Seorang gadis kecil,harus menerima nasib buruk ketika ibu nya tiada.Sebut saja namanya Melisa gadis malang yang di asing kan ke luar negeri oleh Danu ayah nya sendiri ketika usia nya baru beranjak lima tahun.
Setelah beberapa minggu ibu nya meninggal,ayah nya memutuskan untuk menikah lagi dengan selingkuhan nya yang sudah mempunyai anak.
Di luar negeri,Melisa sendiri diurus oleh bibi nya yang bernama Rosa sekaligus sahabat ibu nya.
Setiap hari ingatan Melisa selalu membayangkan kejadian saat ibu nya tewas di bunuh.
Jangan lupa baca karya ku ya🙂
Jangan lupa Like Vote Rate and Comment
terimakasih.
Karya ini diterbitkan atas izin mangaToon Wiyola, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili MangaToon sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ༂𝑾𝒊𝒚𝒐𝒍𝒂❦ˢQ͜͡ᵘⁱᵈ༂, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 21
Hari makin hari terus berjalan sampai dimana waktu itu Melisa berusia hampir lima tahun.Selama beberapa tahun juga Hana tak pernah mengetahui bahwa suami nya berselingkuh.Hana merasa keluarga nya baik-baik saja meskipun ia sempat menaruh rasa curiga.
Lama menunggu kepastian dari Danu,membuat Mirna makin murka terhadap nya.
Prak.....!bunyi gelas yang di lempar ke lantai oleh Mirna.
"Mirna apa yang kau lakukan,bagaimana jika sikap mu akan terlihat oleh Tasya?"tanya Danu.
"Sampai kapan mas,sampai kapan aku hidup di belakang bayangan mu?"tanya Mirna."Selama ini aku sudah cukup sabar menunggu,tapi sampai sekarang kau belum juga menceraikan Hana."gerutu Danu.
Danu menghela nafas sambil memegang kedua kepalanya.
"Aku tahu,beri aku sedikit waktu lagi untuk mencari alasan nya."ucap Danu.
"Jika kau mencintaiku kau tak butuh alasan untuk bercerai dari nya?"ujar Mirna menatap tajam Danu."Kau seorang lelaki,tapi kau lembek.Mengambil keputusan saja tidak bisa."ejek Mirna.
Mendengar perkataan Mirna,mata Danu langsung melebar dan berteriak marah kepada Mirna.
"Mirna......!!"teriak Danu mendorong Mirna ke sofa.
Danu mendekatkan wajah nya sambil berbisik kepada Mirna.
"Sudah ku bilang bersabar lah dulu maka kau akan mendapatkan segalanya."lirih Danu,Mirna kaget.
Pria itu kemudian pergi begitu saja meninggalkan Mirna.
Mirna tertawa renyah atas apa yang di lakukan Danu tadi sampai mendorong nya ke sofa.Mata nya mulai berkaca-kaca sambil menahan air mata yang akan tumpah.
"Kau tidak pantas seperti itu Danu.Lihat saja kau pasti akan menyesal nanti."lirih Mirna lalu beranjak berdiri menuju ke kamar anak nya.
Di kamar ia mendapati Tasya sudah tidur dengan nyenyak.Mirna duduk di samping sambil mengusap kepala anak nya.Tak terasa air mata yang di tahan nya kini jatuh.
"Sabar nak,ibu pasti akan berjuang untuk mu agar kau nanti nya hidup bahagia,berkecukupan dan tumbuh besar dengan keluarga yang lengkap."lontar Mirna mata nya tajam.
Suasana di rumah sekarang sepi karena sudah jam sebelas malam.Hanya Hana yang menunggu kepulangan suami nya.
Di meja makan dia duduk sambil menyeruput secangkir teh hangat.Tak lama kemudian Danu pulang,melangkah masuk seperti orang yang sedang banyak pikiran.
"Darimana saja?baru pulang jam segini?"tanya Hana mengagetkan Danu.
"Haa....Hana kau membuat ku kaget saja.Aku kira siapa tadi."ujar Danu.
"Kenapa baru pulang jam segini?"tanya lagi Hana yang mulai curiga.
"Anu...aku aku ah aku tadi di ajak Galih untuk minum sebentar.Aku tidak enak jika menolak karena dia terus memaksa ku."jawab Danu canggung.
"Benarkah?tanya lagi Hana.
"Sayang ini sudah malam,tidurlah.Aku juga ingin mandi dan beristirahat setelah itu!"ujar Danu memalingkan ucapan Hana.
Pria itu tersenyum lalu melangkah pergi menuju kamar.
Dari situlah Hana mulai merasa curiga dengan sikap suami nya.
Besok hari,di siang hari nya,Hana sudah berjanji bertemu dengan Galih.Mereka berjanji bertemu di salah satu cafe yang tak jauh dari kantor suami nya.
"Lama tidak bertemu!bagaimana,apakah ada yang bisa aku bantu untuk mu?"tanya Galih.
"Aku ingin bertanya,apakah kau pergi minum bersama Danu tadi malam?"tanya Hana.
"Tidak,aku tadi malam sedang makan bersama dengan kekasihku.Dan aku terakhir bertemu dengan Danu hanya sore harinya ketika dia parkiran dia terlihat begitu terburu-buru."jelas Galih.
"Benarkah?"tanya Hana kedua alis mulai mengerut.
"Aku serius Hana,buat apa juga aku berbohong padamu."tutur Galih.
"Galih seperti yang kau ketahui,kita sudah cukup lama mengenal satu sama lain.Begitu pula kau juga sudah lama mengenal perilaku suami ku."ucap Hana.
"Lalu maksudmu?"tanya Galih tak paham.
"Kau berkerja di perusahaan yang sama dengan Danu,apakah kau menyadari sesuatu tentang Danu akhir-akhir ini?"tanya Hana.
"Danu sama seperti biasanya,tidak ada keanehan pada dirinya."jawab Galih tersenyum.
"Aku serius,coba lah untuk mengingat lagi?sekarang semua terasa aneh saja bagiku.Danu sering pulang malam ke rumah dengan berbagai macam alasan."kata Hana.
Galih pun mulai bingung dengan perkataan Hana.
"Han...bagaimana bisa dia pulang malam terus sedangkan selama ini setiap sore dia sudah pulang terlebih dahulu."tutur Galih mengingat dirinya sering berpapasan dengan Danu di parkiran ketika sore hari.
"Kenapa Danu berbohong padaku?"batin Hana termenung.
Hana lalu pergi dari cafe tersebut,sebelum pulang ke rumah dirinya berniat untuk mampir ke mall sebentar.Di tengah perjalanan mengendarai mobil,Hana menyetir mobil sambil mengingat perkataan Galih tadi.
Lanjut
kasihan melisa,
bapak nya terlalu di butakan wanita sampah