NovelToon NovelToon
Istri Tomboy Tuan Muda

Istri Tomboy Tuan Muda

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:3.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Azra ziya

Arabella Elisa Jodie, gadis tomboy dengan segudang keahlian, pandai beladiri dan menyukai kebebasan. Memiliki beberapa sahabat pria yang sudah akrab dengannya sejak bertahun lamanya.

Bagaimana bila tiba-tiba Ara harus terpaksa menjadi seorang istri?
Istri dari tuan muda tampan yang sejak kecil sudah memiliki kehidupan berkelas.


"Apa dia wanita?" (Dilano Danuarta)

"Dia terlalu mulus untuk ukuran seorang pria matang." (Ara)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azra ziya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejujuran atau Kebohongan

Ketukan pintu dari luar kamar hotel membangunkan kedua pasangan pengantin baru yang masih betah berada di balik selimut.

Lano mengerjap mata perlahan-lahan. Mengumpulkan kesadaran penuh sebelum memulai aktivitas di pagi hari.

Lano menghela napas berat ketika sadar kaki seorang wanita yang kini sudah menjadi istrinya berada di dekat kepalanya.

Entah bagaimana bisa gadis itu bisa berubah posisi hingga kepalanya sekarang berada di bawah pinggang Lano, sementara jempol kakinya hampir saja menyentuh hidung mancung Lano.

Segera Lano berdiri turun dari tempat tidur yang ternyata sudah dikuasai penuh oleh Arabella.

Dimana sopan santun gadis ini? Apa seperti ini cara tidur seorang perempuan?

Lano masih tak percaya bahwa ia bisa menikah dengan gadis yang jauh sekali dari kata anggun. Lano berusaha menahan kesabaran. Laki-laki itu berjalan menuju pintu kamar hotel.

Pintu terbuka. Dua orang pria yang bertugas sebagai pelayan hotel membawakan hidangan makanan untuk sarapan pagi, serta stelan jas yang semalam Lano pesan untuk ia pakai pagi ini. Rencananya, pria tampan itu akan langsung bekerja pagi ini juga.

Untuk apa mengambil cuti menikah, pikirnya. Lebih baik ia menyibukkan diri dengan bekerja. Tidak ada hal yang istimewa dengan pernikahan yang sedang dia jalani bersama sang istri. Dan menurutnya Ara juga pasti menginginkan hal itu.

"Selamat pagi, Tuan." Pelayan itu menyapa dengan sopan.

"Apa makanannya ingin diantar ke dalam, Tuan?" tanya pelayan hotel yang satunya lagi.

"Tidak, biar saya saja yang membawanya ke dalam," balas Lano.

Dia tidak ingin ada orang yang kemungkinan akan terkejut melihat gaya tidur sang istri yang menurut Lano sangat kontras dengan dirinya.

Tidak mencerminkan sama sekali kalau perempuan itu adalah istri dari seorang pria yang selalu terkesan mewah dari kepala sampai kaki.

Seperti sekarang. Walaupun pria itu baru saja bangun tidur, tapi Lano tetap terlihat segar dan rapi. Kulit putih bersih dan pakaian yang selalu pas di tubuhnya selalu membuatnya terlihat begitu menawan.

Lano membawa pakaian kerja dan sarapan pagi ke dalam kamar. Pekerjaan yang biasanya dilakukan pelayan di rumahnya, kini mau tak mau harus dia lakukan sendiri.

Percuma punya istri. Lagi-lagi Lano berusaha berbesar hati dengan keadaan yang tampaknya akan berubah seiring waktu.

Lano melanjutkan aktivitas paginya. Dia akan memulai dengan mandi terlebih dahulu, berganti pakaian, lalu dia akan sarapan setelahnya dan pergi segera dari kamar hotel.

Ara mulai tersadar saat mendengar percikan suara air dari dalam kamar mandi. Gadis itu menguap lebar. Mengucek matanya dan menoleh ke sekitar ruangan. Sadar bahwa ia sudah berganti status pagi ini.

"Dia sudah bangun?" gumamnya. Ara bangkit lalu berjalan menuju jendela. Membuka kain penutup jendela supaya matahari pagi masuk ke dalam kamar yang mereka tempati semalam.

Aroma makanan menusuk hidung gadis itu, membuat rasa lapar seketika menyerang perutnya. Ara berjalan menuju meja kaca yang sudah dipenuhi makanan yang begitu menggugah selera.

Tanpa pikir panjang gadis itu duduk di sofa. Mengambil makanan dengan tangannya lalu memasukkan ke dalam mulutnya. Seperti orang kerasukan, Ara menyumpal berbagai makanan ke dalam mulut hingga mulut kecil gadis itu penuh dengan makanan.

Lano selesai mandi, pria itu keluar dengan menggunakan handuk seperti biasa. Pandangan Lano langsung tertuju pada perempuan muda yang sedang asik dengan makanannya.

"Ara, kamu makan tanpa membersihkan diri terlebih dahulu?" Lano menolak percaya. Bagaimana mungkin Ara langsung sarapan tanpa membersihkan diri dulu. Bahkan rambut gadis itu tampak masih berantakan. Dan mungkin sudah ada rambut yang jatuh di dalam makanan pikirnya.

Ara tak peduli, ia tetap menyantap makanan di hadapannya tanpa beban sedikit pun.

Lano mendekati Ara. Menatap tajam gadis yang masih membalasnya dengan ekspresi datar. Mengacuhkan ucapannya.

"Mandi dulu baru sarapan, Ara!" Lano berkacak pinggang. Dia benar-benar tidak bisa membiarkan gadis ini melakukan hal sesuai kehendaknya.

Bagaimanapun, dia sekarang sudah menjadi istrinya, jadi sebaiknya Ara harus merubah kebiasaannya mulai sekarang.

"Apa?" Ara menoleh pria yang yang dari tadi terus menatapnya tajam.

"Iya ... iya, aku akan mencuci muka dulu." Ara akhirnya mengalah. Perempuan yang masih memakai pakaian suaminya itu berdiri tegak. Dengan malas gadis itu berjalan menuju kamar mandi.

Mengoceh pelan sebelum akhirnya masuk ke dalam.

"Jangan mengumpat, Ara!" Lano segera melanjutkan aktivitasnya yang tertunda.

Tak lama kemudian, pria itu sudah berpakaian rapi. Seperti biasa, aroma khas pria itu kembali memenuhi ruangan saat itu.

"Kak Lano mau kemana?" tanya Ara.

"Ke kantor." Memasang dasi di depan cermin.

"Ouw ... ya sudah, aku akan langsung ke basecamp setelah ini." Ara duduk di sofa melanjutkan sarapannya.

"Basecamp? Tempat yang waktu itu?"

"Iya, tempat paling nyaman untuk berkeluh kesah," jawabnya santai.

"Kenapa kamu tidak ikut bekerja?"

"Perjanjiannya hanya sampai kak Lano menikah, bukankah sekarang kak Lano sudah menikah?"

"Lebih baik kamu menjadi asisten pribadi daripada menjadi istri."

Arabella menatap punggung suaminya yang terlihat masih fokus dengan dasi di lehernya.

"Kalau disuruh memilih, Aku lebih baik tidak memilih keduanya. Dua-duanya sangat tidak menyenangkan."

Lano mendekati Ara. Duduk di sofa dan memulai sarapannya. Dia tak membalas Kata-kata Arabella yang sepertinya masih belum mengikhlaskan pernikahan mereka.

Satu persatu dengan pelan Lano memasukkan potongan makanan ke dalam mulutnya menggunakan sendok dan garpu. Bahkan Ara tanpa sengaja menuruti cara Lano mengunyah makanan.

Namun ia segera kembali pada cara yang sebelumnya, karena gadis itu merasa tidak akan bisa menikmati makanan bila mengikuti tata cara laki-laki itu makan.

Lano meletakkan sendok dan garpu tanpa suara yang berarti. Meneguk susu secukupnya. Tak perlu menghabiskan makanan apabila sudah merasa kenyang. Lano hanya mengambil secukupnya sesuai porsi makanannya seperti biasa.

"Semalam kamu ingin membahas tentang pernikahan ini bukan? Katakan apa yang kamu pikirkan." Lano menoleh pada Ara.

"Apa Kakak menikmati pernikahan ini?" balik bertanya.

Lano berpikir sesaat. "Entahlah, aku hanya berusaha membuat semuanya terlihat normal."

"Aku tidak tau bagaimana pernikahan ini kedepannya, tapi untuk sekarang aku akan berusaha mencari calon istri kakak yang membatalkan pernikahan kalian. Aku ingin tau apa alasannya kabur di hari pernikahan kalian." Ara masih bersikukuh mencari keberadaan Gisela.

"Kamu ingin mendengar kejujuran atau kebohongan, Ara?" Lano menyilangkan kedua tangannya di depan dada.

Lano rasa Arabella harus tau yang sebenarnya. Dia tidak ingin suatu hari nanti Ara harus tau fakta sebenarnya dari mulut orang lain. Lano juga sangat yakin bahwa gadis itu akan semakin kecewa jika ia tau sendiri kebenarannya nanti.

"Apa maksud, Kakak?"

"Sesuatu yang mungkin akan membuatmu marah dan kecewa jika aku katakan." Lano masih tampak tenang.

"Jika itu sebuah kejujuran yang membuatku bahagia, lebih baik cepat katakan, tapi jika itu sebuah kebohongan yang membuat aku terluka sebaiknya kakak jangan katakan." Entah mengapa tiba-tiba Ara merasa takut mendengarkan apa yang ada dibenak suaminya.

"Baiklah kalau itu mau kamu." Lano berdiri. Dia bersiap-siap untuk pergi.

"Jika itu keputusanmu, sebaiknya jangan pernah mencari tau tentang keberadaan Gisela lagi! Karena itu percuma saja." Lano pergi meninggalkan Ara di dalam kamar hotel.

Ara masih terdiam. Mencerna kata-kata yang baru saja keluar dari mulut Lano.

Seketika hatinya menjadi tidak tenang.

Apa sebaiknya aku tidak mencari tau?

Arabella mencoba mengingat kepingan-kepingan kecurigaan saat ia mulai membawa Gisela ke rumah besar hingga sampai akhirnya dia yang menjadi pengantin pengganti.

***

1
Angelica James
namanya temankuu 😄
Ran Aulia
Luar biasa
Qaisaa Nazarudin
Harusnya dr awal kamu jujur, Kalo seandainya dr awal udah jujur mungkin gak ada adegan surat cerai dan pengajuan cerai waktu itu..
Qaisaa Nazarudin
Bara aja..
Qaisaa Nazarudin
Kalo aku jadi Ara mending milih Lano yg sudah Sah2 suaminya dan juga masih suci,Dari harus kamu yg sudah jadi barang bekas,banyak Jalang..
Qaisaa Nazarudin
Mmg harusnya begitu,Harusnya Lano bisa mengalah membujuk Ara saat Ara marah,Bukannya dia juga ikutan emosi,Dua2 nya egois..
Qaisaa Nazarudin
Bagus Lano,Biar Ara bisa berpikir jgn mau ikuta dgn keras kepala nya,Sekali2 kadih dia pelajaran..
Qaisaa Nazarudin
Cih dasar Egois..Dia aja seenak jidatnya berdekatan dgn pria lain,Tanpa memikirkan perasaan suaminya,Terus kenapa sekarang kamu marah Lano berdekatan dgn wanita lain..🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Walau pun Ara juga memiliki rasa ke Bara tapi Ara harus ingat kalo sekarang Lano lah SUAMINYA,Apapun alesan mereka menikah,Ara tdk seharusnya seperti itu bersikap ke Lano,,,Lano juga gak ada manis2 nya Ke Ara..
Qaisaa Nazarudin
Iler…Ternyata hanya mimpi,omg aku pikir beneran Ara kek gitu agresifnya 😂😂
Qaisaa Nazarudin
Gak usah ngajak Lano duel, yg ada ntar belum apa2 dia yg trrkencing duluan dicelana,,udah kayak opa2 korea aja ngandalin tampang doang,😂
Qaisaa Nazarudin
Astaga Lano langsung tdk mencermin kan sikap seorg cowok keren. Udah kayak cewek aja maunya hanya naik mobil, karena takut penampilan nya berantakan..
Qaisaa Nazarudin
Ternyata Bara mencintai Ara dlm diam..😔
Qaisaa Nazarudin
Nah kan ku bilang juga apa,Ini semua sudah di rencakan👏🏻👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻😂
Qaisaa Nazarudin
Kenapa Feeling ku mengatakan kalo ini rencana para ortu, Kan Dilan maunya Ara yg jadi mantu bukannya Gisela..
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwk mampus kau Lano akhirnya ditolak dan di permalukan oleh cewek pilihan mu 👏🏻👏🏻👏🏻👎🏻👎🏻
Qaisaa Nazarudin
wkwkwwk yg ada saat ketemu ntar malah bagai tom and Jerry..😂😂😜😜
Qaisaa Nazarudin
Calon ibu dari anak2 kamu tuh 🤣🤣😜😜
Qaisaa Nazarudin
Waahh pertemuan yg paling mengesankan, kenangan yg paling hak bisa di lupakan 🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Dan sekarang doa kamu di kabulkan dapat calon istri yg gak suka pake rok minim 😀😀😜
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!