Liana adalah seorang gadis yang terlahir dari keluarga sederhana, ia adalah seorang gadis yang mandiri dan pekerja keras.
Pertemuan nya dengan Alex membuat nya terpaksa menikah muda meski pun tanpa restu dari mertua nya
(Ayah Alex), menurut sang mertua Liana tidak pantas untuk menjadi menantu nya karena perbedaan status.
Setelah menikah Alex rela meninggalkan kehidupan nya yang mewah, dan bekerja sebagai Sales Marketing demi bisa hidup dengan Liana.
Namun cobaan rumah tangga mereka datang satu persatu menghampiri, mampukah mereka berdua menjalani nya?
Apakah Ayah mertua nya bisa menerima Liana sebagai menantu nya??
Akan kah Liana mendapat Restu dari Mertua nya??
Di saat Liana sedang terpuruk, datang lah Adit seorang pengusaha yang lebih sukses dari keluarga mertua nya.
Akan kah Liana tetap setia hidup bersama Alex meski pun sakit hati?
Atau memilih Adit yang selalu menerima nya apa ada nya??
Yuk baca kelanjutannya!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mery Hakim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 21
1 Minggu kemudian di minggu pagi###
Keluarga Liana sudah keluar dari rumah, untuk sementara mereka menumpang di rumah tante Amih.
Tante Amih tidak keberatan di tumpangi oleh keponakan-keponakan nya, tapi tante Amih suka marah-marah tidak jelas pada Pak Edi yang tak lain adik ipar nya itu.
Ya bagaimana tidak marah adik ipar nya itu tidak ada niat atau usaha untuk bekerja, kegiatan sehari-hari nya hanya tidur dan nonton tv itu lah penyebab tante Amih marah.
"Gilang bilangin sama Bapak kamu tuh jangan malas, kerja donk udah numpang kerjaan nya tidur mulu" ucap tante Amih sambil nyapu di halaman.
"Kamu juga bukan nya cari kerja,gak malu apa ngandelin Liana terus, kepribadian Bapak kamu tuh jangan di ikuti nanti susah sendiri" lanjut sang tante.
"Nanti aku cari kerja, tante tenang aja" jawab Gilang dengan santai.
"Santai-santai bukan nya usaha cari kerjaan, malah pada diem aja di rumah" jawab tante Amih sambil marah.
Liana dan Septi pun saling berpandangan saat mereka mendengar tante Amih marah, Liana pun segera siap-siap berangkat kerja sambil mengantar Septi sekolah.
"Tante aku berangkat anter Septi tugas kelompok dulu ya" pamit Liana dan Septi.
"Iya hati-hati" jawab tante nya singkat.
"De kayak nya kakak harus kost deh" ucap Liana sambil menyetir motor.
"Kenapa Kak harus kost segala??" Jawab Septi sambil memeluk Liana dari belakang.
" Siapa tau aja dengan kakak pergi nge kost Bapak sama Kak Gilang punya pikiran untuk ngontrak" ucap Liana sambil tetap fokus saat berkendara.
"Terus aku gimana?? Aku enggak mau di tinggal sama Kakak" ucap Septi yang menahan air mata nya agar tidak jatuh.
"Kakak juga enggak mau De cuma kita harus bisa, kasian Paman dan Tante kalau harus mencukupi banyak orang" ucap Liana menjelaskan pada Septi
"Kakak lelah de, kakak harap kamu ngerti" lanjut Liana
Septi tak menjawab apa pun, meski pun Liana baru bilang akan nge kost entah mengapa hati sudah merasa sedih.
Liana yang sangat mengerti tentang perasaan sang adik pun langsung menenangkan nya.
"Ini kan baru rencana, misal nya iya juga seminggu sekali kakak pulang ko nengokin kamu" ucap Liana sambil mengusap kepala Septi.
"Janji ya kak" rengek Septi
"Iya kakak janji" ucap Liana sambil janji kelingking.
Ckiittt##
Suara mobil berhenti di depan mereka,mobil yang sangat familiar yang tak lain adalah mobil Alex.
Alex dan Agus langsung keluar dari mobil, Liana dan Septi hanya diam saja sambil tetap duduk di motor.
"Kalian sedang apa di pinggir jalan saling berpelukan, kayak sinetron aja" ucap Alex menyapa mereka
Septi yang dari tadi menahan air mata nya akhir nya menangis, ia merasa kesal pada Alex yang tidak tau apa-apa tapi main seenaknya sendiri.
Liana yang melihat adik nya menangis langsung memelototi nya, Alex yang merasa diri nya di pelototi Liana langsung menundukan kepala nya.
Sementara Agus hanya tersenyum melihat tuan nya diam tak berkutik itu, karena baru Liana seorang yang berani memelototi tuan muda nya itu.
"Maaf aku enggak tau apa yang sedang terjadi, tapi lebih naik kalian masuk ke dalam mobil saja dulu biar nyaman" ucap Alex hati-hati menawarkan bantuan nya.
"Kita pindah yuk!!! Atau mau lanjut aja ke sekolah???" tanya Liana pada Septi
"Iya kak, boleh enggak aku izin libur dulu ngerjain tugas sekolah nya?? Terus aku juga pengen liburan sama Kakak" ucap Septi sambil merengek.
"Baik lah tapi Kakak harus ke rumah temen kamu dulu untuk meminta izin" ucap Liana
"Kamu enggak usah ke sana diem aja di mobil, biar Agus aja yang ke rumah teman Septi sambil bawa motor kalian" ucap Alex lalu ia pun menyuruh Agus untuk melakukan yang ia perintah.
Baik lah" ucap Liana singkat
Setelah Alex pun masuk ke mobil, Liana pun memberitahu kan tentang ucapan nya tadi uang ia sampaikan pada Septi.
Alex pun mengerti kenapa Septi sampai menangis karena hanya Liana yang dekat dengan nya.
Dan ia pun merasa dapat ide yang terlintas dengan kemauan Liana untuk nge kost itu, ia pun segera merencanakan sesuatu tanpa sepengetahuan Liana.
Mereka akhirnya pergi ke sebuah mall, Alex pun menawarkan Liana dan Septi untuk membeli apa yang mereka mau.
Setelah berkeliling mereka pun makan di sebuah Restoran, sambil menunggu makanan di sajikan Alex pun bertanya pada Liana rencana ke depan nya.
"Rencana nya mau cari kost di mana say"? tanya Alex pada Liana
"Aku ingin nya yang deket sama tempat kerja aja, yang bisa jalan kaki lah atau yang cuma naik angkutan umum cuma 1 kali" jawab Liana sambil membereskan belanjaan punya Septi.
"Kok naik angkutan umum si kak, kenapa gak bawa motor aja" ucap Septi penasaran.
"Motor nya enggak bakal kakak bawa, buat kamu setiap sekolah sama antar tante kalo ke pasar" ucap Liana menjelaskan
"Apa mau cari kost nya sekarang?? Sekalian jalan-jalan?" ucap Alex menawarkan.
"Yuk kak sekarang aja biar aku bisa liat kos-koss'an nya" ucap Septi semangat.
"Aku ngikut aja lah yang penting kamu seneng" jawab Liana sambil tersenyum.
Mereka pun akhirnya masuk mobil untuk mencari kos-koss'an untuk Liana, sementara Agus sudah pergi duluan memakai sepeda motor Liana.
Sebelum nya Agus sudah di beri perintah oleh Alex agar mencari koss'an yang aman untuk Liana.
Setelah mendatangi beberapa tempat akhirnya menemukan yang cocok karena tempat kos-kosan yang sebelumnya, mereka datangi kamar mandi nya berada di luar sedangkan Alex dan Liana ingin yang kamar mandi nya di dalam.
"Bagus yang ini kak, udah kost di sini aja" ucap Septi pada Liana.
"Iya kakak juga merasa cocok di sini" jawab Liana sambil melihat sekeliling.
Setelah deal Alex pun langsung membayar koss'an nya untuk 1 tahun, ia pun langsung di beri kunci kamar oleh pemilik koss'an.
"Kapan mau pindah nya" tanya Alex pada Liana
Liana pun menatap Septi dulu lalu menanyakan pendapat nya.
"De misal nya Kakak mulai kost nya besok boleh" tanya Liana sambil menatap nya
"Boleh kak,asal kakak harus sering kasih kabar terus janji ya sabtu-minggu pulang!!"" ucap Septi sambil mengangkat jari kelingking nya.
"Iya Kakak janji De" jawab Liana tersenyum sambil berjanji kelingking.
"Kalo besok berati harus beres-beres baju dari sekarang dong kak" tanya Septi sambil mengerut kan dahi nya.
"Kakak enggak bakal bawa banyak baju ko,bawa baju nya juga secukupnya aja" jawab Liana
Setelah semua nya selesai mereka pun pulang, Liana belum tau ada sesuatu yang sudah Alex rencana kan dan Liana sendiri lah yang membantu Alex membuka rencana nya itu.