Adit memutuskan hubungan dengan kekasihnya karena di khianati, dan menerima perjodohan dari orang tuanya, walaupun dia sempat menentang nya, dia di jodohkan dengan Dita gadis periang anak dari sahabat papanya sekaligus tetangganya.
Adit dan Dita berusaha saling menerima satu sama lain karena mereka yakin pilihan orang tua mereka lah yang terbaik.
Cinta mereka akhirnya tumbuh setelah mereka menikah.
Jatuh Cinta Setelah Menikah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Norma28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 21
Sesil mantan Adit kini kembali ke Indonesia, dia belum mengetahui kalau Adit sudah menikah, dan Adit juga tidak tau kalau Sesil sudah kembali.
"Adit sayang aku udah kembali, dan aku akan memperbaiki semua kesalahan aku dulu, karena aku tidak mau kehilangan kamu, aku nggak bisa belanja ini itu selama kamu putus kan aku" batin Sesil.
Sesil kini sudah tiba di kediaman orang tuanya, dan langsung di sambut oleh maminya.
"Mami..." teriak Sesil sambil berlari memeluk maminya.
"Anak mami udah pulang? mami kangen sayang? ucap mami Serli, maminya Sesil.
"Aku kangen sama mami" ucap Sesil sambil memeluk sang mami.
"Sama sayang mami juga kangennya kamu" ucap mami Serli.
Sesil langsung masuk ke dalam rumah bersama maminya.
"Sayang kok kamu minta di jemput sopir, emangnya Adit tidak bisa jemput kamu? tanya mami Serli.
"Em... oh Adit sibuk mi, makanya tidak bisa jemput Sesil" ucap Sesil berbohong.
"Mi... aku naik dulu ke kamar , mau istirahat capek perjalanan jauh" pamit Sesil ke mami nya.
"Ok sayang kamu istirahat ya" ucap mami Serli.
Sesil langsung menuju kamar di lantai atas, sesampainya di kamar, Sesil langsung membaringkan tubuhnya di kasur yang empuk.
"Gue harus menemui Adit dan minta maaf ke dia, gue nggak mau kehilangan dia dan gue nggak mau kecewakan mami dan papi, apa lagi papi ada kerja sama dengan Adit" Batin Sesil.
.
.
.
.
.
Rio makin hari makin perhatian sama Mia, dan itu tidak luput dari pantauan bunda Astrid.
Mia memang asisten rumah tangga, tapi tidak kalah cantik dengan Dita, banyak yang tidak percaya kalau Mia seorang asisten rumah tangga.
Semua kriteria wanita idaman Rio ada pada Mia, tapi Rio tidak berani mengutarakan nya, karena takut sama bunda dan ayahnya.
Malam ini Rio lagi santai di teras rumah nya, sambil menatap langit yang penuh dengan bintang, entah apa yang dia pikirkan, tiba-tiba sang bunda datang menghampiri Rio.
"Lagi sendirian saja nak?" tanya bunda Astrid basa-basi.
"Eh... bunda, bikin kaget saja" ucap Rio yang kaget karena sang bunda tiba-tiba muncul.
"Lagi mikirin apa? tanya bunda Astrid.
"Tidak bunda..." jawab Rio.
"Apa tentang Mia? bunda Astrid to the point.
Huhuuuu.... Rio menarik nafas dalam-dalam dan membuang nya berlahan, seolah beban di pundaknya sangat berat.
"Bunda tidak akan melarang kamu, apa bilah memang dia yang cocok buat kamu" sambung bunda Astrid.
Ucapan sang bunda bagaikan angin segar buat Rio, apa yang dia kwartir kan selama ini seakan sirna sudah, tapi Rio belum bisa bernafas lega, karena masih ada sang ayah, dan juga Mia sebenarnya belum tau kalau Rio menyukainya.
"Rio takut bunda..." akhirnya Rio buka suara juga.
"Takut karena?" tanya sang bunda.
"Takut di tolak Mia, karena Mia belum tau kalau aku menyukainya, dan takut ayah tidak merestuinya" ucap Rio.
"Kamu harus jujur sama Mia, dan ingat ayah dan bunda sudah pernah bilang kalau kami merestui kalau kamu sama Mia, apa kamu lupah? tanya bunda Astrid kembali.
"Rio ingat tapi Rio kira bunda dan ayah hanya bercanda".
"Begini kamu harus jujur dulu pada Mia, habis itu baru bicara dengan ayah, bunda yakin ayah akan setuju" ucap bunda Astrid.
"Baik bunda, terimakasih masukannya, bunda memang yang terbaik buat Rio dan Dita" ucap Rio sambil memeluk sang bunda.
"Ia udah nanti ada yang lihat, kok anak cowok manja pada bundanya, apa kamu tidak malu?" ucap bunda Astrid sambil menggoda Rio.
" Aku tidak peduli bunda, oh ya bunda besok aku ajak Mia jalan boleh kan?" tanya Rio sambil minta ijin pada bundanya.
"Boleh... ok bunda masuk dulu ya" bunda Astrid langsung berdiri dan masuk ke dalam rumah.
Rio sangat bahagia, apa yang membebani pikirannya selama ini sedikit-sedikit sudah mulai menemui titik terang, tinggal menunggu jawaban dari Mia.
Rio segera masuk ke dalam rumah, dan langsung menuju kamar Mia.
Tok...tok..tok...
Tidak lama Mia membuka pintu kamar nya, dan melihat ternyata Rio yang mengetuk pintunya.
"Ada apa bang... mau kopi? tanya Mia.
"Ia buatkan gue kopi ya, dan antar ke balkon atas ya, gue tunggu" ucap Rio.
"Siap bang..." jawab Mia.
Rio langsung lantai atas dan segera menuju balkon sambil menunggu kopi nya, tidak lama Mia muncul membawa segelas kopi untuk Rio.
" Permisi... ini kopinya bang" ucap Mia.
"Makasih ya, loe duduk dulu" pinta Rio
Mia langsung duduk di sofa yang kosong, dia tidak tau kenapa Rio menyuruh nya duduk.
"Besok loe ada kegiatan nggak? tanya Rio.
"Paling kerja di rumah bang, cuma itu kegiatan aku tiap hari" jawab Mia.
" Besok kita jalan, loe mau nggak?"
"Besok aku minta ijin dulu sama nyonya" ucap Mia.
"Ok tapi gue udah bicara sama bunda kok".
"Tapi tetap aja bang aku harus minta ijin dulu sama nyonya".
"Ok terserah loe" ucap Rio sambil meminum kopinya.
"Nggak ada lagi, aku turun dulu" pamit Mia.
Tapi Rio langsung menarik tangan Mia, Mia yang kaget langsung jatuh ke pangkuan Rio.
Dak...dik..duk... bunyi jantung Mia.
Mereka berdua saling tatap-tatapan hingga beberapa menit Mia langsung sadar dan segera berdiri tapi Rio menahannya.
"Loe mau kita menikah?" tanya Rio to the point.
Mia sangat kaget dengar ucapan Rio barusan, dan dia langsung berusaha berdiri kembali, tapi Rio belum melepaskan tangan Mia.
"Gue serius, gue nggak main-main, ayo kita menikah" ucap Rio kembali.
"Maaf bang... tapi Mia belum bisa jawab, apa lagi Mia sadar dengan posisi Mia di sini" ucap Mia tertunduk dan gugup.
"Loe nggak usah mikir yang aneh-aneh, apa lagi bunda sudah merestui kita" ucap Rio.
"Tapi Mia belum bisa jawab sekarang, permisi" pamit Mia.
Rio hanya mengangguk kan kepalanya saja, Mia langsung meninggalkan Rio sendiri.
Sesampainya di kamar, Mia langsung membaringkan tubuhnya, pikirannya sangat kacau, dia tidak habis pikir apa yang di ucapkan Rio barusan, karena selama ini dia hanya menganggap Rio sebagai kakaknya.
"Apa...? gue nggak salah dengar kan? apa yang bang Rio ucapkan tadi" batin Mia.
"Gue yakin bang Rio hanya bercanda" batin Mia kembali.
Mia hanya guling-guling di kasurnya sambil memikirkan apa yang Rio tadi ucapkan.
.
.
.
.
.
**Sampai di sini dulu ya guys, jangan lupa like dan komentar nya🙏😍
Aku selalu menunggu jempol kalian🙏😍🤣
Bersambung 😘😘**