!" teriak wanita itu sambil menuruni tangga menghampiri mereka.

Ketiganya langsung menoleh.

"Dari tadi kalian ribut seperti di pasar!" bentak Vivian. "Aku tidak ingin mendengar keributan seperti ini lagi. Dua hari lagi pernikahanku dengan Erivo. Aku tidak ingin masalah ini terbawa ke hari bahagia yang selama ini aku nanti-nantikan."

Serena menghela napas panjang, lalu tersenyum lembut dan menghampiri putrinya.

Tangannya yang dingin menyentuh pipi Vivian. "Maafkan kami, Sayang... Tapi masalah yang saat ini kita hadapi cukup serius. Chloe kabur dari rumah sakit jiwa dan sampai sekarang keberadaannya masih belum ditemukan," jelas Serena dengan lembut kepada putri kesayangannya itu.

Vivian menarik napas panjang. "Aku tahu... Tapi bisakah kalian, dua hari saja, tidak membahas wanita gila itu di dalam rumah ini?" ucap Vivian.

Alexander beranjak berdiri. Wajahnya datar. Ia melangkah menghampiri putri dan istrinya.

"Vivian benar. Dua hari lagi dia akan menikah. Demi menjaga nama baik keluarga Weiss, jangan ada yang menyebut nama wanita itu. Aku tidak ingin keluarga Reinhard dan media tahu kalau aku mempunyai putri lain selain Vivian."

Hening.

Serena menunduk. Senyum lembutnya luntur. Jarinya meremas ujung gaunnya sampai memutih.

"Tapi... bagaimana jika dia muncul di hari H, Alexander?" Suara Serena bergetar. "Bagaimana jika dia merusak semuanya?"

Alexander menatap Serena tajam. "Kalau itu terjadi, maka aku sendiri yang akan menyeretnya keluar."

Vivian memejamkan matanya sejenak. "Aku ingin Papa memperketat keamanan sampai pesta pernikahanku tiba."

Alexander akhirnya tersenyum. Ia mengelus kepala putrinya dengan lembut. "Apa pun akan Papa lakukan untukmu, Sayang... Sudah larut malam. Kembalilah ke kamarmu."

Vivian langsung melompat girang dan memeluk ayahnya.

"Terima kasih, Pa," bisik Vivian di bahu Alexander.

"Sama-sama, Sayang," ucap Alexander. Setelahnya Vivian melepaskan pelukannya dan melangkah pergi dari sana dengan perasaan bahagia.

Wanita itu sudah tidak sabar menjadi istri Erivo Reinhard. Pria yang terkenal dengan julukan raja bisnis dan sukses di kota Geneva, memiliki cabang perusahaan di mana-mana.

Langkah Vivian ringan saat menaiki tangga. Gaun tidurnya menjuntai. Di kepalanya sudah terbayang gaun pengantin putih yang indah, gedung pernikahan yang dipenuhi bunga, dan Erivo yang menunggunya di pelaminan.

Vivian membuka pintu kamarnya dengan senyuman bahagia yang tidak pernah lepas dari bibirnya. Kamarnya wangi mawar. Lampu kristal menyala temaram.

"Dua hari lagi... Aku akan menjadi Nyonya Reinhard. Dari jutaan wanita yang ingin menjadi istri Erivo, akulah yang dipilih oleh ibunya. Beruntung sekali aku ini. Dari kecil aku hidup dalam kemewahan. Tidak sama seperti si Chloe. Ibunya meninggal dengan cara yang tragis, lalu dia gila dan dikirim ke rumah sakit jiwa... Nasibnya memang sangat malang. Tidak seperti aku yang selalu beruntung dalam hal apa pun."

Vivian duduk di depan meja rias. Ia memutar kursinya pelan sambil menatap pantulan dirinya. Rambut hitam panjangnya dibiarkan terurai, kulit putih bersih, dan gaun tidur sutra. Sempurna.

"Memang seharusnya akulah yang pantas menjadi putri keluarga Weiss, dan menikah dengan pangeran dari kota Geneva. Erivo Reinhard."

Vivian tersenyum puas. Ia mengambil kuas bedak dan menepuk-nepuk pipinya pelan.

"Lihat ini," bisiknya pada pantulan diri sendiri. "Wajah secantik ini. Keluarga secemerlang ini. Pantas kalau Nyonya Reinhard memilihku menjadi menantunya."

"Pokoknya dua hari lagi, tidak boleh ada drama. Apalagi wanita gila itu yang datang ke pernikahanku. Iihh, sangat menjijikkan. Dan aku tidak sudi mempunyai saudara seperti dia. Gila dan jelek."

---

Jangan lupa dukungannya ya guys 🙏 😊 🥰 🤗.

1
Muft Smoker
raga mungkin udh mati Erivo ,, tp nyawa tu tdk ,,
dan skraang queen ad ddsnaa ,, d tubuh Chloe weiss
Muft Smoker
cepat sembuh duluu kak ,,
baru berkarya lgiii ,,

tenang aq gx kmn2 tetap mantengin NT buat nunggu kelanjutan cerita kk ,,

🤭🤭🤭🫣🫣🫣😂😂😂😂😂
Muft Smoker: sama2 kak
total 2 replies
Muft Smoker
semoga aj setelah mereka tau sypa Chloe ,, mereka bisa menerima Chloe or queen daisy
Muft Smoker
eeeey pak su udh go public niiih ,,
tp apa gx kaget tuh nanti pa mertua dr Zurich dtg ke geneva ,,🤔🤔🤔🤔😂😂😂
Muft Smoker
lanjuuut kak
kas. maa29: proses 🫡🤗
total 1 replies
Muft Smoker
gmn tuh Kali mama Eleanor tau klo menantu ny sbnrnya queen daisy ,,
Muft Smoker
semoga Eleanor bnr2 berubah Dan menyayangi Chloe or daisy dg tulus ,,
sebagai penebus dy dlu menyakiti queen daisy tanpa sadar ,,
Muft Smoker
kalo mau hidup enk kerjaaa ,, jgn ngemis harta org lain 😒😒😒😒
Muft Smoker
jgn2 Vivian juga di suntikkan cairan yg dlu pernah di terima oleh Chloe sebelum ia meregang nyawa 🤔🤔🤔
Baek chanhun
next thour 💪💪
kas. maa29: proses 🫡🫰
total 1 replies
Sekar
gak sadar diri
Runi Mayantri
ad horor2 ny
kas. maa29: 🫣🫣🫣🫣🫣🫣🫣🫣
total 1 replies
Muft Smoker
licik ny Alexander ma Serena Kalo bukan krn Irina Weiss sewes sewees ,, bablaaas ke sapu angin mereka ,,
menguasai harta yg bukan hak ny ,,
membuang pewaris ,, tp tenang karma mereka sdang otw menghampiri 😏😏😏😏😏
Muft Smoker
ceritany seruuu kak ,,
dtggu kelanjutan ny yx kak
Muft Smoker: 🫡🫡🫡🫡🫡🫡😁😁😁
total 2 replies
Muft Smoker
tentu saja dy adalah queen ,, sekali pun dy tertidur ,, kewaspadaan adalah yg utama ,,
Sekar
lanjut thor💪💪
kas. maa29: proses 🤗🤗🤗
total 1 replies
Muft Smoker
lanjuuuut kak ,,
semakiiiiin memanaaas ,,
Muft Smoker: 😁😁🫰🫰🫰
total 2 replies
Susi Nugroho
Lanjutannya di tunggu
kas. maa29: ok proses 🤗🫰
total 1 replies
Sekar
wuih mantap,, lanjut thor💪💪
kas. maa29: ok proses 🤗🤗🫰
total 1 replies
Sekar
lanjut thor💪💪
kas. maa29: siaappp🫡🫡🫡🫰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!