NovelToon NovelToon
DUA AYAH UNTUK JAMES

DUA AYAH UNTUK JAMES

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Janda
Popularitas:90.9k
Nilai: 5
Nama Author: Indah Nurlaeli

Namanya Sinta Anjani, janda satu anak yang mempunyai ambisi untuk mencari suami dan ayah baru untuk anaknya, James. Kegagalan rumah tangga disebabkan oleh mantan suami yang dengan tega menyelingkuhi dirinya bahkan ketika janda itu dalam keadaan hamil. Tentu saja banyak rintangan dalam masa pencarian jodohnya, beberapa konflik keluarga bahkan sahabat baru dalam hidupnya menjadi kendala besar bagi janda itu. Akankah Sinta melabuhkan lagi cintanya? atau dia memutuskan untuk hidup tanpa ikatan pernikahan dan memilih menjadi seorang janda seumur hidup? entahlah kita ikuti saja takdir sang kuasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indah Nurlaeli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

JALAN-JALAN

Langkah lebar pria itu menyapu penglihatan Sinta, janda muda itu kini tengah menemani Bram membeli pakaian. Bram melangkah lebih dulu memilih beberapa kaos lengan pendek, ada dua buah celana jeans yang sudah tersampir dipundak laki-laki itu. Sinta menggendong James sembari melangkah anggun menyusul Bram memutari mall, laki-laki itu menolehkan wajahnya menatap Sinta sejenak. Langkahnya kini menuju tempat pusat perbelanjaan perempuan, Sinta mengernyit dengan masih mengikuti laki-laki didepannya.

"Kamu suka yang mana?" Bram memegang dua model dress mahal, ditangan kiri Bram tergantung dress berwarna merah muda polos dan tidak ada cetak lekukan tubuh. Sedangkan ditangan satu nya ada dress hitam bercorak kupu-kupu sewarna kertas, Sinta menunjuk dress yang ada disebelah kanan. Bram menyimpan pilihan Sinta dan menuju ke kasir, Sinta terus mengikuti Bram dari belakang. Setelah membayar laki-laki itu menggandeng tangan Sinta untuk keluar dari mall, James tertawa bahagia karena Bram yang sedari tadi terus menggodanya. Sinta berhenti ketika Bram hendak membuka pintu mobil untuknya, dia menahan tangan Bram dan menatap serius laki-laki itu.

"Tidak perlu bersikap baik seperti itu," Bram mengernyit mendengar penuturan tiba-tiba Sinta, laki-laki itu tidak mengindahkan ucapan Sinta dan tetap membuka pintu mobil itu, Sinta memutar bola matanya jengah. Perempuan itu tetap memasuki mobil milik Bram, James mencoba meraih Bram untuk menggondangnya. Laki-laki itu seolah mengerti kemauan dari James, tangannya mencoba mengambil James namun Sinta dengan cepat menepis tangan kasar Bram meminta laki-laki itu untuk memulai menyetir. Janda itu mendelikkan matanya ke arah Bram, laki-laki itu mengerucutkan bibirnya.

"Perempuan disebelahku ini galak sekali James," Bram melirik sekilas melihat ekspresi Sinta.

"Kamu fokus saja menyetir, James biar anteng bersamaku," Sinta berkata sambil membenarkan gendongan James.

"Kita kemana sekarang?"

"Pulang," Bram menolehkan wajah tampannya ke arah Sinta, laki-laki itu tidak setuju dengan ajakan Sinta.

"Hari minggu masih panjang, mari kita bersenang-senang."

Sinta mengangguk setuju, kali ini Bram sudah menjalankan mobilnya. Sinta bersenandung kecil ketika musik dalam mobil itu dia hidupkan, lagu dari salah satu penyanyi jawa pendatang baru itu mengalun dengan asik di telinga Bram dan Sinta.

"Mbok tulung oojo ngeecewakne aatiku" Sinta bersenandung kecil yang masih bisa Bram dengar.

"kamu suka lagu Denny Caknan?" Bram menoleh sejenak kepada Sinta, pandangan matanya tertuju kembali ke jalan.

"Ya aku tinggal enam tahun di Jogja dan aku sering sekali mendengar lagu itu dimana-mana," Sinta menerawang ingatan masa-masa ketika dia masih berada di Jogja dulu.

"Pantesan kamu lancar nyanyinya."

Sinta menepuk lengan Bram dengan tidak keras, laki-laki itu bahkan tidak menanggapi tepukan itu dia hanya terus fokus ke jalan.

"Itu cuma satu kalimat, kalau sampai selesai juga tidak hafal lah," Bram terkekeh mendengar jawaban Sinta.

Mereka sampai di taman kota, Bram seperti biasa dengan sigap langsung keluar mobil dan membuka pintu untuk Sinta. Perempuan itu turun sembari menggendong James yang tertidur, bayi itu tidak membuka matanya sama sekali ketika Sinta mengubah posisi gendongannya. Ditariknya tangan mulus Sinta untuk mengikuti langkah Bram, laki-laki itu menghampiri kursi kayu yang letaknya berada dibawah pohon. Sengaja duduk disana agar James tidak kepanasan, Sinta tersenyum ke arah laki-laki itu. Bram tidak menyadari senyuman Sinta yang ditujukan ke arahnya, dia terlalu fokus melihat anak-anak yang berlarian kesana kemari. Sesekali tawa Bram pecah ketika salah satu anak yang dia tonton menabrak lansia yang sedang berjalan-jalan sore.

"Apa yang kamu tertawakan?" Sinta terus menatap laki-laki itu hingga mata mereka saling bertemu, Bram tersenyum tipis menyadari dari tadi diperhatikan Sinta.

"Mereka sangat lucu."

"Lucu dari mana? kasian nenek itu yang hampir terjungkal," Sinta menunjuk kepada salah satu lansia yang tengah mengelus dadanya, orang itu kaget mendapat serangan tiba-tiba dari belakang.

"Lupakan Anak itu, aku ingin bertanya sesuatu kepadamu," Bram menggeser duduknya agar bisa berhadapan dengan Sinta.

"Apa?" Sinta menatap Bram dengan serius, entah mengapa jantungnya kini berdetak lebih kencang dari biasanya.

"Lamaran laki-laki itu apa kamu akan menerimanya?" Bram bertanya sembari menahan nafas, laki-laki itu merafalkan doa didalam hatinya.

"Tidak tahu," Sinta menjawab dengan singkat, matanya menatap James yang berada dalam pangkuannya.

"Aku serius!" Bram masih menatap Sinta dengan mata yang penuh dengan pengharapan.

"Aku memang tidak tahu harus bagaimana?" Sinta kali ini menolehkan kepalanya kepada lali-laki itu, Bram membuang muka ke arah kiri seperti tidak sanggup karena Sinta terus menjawab dengan kebimbangan.

"Jawab saja seperti apa yang hatimu katakan, jangan membuat seseorang menunggu."

"Maksudmu?" Sinta memegang wajah Bram agar menoleh kepadanya, mengerti akan ke tidak relaan atas ucapan Bram.

"Dia pasti menunggu jawabanmu, kalau kamu memang tidak mau ya katakan saja begitu juga sebaliknya."

"Aku tidak perlu menjawab apa-apa."

"Aku tahu Mama kamu sangat menyukai laki-laki itu, dia pasti sangat menginginkan keputusanmu. Setidaknya jika memang kamu tidak mau maka Mama kamu tidak seharusnya terus memaksa, itu hakmu."

"Tidak Bram, Mama pasti akan terus memaksa aku bersama Firman," Bram menjadi teringat lagi nama laki-laki itu ketika Sinta menyebutnya.

"Sebaiknya kamu bicarakan dulu masalah ini kepada Mama kamu, kalau memang dia masih terus memaksa itu terserah kamu nanti. Apakah kamu akan menuruti apa kata Mama kamu atau kamu memilih hidup kamu sendiri."

"Aku terlalu malas mendengar ocehan Mama."

"Jangan begitu, Mama kamu pasti ingin yang terbaik untuk kamu dan James," Bram menatap mata Sinta begitu dalam, mata laki-laki itu sedikit berkaca-kaca.

"Aku akan tetap seperti ini, tidak siapapun nanti," Bram memejamkan mata besarnya, laki-laki itu merasa tidak ada harapan untuk mencari celah dihati perempuan itu.

"Masih ada orang lain yang mau dan bisa membuatmu bahagia, kamu jangan terjebak dalam rasa nyaman sendiri. Kelvin memang orang yang tidak bertanggung jawab, tetapi tidak semua laki-laki seperti itu. Kalau kamu masih memasalahkan tentang perasaan, aku rasa Kelvin sudah tidak berada di hatimu lagi."

"Dari mana kamu tahu?" Sinta mengangkat sebelah alis matanya, dia heran betul dengan tebakan Bram yang memang benar adanya.

"Aku bisa melihat semuanya di matamu, bahkan ketika kamu menghadiri pernikahan Kelvin kamu tampak baik-baik saja."

"Jangan sok tahu!"

"Memang aku tahu."

"Itu hanya masa lalu."

"Maka dari itu, kembali buka hatimu dan melanjutkan hari-hari yang lebih indah lagi."

"Aku tidak bisa Bram, aku sudah terlanjur nyaman dengan semua ini."

"Aku akan berusaha membuatmu lebih nyaman lagi," Bram menggenggam jemari lentik Sinta, perempuan itu tersenyum tipis dan tidak terasa satu cairan bening lolos dari mata indahnya.

1
Dhina ♑
Seorang ibu yang lucnut
Tidak punya harga diri rupanya
Dhina ♑
Harus lanjut
Lanjut lagi
Mau lanjut baca nih
Maaf tekat
Dhina ♑
maaf thor baru kembali, ini ceritanya lanjut ga? ayo share ke gc, tidak apa-aps
Sajiwo
Hallo teman-teman.
Lama ya, kita nggak berjumpa.wkwkwk
Btwe sekarang author sudah ada kerjaan lain. Alhamdulillah.
Aku datang membawa info tentang cuan. Hehe.
Apakah di sini ada yang mau menjajal platfrom lain? Kebetulan saya salah satu Editor Akuisisi di sana. Maaf sebelumnya, saya sengaja tulis ini di kolom komentar. Takutnya kalau lewat pengumuman menyinggung pemilik rumah. Buat kalian yang mau dapat fee hingga 400 dollar. Boleh whatsapp ke saya 081413030520.. untuk info lain saya jelaskan di wa ya teman-teman. Terima kasih.
Evi Sofia
kenapa belum up..
apa dibiarkan menggantung..
Sajiwo: 🙏🙏🙏🙏..
total 1 replies
Lala tsu
Thor lapor like ku Uda mendarat tanpa terpeleset.

up trus Thor sukak banget sma karyamu lope lope
Sania Ahnaf
Lanjut thor jngan lama lama
*-*-Sincerely💕 of APRIL
lanjut
semangat terus jangan sampai DOWN
neng siska
lanjut
Sajiwo: siap kaka❤
total 1 replies
IrmaYanti
ksh kebahagiaan bt Sinta dong,.kasian masa menderita trs
Dilla Fadilla
thorr ...bikin sinta sukses n bahagia...
Evi Sofia
lanjut..penasaran..
Sajiwo: pantengin terus ya🤗❤
total 1 replies
Woro Sri
Klo ga lanjut kaya makan gda minum donk thor, tetap semangat lanjuuuuuuuuutttt
Sajiwo: terimakasih ya kak❤❤❤🙏🙏
total 1 replies
Dilla Fadilla
lanjutlh thorr...nanggung udah kesemsem ama jln ceritanya ...
Sajiwo: alhamdulillah🙏 terimakasih ya.❤❤❤💛💛
total 1 replies
*-*-Sincerely💕 of APRIL
semangat woke! Selesai sampai ni novel tamat.Memang kadang siders tu kagak peka.Mereka kadang tu sangat pelit bwat kasih komen pa lagi like padahal hal itu yang membuat authornya semangat update.

Contohnya dilapak aku banyak siders yang baca perhari tapi kamu lihatkan yang komen hanya itu2 saja, like cuma seberapa? Tapi itu tak apa? Yang penting Aku sudah memberikan yang terbaik untuk mereka kalau masalah like dan komen itu Bonus bwat aku yang penting mereka BACA.

Sebenarnya aku nulis ini desakkan dari temen2 sesama author padahal aku sibuk banget kerja.Ini aku juga nulis di sela-sela waktu santai kalau gak ada kerjaan.Makanya saat ada yang minta bwat crazy Up itu tidak mungkin terjadi...??!

Semangat jangan sampai menyerah begitu mudah 🤗🤗🤗
*-*-Sincerely💕 of APRIL: sama-sama 😁😁
total 2 replies
IrmaYanti
jgn putus asa STP karya ada yg suka ada yg gak yg penting niat kt menghibur dan memberi karya yg terbaik,...syukur2 respon pembaca sllu baik kan ga mudah bt nulis crt novel KY gini,..semangat terus lanjut kan syng klo cm smpe sini aja
Sajiwo: Terimakasih kak🙏🙏❤❤.. dan jangan lupa share ya
total 1 replies
Dilla Fadilla
kapan ...karma tiara ama kelvin thorrr...😡😡😡
Sajiwo: ditunggu ya🤗❤
total 1 replies
Julita Jokohael
natasya ikutan makan micin dr tiara.
Sajiwo
Jngan lupa share cerita ini ke teman-teman kalian ya🤗🤗🤗🙏🙏
Lala tsu
like parkir Thor.
main main ke karyaku ya mkasih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!