Mengisahkan tentang kisah cinta Daniel David Johanes seorang perwira angkatan laut yang bertemu dengan teman masa kecilnya Joanna Josephine Josep mahasiswi semester akhir fasultas kedokteran jurusan dokter gigi di Universitas Negeri Surabaya. Apakah Daniel bisa merebut hati Joanna yang sering dipanggil Anna ini ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gaya Posesif 2
Anna dan Daniel sedang menuju ke Kenjeran. Anna belum berani menanyakan sikap Daniel semalam, dia tidak mau gede rasa, akibat pengakuan Daniel didepan Juan bahwa dia adalah pacarku.
Sudah banyak tamu undangan yang berdatangan. Sebagai komandan regu Daniel sudah siap dengan baju wetsuit atau pakaian selam dengan motif tentara sedangkan Anna menggunakan wetsuit berwarna gelap.
Acara yang di laksanakan oleh marinir ini menarik perhatian warga masyarakat. Selain ada penanaman terumbu karang, juga ada konservasi hutan bakau, dan pembersihan pantai. Pemeriksaan kesehatan gratis juga dilakukan.
Selesai menanam terumbu karang pada kedalaman lima sampai sepuluh meter, Anna dan tim penyelam sudah berhasil menanam seluas lima hektar. Cukup luas, dengan harapan masyarakat akan merawat agar banyak ikan nantinya di perairan ini.
Karena sudah lama tidak bermain di pantai, Anna juga diberi satu bibit pohon bakau untuk di tanami. Anna dengan semangat melakukannya. Dia belum sempat memakai sepatu karena tidak hati - hati kakinya robek kena akar pohon bakau. Tepatnya telapak kaki. Daniel yang mencari Anna, melihatnya. Langsung di gendong Anna dibawa ke tim medis.
Dokter Nurul dokter umum, dokter sipil di rumah sakit angkatan laut ini yang menolong Anna membersihkan luka dan mengobatinya.
"Mba, Anna luka ini sudah saya bersihkan dan tidak perlu di jahit."
"Terima kasih dokter."
"Ini saya beri resep salep dan obat. Maaf obatnya tidak ada disini jadi mba bisa beli di apotek."
"Oke dokter, terima kasih atas bantuannya."
Anna bertanya - tanya pengobatan gratis. Kenapa ngak ada obat. Tetapi ketika Anna membaca nama obatnya, Anna tahu bahwa obat ini bukan obat generik. Daniel sebenarnya sedikit kecewa. Atas pelayanan yang diberikan oleh tim medis di lapangan.
"Kamu rasa bagaimana dek, pusing tidak."
"Ngak kak. Aku baik - baik saja."
Anna meminta Daniel menutup kakinya yang ada luka dengan plastik kemudian di lakban. Agar tidak kemasukan air nantinya ketika dia mandi. Daniel mengendong Anna ke kamar mandi, menyiapkan semua peralatan mandi sebelum dia meninggalkan Anna sendiri.
Dalam perjalanan pulang mereka mampir membeli obat yang diresepkan. Dan perlengkapan untuk mengobati luka. Tepatnya Daniel yang membeli. Kemudian dia mengantar Anna pulang.
Kembali Anna digendong oleh Daniel setelah Daniel memasukan semua tas yang Anna bawa. Dia menyiapkan makanan yang mereka beli, dan mereka makan malam bersama.
"Lain kali, kalau pergi bersama saya, mau buat apapun harus saya tahu. Bisa nona Anna."
"Sori kak. Ini kesalahanku."
Tiga hari Anna tidak kemana - mana. Dia berharap, luka di kakinya bisa sembuh. Dan hari berikutnya dia bisa beraktivitas seperti biasa. Terpaksa kemarin Anna tidak bisa ikut rapat bersama teman - teman pemuda. Anna menghubungi ketua pemuda kak Daud dan menyampaikan kondisinya.
Daud kuatir, Dia berencana mengunjungi Anna. Namun waktu sampai di kosan Anna, dia melihat sudah ada Daniel yang bertamu disana. Memang sudah tiga hari ini, Daniel setiap malam datang membawa makan buat Anna dan dirinya. Dia akan pulang setelah selesai mengobati luka Anna.
"Kamu tunggu siapa??"
"Katanya kak Daud mau datang. Tapi kok belum juga tiba."
"Kalau sudah malam jam sepuluh tidak boleh terima tamu. Ingat dek. Kamu harus istirahat."
Anna kadang bingung dengan perhatian Daniel. Jika dia menganggap Anna adik, ini terlalu berlebihan, sejarah Anna dan Daniel tidak ada hubungan darah. Tetapi kalau di lihat dari perlakuannya, ini seperti seorang pacar. Anna menjadi malu atas prediksinya atas seorang perwira marinir berpangkat letnan dua Daniel Johanes.
Apalagi Daniel membatasi pergaulannya bersama cowok - cowok. Hal ini membuat Anna semakin bingung.
Kondisi Anna sudah membaik. Meskipun lukanya belum sembuh sepenuhnya. Pagi ini dia mau ke kampus, Daniel tahu, bahwa kemarin pulang gereja Daud dan teman - teman datang mengunjungi Anna. Dan karena rencana Anna mau ke kampus hari ini, Daud menawarkan diri untuk mengantar Anna.
Selesai apel pagi, Daniel sudah datang untuk mengantar Anna ke kampus.
"Kak, aku sudah janjian dengan Kak Daud. Sedikit lagi dia menjemput."
"Aku aja yang antar."
Daniel langsung mengendong Anna dibawa ke mobilnya. Anna tidak berani menolak atau memberontak, dia tidak mau membuat masalah.
"Hubungi Daud katakan aku yang mengantar kamu."
Anna mengikuti, dia menghubungi Daud dan menyampaikan maksudnya. Namun Anna tetap memohon maaf. Daud paham, jika berhubungan dengan Daniel dia pasti kalah. Makanya dia mengalah dan memaklumi semua.
"Its oke Anna, sama saja aku atau Daniel yang mengantar yang penting kamu selamat sampai kampus."
Dalam perjalanan menuju kampus Anna dan Daniel hanya berdiam.
"Kak, lain kali jangan seperti ini. Aku ngak enak sama kak Daud." Daniel langsung menatap Anna. Sampai di kampus, Daniel mau turun mobil tetapi oleh Anna, Daniel di larang untuk turu dari mobilnya.
"kak ngak usah antar kedalam aku bisa sendiri. Terima kasih ya."
"Yakin kamu bisa."
"Iya kak, aku bisa. Terima kasih ya. Dan kaka ngak usah nunggui aku."
"Oke." Daniel melihat Anna keluar dari mobil, berjalan pincang - pincang ke dalam fakultasnya. Daniel hanya mengeleng kepala. Hati Daniel mendidih waktu semalam tahu, bahwa pagi ini Daud mau temani Anna ke kampus. Makanya dia selesai apel pagi di kesatuan, langsung datang menjemput Anna.
Semua urusan Anna sudah oke. Sudah beres. Soal wisuda dan koas. Tinggal waktu pelaksanaannya saja.
Selesai urusan kembali Juan, Anna dan Amelia menuju ke mall. Kali ini Juan menemani dua teman wanitanya mencari kebaya buat wisuda. Dan kembali Anna melihat Maria Grace dan Daniel Johanes di mall itu. Begitu melihat arloji di tangannya, sudah menunjukan jam makan siang. Anna sengaja menghindar. Dia takut Daniel akan meninggalkan Maria dan menganggu waktu kebersamaannya bersama Juan dan Amelia.
"Anna apa itu om tentara kamu."
"Diam Lia. Aku lagi menghindar."
"Kenapa??"
"Jika dia melihat, maka ini akan jadi ketiga kalinya dia meninggalkan ceweknya itu."
"Itu pacarnya??"
"Mungkin."
Anna merasa senang sekali dia berhasil lolos dari penglihatan Daniel. Sebenarnya Anna masih kesal dengan sikap Daniel tadi pagi membatalkan janjinya kepada kak Daud. Setelah mendapat kebaya yang akan digunakan waktu wisuda. Anna ke toilet. Ternyata Daniel ada di sekitar toilet itu. Dan terlihat Maria baru keluar dari toilet. Anna meskipun sudah kebelet pipis, dia berusaha menahannya. Dan menghindar.
"Daniel .... Daniel."
Daniel meninggalkan Maria lagi. Dia mengejar Anna. Karena kaki Anna yang masih sakit, dan membatasi pergerakannya. Sangat muda di tangkap oleh lulusan terbaik marinir ini.
"Kenapa menghindar?"
"Kak.. Please kamu kan lagi jalan sama pacar kamu. Jangan pedulikan saya, bisa kak."
"Pacar??? Maria, pacar aku??"
"Terus..."
"Aku ngak pacaran sama dia. Aku hanya mengawal anak komandan aku makan siang."
Maria Grace adalah anak seorang perwira menengah atasan Daniel. Papanya selama ini meminta Daniel menjaga dan mengawal anaknya. Dan Daniel.menghargai permintaan komandannya. Daniel melihat kaos kaki yang Anna gunakan sudah berwarna merah itu berarti lukanya berdarah lagi. Daniel langsung mengendong Anna. Dan menuju ke ruangan kesehatan yang ada di mall.
"Kak, aku sudah baik - baik. Kaka bisa kembali temui teman kakak. Kasihan dia menunggu. Sebentar Juan dan Amelia kesini."
"Mereka kesini hanya membawa belanjaan kamu. Dan mereka sudah pulang."
Anna tahu bahwa ini ulah Daniel, sehingga dua sahabatnya pulang. Daniel langsung mengendong Anna menuju ke tempat parkir lantai dasar. Disana sudah ada Maria Grace anak dari komandannya. Maria langsung duduk di samping kursi kemudi di bagian depan. Akhirnya Anna di duduki di kursi belakang.
btw turut berdukacita juga atas dipanggil pulang Opa tercinta
sayang sekali, Alena sudah tidak perawan, kalau masih perawan, meskipun orang tua sudah setuju, tinggalkan saja Daniel, biarkan Daniel berjuang untuk mendapatkan Alena , ini ya sudah sulit
Anna harus jual mahal, supaya Daniel dapat pelajaran, kalau untuk mendapatkan kamu, Daniel harus berjuang
mestinya ceritanya Daniel dan Anna tidak tinggal satu rumah dulu yah, meskipun ada orang tua, biarkan Anna kost di luar, dan mereka berdua harus menjaga kekudusan mereka sampai selesai pemberkatan