Adrian Walker, seorang pemilik sebuah Restoran terbesar di kotanya, terpaksa menikah lagi dengan seorang gadis bernama Ariana atas permintaan istri pertamanya, Elizabeth.
Elizabeth terpaksa melakukannya karena kedua orangtua Adrian sangat menginginkan kehadiran seorang cucu. Sedangkan Elizabeth tidak mungkin hamil karena rahimnya sudah diangkat akibat kecelakaan yang pernah terjadi padanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aysha Siti Akmal Ali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan Ariana dan Adrian
Hari yang ditunggu oleh Ariana pun tiba, hari ini Adrian akan berkunjung bersama Arsene yang sudah berusia 6 bulan. Adrian membawa serta Babysitter Arsene.
Setelah Adrian memarkirkan mobilnya, Dokter Rico segera menyambut sahabatnya itu.
"Apa kabar Adrian?" tanya Dokter Rico seraya menyambut Arsene dari gendongan Adrian.
"Baik. Mana Nancy?" tanya Adrian balik.
"Nancy sedang bermain di kamarnya, nanti aku panggil kan." sahut Dokter Rico,
Adrian duduk di kursi tamu setelah Dokter Rico mempersilahkan dirinya untuk duduk. Dokter Rico membawa Arsene bersamanya memasuki kamar Nancy.
Didalam kamar Nancy, ada Ariana yang sedang menemani anak itu.
"Ariana, aku punya kejutan untukmu..." kata Dokter Rico sambil menyerahkan Baby Arsene kepada Ariana.
Ariana menangis haru menyambut anaknya. Ia tidak menyangka akhirnya bisa menyentuh dan menggendong anaknya itu.
"Terimakasih, Dokter!" sahut Ariana sambil terisak.
Ariana terus mencium dan memeluk Arsene. Ia begitu merindukan anaknya itu. Baby Arsene yang terlihat sangat montok itu begitu menggemaskan. Wajahnya pun sangat tampan setampan Ayahnya, Adrian.
"Kau lihat matanya, Dok? Begitu mirip dengan Ayahnya." ucap Ariana sambil menyeka air matanya.
"Semuanya, Ariana... Arsene persis seperti Adrian." sahut Dokter Rico sambil menepuk pundak Ariana.
Tidak berselang lama, terdengar teriakan Adrian dari ruang utama.
"Rico, kau tidak menculik anakku kan?" teriaknya
"Ia sebentar!" sahut Dokter Rico sambil meraih Arsene dari tangan Ariana.
Ariana sempat menolak ketika Dokter Rico ingin mengambil Arsene kembali, namun ia teringat Arsene bukan lah miliknya.
Ariana kembali terisak ketika Dokter Rico membawa Arsene dan Nancy ke ruang utama untuk menemui Adrian.
Pertemuan yang begitu singkat buat Ariana. Ia masih sangat merindukan anaknya itu.
Setibanya diruang utama, Adrian sudah memasang wajah masam kepada sahabatnya itu.
"Kenapa lama sekali? Jangan-jangan kau ingin menculik Arsene, ya?!" ucapnya seraya mengambil Arsene dari gendongan Dokter Rico.
Dokter Rico terkekeh, "Ada-ada saja kau ini, Adrian!" sahut Dokter Rico.
"Oh ya, bukannya kamu sudah memiliki calon istri? Ini sudah lama sekali, Arsene saja sudah berusia enam bulan. Kenapa hingga sekarang kamu belum juga menikah?!" tanya Adrian
Dokter Rico tersenyum kecut, ia bingung harus menjawab apa kepada sahabatnya itu.
"Kalau kamu menikah, aku akan memberimu hadiah paket honeymoon ke hawaii!" ucap Adrian sambil tersenyum hangat kepada Dokter Rico.
Dokter Rico menghembuskan nafas berat sambil menatap mata Adrian.
"Kenapa, jangan bilang kamu sudah putus ya, dengan wanita yang bernama Anna itu?!" kata Adrian lagi.
"Bisakah kita membahas yang lain saja? Aku tidak ingin membahas masalah itu sekarang." sahut Dokter Rico dengan wajah sendu.
Melihat aura wajah Dokter Rico berubah, Adrian merasa bersalah. "Maafkan aku, Enrico." ucap Adrian
Akhirnya mereka pun membicarakan masalah lain.
"Adrian, bolehkah aku bertanya tentang masa lalu mu?" tanya Dokter Rico.
"Tanyakan saja!" sahut Adrian sambil memasang senyuman di wajahnya.
"Adrian, apakah kamu masih memiliki perasaan kepada Ariana?" tanya Dokter Rico
"Ariana? Biar bagaimanapun aku tak akan pernah melupakan dirinya. Dia yang pernah hadir dalam hidupku, dia yang membuat aku jatuh cinta pada malam pertama kami dan dia yang sudah memberiku seorang Arsene." kata Adrian dengan aura kesedihan yang begitu jelas di wajahnya.
"Lalu bagaimana dengan Elly?" tanya Dokter Rico lagi,
Adrian menghembuskan nafas panjangnya kemudian ia mengusap wajahnya dengan kasar,
"Sebenarnya aku tidak tahu bagaimana perasaan ku terhadap Elly. Aku bingung, apakah selama ini aku mencintainya atau aku hanya sekedar kasihan padanya. Aku tidak tega meninggalkan dirinya karena aku merasa kejadian waktu itu adalah karena kesalahan ku." sahut Adrian,
"Bagaimana kasus tentang kematian Ariana? Apa kau masih melakukan penyelidikan tentang itu?" tanya Dokter Rico,
"Kasusnya ditutup, karena tempat terjadinya kecelakaan mobil yang menewaskan Ariana tidak bisa dijangkau dan polisi tidak bisa melanjutkan penyelidikan." sahut Adrian sambil tertunduk lesu.
Dokter Rico tahu, Adrian masih sangat mencintai Ariana. Padahal jika seandainya Adrian tidak memiliki perasaan apa-apa lagi terhadap Ariana, Dokter Rico berencana akan melamar wanita itu.
Namun harapannya pupus, ia tidak mungkin melamar Ariana sedangkan Adrian masih mencintai wanita itu.
"Bolehkah aku numpang ke kamar kecil mu?" tanya Adrian
"Kenapa tidak?" kata Dokter Rico,
Adrian pun menyerahkan Arsene yang sudah tertidur itu kepada Babysitter nya. Setelah itu iapun berjalan menuju kamar kecil.
Ketika Adrian sedang mencuci tangan disana, entah mengapa ia merasa sosok Ariana baru saja melewati ruangan itu.
Adrian tersenyum, ia merasa kalau ia sedang berhalusinasi karena baru saja membicarakan tentang Ariana bersama Dokter Rico.
Sedangkan Ariana, ia merasa jantungnya hampir saja copot. Ia tidak mengetahui kalau Adrian sedang berada diruangan itu.
Ariana terpojok diruangan itu. Ia ingin segera keluar dari ruangan itu, artinya ia harus melewati Adrian sekali lagi.
"Sial!!!" gerutu Ariana sambil membenturkan kepalanya ke dinding dengan perlahan.
Akhirnya Adrian keluar dari ruangan itu dan ia sempat terkejut melihat seorang wanita tengah berdiri menghadap tembok.
"Siapa kamu?!" kata Adrian setengah berteriak karena terkejut bukan main.
Ariana tidak menjawab, ia tetap bertahan pada posisinya. Adrian yang semula takut, mulai memberanikan diri untuk mendekati wanita itu.
"Hei, kamu siapa? Kamu bukan hantu kan?!" tanya Adrian sambil meraih wanita itu agar dia mau berbalik menghadapnya.
Ariana gemetar, ia berdoa agar Adrian segera pergi dari tempat itu.
"Pergilah, Adrian... Pergilah!!!" batin Ariana
Akhirnya Adrian berhasil membalik tubuh wanita itu untuk menghadapnya.
Betapa terkejutnya Adrian, ia sempat menjauh dari wanita itu.
"Si-siapa kamu?!" kata Adrian sambil menjauhi Ariana
Ariana memijit keningnya. Ia merasa sangat sial hari itu, karena tidak seharusnya ia bertemu dengan lelaki itu lagi.
Ariana bergegas menghindari Adrian, namun lelaki itu sudah menangkap tangannya dan menggenggam nya dengan sangat erat.
"Ariana?! Bukankah kamu sudah..." belum lagi Adrian menyelesaikan perkataannya, Ariana sudah memotongnya,
"Ya! Aku sudah mati setelah istri tercinta mu menyingkirkan aku malam itu. Sekarang aku bukanlah Ariana yang dulu, aku ingin hidup bebas dari kalian, Adrian. Jadi ku mohon lupakanlah aku..." ucap Ariana sambil mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Adrian.
Adrian tetap menggenggam lengan Ariana sambil menatap wajahnya, ia masih tidak percaya kalau sekarang Ariana benar-benar berada dihadapan nya.
"Aku butuh penjelasan, Ariana!" kata Adrian,
Tepat disaat itu, Dokter Rico hadir diantara mereka.
"Ariana? Adrian? Kalian sudah...?!" Dokter Rico kebingungan,
Ariana berhasil melepaskan tangannya dan segera menghampiri Dokter Rico. Tiba-tiba ucapan konyol nya keluar begitu saja,
"Aku akan segera menikah dengan Dokter Rico. benarkan, Sayang?" kata Ariana sambil bergelayut manja di lengan Dokter itu.
Bukan hanya Adrian, Dokter Rico pun membelalakan matanya.
***
👍👍👍
smoga saja ariana berjodoh dgn dokter yang sdh menolongnya