NovelToon NovelToon
Si Gadis Cantik Bertopeng

Si Gadis Cantik Bertopeng

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Chicklit
Popularitas:118.6k
Nilai: 5
Nama Author: Miryan

Seorang gadis berparas wajah cantik namun, wajah cantik pipi sebelah kiri cacat karena kejadian masa kecilnya dulu yaitu bernama Anna. Kehilangan Ibu kandungnya membuat Anna tinggal bersama keluarga yang mengaku ayahnya.
Hingga Ia mendapatkan siksaan dari Ibu tiri dan Kakak perempuannya.
Apakah Anna mampu bertahan dengan siksaan mereka? Apakah ada seorang pemuda jatuh cinta padanya yang menerima kekurangannya dan membawanya keluar dari siksaan yang sering dia dapatkan? Penasaran dengan kelanjutannya yuk mampir ke kisah gadis cacat ini untuk mendapatkan cinta dan kebahagiaannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miryan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21

" *Yeeessss"

" Haaa*" kedua orang tua Aiden melongo melihat expresi wajah anaknya yang begitu senang. Vina dan Prabu hanya salin berpandangan karena begitu terkejut dengan sifat Anaknya yang biasa berwibawa,dingin dan datar. Namun, kali ini beda dari biasa seperti mendapatkan lotre.

Aiden yang sadar dengan tatapan kedua orang tuanya kembali mengubah mimik wajahnya seperti tidak terjadi apa-apa.

" Ekheemm, Pa, Ma, Aiden mau ke atas dulu. Kalau lama-lama di sini nanti, aku nggak tahan meluk Mama." Ucap Aiden sambil berdiri dan melangkah ke arah tangga yang menuju lantai tempat kamarnya berada.

Prabu yang mendengar kata-kata terakhir Aiden menjadi kesal" Sialan Kau Son" teriak Prabu ke arah tangga yang memperlihatkan Aiden senyum miring ke arah Ayahnya.

" Paa, itu Anak kamu bukan Anak orang lain. Papa nggak boleh cemburu terhadap Anak sendiri" ucap Vina yang kesal terhadap Suaminya. Vina bangkit meninggalkan Suaminya yang masih kesal. Prabu dengan cepat bangkit dan mengejar Istrinya.

" Aaakkhh Pa" ucap Vina yang kaget karena Prabu langsung menggedongnya .

" Ya Sayang, Kita olahraga dulu yuk?" ucap Prabu sambil membawa Istrinya ke arah kamar mereka. Setelah mendapatkan anggukan dari Istrinya.

🍁🍁🍁

" Uufffhhh, masih sakit?" tanya Bram sambil mengobati punggung Ana.

" Sudah mendingan Kak" ucap Ana yang merona. Bram mengobati punggung Ana yang terluka dan kebiru-biruan. Bram seorang laki-laki normal hanya dengan melihat Ana saja jantungnya tak beraturan. Apalagi melihat punggung belakang Ana yang begitu terbuka memperlihatkan kulitnya yang putih dan mulus. Menjadi sesuatu di bawah sana semakin mengeras. Dengan cepat dan hati-hati Bram menutupi punggung Ana. Takutnya Dia tidak bisa menahan nafsu membuatnya akan menerkam Adiknya sendiri. Bram bangkit dan berdiri.

" Kakak mau ganti pakaian dulu dan mau menemui Ayah. Kalau Ana nggak bisa makan malam bersama jangan memaksa. Nanti kakak suruh Bibi antarkan makanan ke kamarmu." ucap Bram yang mulai gelisah karena yang di bawah tak bisa bekerja sama dengannya.

" Nggak usah Kak, nanti Ana menyusul. Ana nggak mau Ayah khawatir " ucap Ana.

" Ya sudah Kakak tunggu di sana" ucap Bram dan kembali melangkah. Tanpa, menunggu jawaban Ana.

" I_haa, Kak Abra kenapa seperti orang kebelet? Mungkin sudah kebelet. Kan, dari tadi temenin Aku mengobati luka-luka ini. Untung saja ada Kak Abra, kalau nggak Aku penuh dengan luka-luka ini kembali." gumam Ana.

Ana bangkit dari ranjangnya dan membersihkan kamarnya yang sudah berantakan akibat kejadian tadi. Ana melangkah keluar kamar menuju ke arah meja makan. Terlihat di sana Ayahnya, Jenie dan Rissa menatapnya. Ana menarik salah satu kursi makan yang berhadapan dengan Rissa.

" Malam Pa, Ma, Kak Rissa" ucap Ana dengan menampilkan senyum manisnya.

" Malam juga sayang" balas Dian. Jenie dan Rissa tidak membalas ucapan Ana mereka hanya mendengus kesal. Dian yang merasa ada yang aneh melirik ke arah Istrinya dan Rissa. Jenie yang melihat tatapan Suaminya langsung membalas ucapan Ana dan menyenggol lengan Rissa.

" Malam juga Ana" ucap mereka bersama.

" Ana panggil Kakakmu untuk makan" ucap Dian.

" Iya Pa" balas Ana. kemudian bangkit melangkah ke arah kamar Bram. Jenie dan Rissa melihat Ana masih merasa kesal dan marah.

*Tok

Tok

Tok*

"Kak Abra" teriak Ana sambil mengetuk kamar Abra. Ana terus memanggil Bram namun, tak ada jawaban dari dalam kamar. Sehingga Ana membuka pintu kamar Bram.

" Lah, kok nggak di kunci?" ucap Ana. Ana melangkah kedalam.

" Aaakkkhhhhh"

1
Winny Anpooh
Luar biasa
💫 °• IsNam ❤ •° 💫
bagus.. terus berkarya author
ᴹᵉⁿᵗʳⁱ 𝐁𝐎𝐌 𝐌𝐎𝐋𝐎𝐓𝐎𝐕
mampir smangat jgn ksh kendor👀✊🏿
Happy♡~
Semangat Kakaa
Berlin
semangat kak
Alvin Jihan
semangat ya author
🌷Anggiria Dewi ❤️
semangat selalu thor
fitriani
sip
Dewy Seruni
saya tunggu-tunggu terus kak k lanjutan nya,,semoga k tauan kl bapaknya Nena tu sebenarnya jahat...
lanjut kak,, semangat terus 💪💪💪
jangan lama-lama y up nya kak
🍀Miryan🌻: maaf bru lnjut..follow akunku kak
total 1 replies
Dewy Seruni
maaf kak,,gimana y caranya ngirim k PC ownel nya?🙏🙏🙏
Alvin Jihan
author next up nya biar banyak semangat 💪🌹❤️💕
🍀Miryan🌻: makasih..knp nggk d pc aku kak
total 1 replies
*Mr K D@L* ( lord K D@L )
next..
Dewy Seruni
kasihan Eris,,kenapa g jujur ja sih sm Bram pasti Anna jg ngerti...
ko lama banget sih update nya...aku tunggu-tunggu ceritanya....
lanjut kak,, semangat terus 💪💪💪
*Mr K D@L* ( lord K D@L )
ceritanya sudah end?
*Mr K D@L* ( lord K D@L )
4
*Mr K D@L* ( lord K D@L )
8
*Mr K D@L* ( lord K D@L )
11
*Mr K D@L* ( lord K D@L )
10
*Mr K D@L* ( lord K D@L )
9
*Mr K D@L* ( lord K D@L )
11
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!