NovelToon NovelToon
Permainan Takdir 2

Permainan Takdir 2

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Nikahmuda / Cintamanis / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: el nurmala

Untuk lebih memahami alur cerita, disarankan membaca 'Permainan Takdir' terlebih dahulu.

Amiera Al-Azmi, putri Salman Al-Azmi dari pernikahan sirinya dengan Lucy. Lahir dan besar dalam keluarga kaya tidak lantas membuat Amiera mendapatkan segalanya. Terutama kasih sayang dan perhatian kedua orang tuanya.
Pertemuannya dengan Anita, serta perhatian yang di berikan mantan istri ayahnya itu mengubah arogansi dalam diri Amiera.

Bagaimana kisah Amiera dalam memperjuangkan cintanya pada Rendy Atmadja yang justru mencintai kakaknya Meydina?

Bagaimana pula kehidupan keluarga kecil Maliek dan Meydina dalam menjalani keseharian bersama anak-anak mereka?

---------
Cerita ini hanya fiksi. Jika ada nama, tempat, dan kejadian yang sama, itu hanya kebetulan semata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon el nurmala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

mobil siapa?

Mohon maaf baru sempat up🙏

Happy reading...

Rafael hanya cengengesan mendapat tatapan aneh dari ketiga sahabatnya.

"Wah! Jangan main-main loe, Bro. Sejelek-jeleknya Alya, dia itu keponakan bokap gue. Artinya juga sepupu gue. Nggak gitu dong, Raf," ujar Alvin.

"Enak aja loe bilang Alya jelek, Vin. Dia itu cantik, body aduhai dan gue juga nggak main-main. Kali ini gue serius, beneran. Gua suka sama dia sejak pertama kenalan, Vin. Percaya deh," sahut Rafael.

"Emang loe kenalan sama Alya dimana?" tanya Riky datar.

"Gue ketemu dia di club ini. Terus, kelanannya di apatemen gue."

"Apartemen loe?" tanya Riky dan Alvin hampir bersamaan.

"Waah! Parah loe, Raf.." Ujar Riky.

"Sialan loe! Eh, walaupun loe br*ngsek jangan rusak saudara teman dong. Cari mati loe, heh!" umpat Alvin.

Melihat reaksi Alvin yang tidak pernah ia sangka, Rafael mulai merasa gusar. Disisi lain, Maliek melirik pada Alvin. Ia tersenyum tipis melihat sakip Alvin. Sikap yang hampir sama ketika sahabatnya itu mengetahui Meydina bermalam di apartemennya.

"Tunggu dulu, Vin. Loe jangan salah sangka. Gue nggak ngapa-ngapain Alya. Berani disamber gledek gue. E, eh, nggak jadi deh. Gue cuma gantiin bajunya Alya. I swaer, Vin."

Rafael kelimpungan menjelaskan pada ketiga sahabatnya, terutama pada Alvin. Sebabnya, mereka sudah mengenal bagaimana sepak terjang dirinya.

***

London

Sepanjang hari ini, suasana butik agak berbeda. Karyawan satu dengan yang lainnya saling berbisik dan menggunjingkan mobil sport mewah yang terparkir di depan tempat kerja mereka. Bahkan beberapa pelanggan yang datang ada yang menanyakan mobil itu milik siapa.

Tidak terkecuali Diana. Ia yang berada di ruangan atas bersama Amiera tak henti-hentinya memikirkan siapa pemilik mobil itu.

"Vey, menurutmu siapa pemilik mobil itu? Pastinya dia orang yang sangat kaya. Aku penasaran, dia pria atau wanita ya?" tanya Diana pada Veya, asistennya. Wanita itu menatap ke arah mobil dari jendela kaca ruangannya.

"Saya justru heran, Nona. Kenapa mobil itu parkir di depan butik? Apa pemiliknya tidak takut ada yang mencurinya?" ucap sang asisten.

"Kurasa mobil itu ada dari semalam," ucap Diana lagi.

"Bagaimana kalau ternyata mobil itu hasil curian, Nona? Bukankah akan mendatangkan masalah bagi Miss Julie dan butik ini?"

"Kau benar, kenapa aku tidak berpikir kesana? Memang aneh mobil semewah itu parkir dimana saja," sahut Diana.

Veya sang asisten mengangguk menyetujui ucapan Diana.

Diana menatap tajam pada Amiera. Rivalnya itu sama sekali tidak tertarik untuk menanggapi hal yang sedang hangat di bicarakan. Ia pun mendekati Amiera yang sedang sibuk dengan pekerjaannya.

"Hei, Kau. Bukankah kau yang datang lebih awal tadi pagi?" tanya Diana ketus.

"Iya, kenapa?" sahut Amiera tanpa menoleh.

"Apa mobil itu sudah ada disana saat kau datang?"

"Belum," sahut Amiera singkat.

"Kau jangan bohong! Kalau mobil itu tidak ada di sana saat kau datang, lalu siapa yang memarkirkannya?" pekik Diana.

Amiera yang mendengar suara Diana yang meninggi, mendelik tak suka.

"Aku. Aku yang memarkirkannya disana. Mobil itu milikku, puas? Berhentilah menggunjing! Apa kau tidak punya pekerjaan, heh?" tegas Amiera.

Diana tampak sedang menahan tawanya, begitu juga dengan asistennya. Lalu tawanya menggema dalam ruangan itu.

"Amiera, Amiera. Apa kau sedang bermimpi? Maka ku sarankan, bangunlah. Kau tidak tahu berapa harga mobil itu kan? Sepuluh tahun gajimu pun tidak akan bisa membeli mobil seperti itu. Dasar bodoh," kekeh Diana.

Wanita itu berjalan kembali ke meja kerjanya sambil memegang bagian perutnya. Hal sama juga dilakukan oleh asistennya.

"Apa kau bilang, aku bodoh?" geram Amiera. Ia hendak mendatangi meja Diana, namun asistennya menahannya.

"Nona, sudahlah. Tidak usah didengarkan," ucap asistennya pelan.

Amiera sebisa mungkin menahan amarahnya. Tatapannya menajam, sementara Diana menatapnya kembali seolah menantang.

***

Malam ini Meydina cukup kesulitan saat meninabobokan putra sulungnya, Zein Malik Bramasta. Anak itu terus merengek ingin di temani, sementara kedua adiknya sudah tertidur pulas.

"Kakak kenapa belum bobo, Sayang?"

"Cini, Mi." Rengeknya.

"Sebentar ya," ucap Meydina. Ia kemudian membetulkan posisi tidur Fatima dan juga Amar.

Meydina menghampiri putranya dan berbaring di sampingnya. Dari dekat ia bisa melihat raut wajah Zein seperti merasa tidak nyaman. Meydina meletakkan punggung tangannya di kening Zein. Dan ia pun terkejut.

Zein demam, suhu tubuhnya terasa hangat sekali.

"Sini sama Mami, Sayang."

Meydina menggendong Zein dan melangkah ke lemari P3K yang menempel di salah satu bagian dinding kamar tersebut.

"Apa itu Mi, tembak-tembakkan?" tanya Zein dengan mata yang berkaca-kaca.

"Bukan, Sayang. Seperti tembak-tembakkan Kakak ya?" tanya Meydina sambil mengarahkan alat tersebut yang tak lain adalah thermogun.

"Amar juga punya, Mi." Celotehnya.

"Oh, iya. Mami lupa," sahut Meydina.

Meydina sebisa mungkin tidak panik. Suhu tubuh Zein 38,4 derajat Celsius dan itu terbilang cukup tinggi. Ia heran, karena putranya tadi tidak menunjukkan gejala apa-apa.

Sambil menggendong Zein, Meydina mencoba menghubungi Maliek. Namun ternyata ponsel suaminya itu tidak aktif.

Meydina membuka lemari P3K itu kembali, beruntung ada obat penurun panas anak disana. Setelah membaca aturan pakainya, Meydina memberikannya pada putranya.

Meydina Menggendong Zein menggunakan gendongan Fatima.

"Kakak tidur ya," pinta Meydina sambil mengecuk kening putranya.

Zein menolak saat Maminya mencoba memasangkan plester kompres di keningnya. Anak itu sampai terisak karena Meydina setengah memaksa memasangkannya.

"Nggak mau, Mi. Kakak nggak mau," tolak Zein.

Meydina pun menyerah. Ia kemudian mengayun-ayunkan Zein yang berada dalam gendongannya.

"Mi, kepala Kakak cakit," keluh Zein.

"Iya, Sayang. Sebentar lagi sakitnya hilang. Kakak pinter ya minum obatnya," hibur Meydina.

"Manis, acem," celoteh Zein.

Meydina tersenyum tipis menatap putranya. Zein sangat jarang sakit, wajar rasanya jika Meydina merasa khawatir. Ia kemudian mencoba lagi menelepon Maliek. Dan lagi-lagi tidak tersambung.

Meydina menatap jam dinding, pukul sepuluh malam. Ayahnya pasti sudah tidur. Terlebih lagi ia tidak ingin Ayahnya khawatir. Dalam hati Meydina memanggil-manggil Maliek, berharap suara hatinya sampai pada suaminya itu.

"Kak, Maliek. Kakak dimana sih? Pulang dong, Kak. Zein demam, Kak." Batinnya.

***

London

Sudah saatnya para karyawan butik meninggalkan tempat kerjanya. Satu persatu mereka pulang. Dalam benak mereka masih tersimpan tanda tanya besar tentang siapa pemilik mobil sport itu, terutama Diana.

Tadi Diana menelepon Miss Julie dan membicarakan perihal keberadaan mobil tersebut. Atasannya itu mengatakan bahwa salah satu karyawan butik itu yang membawanya.

Diana semakin penasaran. Ia dan juga asistennya Veya sengaja pulang paling akhir agar bisa melihat siapa pemilkknya. Saat merasa semua karyawan telah pulang dan mobil itu masih di tempatnya, ia pun merasa heran. Lalu siapa karyawan yang di maksudkan Miss Julie?

Suara high heels yang menuruni anak tangga terdengar sangat jelas di ruangan yang kosong. Diana dan Veya bersembunyi disalah satu pilar yang ada dilantai bawah butik itu. Tidak lama kemudian terdengar suara pintu yang di tutup. Karena penasaran, dua orang itu mengintip di balik kaca.

Seorang wanita berjalan mendekati mobil tersebut, di lihat dari penampilannya Diana merasa tidak asing. Dan saat wanita itu membuka pintu mobil, keduanya pun sontak berseru, "Amiera!"

1
Sri Ariyanti
tq thor. karya yang bagus untuk dibaca. sukses selalu
Sativa Kyu
👍👍👍👍
vitri Abba
kebanyakan pndatang baru,jdi otak sya gagal fokus kak 😀😀
Atika Darmawati
okk
❤muslimah❤
seandainya di novel ini gak ada istilah pacaran.. mgkn lebih baik
🌺tyy
suka❤️
Kadek Bella
puas thoor bacanya ,bagus ceritanya
Ria dardiri
blm tau amira ya anak sultan cuy😋😋
Ria dardiri
sukaa karyamu
Ria dardiri
mampir lg kak alhamdulillah dr yg novel 1 ke selanjutnya😘😘😘
Rusli Ulli
mantap
💕febhy ajah💕
sepertinya klo ada cerita mike akan tambah menarik, suka aja yg galak2
💕febhy ajah💕
wkwkwkwk dav.... dav......
💕febhy ajah💕
seperti burung beo nga mau berhenti mengoceh
💕febhy ajah💕
duarrr jedarrr bukan mark dan amie di kamar tp Rendi

wkwkwkwk kasihan loh, tunggu pembalasan buat loh dan mark
💕febhy ajah💕
Hu um bener banget tuh ren blum jdi apaa2 udah interogasi melulu.
💕febhy ajah💕
Hai.... Hai..... Hai... cus kesini setelah season 1 tamat barusan baca novel nga selang seling mau habisin cerita otor ini yg dlu, selain ceritanya bikin tertarik ceritanya jg nga bertele tele.
Fika
Tadi sempat deg degan jangan smpe Riky sm Bella...gak rela...riky msh perjaka masa dapatnya bella sih
Fika
Helloooww oey shopia..belum tau kan dirimu siapa Ameera...Ameera al-azmi sultan dri timur tengah yg kekayaannya tdk akan habis 7 turunan 7 tanjakan...enak sj bilangin jam pemberian Ameera jam tangan palsu🤣🤣🤣🤣🤣
TePe
kelar juga bacanya
tokoh paling fav aku Rendy....dia alim, pekerja keras, tanggung jawab , ngga neko2, bgtu berat perjuangan dia melupakan cinta perramanya, tpi dia berusaha, dan mau mencoba....
suka banget cerita ini, tokohnya halu bgt buat gue, bener2 memghibur....
sukses terus ya thor, semangat berkarya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!