NovelToon NovelToon
SUAMI KITA BERSAMA

SUAMI KITA BERSAMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Contest / Cintapertama / Cintamanis / Patahhati
Popularitas:173.5k
Nilai: 5
Nama Author: Wanda Handayani

Chevani Agra
Seorang janda beranak satu yang diceraikan oleh suaminya tanpa sebab.
Menjadi janda bukan lah satu hal yang menyenangkan apalagi dia harus mengurus seorang anak dan nenek reot yang mulutnya pedas bak cabe rawit.
Saban harinya ia bekerja sebagai babu dan tukang cuci dengan gaji tak seberapa, hingga suatu saat ia dipertemukan kembali dengan mantan suaminya melalui sebuah cara yang sakitnya melebihi perceraiannya kala itu.

Bagaimana kisahnya?
Yuk mampir 😉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wanda Handayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CURHAT

“A- anu pak itu eumm.” Mataku membelalak sempurna takkala Refa si bocah tengil itu menyebut nama Sukinem di sini. Ah yang benar saja! Apa yang harus kujelaskan pada sang empunya rasa penasaran, ck!

“Boneta beyuang di dayam mobin pa.” Kata Refa menjelaskan. Tabung gas satu itu mencoba berdiri kemudian berlari ke arah mobil.

“Eh Refa Refa, sini kamu!” Pak Reno berteriak sebelum Refa benar-benar menjauh dari kami. Bocah yang mendengar namanya dipanggil pun sontak menoleh ke belakang dan menghentikan langkahnya. “Sini!” Pak Reno kembali menginterupsi.

“Jelaskan padaku siapa Sukinem!”

Deg!

Pak Reno melayangkan tatapan menuntut ke arahku seraya meraih tubuh Refa dan mendudukkannya dalam pangkuan. Aku sungguh-sungguh kalut, haruskah kukatakan siapa Sukinem itu?

“Eumm anu pak itu.”

“Anu anu anu! Apa sekarang mulutmu itu sudah menjadi bisu?”

“Duh! Itu pak. Refa tadi bertanya pada saya siapa nama dari boneka beruang itu, lalu kujawab saja namanya Sukinem.”

“Hah! Apa aku tidak salah dengar? Benda semahal dan sebagus itu kau beri nama Sukinem, cih kampungan!”

Astaga Chevani bodoh! Semua ini gara-gara mulutmu yang asal ceplos saja saat berbicara. Huft! Andai saja waktu bisa diputar, pasti sudah kuralat nama Sukinem itu menjadi bear ataupun berry.

Yang bisa kulakukan saat ini hanyalah membisu di tempat seraya memasang wajah memelas agar dikasihani oleh sang majikan. Aku sangat kapok, lain kali tak akan kubiarkan nama-nama jadul seperti itu tercatat di atas benda-benda kepunyaanku.

Tidak ada percakapan setelah itu. Pak Reno pun kembali menyantap gado-gadonya dengan lahap, sesekali ia juga membantu Refa memasukkan sendok yang berisi sayu mayur itu ke dalam goa besar miliknya.

Pricilia yang juga melahap bubur ayam dari suapanku pun tampaknya sudah kenyang dan tak ingin lagi. Ia mengeluarkan kembali nasi putih encer dan suiran ayam yang telah kudorong ke dalam mulutnya.

Aku penasaran. Sebenarnya motif apa yang membawa Pak Reno untuk mengangkut kami semua ke taman ini. Bukankah makan di warung tadi adalah ide yang lebih baik? Jadi ngapain harus repot-repot kesini.

“Pak. Apa boleh aku bertanya?” Aku yang sudah sangat kepo ini akhirnya membuka suara untuk memperoleh suatu jawaban.

“Hmm.”

“Kenapa kita tidak makan di warung tadi saja? Bukannya kesini akan lebih jauh?”

“Apa urusannya denganmu?”

Ish! Salah lagi salah lagi.

“Eum tidak ada aku hanya penasaran.”

“Aku merindukan tempat ini. Dulu suwaktu ayah dan ibuku masih ada mereka selalu membawaku kesini dan melihat ikan di sana.” Pria bertubuh jenjang itu melayangkan jari telunjuk ke arah depan, tatapannya lurus memandang hamparan luas yang saat ini kami jamahi. “Namun semenjak mereka wafat dan aku mulai beranjak dewasa, aku tak pernah lagi menginjakkan kaki ke taman ini dikarenakan kesibukan yang mulai menyambangi diriku.”

Oh kasihan pak Reno. Ternyata lelaki ini sangat merindukan kedua orang tuanya. Aku sempat tahu dari Refa bahwa nenek dan kakeknya itu telah meninggal dunia karena kecelakaan sejak Pak Reno masih kecil. Entahlah, aku juga tidak tahu bocah gendut itu tahu dari mana mungkin papanya yang menceritakan hal itu sendiri.

“Maafkan saya pak. Saya tidak bermaksud untuk menyinggung perihal kedua orang tua bapak.”

“Tak apa. Kau sendiri? Kenapa orang tuamu bisa meninggal?” Hei punya rasa simpati juga dia rupanya. Dulu suwaktu aku masih tinggal di rumah klasik miliknya aku memang pernah bercerita bahwa aku adalah seorang yatim piatu, namun tidak kusebutkan mengapa hal itu bisa terjadi.

“Ya karena napasnya sudah habis pak.” Jawabku sekenanya.

“Ck, kau ini! Bisa tidak sekali saja kau tidak menampilkan kebodohanmu itu?”

Loh! Memangnya ada yang salah? Setahuku kalau orang meninggal ya pasti karena napasnya sudah habis.

“Maksudku penyebabnya apa? Apakah karena kecelakaan seperti ayah dan ibuku dulu?”

“Ouuu.” Aku ber oh ria setelah mendengarkan penjelasan lebih lanjut dari majikanku ini. Huh! Seharusnya sedari tadi saja ia katakan. “Kedua orang tuaku mati terpanggang pak.”

Mendadak mulut Pak Reno ternganga lebar berikut dengan netranya yang membulat seperti koin.

“Mengapa bisa?” Tanyanya lagi yang kali ini kelihatan lebih atusias.

“Aku berasal dari keluarga miskin, pekerjaan ayah dan ibuku hanyalah sebagai pengepul barang-barang bekas dan tak jarang juga aku ikut bersama mereka untuk memungut sampah-sampah yang bertebaran di sepanjang jalan. Hingga pada satu hari suwaktu kedua orangtuaku pergi ke lokasi penimbangan, tempat itu mengalami kebakaran hebat yang aku sendiripun sampai sekarang tidak tahu penyebabnya apa. Sejak saat itu aku diasuh oleh paman dan bibi hingga dewasa dan saat ini mereka pun telah pergi menghadap Sang Ilahi meninggalkanku.” Aku menjelaskan panjang kali lebar. Oh sial! Kenapa kami berdua harus terperangkap kepada cerita masa lalu begini?

“Kenapa kau tidak tahu? Bukannya kau bisa bertanya pada paman dan bibimu itu?”

“Karena aku tidak ingin mamperdalam penyebab kematian ayah dan ibuku. Semakin aku mengingat mereka, maka semakin tak berdaya pula hidupku pak.”

“Apa paman dan bibimu meninggal sesudah kau menikah?”

“Pamanku meninggal dua tahun sebelum aku menikah dan menyusul bibi setelah lima hari aku menikah. Dan setelah aku mendapatkan suami sebagai sandaran hidupku yang baru, aku malah dicerai saat masih mengandung Pricilia.”

Entah kenapa tiba-tiba aku merasa ada bulir-bulir kristal bening yang mengalir dari pelupuk mataku saat ini. Aku sungguh tidak tahu entah kejutan seperti apa yang telah Tuhan siapkan untuk hamba-Nya yang malang seperti aku. Seorang wanita yang ditinggal oleh semua orang yang sangat ia sayangi dan kemudian melanjutkan hidup dengan penuh duka cita.

Suasana pun mendadak hening, baik aku maupun Pak Reno tak lagi berbalas kata. Hingga dalam detik berikutnya aku merasakan sebuah jemari besar tertangkup di atas kedua pipiku.

WHAT!

Apa aku sedang tidak bermimpi?

Pak Reno menghapus air mata yang membanjiri zona wajahku.

“Jangan bersedih. Kita bernasib sama bukan?” Katanya seraya tersimpul lirih.

Oh Tuhan, malaikat dari manakah yang saat ini Engkau titipkan untukku.

Aku sungguh-sungguh tidak tahan melihat wajah manis yang kala ini tengah tersimpul ke arahku. Bahkan aku juga sangat tidak menyangka bila manusia es batu seperti Pak Reno memiliki rasa empati yang lumayan tinggi.

Kebisuan haqiqi menyambangi diriku berkali-kali. Aku menatap manik hitam milik pria yang saat ini masih memandangiku penuh hikmat. Oh andai saja dia adalah Hero.

“Eum ehm.” Deheman nyaring menghentikan aktivitas drama Rich in Love di antara kami. Pria yang sedari tadi menempelkan telapak tangannya pada pipiku pun sontak melepaskannya dan berangsur menjauh.

Hei, apa dia sudah sadar dari kekhilafannya menjadi orang baik?

...***...

Bersambung

Comment, like & vote

Plus jangan lupa mampir ke cerita AKU KAU DAN ISLAM di sebelah ya guys

Ceritanya ga kalah seru 😍

1
it's me oca -off
yuhu kok bisa ya
Sri Mulya
Lanjut Thor semangat
Novie Louretta
tertarik karena judulnya "aneh"...tapi ini sudah tahun 2022 lho, kok belum ada kelanjutan ceritanya 🙂🙃🙃
Novie Louretta
namanya...Chevany, artinya apa thor..?
Sitty Aisyah
kaka ayo up lagi kaa... selalu menunggumu
itin
bacaan diatas umur rata rata karna banyak diwarnai kekerasan 🤭
Wichan606
semnagat up
Fauzan Abdillah
waaaaaa.....abis thor !!!!!
masukin pavorit ah...biar tak lupa...
Fauzan Abdillah
bagi aku, bagus...
Fauzan Abdillah
sama demian....hidup tdk bnyk rintangan....
Fauzan Abdillah
😁😁😁😁😁😁😁astaga !!!! malu donk !!!!
Fauzan Abdillah
kurasa itu Hero....
Fauzan Abdillah
😁😁😁😁😁😁
Fauzan Abdillah
😁😁😁😁😁....
Fauzan Abdillah
dapat rezeki nih..cuci mata 😁😁😁
Fauzan Abdillah
iaa...dia sapa y..?
namax yg hero kok dibenci amat ?
Liliani Luky
kita menunggu kelanjutan nya kakkkk
Sumi Ati
lanjut thor
Liliani Luky
next thorrr...
TK
next Thor 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!